Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Surat Terbuka untuk Deputi Pendidikan KPK: Jangan Tuduh Guru Menerima Gratifikasi Seenak Jidat!

Handri Setiadi oleh Handri Setiadi
11 Mei 2025
A A
Surat Terbuka untuk Deputi Pendidikan KPK: Jangan Tuduh Guru Menerima Gratifikasi Seenak Jidat!

Surat Terbuka untuk Deputi Pendidikan KPK: Jangan Tuduh Guru Menerima Gratifikasi Seenak Jidat!

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu yang lalu, saya membaca berita mengenai guru yang tidak boleh menerima semua bentuk hadiah ketika hari raya maupun kenaikan kelas. Menariknya, berita tersebut datang dari Komisi Pemberantasan Korupsi. Seperti tidak ada kerjaan lain, Deputi Pendidikan KPK mengomentari bahwa kelakuan orang tua memberi hadiah kepada guru merupakan gratifikasi.

Seolah belum puas, Wawan sebagai Deputi Pendidikan KPK menekankan bahwa pemberian dari orang tua kepada guru tersebut bukanlah rezeki.

Saya sebagai guru memang sepakat bahwa gratifikasi itu sangat tidak diperbolehkan. Apalagi saya pernah punya teman ketika dulu di kelas 12 SMA, yang jarang masuk, bahkan hampir tidak mengerjakan ujian akhir. Tapi nyatanya dia bisa lulus, dan mendapatkan ijazah sama seperti saya yang belajar dan mengikuti ujian. Tidak aneh, soalnya orang tua teman saya itu termasuk golongan orang kaya.

Bagi saya, itulah bentuk gratifikasi yang haram dilakukan di ranah pendidikan.

Namun, Pak Wawan, tidak semua guru seperti itu. Tidak semuanya menerima gratifikasi haram semacam yang dilakukan kepada teman saya dahulu. Ada juga yang mendapatkan hadiah karena memang dia layak, gajinya tidak sebanding dengan pengorbanannya, dan orang tua yang murni ingin memberi tanpa niat yang buruk.

Maka izinkan saya menulis surat ini sebagai ungkapan kekecewaan kepada bapak yang mungkin tidak tahu kondisi di lapangan setiap hari seperti apa.

Guru tidak pernah meminta hadiah, tapi kalau dikasih dituduh gratifikasi

Selama kurang lebih lima tahun saya terlibat dalam proses mengajar di sekolah, tidak pernah sekalipun saya meminta hadiah. Saya heran, mengapa statement mengenai gratifikasi ini condong menyudutkan seorang guru. Mengapa harus ada pernyataan guru yang tidak boleh menerima seolah-olah kami lah yang butuh terhadap hadiah tersebut. Seolah-olah guru yang salah akibat menerima pemberian hadiah dari orang tua.

Pak, kami bukan pencuri uang miliaran hingga triliunan sebagaimana yang rekan-rekan bapak lakukan di pemerintahan. Kami hanya menerima hadiah recehan, yang itu pun kami tidak pernah memintanya sama sekali.

Baca Juga:

Guru Agama Katolik, Pekerjaan dengan Peluang Menjanjikan yang Masih Kurang Dilirik Orang

Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

Lain cerita kalau ada guru yang meminta, nah itu wajib dimaki. Tapi yang nggak minta, nggak pernah minta, dan nggak pernah kepikiran untuk minta, masak ya kena sikat?

Antara orang tua yang tulus, guru yang profesional, dan gaji yang tumpul

Asal Bapak tahu, saya sendiri ketika kenaikan kelas sering menolak ketika ada orang tua yang mau ngasih hadiah. Tapi mau bagaimana lagi, orang tua sering kali memaksa agar kita menerimanya. Entah karena dedikasi kami sebagai guru tampak baik, respons dari anaknya memuaskan, sehingga layak menerima apresiasi berupa hadiah.

Atau bisa jadi karena kebanyakan orang tua tahu bahwa sudah bukan menjadi rahasia umum kalau gaji guru itu tumpul, di bawah UMR domisilinya, bahkan ada yang gajinya dirapel selama tiga bulan, tentu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Bapak seharusnya tidak menutup mata ketika banyak guru yang memiliki sampingan kerja, jadi pemulung, sampai ada yang mencuri beras karena kurangnya upah dengan bekerja menjadi guru.

