Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Politik

Jokowi Adalah Bapak Untuk Semua: Begitupula Kaesang Pangarep Adalah Anak Untuk Semua

Bonefasius Zanda oleh Bonefasius Zanda
5 Juli 2019
A A
kaesang pangarep

kaesang pangarep

Share on FacebookShare on Twitter

Putra bungsu Jokowi buka Gerai Sang Pisang di Kupang, Kumparan (4/7/2019). Kupang adalah ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Berita ini sungguh menggembirakan. Maklum saya adalah orang NTT.

Tentang Kaesang sendiri saya mengenal hanya seadanya—itupun saya baca di berbagai media online. Walaupun begitu, saya amat bangga. Sebab, untuk bertemu langsung, itu sesuatu yang tidak mungkin bagi saya yang tinggal di pedalaman Flores ini.

Saya semakin lebih dalam mengenal sosok yang hebat ini ketika saya nonton di TV dan juga baca berbagai media yang membahas mengenai sikap kerendahan hatinya saat menghadiri salat Ibu Ani di masjid KBRI Singapura.

Setidaknya ada 2 hal yang membuat dia banyak dikagumi oleh kebanyakan orang. Pertama, ia rela mengantri bersama masyarakat umum lainya. Kedua, ia mencium tangan SBY. Bahkan langsung dipeluk Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat mau mencium tangan mereka.

Bagi saya, sikap dan kerendahan hati yang ditunjukan oleh Kaesang patut diteladani. Baik oleh kaum muda, orang tua, pejabat hingga anak pejabat. Bahwa dia sungguh menghayati arti hidup ini dengan benar. Ketika realitas menunjukan bahwa anak pejabat seringkali identik dengan kesombongan-saat yang sama justru Kaesang meruntuhkan cara pandang itu. Artinya, sebagai seorang anak pejabar tertinggi di negeri ini tidak seharusnya identik dengan kesombongan.

Realitas kehumanisan sikap yang di tunjukan Kaesang juga mau melegitimasi bahwa dia dilahirkan dan dididik dari keluarga yang sangat berkualitas. Sebab, buah yang bernas hanya berasal dari pohon dan akar yang kuat pula. Untuk itu, kita patut bebangga karena memiliki Presiden yang telah mendidik anak-anaknya seperti dirinya. Tidak saja memberi teladan yang bermartabat bagi anak, keluarga tapi juga bagi semua warga Indonesia. Itulah Bapak untuk semua. Aseeek~

Kekuatan Bapak Jokowi sebagai akar keluarga dan juga masyarakat Indonesia, dapat kita lihat dari kesabaranya. Berbagai cercaan, cemoohan dan caci maki oleh para warganet tak pernah menyurutkan langkahnya untuk terus melayani masyarakat dengan kesungguhan hati. Sebaliknya, Ia hanya membalas semuanya itu dengan senyum ketulusan.

Terima kasih ya, Bapak Presidenku. Saya sebagai orang NTT sangat bangga padamu. Karena engkau telah mampu memposisikan dirimu sebagai Bapak Bangsa yang sederhana dan penyejuk bagi semua insan masyarakat Indonesia.

Baca Juga:

Isu Ijazah Jokowi Palsu Adalah Isu Goblok, Amat Tidak Penting, dan Menghina Kecerdasan, Lebih Baik Nggak Usah Digubris!

Rumah Pribadi Jokowi di Solo Memang Cocok Jadi Destinasi Wisata Baru

Realitas sikap kesederhanaan humanis Jokowi pun akan selalu hidup hingga kapan pun. Sebab Ia telah mendidik anak-anaknya yang begitu luar biasa. Dan salah satunya dapat kita lihat dari keserdahaan Kaesang.

Sesungguhnya, kesederhanaan dan budi pekerti luhur yang ditampilkan oleh Kaesang dalam keseharian hidupnya, telah menyadarkan saya dan mungkin semua orang. Pertama, Kaesang sungguh menghayati hidup ini sebagai perjuangan tanpa henti—juga tanpa tedheng aling-aling. Ya, hidup adalah perjuangan. Untuk itu apapun statusnya—di hadapan hidup—Kaesang telah sungguh-sungguh berjuang. Dan perjuangan itu, tidak saja untuk kemaslahatan dirinya tapi juga sesama yang lain.

