Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Raya Narogong, Gerbang Neraka di Timur Bekasi: Pagi Kena Macet Truk Sampah, Malam Dikuasai Kontainer

Dodik Suprayogi oleh Dodik Suprayogi
5 Mei 2026
A A
Jalan Raya Narogong, Gerbang Neraka di Timur Bekasi: Pagi Kena Macet Truk Sampah, kalau Malam Dikuasai Kontainer

Jalan Raya Narogong, Gerbang Neraka di Timur Bekasi: Pagi Kena Macet Truk Sampah, kalau Malam Dikuasai Kontainer

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai pekerja yang setiap hari melintasi Jalan Raya Narogong Bekasi, saya harus jujur sampaikan, jalan ini memiliki tingkat kecelakaan yang tinggi dan bikin sering telat para pekerja.

Bagi orang luar, Narogong mungkin hanya sebuah nama jalan yang menghubungkan Bekasi dengan Bogor. Tapi bagi kami yang setiap hari harus melintasinya, Narogong adalah sebuah arena bertahan hidup yang mengandalkan kemampuan berkendara yang memadai.

ADVERTISEMENT

Narogong bukan sekadar aspal yang menghubungkan titik A ke titik B. Di sini penampakan asap hitam dari kendaraan, bising suara truk-truk kontainer, jalanan yang bergelombang dan sedikit berlubang ditambah bau sampah yang nggak sedap berpacu dengan pekerja yang berpakain rapi dan wangi.

Makanya nggak heran, jika Jalan Raya Narogong seringkali disebut gerbang neraka Bekasi Timur. Harus sabar dan berhati-hati jika melaju di jalanan ini.

Bau busuk dan lendir menguasai jalanan pagi hari

Jika kalian lewat Jalan Narogong mengendarai motor, usahakan memakai double masker, karena ini adalah ujian untuk indera penciuman. Saat orang-orang di kota lain berangkat kerja dengan menghirup udara segar, di Narogong harus berdamai dengan iring-iringan truk sampah DKI Jakarta yang menuju Bantargebang.

Kemacetan di pagi hari adalah perpaduan antara ambisi para pekerja yang ingin absen tepat waktu dengan gerak lambat truk-truk oranye yang penuh muatan. Kalau sedang sial dan terjebak di belakang salah satu truk ini, bersiaplah mendapatkan limpahan tetesan air lendir yang aromanya sanggup bertahan di jaket motor selama tiga hari meskipun sudah dicuci pakai pewangi paling mahal sekalipun.

BACA JUGA: Berkendara Melewati Bantargebang seperti Melewati Neraka: Sudah Bau, Macet Lagi!

Barisan truk kontainer mengular di malam hari

Jangan harap malam hari akan lebih tenang. Begitu matahari terbenam, Narogong akan dipenuhi truk-truk kontainer berukuran besar. Di tengah penerangan jalan yang sering kali hidup segan mati tak mau, kontainer-kontainer ini melaju seperti raksasa yang sedang lapar.

Baca Juga:

Perjalanan Pulang Kerja Naik Bus Bekasi-Cikupa, Pahit yang Harus Dijalani Tiap Hari

Sisi Gelap Budak Korporat di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta: Ketika Pekerja Menggadai Kewarasan demi Terlihat Elite

Mengendarai motor di antara dua truk kontainer di malam hari adalah latihan kematian yang paling nyata. Kita akan merasa sangat kecil, tidak berdaya, dan hanya bisa berdoa agar sopir di depan tidak mengerem mendadak.

Aspal yang hancur dan bergelombang di beberapa titik seperti di sekitar Pangkalan 6, makin menambah sensasi sport jantung setiap kali ban motor menghantam lubang yang tertutup bayangan truk.

“Di sini sudah sering kecelakaan, banyak yang mati kelindas truk, makanya jangan nyalip, sabar saja”, ucap bapak-bapak penjual kopi di dekat area itu.

Polusi sudah jadi makanan sehari-hari di Narogong

Kalau cuaca panas, Narogong berubah menjadi berdebu. Pandangan terbatas, paru-paru menjerit, dan wajah mendadak punya tekstur seperti ampelas setelah 15 menit berkendara. Kalau hujan? Jangan tanya. Lubang-lubang jalan yang tadinya cuma terlihat samar, kini berubah menjadi jebakan maut yang tertutup genangan air keruh.

