Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat: Surga Nerakanya Bengkel Cat Duco

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
21 Januari 2026
A A
Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat: Surga Nerakanya Bengkel Cat Duco

Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat: Surga Nerakanya Bengkel Cat Duco (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bengkel cat duco di sepanjang Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat membantu sekaligus menjebak orang.

Di jalanan, kita melihat banyak hal. Ada warung tenda pinggir jalan, bengkel tambal ban, warung madura, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Yang terakhir itu, jumlahnya makin banyak saja akhir-akhir ini. Pantas jika sekarang meme “di mana ada ruko kosong di situ ada Mixue”, sudah tak lagi relevan. Sekarang bukan Mixue soalnya, tapi SPPG.

Kembali soal pemandangan di sepanjang jalan. Bagi yang sering bolak-balik lewat Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat, ada satu pemandangan yang tak asing lagi di jalan ini. Itu adalah pemandangan papan iklan cat duco. Rasa-rasanya, hampir tiap 50 meter papan iklan tersebut terpasang di bahu jalan. Hurufnya gede-gede, warna ngejreng, seolah sengaja biar semua pengguna jalan menyadari keberadaan papan iklan tersebut.

Saking banyaknya papan iklan cat duco ini, saya jadi penasaran untuk mengulik lebih lanjut. Kenapa bisa sebanyak itu? Sejak kapan? Dan apakah worth it mempercayakan urusan mobil kita pada jasa cat duco yang ada di sepanjang Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat?

Dan inilah jawabannya.

Baca juga: Kerja Dekat Monas Jakarta Nggak Selalu Enak, Akses Mudah tapi Sering Ada Demo yang Bikin Lalu Lintas Kacau.

Awal mula merebaknya papan cat duco di Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat

Fenomena papan cat duco di Kramat Raya tentu bukan muncul tiba-tiba. Konon, usaha cat duco ini sudah ada sejak tahun 80-an. Awal mulanya dari Kramat Raya 2, belakang toko Gunung Agung. Seiring waktu, mulai muncul usaha-usaha serupa sampai meluber ke pinggir jalan.

Ada pula warga yang menceritakan bahwa banyaknya usaha cat duco di Jalan Kramat Raya awalnya bermula dari tukang cat proyek di kawasan Pasar Senen pada era tahun 90-an. Lalu, ada kejadian Pasar Senen dibongkar pasca kebakaran. Akhirnya, pindahlah para pemilik usaha cat duco ini ke daerah Kwitang.

Baca Juga:

Bagi Warga Kabupaten, Orang Jakarta Terlihat Terlalu Buru-buru dan Terlalu Punya Tujuan

Orang Jakarta Baperan: ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Panggilan dalam Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Di Kwitang meluber, jadi pindah lagi ke ke Kramat Raya 2, hingga merebak sampai ke Jalan Kramat Raya. Persaingan semakin sengit dan papan nama pun jadi senjata utama menarik pelanggan.

Tak lama kemudian, muncul aturan larangan parkir di area tersebut. Akhirnya, para pemilik usaha ini tidak lagi melakukan pengerjaan di pinggir jalan tapi masuk ke dalam kampung. Dengan kata lain, sebenarnya, usaha cat duco yang ada di Kramat Raya hanya salesnya. Pengerjaan yang seseungguhnya dilakukan di Kramat V dan Kramat IV. Jadi, ketika ada pelanggan datang, sales akan mengantarkan pelanggan ke bengkel pengerjaan.

Surganya mereka yang ingin cat mobil secara instan

Rata-rata, pelanggan bengkel cat duco di Jalan Kramat Raya ini adalah orang-orang yang cemas. Bisa jadi mereka adalah korban kecelakaan kecil. Habis nyenggol tiang, keserempet motor, atau bumper depan ketemu trotoar secara tidak sengaja.

Ada juga tipe pelanggan yang lebih spesifik, yaitu sopir. Bisa sopir kantor, sopir pribadi, atau sopir rental, yang sedang deg-degan karena mobilnya lecet setelah nyerempet sesuatu. Akhirnya, pergilah ke bengkel cat duco Kramat Raya. Mereka datang ke sana supaya mobil bisa kembali mulus sebelum bos atau pemilik mobil sadar ada yang berubah selain kilometer.

Bengkel cat duco di Jalan Kramat Raya juga jadi andalan bagi para pemilik mobil yang ingin menjual mobilnya. Jadi, tampilan mobil bisa lebih cantik ketika disurvei. Perkara seminggu setelah deal-dealan catnya kusam lagi, bodo amat. Yang penting sudah sold out.

Baca juga: Johar Baru, Kecamatan Paling Mengenaskan di Jakarta Pusat: Paling Padat, Paling Kumuh, Paling Gagal Kelola.