Jadi sebetulnya Bapak jangan menyalahkan siapa-siapa ketika orang tua memberikan hadiah selama kondisi guru di negeri ini masih gitu-gitu aja. Kecuali Bapak berani mengadu nasib, untuk mencoba menjadi guru dan merasakan semua deritanya.

Hadiah yang diberikan bukanlah uang miliaran, mobil, atau barang mewah 

Sebelum Bapak membuat pernyataan larangan gratifikasi dari hasil survei yang Bapak jagokan tersebut, apakah Bapak tahu hadiah apa yang biasa diterima guru? Saya sih yakin Bapak tidak tahu.

Guru tidak pernah menerima mobil, uang miliaran, atau hadiah mewah yang sering muncul di pemberitaan korupsi. Sering kali hadiah yang guru terima berupa kue, pakaian, dan sembako yang memang diperlukan untuk menyambung kebutuhan hidup.

Oke, mungkin mau itu sembako dan uang miliaran, gratifikasi tetaplah gratifikasi. Tapi, apakah Bapak akan tetap bilang ini sepadan?

Sebagaimana guru yang profesional, walaupun mendapatkan hadiah dari salah satu orang tua, guru akan tetap memandang semua muridnya seadil mungkin. Semua muridnya merupakan tanggung jawab yang sama, tidak dilebihkan, tidak pula dikurangkan.

Sedangkan hadiah yang diberi orang tua, bisa menjadi sarana untuk tidak mencuri juga menyambung kehidupan. Bukankah itu termasuk rezeki, Pak?

Surat ini dibuat bukan untuk mengamini bahwa gratifikasi yang negatif itu boleh, tentu itu dilarang. Namun, surat ini murni ditulis karena kekecewaan, mengapa selalu guru yang disudutkan. Jadi tolong, Pak, jangan sok mengajari guru perbedaan gratifikasi dan rezeki jika Bapak saja tidak tahu apa yang kami alami sehari-hari.

Penulis: Handri Setiadi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Jenis Pemberian yang Nggak Termasuk Gratifikasi PNS

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Mei 2025 oleh

Tags: gratifikasiguruKorupsi
Handri Setiadi

Handri Setiadi

Kadang guru, kadang suka baca buku, anggap saja teman baikmu.

ArtikelTerkait

Korupsi Bansos dan Dana Haji, Mana yang Lebih Bajingan? terminal mojok.co juliari batubara menteri agama mensos korupsi bantuan corona

Korupsi Bansos dan Dana Haji, Mana yang Lebih Bajingan?

17 Desember 2020
Lampu Pocong Medan Itu Nggak Nakutin Warga, yang Nakutin Itu Anggaran dan Kegagalannya

Lampu Pocong Medan Itu Nggak Nakutin Warga, yang Nakutin Itu Anggaran dan Kegagalannya

26 Mei 2023
fitur fungsi e-ktp proyek e-ktp korupsi setya novanto mojok.co

Kalau Saja Proyek e-KTP Nggak Dikorupsi, Fiturnya Bakal Wow Sekali

22 Agustus 2020
sarjana pendidikan guru nasihat kiai mengajar Jangan Jadi Guru Kalau Baperan, kecuali Hatimu Sanggup Legawa PPG

Ketika Kebijakan P3K Membuat Sarjana Pendidikan Patah Hati

31 Desember 2020
Suka dan Duka Menjadi Guru Laki-laki di SD Negeri (Unsplash.com)

Guru Laki-laki di SD Negeri: Banyak Duka, Senang Sewajarnya

16 September 2022
Toilet Sekolah, Tempat Paling Menjijikkan di Sekolah dan Bikin Trauma

Toilet Sekolah, Tempat Paling Menjijikkan di Sekolah dan Bikin Trauma

1 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

24 Februari 2026
Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

25 Februari 2026
6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag- Cuma Bikin Sakit Hati! (Wikimedia Commons)

6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Sakit Hati

22 Februari 2026
Vespa Matic: Tampilannya Keren, tapi Payah di Jalan Nggak Rata dan Tanjakan Mojok.co

Vespa Matic, Motor Mahal yang Nggak Masuk Akal, Harga Setara Mobil Bekas, Fiturnya Minim!

21 Februari 2026
Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

26 Februari 2026
Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

22 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.