Purworejo, kota yang selama ini “tidur” selepas isya
Ada juga tulisan lain yang menyebut Purworejo seperti tidak punya kehidupan selepas Isya. Begitu azan berkumandang, aktivitas seolah berhenti. Lampu jalan dan suara jangkrik yang menemani. Malam adalah waktu istirahat, bukan eksplorasi. Nah, kalau ada mall, minimal akan ada titik terang baru di malam hari.
Gedung dengan pencahayaan terang, parkiran ramai, orang-orang berjalan tanpa rasa canggung karena memang tujuannya jelas: belanja, makan, atau nonton. Purworejo akan tampak lebih modern atau lebih “hidup”. Ada pusat aktivitas yang tertata. Secara simbolik, mall bisa menjadi tanda bahwa kota ini bergerak mengikuti zaman. Pertanyaannya, apakah itu perlu?
BACA JUGA: Sisi Kelam di Balik Wajah Purworejo yang Tenang dan Damai
Antara perlu dan tidak perlu
Mall tidak otomatis mengubah karakter masyarakat. Ia hanya memberi opsi. Dan mungkin, bagi sebagian orang mulai dari mahasiswa, pekerja remote, atau generasi muda yang pulang kampung, mall bisa jadi ruang alternatif. Secara ekonomi, tantangannya jelas. Daya beli harus kuat. Tenant harus realistis. Segmentasi pasar harus tepat. Kalau tidak, mall hanya akan jadi bangunan megah yang sepi.
Secara sosial, perubahan pasti terjadi. Kota yang dulu “terlelap” selepas Isya mungkin perlahan akan punya kehidupan malam yang lebih aktif, meski tidak seheboh kota besar. Tapi mungkin pertanyaan paling jujur bukan “butuh atau tidak”, melainkan siap atau tidak.
Purworejo selama ini dikenal sederhana, kalem, dan hemat distraksi. Malam hari jadi waktu rebahan, ngobrol keluarga, minum teh manis hangat. Itu bukan kekurangan, itu identitas. Kalau mall hadir, identitas itu mungkin tidak hilang, tapi akan diuji. Dan bisa jadi, pada akhirnya Purworejo tetap akan jadi Purworejo. Mall ada, lampu terang menyala, orang datang sesekali. Tapi setelah belanja seperlunya, mereka tetap pulang lebih cepat. Karena bagi orang Purworejo, hidup bukan soal terlihat modern. Tapi soal tetap masuk akal.
Penulis: Akhmad Alhamdika Nafisarozaq
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA Purworejo, Tempat Ideal bagi para Introvert yang Mendambakan Ketenangan Hidup
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















