Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Jerome Polin Memenuhi Semua Syarat untuk Menjadi Pemuda Harapan Pemudi

Nimatul Faizah oleh Nimatul Faizah
6 Mei 2020
A A
jerome polin sijabat youtuber nihongo mantappu mojok

jerome polin sijabat youtuber nihongo mantappu mojok

Share on FacebookShare on Twitter

“Minasan, konnijiwaaa.” Untuk kamu yang masih SMA atau kuliah pasti tidak asing dengan catchprase ini. Ini adalah catchprase yang diucapkan di awal video di channel YouTube Nihongo Mantappu. Channel yang sudah punya 3 juta subscibers ini dirintis Jerome Polin Sijabat dan Kevin Sendouw, dua mahasiswa Indonesia di Jepang.

Nihongo Mantappu berasal dari dua kata, Nihongo yang artinya “bahasa Jepang” dan Mantappu yang sebenarnya bahasa Indonesia “mantap” yang kalau diucapkan atau ditulis ke bahasa Jepang akan menjadi “mantappu.” Filosofi nama YouTubenya mantap, kan?

Video pertama channel ini berisi perkenalan Jerome dan Kevin yang menceritakan, tujuan channel YouTube ini adalah untuk membagikan ilmu yang mereka pelajari di Jepang agar bisa ditonton dengan mudah dan gratis. Namun, seiring waktu berjalan, Kevin harus hengkang dari Nihongo Mantappu karena urusan kuliah. Video perpisahannya diunggah pada 8 Agustus 2018 berjudul “Terima kasih, Kevin!”

Ditinggal Kevin ternyata bukan akhir dari segalanya, walaupun sedih melepas Kevin, nyatanya semangat Jerome tak surut untuk membuat konten. Jerome pun makin sering mengunggah konten dan berinisiatif menggandeng kawan-kawannya di Universitas Waseda untuk mengisi konten bersama. Kawannya itu ada Tomo, Yosuke, dan Otsuka. Para penggemar lebih sering menyebut Jerome dan kawan-kawannya dengan sebutan “Waseda Mantappu Boy” karena mereka sama-sama berkuliah di Universitas Waseda.

Konten Nihongo Mantappu pun menjadi lebih variatif, seperti makanan murah di Jepang, battle ilmu pengetahuan, perbedaan bahasa, dan konten-konten edukatif lainnya. Saat youtuber lain lebih menyukai konten prank dan mengundang sensasi, Indonesia patut berbangga karena masih mempunyai pemuda yang tetap mengutamakan konten edukatif. Mungkin ini karena Jerome bercita-cita menjadi menteri pendidikan Indonesia, kontennya pun dipilih yang mendidik. Benar-benar pemuda harapan bangsa!

Namun, di mata saya, Jerome Polin tak hanya pemuda harapan bangsa. Dia adalah pemuda yang patut diidamkan pemudi karena banyak hal lainnya. Sebagai penggemar Jerome Polin garis keras, berikut saya berikan 5 alasan mengapa Jerome Polin patut menjadi pemuda harapan pemudi masa kini.

1. Cita-citanya mulia

Jerome lahir di Jakarta pada 2 Mei 1998. Dia lahir pada saat Hari Pendidikan Nasional, cocok rasanya jika pemuda yang saat ini menempuh jurusan Matematika Terapan ini bercita-cita menjadi menteri pendidikan Indonesia kelak. Mari kita doakan semoga kelak Jerome dapat mewujudkan cita-citanya ini.

Baca Juga:

Pulang dari Jepang Bikin Sadar Betapa Bobrok Daerah Asal Saya

Mencoba Memahami Alasan Orang-orang Kabur dari Magang di Jepang

2. Pekerja Keras

Mendapatkan beasiswa penuh di Jepang tidak bisa didapatkan oleh sembarangan orang. Jerome Polin harus bersaing dengan puluhan ribu peserta beasiswa S-1 dengan akomodasi penuh di Jepang. Tak tanggung-tanggung, dari puluhan ribu yang mendaftar hanya dua orang yang dipilih. Di tahun 2016, Jerome menjadi salah satu orang yang terpilih.

Tanpa bekerja keras, rasanya mustahil ia meraih beasiswa ini. Sebelum beasiswa ke Jepang, dia mendaftarkan beasiswa ke salah satu perguruan tinggi di Singapura. Memang berhasil untuk tes masuknya, tapi dia hanya mendapatkan beasiswa parsial. Jerome pun berpikir hal ini tetap akan membebani orang tuanya. Maka dari itu dia tidak berhenti mencari informasi beasiswa akomodasi penuh. Setelah di Jepang pun, dia harus belajar bahasa Jepang selama 1,5 tahun untuk bisa masuk ke universitas di Jepang.

