Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jembatan Pelor Malang, Jalan Tikus yang Memudahkan, tapi Berbahaya

Iqbal AR oleh Iqbal AR
19 September 2025
A A
Jembatan Pelor Malang, Jalan Tikus yang Memudahkan, tapi Berbahaya di Malang Mojok.co

Jembatan Pelor Malang, Jalan Tikus yang Memudahkan, tapi Berbahaya di Malang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada satu jalan alternatif atau “jalan tikus” yang orang Malang pasti tahu. Namanya Jembatan Pelor. Jalan ini berupa jembatan gantung yang melintang di atas Sungai Brantas, lebarnya hanya cukup untuk 2 motor. Jembatan ini menghubungkan antara dua kelurahan, yaitu Kelurahan Samaan dan Kelurahan Oro-Oro Dowo.

Saya yakin orang Malang yang sehari-hari naik motor sudah akrab betul dengan jalan ini. Jembatan ini jadi jalan tikus tersibuk, termacet, dan teramai di Malang. Terlebih jika sudah masuk jam-jam sibuk. Maklum saja, jalur ini memang yang paling cepat kalau ke Samaan dari Oror-Oro Dowo maupun sebaliknya. 

Sekalipun memudahkan, Jembatan Pelor menyimpan bahaya yang nggak main-main. Nah, sebelum membahas mengapa Jembatan Pelor ini menyimpan bahaya, kita bahas dulu sekilas soal sejarahnya. Termasuk mengapa jembatan ini disebut Jembatan Pelor.

Sekilas soal sejarah Jembatan Pelor

Tentang Jembatan Pelor, kita perlu mundur agak jauh ke awal 1900-an. Jembatan ini awalnya berfungsi sebagai jalur lori pembawa tebu menuju Pabrik Gula (PG) Kebon Agung di daerah Pakisaji, Kabupaten Malang. Saat itu, wilayah Kelurahan Samaan memang masih banyak kebun tebu. Jembatan ini jadi jalur untuk membawa tebu dari Utara ke Selatan.

Fungsi jembatan mulai berubah sekitar pertengahan sampai akhir tahun 50-an. Pada saat itu, pabrik gula mulai memperbanyak kebun tebu di area Selatan. Kebun-kebun tebu di Utara sudah berubah menjadi pemukiman. Hal inilah yang menjadikan Jembatan Pelor beralih fungsi yang awalnya jadi jalur lori, perlahan menjadi jalur manusia dan kendaraan.

Nah, soal mengapa namanya Jembatan Pelor, ada beberapa versi. Ada yang bilang bahwa “pelor” ini dari plesetan rel lori (ini agak kurang valid). Versi yang lebih valid, ada yang bilang bahwa “pelor” ini sebenarnya “pêlêr” yang berasal dari bahasa Belanda “pijler” yang berarti titik tumpuan. Entah mana yang paling benar, tapi begitulah sekilas sejarahnya.

Situasi sebelum perbaikan

Sebelum pertengahan 2023, penampakan Jembatan Pelor ini memang mengerikan. Jalannya sempit, nggak ada pagar pembatas yang layak, ramai pengendara motor pula. Kalau lewat sini, benar-benar harus hati-hati dan perlu kemampuan berkendara yang ajeg. Apalagi jembatan ini pernah mengalami retak di bagian aspal dan tembok pembatas. Bahaya banget pokoknya.

Bayangkan kalian lewat Jembatan Pelor pas sebelum perbaikan dengan situasi belum ada pagar pembatas. Apalagi pas jam-jam pulang kerja, mengerikan banget, kan? Udah ramai, jalannya sempit, kiri kanan langsung sungai lagi. Ngeri banget. Kalau nggak hati-hati bisa terancam keselamatan kita.

Baca Juga:

Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Malang, sebab Selalu Dilatih dengan Menghindari Jalanan Berlubang!

KA Dhoho-Penataran Surabaya-Malang, Kereta yang Menyiksa Penumpang tapi Tetap Dibutuhkan

Situasi ini nggak hanya bikin Jembatan Pelor berbahaya bagi pengendara. Jembatan Pelor juga berbahaya bagi siapa saja yang lewat dan tinggal di sekitarnya. Sebab, berkali-kali terjadi kasus tidak menyenangkan di sini. Itu mengapa, warga saat itu mendesak pemerintah Kota Malang untuk segera memperbaiki jembatan ini.

Masih menyimpan bahaya, terlebih kalau macet

Kira-kira sekitar bulan September 2023, Jembatan Pelor ini ditutup beberapa hari untuk diperbaiki. Aspal dan tembok pembatas yang retak dicor lagi dan di kedua sisi dipasangi pagar besi pembatas yang tinggi. Sejak perbaikan, Jembatan Pelor jadi jauh lebih aman dari sebelumnya. 

