Jelang Idul Adha: 5 Sapi Idaman Versi Mahasiswa Peternakan – Terminal Mojok

Jelang Idul Adha: 5 Sapi Idaman Versi Mahasiswa Peternakan

Artikel

Avatar

Idul Adha 2020 tinggal menghitung hari. Momentum mulia ini jangan disia-siakan begitu saja, terutama kamu yang mampu.

Banyak jenis sapi yang dapat dijadikan hewan kurban. Bagi mereka yang mampu berkurban, tinggal memilih saja, mau sapi lokal atau impor. Sesuai selera. Berikut 5 jenis sapi yang menjadi idaman untuk Idul Adha 2020 versi mahasiswa peternakan:

1. Sapi Bali

Sapi Bali memiliki perawakan seperti banteng. Sapi jenis ini banyak diburu oleh para Mudhahhy (orang yang berkurban). Sapi Bali memiliki ciri-ciri, berwanra kulit hitam keabu-abuan, bertanduk runcing, warna kaki putih, dan bagian pantatnya terdapat lingkaran berwarna putih.

Sapi Bali yang sudah siap dikubankan biasanya berbobot antara 250 sampai 400 kg. Sapi Bali banyak diminati karena harganya yang relatif terjangkau dan bobot daging karkasnya relatif lebih banyak dibanding sapi jenis lokal lainnya, yaitu berkisar antara 50 sampai 55% dari bobot hidupnya. Untuk harganya, berkisar dari Rp20 juta sampai Rp40 juta, cocok untuk Idul Adha nanti.

2. Sapi Jawa atau PO

Sapi Jawa atau sapi Peranakan Ongole (PO) merupakan sapi lokal Indonesia yang berasal dari perkawinan antara sapi jantan jenis Ongole dengan sapi betina Jawa. Sapi jenis ini sudah banyak ditemui di Jawa, Bali, dan Sumba.

Sapi PO bisa kamu pilih sebagai kurban Idul Adha 2020 karena sapi ini memiliki kemampuan konversi pakan yang baik. Jadi, sapi PO ini tergolong sapi kelas berat yang memiliki bobot hidup lebih dari 450 kg bahkan ada yang 1 ton. Untuk harga, berkisar dari Rp40 juta sampai Rp90 juta, Sapi PO memiliki ciri-ciri yaitu kulitnya berwarna putih, berpunuk, terdapat gelambir yang menggantung, memiliki tanduk, dan terdapat lingkaran hitam di bagian mata.

Baca Juga:  Jual Hewan Kurban Online dan Usaha Lain yang Harus Kamu Coba

3. Sapi Madura

Sapi Madura memiliki perawakan yang gagah dan berpostur kecil karena rata-rata sapi Madura hanya berbobot 200 sampai 400 kg. Sapi Madura memiliki ciri-ciri yaitu warna kulit cokelat muda, bertanduk, berpunuk, terdapat garis hitam pada punggungnya, dan kulitnya juga mengilat.

Sapi Madura menjadi pilihan untuk dikurbankan di Idul Adha karena harganya relatif terjangkau dan memiliki tekstur daging yang lembut sedikit serat. Di pasaran, Sapi Madura dibanderol dengan harga Rp15 juta sampai Rp30 juta.

4. Sapi Limousin

Sapi Limousin merupakan sapi impor dari Prancis. Sapi Limousin tergolong jenis sapi kategori berat, dengan bobot 500 sampai 800 kg. Sapi limousin memiliki ciri-ciri, warna kulit cokelat, berbadan blocky, kepala dan punggungnya sejajar.

Sapi Limousin biasanya dibanderol Rp30 juta sampai Rp80 juta. Untuk yang berbobot lebih dari 1 ton biasanya harganya tembus Rp90 juta. Sapi Limousin dijadikan pilihan berkurban, karena komposisi dagingnya banyak dan perlemakannya sedikit.

5. Sapi Simmental

Sapi Simmental merupakan sapi impor dari Swiss. Sapi Simmental memiliki ciri-ciri yaitu warna kulitnya dominan cokelat, warna kepala putih, warna pangkal kaki putih, bertanduk, dan berbadan besar.

Sapi Simmental tergolong sapi kategori berat dengan bobot rata-rata 500 sampai 850 kg. Sapi Simmental dibanderol Rp30 sampai Rp80 juta. Sapi ini boleh jadi pilihan untuk Idul Adha 2020 karena komposisi dagingnya banyak dan memiliki pertumbuhan bobot badan cepat.

Baca Juga:  Idul Adha pada Hakikatnya Tak Melulu Soal Penyembelihan Hewan Kurban

Nah, itulah 5 sapi idaman untuk Idul Adha versi mahasiswa peternakan. Kok mahal ya? Yah, namanya juga idaman. Ada usaha di sana. Dan, seperti yang saya tulis di awal tulisan, berkorban sapi untuk kamu yang mampu saja. Kalau uang yang ada belum cukup, berkorban kambing pun tak mengapa.

BACA JUGA Cobaan Saat Idul Adha: Nasib Tidak Suka Daging Sapi Maupun Kambing atau tulisan-tulisan lainnya di Terminal Mojok.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

 

 

---
7


Komentar

Comments are closed.