Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Saya Nggak Sepakat Jalur Gumitir Jember-Banyuwangi Ditutup Total, Bakal Merepotkan!

Adhitiya Prasta Pratama oleh Adhitiya Prasta Pratama
30 Juni 2025
A A
Saya Nggak Sepakat Jalur Gumitir Jember-Banyuwangi Ditutup Total, Bakal Merepotkan! Mojok.co

Saya Nggak Sepakat Jalur Gumitir Jember-Banyuwangi Ditutup Total, Bakal Merepotkan! (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya kerap mondar-mandir Jember-Banyuwangi. Selain urusan pekerjaan, saya kerap ke Bumi Blambangan untuk urusan perut alias kulineran. Mulai dari rawon khas Banyuwangi dengan dagingnya yang melimpah hingga tape ketan pinggir jalan dengan rasanya yang manir, semua saya lahap. Intinya, jalan yang menghubungkan Jember-Banyuwangi, Jalur Gumitir bukan sekadar jalan, tapi juga kenangan.  

Itu mengapa, waktu pertama kali mendapat informasi kalau jalur Gumitir akan ditutup total, saya langsung ngebatin, “Lha piye iki, Rek?” Penutupan yang rencananya dilakukan pada 24 Juli-24 September 2025 itu lumayan lama. Selain itu, orang-orang yang kerap melewati jalur ini harus menempuh jalan memutar yang cukup jauh, lewat jalur Bondowoso atau Situbondo. Lebih dari itu, penutupan jalur yang lumayan ini  membuat rakyat ketakutan akan terjadinya kenaikan harga bahan-bahan pokok. 

Berdasar pemberitaan terbaru, penutupan ini mau dilakukan karena alasan keselamatan. Betul, proyek preservasi jalan dan jembatan ini bakal ngurusi 55 titik longsoran sepanjang 115 meter. Menggunakan bored pile segala, teknologi pondasi berbentuk tabung panjang. Kata BBPJN Jatim-Bali, jalannya terlalu sempit buat buka tutup, apalagi kalau alat berat lagi manuver. Tapi, apa iya nggak ada cara lain?

Jalur Gumitir lebih dari sekadar jalan, ini urat nadi ekonomi

Jalur Gumitir itu bukan jalan kampung yang sehari cuma dilalui dua tiga motor. Ini urat nadi ekonomi. Jalan nasional yang menyambungkan Jember sama Banyuwangi, dua kabupaten dengan geliat dagang yang nggak main-main. Dari situ, pasokan bahan pokok, sayur, buah, sampai BBM mengalir tiap hari.

Pemkab Banyuwangi sebenarnya sudah menyadari hal ini dan mengeluarkan peringatan. Mereka takut penutupan Jalur Gumitir secara total membuat biaya distribusi naik, soalnya harus lewat rute lebih jauh. Sekarang coba bayangkan aja, sebuah truk ingin mengirimkan BBM dari Banyuwangi ke Jember. Sementara, jalur alternatif di Bondowoso nggak bisa dilewati karen jembatan di sana cuma kuat menahan beban kendaraan maksimal 15 ton. Sementara, truk tangki BBM rata-rata bisa sampai 30 ton. Alhasil, kendaraan-kendaraan itu harus memutar melewati Probolinggo. Jauh dan makan waktu. Ujung-ujungnya makan biaya.

Kalau distribusi BBM sudah ngadat, harga sembako ikut naik. Iya, ini bukan teori menakut-nakuti, tapi realitas yang udah sering kita rasakan. Harga cabai bisa tiba-tiba jadi Rp100 ribu sekilo cuma gara-gara pasokan tersendat. Lha, kalau jalur utama seperti Gumitir ditutup total, apa kabar harga-harga di pasar tradisional Jember?

Buka tutup, bukan tutup total

Itu mengapa, Pemkab Banyuwangi sempat mengusulkan agar proyek ini jangan langsung tutup total, tapi pakai sistem buka tutup. Jadi saat alat berat lagi nggak beroperasi, kendaraan masih bisa lewat. Kan lumayan, daripada harus muter ratusan kilometer.