Jebakan bengkel cat duco pinggir jalan

Memang, salah satu kelebihan bengkel cat duco pinggir jalan ini adalah ia cepat dalam hal pengerjaan. Soal biaya pun bisa ditawar. Surga banget pokoknya bagi mereka yang sedang kepepet baik secara dompet ataupun moral.

Namun, bukan berarti bengkel cat duco pinggir jalan ini tanpa masalah, ya. Tidak. Pernah kejadian, ada pemilik mobil yang habis kena tabrakan. Ketika masuk ke bengkel cat duco, dia kena getok 1,6 juta. Padahal yang digarap bagian bagasi doang.

Lucunya lagi, cat masih basah sudah buru-buru disuruh pergi sama yang punya bengkel. Alhasil, sepanjang jalan pada nemplok lah tuh debu-debu. Mana baru sebulan catnya udah balik kusam lagi. Kan nyesek.

Meski demikian, kalau beruntung, bisa juga kok dapat bengkel cat duco yang oke di Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat ini. Yang hasil catnya memuaskan, pengerjaan cepat tapi tetap detail dan rapi, dikasih garansi setahun pula.

Atau, kamu tim yang lebih memilih pergi ke bengkel gede aja untuk urusan poles-poles mobil? Sah-sah aja sih. Apa pun preferensinya, yang penting ada duitnya.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Trotoar Sepanjang Jalan Cikini Raya Harusnya Jadi Standar Seluruh Trotoar di Jakarta agar Berpihak kepada Pejalan Kaki.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Januari 2026 oleh

Tags: bengkel cat ducobengkel cat mobilbengkel mobilcat ducoJakartajakarta pusatjalan kramat rayakramat raya
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Konsep Kosan Industrial Bukan Sekadar Pengin Irit dan Paksakan Ruangan yang Belum Jadi! terminal mojok.co

Konsep Kosan Industrial Bukan Sekadar Pengin Irit dan Paksakan Ruangan yang Belum Jadi!

10 Juli 2021
Alasan Orang Bekasi Lebih Ngefans Persija Jakarta daripada Persipasi dan Persikasi Mojok.co

Alasan Orang Bekasi Lebih Ngefans Persija Jakarta daripada Persipasi dan Persikasi

5 April 2025
Stasiun Gondangdia Damai, Beda dengan Stasiun KRL Jabodetabek Lain yang seperti Neraka Mojok.co

Stasiun Gondangdia Damai, Beda dengan Stasiun KRL Jabodetabek Lain yang seperti Neraka

20 Mei 2025
4 Cara Mudah Menikmati Mie Ayam untuk Sarapan ala Warga Lokal Jakarta Mojok.co

4 Cara Mudah Menikmati Mie Ayam untuk Sarapan ala Warga Lokal Jakarta

27 Oktober 2025
Pengalaman Naik Bus Bukittinggi-Jakarta Buktikan Hanya 3 Kriteria Ini yang Cocok Jadi Penumpangnya terminal mojok

Pengalaman Naik Bus Bukittinggi-Jakarta Buktikan Hanya 3 Kriteria Ini yang Cocok Jadi Penumpangnya

28 Oktober 2021
Malang Selevel Jakarta, Sama dengan Bencana (Unsplash)

Bencana yang akan Terjadi jika Malang Dipaksa Menjadi “Selevel” dengan Jakarta

7 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebiasaan Buruk Mahasiswa Saat Menghubungi Dosen, Tolong Jangan Dilakukan Mojok.co

Chat Aneh Mahasiswa ke Dosen Muda, Tolong Jangan Dibiasakan

30 Mei 2026
Pantai Depok Batang, Destinasi Indah yang Berdampingan dengan Krisis Lingkungan Pesisir Mojok.co

Pantai Depok Batang, Destinasi Indah yang Berdampingan dengan Krisis Lingkungan Pesisir

30 Mei 2026
Saya Kelas Menengah, dan Saya Beneran Pengin Kaya

Saya Kelas Menengah, dan Saya Beneran Pengin Kaya

29 Mei 2026
Soto, Kuliner Solo Bukan Makanan, tapi Jimat Bertahan Hidup (unsplash)

Soto, Warisan Budaya di Khazanah Kuliner Solo yang Tidak Lagi Dianggap Makanan, tapi Cara Bertahan Hidup

31 Mei 2026
Niat Cari Ketenangan dengan Naik Sepeda Federal Warisan Bapak Berujung Kesal karena Dicibir Pesepeda Lain Mojok.co

Niat Healing dengan Naik Sepeda Federal Warisan Bapak Berujung Kesal karena Cibiran Pesepeda Lain

27 Mei 2026
Alun-Alun Klaten, Potret Ruang Publik yang Tak Sekadar Estetik, tapi Juga Menjawab Kebutuhan Warlok Mojok.co

Alun-Alun Klaten, Potret Ruang Publik yang Tak Sekadar Estetik, tapi Juga Menjawab Kebutuhan Warlok

27 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.