Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jika Mall Berdiri di Purworejo, Akankah Kota yang Terlelap Selepas Isya Ini Terjaga dan Jadi Ramai?

Akhmad Alhamdika Nafisarozaq oleh Akhmad Alhamdika Nafisarozaq
27 Februari 2026
A A
Jika Mall Berdiri di Purworejo, Akankah Kota yang Terlelap Selepas Isya Ini Terjaga dan Jadi Ramai?

Jika Mall Berdiri di Purworejo, Akankah Kota yang Terlelap Selepas Isya Ini Terjaga dan Jadi Ramai?

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu, sempat ada tulisan di Terminal yang bilang kurang lebih begini: Purworejo tidak butuh kemewahan, apalagi soal makanan dan minuman, karena hidup saja sudah pas-pasan. Dan sebagai orang yang cukup akrab dengan Purworejo, saya mengangguk setuju. Orang Purworejo itu rasional. Bukan pelit, tapi realistis.

Dengan UMR yang tidak besar, pengeluaran dihitung hati-hati. Minuman Rp25-30 ribu bukan cuma soal mahal, tapi soal prioritas. Dengan uang segitu, sudah bisa makan nasi lengkap. Jadi wajar kalau warung bakso, soto, pecel lele, dan angkringan tetap jadi primadona. Mereka menjual kenyang dan kejujuran harga, bukan ambience dan plating cantik.

Lalu pertanyaannya, kalau restoran fancy saja terasa terlalu jauh dari realitas warga, bagaimana kalau Purworejo punya mall?

Apakah mall akan laku di Purworejo?

Kalau melihat karakter warganya, mall di Purworejo mungkin akan mengalami fase yang sama seperti kafe mahal: ramai di awal, sepi di kemudian hari. Bukan karena orang Purworejo tidak suka jalan-jalan. Tapi karena kebiasaan konsumsi mereka bukan konsumsi impulsif. Nongkrong pun biasanya pesan teh anget atau kopi tubruk paling murah di menu. Nongkrong itu soal ngobrol, bukan gengsi.

Apalagi fenomena merantau masih kuat. Anak muda banyak yang kerja di Jogja, Semarang, Jakarta, bahkan luar pulau. Perputaran uang di dalam kota otomatis terbatas. Yang tinggal kebanyakan orang tua dan pekerja lokal dengan pola hidup sederhana. Pasar untuk tenant mahal jelas tidak sebesar di kota besar.

Tapi tunggu dulu, ada sisi lainnya

Meski begitu, menarik membayangkan efek lain kalau mall benar-benar berdiri di Purworejo. Pertama, kemungkinan besar pengunjung mall di Jogja atau Magelang akan sedikit berkurang, khususnya warga Purworejo yang selama ini keluar kota hanya untuk belanja atau sekadar jalan-jalan. Dengan adanya mall, kebutuhan hiburan ringan bisa terpenuhi tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

Contoh kecil bisa dilihat dari Kebumen. Geliat modern mulai terasa. Mall memang belum selengkap kota besar, tapi cukup untuk memenuhi kebutuhan belanja dasar, nonton, atau sekadar cuci mata. Tidak semua orang lagi-lagi harus ke luar kota. Purworejo bisa mengalami hal serupa.

BACA JUGA: Sisi Kelam di Balik Wajah Purworejo yang Tenang dan Damai

Baca Juga:

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

Purworejo, kota yang selama ini “tidur” selepas isya

Ada juga tulisan lain yang menyebut Purworejo seperti tidak punya kehidupan selepas Isya. Begitu azan berkumandang, aktivitas seolah berhenti. Lampu jalan dan suara jangkrik yang menemani. Malam adalah waktu istirahat, bukan eksplorasi. Nah, kalau ada mall, minimal akan ada titik terang baru di malam hari.

Gedung dengan pencahayaan terang, parkiran ramai, orang-orang berjalan tanpa rasa canggung karena memang tujuannya jelas: belanja, makan, atau nonton. Purworejo akan tampak lebih modern atau lebih “hidup”. Ada pusat aktivitas yang tertata. Secara simbolik, mall bisa menjadi tanda bahwa kota ini bergerak mengikuti zaman. Pertanyaannya, apakah itu perlu?