Jalan Raya Narogong memang jalur ekonomi yang vital bagi industri. Pabrik-pabrik besar berdiri di sepanjang jalurnya. Tapi bagi warga yang sekadar ingin lewat, jalan ini adalah pengingat bahwa di Bekasi, kesabaran manusia itu tidak ada batasnya. Sebab kalau batas itu ada, mungkin Narogong sudah lama menjadi sasaran boikot.

Pada akhirnya, melintasi Narogong setiap hari adalah keharusan. Bukan tuntutan muluk-muluk yang ingin disampaikan, tapi hanya butuh aspal yang mulus, udara yang sedikit lebih bersih, dan truk kontainer yang tahu diri bahwa jalan ini milik bersama, bukan milik kakek moyang mereka sendiri.

Penulis: Dodik Suprayogi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Bekasi: Planet Lain yang Indah, yang Akan Membuatmu Betah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Mei 2026 oleh

Tags: bantargebangbekasibekasi timurjalan raya narogongs
Dodik Suprayogi

Dodik Suprayogi

Penggiat pertanian yang sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti Jakarta.

ArtikelTerkait

Panduan Memperkenalkan Kabupaten Bekasi ke Orang Awam Tanpa Perlu Fafifu

Panduan Memperkenalkan Kabupaten Bekasi ke Orang Awam Tanpa Perlu Fafifu

27 Januari 2024
Motor RX King, Motor Legendaris yang Malah Jadi Beban di Planet Bekasi

RX King, Motor Legendaris yang Malah Jadi Beban di Planet Bekasi

28 Maret 2025
Selamat Tinggal Bekasi, Ternyata Semarang Lebih Indah untuk Ditinggali dialek semarang

Selamat Tinggal Bekasi, Ternyata Semarang Lebih Indah untuk Ditinggali

3 April 2023
Alasan Orang Bekasi Lebih Ngefans Persija Jakarta daripada Persipasi dan Persikasi Mojok.co

Alasan Orang Bekasi Lebih Ngefans Persija Jakarta daripada Persipasi dan Persikasi

5 April 2025
4 Transportasi Umum di Regional Bekasi Tangerang yang Sebatas Angan

4 Transportasi Umum di Bekasi dan Tangerang yang Sebatas Angan

28 Maret 2023
5 Alasan Cikarang Lebih Terkenal dari (Kabupaten) Bekasi Terminal Mojok UMK

Saya Nggak Sepakat Bekasi Gabung ke DKI Jakarta!

4 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dapat Harta Warisan Itu Justru Menyebalkan, Lebih Banyak Dramanya!

Dapat Harta Warisan Itu Justru Menyebalkan, Lebih Banyak Dramanya!

2 Juli 2026
Jogja Sudah Terlalu Banyak Coffee Shop, yang Kita Butuhkan Sekarang Adalah Ruang Terbuka Hijau

Jogja Sudah Terlalu Banyak Coffee Shop, yang Kita Butuhkan Sekarang Adalah Ruang Terbuka Hijau

4 Juli 2026
Dear Warga, Petugas Sensus Cuma Kerja Cari Duit, Jangan Jahat-Jahat sama Mereka Mojok.co

Dear Warga, Petugas Sensus Cuma Kerja Cari Nafkah, Jangan Jahat-Jahat sama Mereka

2 Juli 2026
Menyandang Gelar Andi sebagai Perempuan Bugis Itu Membanggakan, tapi Ekspektasi Orang-orang Kadang Kelewat Melelahkan

Menyandang Gelar Andi sebagai Perempuan Bugis Itu Membanggakan, tapi Ekspektasi Orang-orang Kadang Kelewat Melelahkan

2 Juli 2026
Layanan Perpusda Kota Malang Payah, Bikin Pengunjung Kecewa dan Nggak Nyaman Mojok.co

Layanan Perpustakaan Kota Malang Payah, Bikin Pengunjung Kecewa dan Nggak Nyaman

3 Juli 2026
3 Minuman Tegal yang Aman untuk Lidah Orang Semarang yang Nggak Suka Kuliner Menantang Mojok.co

3 Minuman Tegal yang Aman untuk Lidah Orang Semarang yang Nggak Suka Kuliner Menantang

5 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.