Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Hewani

Jangan Punya Hewan Peliharaan Kalau Nggak Mau Merawatnya Sampai Mati

Dessy Liestiyani oleh Dessy Liestiyani
21 Juli 2022
A A
Jangan Punya Hewan Peliharaan Kalau Nggak Mau Merawatnya Sampai Mati Terminal Mojok

Jangan Punya Hewan Peliharaan Kalau Nggak Mau Merawatnya Sampai Mati (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Butuh komitmen besar untuk memelihara hewan peliharaan, lho.

Tulisan ini saya buat setelah seorang teman memutuskan untuk menyerahkan anjing peliharaannya ke orang lain. Ia merasa, kesibukannya saat ini membuatnya nggak sanggup lagi merawat si anjing yang telah bersamanya selama empat tahun.

ADVERTISEMENT

Entah mengapa, hati saya sakit mendengar berita ini. Saya mengerti bahwa setiap orang memiliki masalah masing-masing, yang kemudian menjadi pertimbangan teman saya ketika memutuskan untuk menyerahkan anjingnya. Saya mencoba memahami itu. Tapi yang bikin saya gagal paham adalah ketika ia menyerahkan anjingnya dengan alasan sibuk.

Halooo? Memangnya ada ya hooman yang nggak sibuk di dunia ini? Hei, bahkan kaum rebahan pun sibuk dengan kegiatannya. Rebahan.

Menurut saya, sibuk nggak bisa dijadikan alasan untuk menyerahkan hewan peliharaan kalian. Saat memutuskan untuk memeliharanya, itu adalah momen di mana kalian terikat tanggung jawab moral untuk merawat hewan peliharaan tersebut seumur hidup, sampai ia mati.

Sudah 10 tahun ini saya memelihara hewan peliharaan. Hewan peliharaan pertama saya adalah seekor anjing betina. Saya memeliharanya sejak ia berumur 3 bulan. Kira-kira di usianya yang ketiga, saya dan suami pindah ke seberang pulau. Saat itu, di tengah keterbatasan dan kesulitan kami merintis bisnis dan mulai hidup di tempat baru, si anjing betina tadi saya bawa serta. Bagi saya, ia sudah menjadi bagian dari keluarga yang nggak mungkin kami tinggalkan. Sampai akhirnya ia mati saat bersama kami, 4 tahun lalu. Dan kini, saya merawat sepasang anjing berusia 6 bulan dan 4 tahun.

Berdasarkan pengalaman saya, memelihara hewan peliharaan memang nggak mudah. Butuh komitmen yang kuat, bukan hanya dari segi waktu atau finansial. Yang terpenting saat memelihara hewan justru komitmen untuk bisa memberikan kasih sayang. Dan kasih sayang ini nggak ada durasinya, Joni.

Jangan cuma butuh mereka untuk “dipamerkan” saat masih puppy saja. Coba deh sesekali posting foto kalian bersama hewan peliharaan kalian, pasti si peliharaan lah yang jadi trigger follower kalian untuk berkomentar. Bukan foto wajah kalian, lho! Jadi, sebenarnya berterimakasihlah pada si hewan peliharaan, karena ia bisa menyukseskan story kalian dan membuat status kalian selalu up-up-up~

Baca Juga:

Tetangga yang Nggak Niat Mengurus Hewan Peliharaan Wujud Kehidupan Tanpa Adab: Kalau Nggak Niat Pelihara, Mending Nggak Usah

Penggunaan Umpatan “Anjing” Berdasarkan Tingkatan Emosi dalam Percakapan Bahasa Sunda Sehari-hari

Dan ketika peliharaan kalian makin tua, apa iya bisa seenaknya saja kalian oper ke hooman lainnya dengan alasan sibuk? Duh, apakah kalian nggak pernah kepikiran kalau hewan peliharaan juga punya perasaan? Punya emosi?

Melansir laman Rover yang diangkat oleh Kompas.com, salah satu hewan yang banyak dipelihara orang, anjing, ternyata memiliki beberapa emosi seperti takut, gembira, kecemasan, atau ketidaknyamanan. Masing-masing emosi ini bisa “dibaca” dari tindak tanduk si anjing seperti mengangkat kaki, menjilat bibir, atau menurunkan ekornya.

Sang pemilik seharusnya memahami hal ini dan memberikan respons dalam bentuk tindakan nyata. Bukan update status! Anjingmu nggak akan bisa membaca status bapermu yang mendayu-dayu ketika ia akan diserahkan ke hooman lainnya. Dia nggak bisa baca!