Akan tetapi, jawaban BBPJN Jatim-Bali lumayan pahit. Mereka bilang, jalur Gumitir terlalu sempit. Kalau dipaksa buka tutup akan ada risiko longsor lebih besar.. Apalagi cuaca di sana lagi sering hujan. Bayangkan saja kalau sedang hujan deras, alat bore pile harus berbagi jalan dengan kendaraan lain yang mau lewat. Bukan tidak mungkin jadi scene film thriller Final Destination.

Baca Juga:

3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah

Banyuwangi Jawa Timur dan Banyuwangi Magelang: Nama Boleh Sama, tapi Soal Nasib Berbeda Jauh

Ya, keselamatan pengguna jalur Gumitir memang penting.Hanya saja, masak iya tidak ada opsi rekayasa lalu lintas lain? Kenapa nggak coba percepatan kerja malam hari, sementara siangnya dipakai buka tutup? Atau, minimal, dibikin jalur darurat meski harus bergantian lewat. 

Kita semua setuju, keselamatan itu prioritas utama. Longsor itu nyata. Nggak lucu kalau demi jalan dibuka, malah nanti ada mobil nyungsep ketimpa tebing. Tapi, keselamatan ekonomi warga juga penting. Jangan sampai proyeknya kelar, jalan mulus, tapi rakyat megap-megap bayar cabe Rp150.000 sekilo dan mengeluh solar nggak ada stok.

Itu kenapa, kita warga Jember, sah-sah saja bilang “nggak sepakat” dengan penutupan total Jalan Gumitir. Apalagi nggak ada solusi konkret yang mengurusi distribusi logistik. Mau dialihkan ke Probolinggo jaraknya juga jauh. Biaya bisa naik 2-3 kali lipat. Pedagang di Pasar Tanjung Jember bakal langsung nangis di pelukan timbangan.

Pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, semuanya harus duduk bareng, bukan cuma rapat formal ngopi sama pisang goreng. Bahas bener-bener gimana jalur BBM, sayur, sembako, bisa tetap aman lewat jalur alternatif. Biar nggak asal bilang, “Kita sudah pasang rambu kok,” padahal truk malah nggak bisa lewat jembatan.

Kita bukan anti pembangunan, tapi…

Jalur Gumitir itu memang perlu diperbaiki. Kalau dibiarkan terus, longsor makin sering, malah makin bahaya. Kita ngerti kok. Siapa sih yang mau tiap hari lewat jalan rawan longsor?

Akan tetapi, kita hanya khawatir akan distribusi bahan-bahan pokok. Kalau distribusi bahan pokok sampai tersendat gara-gara penutupan ini, siapa yang mau menanggung selisih harga di pasar? Apa BBPJN mau bikin pasar murah tiap minggu biar rakyat nggak ngamuk? Kan nggak juga.

Itu sebabnya, kita warga Jember bukannya anti pembangunan. Kita cuma minta, tolong dong, pikirkan alternatif yang lebih serius. Jangan cuma pakai argumen “ini soal keselamatan proyek”, tapi lupa kalau keselamatan ekonomi rakyat juga taruhannya.

Akhir kata, sebagai orang Jember yang tiap minggu bisa bolak-balik ke Banyuwangi demi acara kondangan atau sekadar hunting kopi, saya cuma mau bilang nggak sepakat. Apalagi kalau penutupan total jalur Gumitir dilakukan tanpa pertimbangan yang konkret dan matang.

Kita ini rakyat biasa. Kalau nanti harga-harga naik, distribusi BBM macet, yang disalahin bukan BBPJN, tapi pedagang pasar. Mereka yang dimaki-maki pembeli karena harga melambung. Padahal akarnya ya di sistem distribusi yang keburu ketutup total ini.