Jerome pun belajar mati-matian sampai akhirnya bisa sampai masuk jurusan Matematika Terapan di Universitas Waseda dan bisa lulus level N 5 Bahasa Jepang. Dengar-dengar, orang Jepang asli pun belum tentu lolos tes level N5.

3. Humoris

Pemuda harapan pemudi haruslah humoris, orang pintar saja tak cukup. Bisa-bisa sepaneng hidupnya. Kalau kita menengok ke video di channel Nihongo Mantappu, atau media sosial Jerome Polin di Twitter dan Instagram, kita akan sering melihat tebak-tebakan konyolnya serta tingkah laku konyol orang ini. Tingkah konyolnya sering menjadi moodbooster untuk banyak pemudi. Nggak percaya? Coba sendiri deh.

4. Sudah menulis buku

Jerome Polin menuliskan kisah hidupnya dalam sebuah buku yang diberi judul “Mantappu Jiwa”. Kita tahu, orang yang bisa menulis buku adalah orang yang telaten. Di sela-sela kesibukan Jerome sebagai youtuber dan belajar di Jepang, ia masih sempat membuat buku. Kalau kamu baca buku ini, dijamin alasan Jerome adalah pemuda harapan pemudi akan terjawab.

Tanpa bermaksud mempromosikan buku Jerome karena saya bukan tim suksesnya lho ya, saya ingin merekomendasikan buku karya Jerome Polin ini untuk kamu yang sedang merasa sangat putus asa. Di dalamnya ada rumus-rumus kehidupan yang dipakai Jerome dalam menghadapi hidup. Inspiratif banget pokoknya!

5. Bisa Bahasa Jepang

Alasan ini bukan dibuat-buat semata untuk melengkapi lima alasan yang saya tulis. Orang yang bisa bahasa selain bahasa Indonesia atau bahasa daerah mempunyai nilai lebih. Bayangkan saya, kalau nanti kita punya pasangan dan mau jalan-jalan ke Jepang, nggak perlu lagi nyewa tour guide untuk berbelanja asyik di negeri sakura. Orang yang bisa bahasa Jepang juga punya nilai plus, bayangkan saja untuk memahami tulisan yang bukan alfabet aja Jerome mampu, apalagi memahami hatimu. Iya, kamu.

Demikian saya paparkan alasan mengapa Jerome bukan hanya pemuda harapan bangsa, tapi juga pemuda harapan pemudi. Semoga tulisan ini bisa dibaca Jerome Polin, sosok muda yang saya kagumi. Syukur-syukur bisa di-notice dia lewat media sosial dia. Lebih bersyukur lagi kalau saya ternyata adalah pemudi yang dia harapkan. Hehe.

Minasan, arigatou gozaimas. Jaa matane, mantappu jiwaaa.

Sumber gambar: Instagram Jerome Polin 

BACA JUGA Gara-Gara Channel “Nihongo Mantappu” Minat Belajar Saya Jadi Tinggi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 12 Mei 2020 oleh

Tags: bahasa jepangjepangjerome polinYoutuber
Nimatul Faizah

Nimatul Faizah

Dipanggil Niva. Hobi log-in di akun instagram @dear.niva.

ArtikelTerkait

Pelajaran PKK Diajarkan di Jepang, Apakah Masih Relevan untuk Diajarkan di Indonesia_ terminal mojok

Pelajaran PKK Diajarkan di Jepang, Apa Masih Relevan Diajarkan di Indonesia?

17 November 2021
Orang yang Ikut Program Magang Jepang Duitnya Nggak Banyak, Jangan Dipalak!

Orang yang Ikut Program Magang Jepang Duitnya Nggak Banyak, Jangan Dipalak!

5 Juni 2025
Jangan Salah Kaprah, Liburan ke Jepang Memang Bebas Visa, tapi Bukan Berarti Kalian Cukup Bawa Paspor Saja Mojok.co

Jangan Salah Kaprah, Liburan ke Jepang Memang Bebas Visa, tapi Bukan Berarti Cukup Bawa Paspor Saja

8 Februari 2025
Dukungan untuk Keputusan Ria SW Hiatus Lebih Awal food vlogger blogger korean street food terminal mojok.co

Dukungan untuk Keputusan Ria SW Hiatus Lebih Awal

22 September 2020
5 Alasan Pabrik Asal Jepang Selalu Jadi Primadona Jobseeker

5 Alasan Pabrik Asal Jepang Selalu Jadi Primadona Jobseeker

20 Maret 2022
shiro aturan pelihara anjing di jepang shibuya hachiko mojok

Shiro, Shinchan, dan Aturan Memelihara Hewan di Jepang

1 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Wikimedia Commons)

4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Kecewa dan Nggak Nafsu Makan

11 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa Mojok.co

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa

9 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.