Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

Intan Permata Putri oleh Intan Permata Putri
2 Februari 2026
A A
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Promosi dan tawaran Kredit Pemilikan Rumah atau KPR semakin gencar, ada di mana-mana. Narasi yang digaungkan pun mirip, kurang lebih mending KPR daripada ngekos. Kalau KPR rumahnya nanti jadi milik sendiri, sementara kalau ngekos rumahnya tetap milik yang punya. 

Sekilas kalimat marketing itu terdengar benar dan meyakinkan. Semakin mantaplah ambil KPR, apalagi teman-teman sejawat sudah posting pegang kunci rumah. Namun, ada banyak hal terselubung di balik KPR yang nggak dibicarakan banyak orang, apalagi orang-orang marketing-nya.  

Kondisi tiap orang berbeda dan nggak semua siap ambil KPR

Narasi yang digunakan tim marketing KPR tidaklah salah. Hanya saja, calon pembeli hendaknya menyadari betul kondisi masing-masing. Jangan hanya karena gengsi teman-teman sudah KPR atau sudah punya rumah, kalian lalu ngotot pengin juga. Padahal kondisi tiap orang itu berbeda. 

Apabila kondisi finansial belum sehat jangan berani-beraninya ambil KPR. Kalau tabungan kalian masih tipis, dana darurat belum ada, penghasilan nggak stabil, pengeluaran bulanan masih kejar-kejaran dengan pendapatan, lebih baik pikirkan ulang ambil KPR. 

Ayo kita bedah narasi yang kerap dipakai orang-orang marketing itu. Pertama, ambil KPR tidak otomatis berarti rumah itu benar-benar milik kita. Selama cicilan belum lunas, rumah tersebut secara hukum masih milik bank.

Kita hanya menempati sambil membayar. Kalau di tengah jalan ekonomi terguncang kena PHK, sakit, usaha mandek dan cicilan macet, rumah bisa disita. Uang yang sudah dibayar bertahun-tahun bisa lenyap begitu saja.

Kedua, soal waktu. Banyak KPR ditawarkan dengan tenor 10, 15, bahkan 25 tahun. Artinya, ada kemungkinan rumah baru benar-benar “punya sendiri” saat usia sudah tidak muda lagi. Itu pun dengan catatan kondisi ekonomi stabil selama puluhan tahun sesuatu yang tidak bisa dijamin di dunia kerja yang makin tidak pasti.

Sekali lagi. tidak ada yang salah dengan KPR. Punya rumah adalah impian yang wajar. Yang keliru adalah ngotot mengusahakannya saat kondisi belum siap. Cicilan mungkin terlihat kecil di awal, tapi hidup tidak hanya soal cicilan. Ada listrik, air, perawatan rumah, pajak, transportasi, makan, kesehatan, dan kebutuhan tak terduga lain. Semua itu berjalan bersamaan, tidak menunggu kita siap.

Baca Juga:

4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang

Punya Rumah di Desa dengan Halaman Luas Itu Malah Menjadi Sumber Keresahan, Hidup Jadi Nggak Tenang

Baca juga 3 Penderitaan Punya Rumah Dekat Sawah yang Nggak Disadari Kebanyakan Orang Kota.

Pengantin baru berhati-hatilah

Sejauh pengamatan saya, mereka yang kerap terjebak gengsi untuk ambil KPR adalah para pengantin baru. Banyak pasangan muda yang sebenarnya belum mapan akhirnya ambil KPR hanya karena dipaksa keadaan, atau lebih tepatnya dipaksa gengsi keluarga.

Orang tua atau mertua takut dengan kata-kata tetangga. Takut dibilang anaknya sudah menikah, tapi masih kos. Takut dibandingkan dengan keluarga lain yang rumahnya sudah permanen.

Pasangan baru yang seharusnya fokus membangun pondasi rumah tangga justru langsung dibebani cicilan puluhan tahun. Bulan madu belum selesai, stres cicilan sudah mulai. Rumah tangga yang masih rapuh dipaksa kuat oleh beban ekonomi yang sebetulnya bisa ditunda.

Di sisi lain, sewa kos atau ngontrak sering dianggap pilihan orang miskin. Padahal, di banyak kondisi, itu pilihan paling rasional. Sewa memberi fleksibilitas. Ketika pekerjaan berpindah, kita bisa ikut pindah. Ketika penghasilan turun, kita bisa menyesuaikan tempat tinggal. Tidak ada tekanan jangka panjang puluhan tahun. Tidak ada rasa waswas setiap akhir bulan karena cicilan yang tidak bisa ditawar.