Semoga rapat lanjutan awal Juli 2025 nanti benar-benar serius. Nggak cuma buat formalitas foto bareng lalu bikin press release manis. Tapi betul-betul mikir, gimana caranya proyek ini kelar aman, tapi rakyat juga masih bisa hidup tenang. Wong kita ini cuma mau makan rawon murah sambil ngopi, bukan hidup di bawah ancaman kenaikan harga secara terus-terusan.

Penulis: Adhitiya Prasta Pratama
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Penderitaan yang Saya Rasakan Setiap Hari Melaju di Jalan Tempel-Turi Sleman

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Juni 2025 oleh

Tags: Banyuwangijalur gumitirjember
Adhitiya Prasta Pratama

Adhitiya Prasta Pratama

Seorang mahasiswa yang hobi baca apa aja di depannya.

ArtikelTerkait

Pesanggaran, Kecamatan Paling Menyedihkan di Kabupaten Banyuwangi

Pesanggaran, Kecamatan Paling Menyedihkan di Kabupaten Banyuwangi

16 Oktober 2025
masjid di dekat alun-alun Jember

4 Masjid Paling Kece dan Keren di Sekitar Alun-alun Jember

8 April 2022
Alasan Jember Kota yang Tepat untuk Melanjutkan Kuliah di Jawa Timur Mojok.co

Alasan Jember Kota yang Tepat untuk Melanjutkan Kuliah di Jawa Timur

3 November 2025
3 Peninggalan Jepang di Jember yang Jarang Diketahui terminal mojok.co

3 Peninggalan Jepang di Jember yang Jarang Diketahui

23 Januari 2022
Pelabuhan Ujung Muncar, Tempat Nyore yang Paling Tidak Kondusif di Banyuwangi

Pelabuhan Ujung Muncar, Tempat Nyore yang Paling Tidak Kondusif di Banyuwangi

20 Oktober 2023
Membandingkan Perjalanan Jogja-Banyuwangi: Naik Kereta Api Sri Tanjung Lebih Aman, Naik Bus Sama dengan Setor Nyawa

Membandingkan Perjalanan Jogja-Banyuwangi: Naik Kereta Api Sri Tanjung Lebih Aman, Naik Bus Sama dengan Setor Nyawa

26 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pasar Gedang Lumajang, Pusat Ekonomi Warga Lokal yang Menguji Kesabaran Pengguna Jalan

Pasar Gedang Lumajang, Pusat Ekonomi Warga Lokal yang Menguji Kesabaran Pengguna Jalan

6 Januari 2026
Saya Sadar Dracin Tidak Bermutu, tapi Saya Tetap Menontonnya sampai Tamat

Saya Sadar Dracin Tidak Bermutu, tapi Saya Tetap Menontonnya sampai Tamat

8 Januari 2026
Menjadi Perawat di Indonesia Adalah Kursus Sabar Tingkat Dewa: Gaji Tak Sebanding dengan Beban Kerja yang Tak Manusiawi

Menjadi Perawat di Indonesia Adalah Kursus Sabar Tingkat Dewa: Gaji Tak Sebanding dengan Beban Kerja yang Tak Manusiawi

5 Januari 2026
Dominasi Motor Honda Akan Segera Berakhir, sebab Motor Keluaran Baru Yamaha Harus Diakui Lebih Berkualitas!

Dominasi Motor Honda Akan Segera Berakhir, sebab Motor Keluaran Baru Yamaha Harus Diakui Lebih Berkualitas!

9 Januari 2026
Made, Desa Hidden Gem di Wilayah Paling Barat Surabaya. Masih Asri dan Hijau!

Made, Desa Hidden Gem di Wilayah Paling Barat Surabaya. Masih Asri dan Hijau!

10 Januari 2026
5 Cara Mudah Mengetahui Oli Palsu Menurut Penjual Spare Part Mojok.co

5 Cara Mudah Mengetahui Oli Palsu Menurut Penjual Spare Part

8 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.