Akan tetapi, bukan berarti Jembatan Pelor jadi sepenuhnya aman. Jembatan Pelor, bagaimanapun masih menyimpan bahaya. Kalau sudah masuk jam-jam sibuk, jam-jam pulang kerja, melintasi jalan tikus satu ini begitu menegangkan. Sebab, di saat itulah Jembatan Pelor jadi macet. Dan, melewati Jembatan Pelor ketika macet atau lagi rame, jelas bukan keputusan bijak.

Setelah diperbaiki, saya pernah beberapa kali lewat jalan tikus ini. Menurut saya, Jembatan pelor masih saja membahayakan. Ketika lewat Jembatan Pelor, saya masih sering deg-degan, masih harus tarik napas panjang, dan masih harus menahan ngeri karena di bawah itu Sungai Brantas, walaupun sudah ada pagar besi pembatas yang tinggi.

Itulah Jembatan Pelor, jalan tikus paling populer, dan paling diandalkan di Malang. Jembatan Pelor ini memang masih menyimpan bahaya. Tapi, harus diakui bahwa Jembatan Pelor ini adalah “jalan tikus” paling memudahkan bagi orang Malang, apalagi mereka yang ingin ke Samaan dari Oro-Oro Dowo atau sebaliknya. Tanpa adanya Jembatan Pelor, dua wilayah itu terasa jauh banget soalnya.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Lalu Lintas Medan Terlalu Barbar untuk Perantau Asal Surabaya seperti Saya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 September 2025 oleh

Tags: Alternatifjalan alternatifjalan alternatif malangjalan tikusjalan tikus malangJalur Alternatifjembatan malangjembatan pelorjembatan pelor malangMalang
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Rekomendasi Wisata Nol Rupiah di Kota Malang terminal mojok.co

Fenomena Persaingan Bahasa Kediri dan Jakarta dalam Tongkrongan di Malang

8 Juli 2020
4 Kuliner yang Lumrah Saya Jumpai di Malang tapi Tidak di Magetan

4 Kuliner yang Lumrah Saya Jumpai di Malang tapi Tidak di Magetan

20 November 2025
Pemalang Kota IKHLAS, tapi Makanan Khas Pemalang Bikin Penikmatnya Nggak Ikhlas pamulang, malang

Panduan Membedakan Pemalang dengan Pamulang dan Malang, biar Kalian Nggak Salah Sebut Terus-terusan

15 Januari 2024
Surabaya Kota Sukses karena Punya Outlet Mie Gacoan Paling Banyak di Indonesia

Surabaya Kota Sukses karena Punya Outlet Mie Gacoan Paling Banyak di Indonesia

24 Desember 2023
Jalan Bandung, Showroom Mobil Terbuka dan Salah Satu Tempat Paling Macet di Malang

Jalan Bandung, Showroom Mobil Terbuka dan Salah Satu Tempat Paling Macet di Malang

25 Juni 2023
Malang Plaza Memang Dilalap Api, tapi Kenangannya Takkan Pernah Mati

Malang Plaza Memang Dilalap Api, tapi Kenangannya Tak Akan Pernah Mati

4 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Seharusnya Suzuki Melakukan 3 Hal Ini Supaya Motornya Diminati Banyak Orang

Seharusnya Suzuki Melakukan 3 Hal Ini Supaya Motornya Diminati Banyak Orang

10 Januari 2026
Laweyan, Kecamatan Bersahaja di Kota Solo yang Nggak Mau Kalah sama Banjarsari dan Pasar Kliwon

Laweyan, Kecamatan Bersahaja di Kota Solo yang Nggak Mau Kalah sama Banjarsari dan Pasar Kliwon

8 Januari 2026
Alun-Alun Pekalongan: Tempat Terbaik untuk Belanja Baju Lebaran, tapi Syarat dan Ketentuan Berlaku

Orang Pekalongan yang Pulang dari Merantau Sering Bikin Komentar yang Nyebelin, kayak Nggak Kenal Kotanya Sama Sekali!

9 Januari 2026
Menjadi Perawat di Indonesia Adalah Kursus Sabar Tingkat Dewa: Gaji Tak Sebanding dengan Beban Kerja yang Tak Manusiawi

Menjadi Perawat di Indonesia Adalah Kursus Sabar Tingkat Dewa: Gaji Tak Sebanding dengan Beban Kerja yang Tak Manusiawi

5 Januari 2026
Bus Bagong, Bus Ekonomi Murah Rasa Jet Tempur

Bus Bagong Surabaya-Jember, Penyelamat Penumpang dari Ancaman Bus Bumel yang Suka Getok Tarif

7 Januari 2026
Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet Mojok.co

Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet 

10 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.