Kedua, Kaesang sungguh menghayati arti ciptaan Tuhan. Bahwa sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna di atas bumi ini, untuk sementara Ia telah melaksanakan tugas pelayanananya dengan baik. Dan memang benar manusia diciptakan bukan untuk saling menyakiti tetapi untuk saling melengkapi dan melayani satu sama lain.

Pelayanan itu semakin nyata dan indah, ketika Kaesang telah sukses membuka 71 gerai di 26 kota di Indonesia. Dan dalam waktu dekat, bisnis kuliner Gerai Sang Pisang akan berdiri kokoh di Kupang, Ibu Kota Provinsi NTT.

Pada titik ini saya amat berbangga pada Kaesang. Bayangkan, masih berstatus mahasiswa saja, Kaesang sudah mampu melakukan hal-hal yang besar. Tidak saja untuk kesejahteraan masa depanya tapi ia sudah memberikan dirinya secara total untuk membangun Indonesia tercinta ini. Betapa sebuah sikap yang amat luhur.

Akhirnya, sebagai seorang anak sederhana dari NTT, saya yakin bahwa kehadiran Gerai Sang Pisang milik Kaesang di Kupang akan sangat berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi NTT. Pertama, bagi para petani pisang NTT yang sudah lama bergelut menanam pisang selama ini akan semakin bersemangat. Kedua, dapat mendorong kaum muda NTT untuk segera menjadi petani pisang yang memiliki daya juang yang tinggi.

Seperti Kaesang seorang anak Presiden namun menjadi kecil demi pelayanan bagi banyak orang, maka kita kaum muda NTT pun harus demikian. Ia berani memecahkan dirinya. Dan menjadi anak untuk semua masyarakat Indonesia. Begitupun sebaliknya, kita pun harus menjadi generasi muda NTT yang bisa membangun bangsa ini dengan cara kita masing-masing—dan pastinya melalui cara-cara yang benar.

Marilah berlomba-lomba untuk menjadi pribadi yang dapat menjadi sumber kesejukan bagi sesama yang kita jumpai dan layani dalam hari-hari hidup kita yhaaa~

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2022 oleh

Tags: anak presidenJokowikaesang pangarepPolitik Indonesiapresiden jokowisang pisangSBY
Bonefasius Zanda

Bonefasius Zanda

Seorang Pendidik SMA di Flores-NTT. Mengajar Mata Pelajaran Sosiologi. Hobi mengupas isu dan masalah sosial

ArtikelTerkait

aksi 22 mei

Kenapa Kita Susah Menerima Aksi Damai 22 Mei Apapun Alasannya

24 Mei 2019
Berandai-andai Jika Depok Dipimpin Kaesang Pangarep

Berandai-andai Jika Depok Dipimpin Kaesang Pangarep

10 Mei 2023
buzzer negeri ini

Mari Kita Sambat Soal Negeri ini

2 Oktober 2019
humanis 22 mei

Potret Humanis dan Sisi Positif dari Aksi 22 Mei 2019

24 Mei 2019
mendadak tahu bulat

Selain Tahu Bulat, Apakah yang Mendadak Itu Tetap Enak?

31 Mei 2019
Bung Jokowi, Saya Sangat Meragukan Komitmen Situ Tentang Demokrasi, berdamai dengan corona

Menebak Maksud Presiden Jokowi yang Nyuruh Kita “Berdamai dengan Corona”

10 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Klari Karawang, Jalan Maut yang Sulit Dihindari karena Jadi Penopang Industri

Jalan Klari Karawang, Jalan Maut yang Sulit Dihindari karena Jadi Penopang Industri

27 Januari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Setelah Tahu Gaji HSE, Saya Langsung Mengubur Mimpi Saya Jadi Dosen. Peduli Setan pada Ilmu Pengetahuan, Dompet Tebal Adalah Kunci!

Setelah Tahu Gaji HSE, Saya Langsung Mengubur Mimpi Saya Jadi Dosen. Peduli Setan pada Ilmu Pengetahuan, Dompet Tebal Adalah Kunci!

28 Januari 2026
Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

6 Kebiasaan Warga Solo yang Awalnya Saya Kira Aneh, tapi Lama-lama Saya Ikuti Juga

27 Januari 2026
5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan Mojok.co

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

31 Januari 2026
8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut sebagai Jurusan Paling Green Flag Mojok.co

8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut Jurusan Paling Green Flag

27 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.