Baca juga Beli Rumah Subsidi Cuma Bikin Hidupmu Jauh Lebih Sengsara dalam Waktu yang Lama.

KPR nggak menjamin kalian punya rumah

Banyak orang bilang uang sewa itu “hilang”. Tapi, cicilan KPR juga bukan jaminan investasi kalau diambil di waktu yang salah. Stres berkepanjangan, hidup serba ditekan, tidak punya ruang berkembang, bahkan tidak berani ambil peluang baru karena takut cicilan, semua itu juga biaya, hanya saja tidak tertulis di kertas.

Lebih baik sewa kos tapi punya tabungan, dana darurat, dan ruang bernapa daripada punya rumah tapi hidup penuh kecemasan. Kadang kita lupa, tujuan punya rumah itu untuk rasa aman dan tenang. Kalau justru membuat stres setiap bulan, mungkin memang waktunya belum tepat.

Kesiapan finansial bukan cuma soal sanggup bayar DP dan cicilan pertama. Finansial sehat itu tentang cadangan, perencanaan, dan kemampuan bertahan ketika kondisi berubah. Kalau semua masih goyah, KPR bisa berubah dari mimpi menjadi beban jangka panjang.

Menunda bukan berarti gagal. Mengakui belum siap justru tanda kedewasaan. Tidak semua orang harus punya rumah di usia yang sama. Hidup bukan lomba siapa paling cepat pegang sertifikat.

Sewa kos bukan simbol kegagalan. Kadang justru tanda sadar diri. Tanda bahwa kita memilih bertahan, menata, dan memperkuat fondasi sebelum membangun rumah yang sesungguhnya bukan cuma bangunan, tapi kehidupan di dalamnya.

Penulis: Intan Permata Putri
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Ambil KPR di Tanah Rantau: Sebuah Keputusan Berujung Penyesalan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Februari 2026 oleh

Tags: KPRkreditKredit Pemilikan RumahRumah
Intan Permata Putri

Intan Permata Putri

Mahasiswa semester akhir Institut Teknologi Sumatera yang sedang tertarik dengan isu-isu sosial dan lingkungan. Pernah nulis di Wattpad.

ArtikelTerkait

3 Tips Agar Rumah Tak Dibobol Maling

3 Tips Agar Rumah Tak Dibobol Maling

25 April 2022
5 Kerugian Punya Rumah di Pinggir Sungai

5 Kerugian Punya Rumah di Pinggir Sungai

16 Maret 2023
rumah panggung mojok

Keunikan Rumah Panggung yang Tidak Dimiliki Rumah Masa Kini

11 November 2020

Bagaimana Rasanya Jadi Santri yang Pondoknya Dekat dengan Rumah?

10 Januari 2020
Penghuni Apartemen Pengin Tinggal di Rumah, Saya Justru Pengin Tinggal di Apartemen terminal mojok.co

Penghuni Apartemen Pengin Tinggal di Rumah, Saya Justru Pengin Tinggal di Apartemen

3 Maret 2021
Rumah di Sleman, Kuliah di Sleman, Ngapain Kos?

Rumah di Sleman, Kuliah di Sleman, Ngapain Kos?

21 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Keistimewaan Jadi Driver Ojol yang Saya Yakin Nggak Dirasakan Pekerja Lain Mojok.co

4 Keistimewaan Jadi Driver Ojol yang Saya Yakin Nggak Dirasakan Pekerja Lain

27 Januari 2026
Banyuwangi Horor, Kebohongan yang Sempat Dipercaya Banyak Orang Mojok.co

Banyuwangi Horor, Kebohongan yang Sempat Dipercaya Banyak Orang

27 Januari 2026
Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026
5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT
  • Juru Selamat Walkman di Bantul yang Menolak Mati Musik Analog di Tangan Spotify
  • FOMO Finansial: Akhir Bulan yang Cemas karena Gaji Tak Cukup dan Rayuan Berinvestasi
  • 4 Jenis Orang yang Harus Dilarang Nyetir Motor di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan, Biang Nyawa Melayang
  • Umur 23 Belum Mencapai Apa-apa: Dicap Gagal dan Tertinggal, Tapi Tertinggal Ternyata Bisa Dinikmati karena Tak Buruk-buruk Amat
  • Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen Kok Nggak Ngomongin Toleransi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.