Bahkan saat mau diadopsi pun ia masih dimanfaatkan untuk meramaikan status, sementara sang pemilik merasa nggak perlu memikirkan perasaan si hewan. Apakah karena ia bukan hooman, terus emosinya bisa diabaikan? Bisa dikalahkan atas segala kondisi kalian? Apakah karena mereka nggak akan bisa protes?

Lantas kenapa dulu si hewan bisa memenangkan pertempuran batin kalian? Bisa mengalahkan kondisi-kondisi kalian saat kalian putuskan untuk merawatnya? Miris.

Saya pernah menjumpai seorang gelandangan yang mengurusi seekor kucing. Bahkan di tengah ketidakmampuannya pun, saya melihat ia peduli sekali dengan kucingnya. Diberi kalung hingga disisakan makanan. Dan si kucing, walaupun beberapa bagian tubuhnya terlihat kotor, ia terlihat sangat manja ke pemiliknya. Pengalaman itu menyadarkan saya bahwa “kasih sayang” menempati urutan teratas dari “modal” yang harus dimiliki ketika memelihara hewan.

Hewan peliharaan bukan sekadar hobi yang hanya ditekuni kala senggang. Mereka juga bukan mainan yang dibuang ketika rusak, atau bisnis yang bisa ditinggal ketika kolaps. Keberadaan mereka, justru akan selalu menjadi pengingat akan tanggung jawab moral, akan komitmen awal saat memutuskan untuk memelihara mereka. Komitmen yang seharusnya tanpa rentang waktu ataupun kondisi ini itu. Hewan peliharaan nggak akan peduli hal itu, karena yang mereka pedulikan hanyalah kasih sayang dari pemiliknya, sampai mati.

Penulis: Dessy Liestiyani
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Shiro, Shinchan, dan Aturan Memelihara Hewan di Jepang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Juli 2022 oleh

Tags: anjinghewan peliharaanPelihara Anjing
Dessy Liestiyani

Dessy Liestiyani

Tinggal di Bukittinggi. Wiraswasta, mantan kru televisi, penikmat musik dan film.

ArtikelTerkait

pencinta kucing bodoh yang menganggap kucing adalah mainan mojok.co

Kucing Bukan Mainan! Pencinta Kucing Harus Ubah Mindset dari Sekarang

6 Oktober 2020
rekomendasi jenis musang yang cocok dipelihara mojok.co

5 Jenis Musang yang Cocok Dipelihara karena Cepet Nurut

10 September 2020
Bukan Benci, Ada Alasan Kenapa Perlu Mengusir Kucing dari Rumah Kita terminal mojok.co

Bukan Benci, Ada Alasan Kenapa Perlu Mengusir Kucing dari Rumah

27 Januari 2021
Kritter Klub: Opsi Sarana Edukasi Biar Masyarakat Indonesia Nggak Begundal-Begundal Amat!

Kritter Klub: Opsi Sarana Edukasi Biar Masyarakat Indonesia Nggak Begundal-Begundal Amat!

17 Februari 2020
Pelihara Primata buat Pamer di Medsos Nggak Semenyenangkan Itu terminal mojok

Pelihara Primata buat Pamer di Medsos Nggak Semenyenangkan Itu!

29 Juni 2021
5 Kelakuan Pemilik Kucing Sok Elite yang Bikin Emosi Terminal Mojok

5 Kelakuan Pemilik Kucing Sok Elite yang Bikin Emosi

17 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

24 Juni 2026
Como 1907 Memang Tempat yang Pas untuk Nico Paz  

Como 1907 Memang Tempat yang Pas untuk Nico Paz  

27 Juni 2026
Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan Mojok.co

Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan 

25 Juni 2026
Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi itu hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi Itu Hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

24 Juni 2026
Cara Licik Mahasiswa Mengerjakan Skripsi Full Pakai ChatGPT, Dosen Pembimbing Wajib Tahu Ciri-cirinya biar Nggak Sampai Dibohongi!

Skripsi Memang Nggak Layak Jadi Satu-satunya Syarat Lulus untuk S1

22 Juni 2026
Konsep Gramedia Jalma Semarang Menarik, tapi Jujur Agak Sedih ketika Tempat Favorit Saya Berubah Wajah Mojok.co

Konsep Gramedia Jalma Semarang Menarik, tapi Jujur Agak Sedih ketika Tempat Favorit Saya Berubah Wajah

26 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.