Antara perlu dan tidak perlu

Mall tidak otomatis mengubah karakter masyarakat. Ia hanya memberi opsi. Dan mungkin, bagi sebagian orang mulai dari mahasiswa, pekerja remote, atau generasi muda yang pulang kampung, mall bisa jadi ruang alternatif. Secara ekonomi, tantangannya jelas. Daya beli harus kuat. Tenant harus realistis. Segmentasi pasar harus tepat. Kalau tidak, mall hanya akan jadi bangunan megah yang sepi.

Secara sosial, perubahan pasti terjadi. Kota yang dulu “terlelap” selepas Isya mungkin perlahan akan punya kehidupan malam yang lebih aktif, meski tidak seheboh kota besar. Tapi mungkin pertanyaan paling jujur bukan “butuh atau tidak”, melainkan siap atau tidak.

Purworejo selama ini dikenal sederhana, kalem, dan hemat distraksi. Malam hari jadi waktu rebahan, ngobrol keluarga, minum teh manis hangat. Itu bukan kekurangan, itu identitas. Kalau mall hadir, identitas itu mungkin tidak hilang, tapi akan diuji. Dan bisa jadi, pada akhirnya Purworejo tetap akan jadi Purworejo. Mall ada, lampu terang menyala, orang datang sesekali. Tapi setelah belanja seperlunya, mereka tetap pulang lebih cepat. Karena bagi orang Purworejo, hidup bukan soal terlihat modern. Tapi soal tetap masuk akal.

Penulis: Akhmad Alhamdika Nafisarozaq
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Purworejo, Tempat Ideal bagi para Introvert yang Mendambakan Ketenangan Hidup

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Februari 2026 oleh

Tags: harga makanan di purworejoPurworejorencana pembangunan mall di purworejoumr purworejo
Akhmad Alhamdika Nafisarozaq

Akhmad Alhamdika Nafisarozaq

Mahasiswa kabupaten yang sering pulang untuk mengamati rumah sendiri yang perlahan berubah. Menulis bareng AI, sambil terus berjuang membaca keadaan.

ArtikelTerkait

8 Nama Daerah dengan Awalan Purwo, dari Purwodinatan hingga Purwodadi

8 Nama Daerah dengan Awalan Purwo, dari Purwodinatan hingga Purwodadi

13 September 2022
Romantisnya Rute Jogja-Purworejo-Kebumen yang Penuh Jalan Berlubang Sana-sini terminal mojok.co Lumajang

Romantisnya Rute Jogja-Purworejo-Kebumen yang Penuh Jalan Berlubang Sana-sini

1 Februari 2021
Stasiun Purworejo Sudah Betul Jadi Cagar Budaya Saja, Tidak Perlu Diaktifkan Kembali Mojok.co

Stasiun Purworejo Sudah Betul Jadi Cagar Budaya Saja, Tidak Perlu Diaktifkan Kembali

5 Januari 2024
Mengenal Dolalak, Kesenian Khas Purworejo yang Lagi Hype di Tiktok terminal mojok

Mengenal Dolalak, Kesenian Khas Purworejo yang Lagi Hype di TikTok

29 Mei 2023
Wisata Purworejo Kurang Menggoda Dibanding Daerah Plat AA Lain, padahal Potensial

Wisata Purworejo Kurang Menggoda Dibanding Daerah Plat AA Lain, padahal Potensial

27 September 2025
Jalan Daendels, Jalan Penghubung Yogyakarta-Purworejo yang Mirip Simulasi Neraka

Jalan Daendels, Jalan Penghubung Yogyakarta-Purworejo yang Mirip Simulasi Neraka

30 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah (Wikimedia Commons)

Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah

24 Februari 2026
Pulang ke Lembata NTT Setelah Lama Merantau di Jawa, Kaget karena Kampung Halaman Banyak Berubah Mojok.co

Momen Pulang ke Lembata NTT Setelah Sekian Lama Merantau di Jawa Diliputi Rasa Kaget, Kampung Halaman Banyak Berubah

25 Februari 2026
Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada Mojok.co

Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada

21 Februari 2026
Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

25 Februari 2026
Flyover Kalibanteng: Labirin Aspal yang Lebih Ruwet daripada Alasan Putus Mantan Saya

Flyover Kalibanteng: Labirin Aspal yang Lebih Ruwet daripada Alasan Putus Mantan Saya

25 Februari 2026
Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar

21 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO
  • Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah
  • Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Situasi Setelahnya
  • Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali
  • Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya
  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.