Bengkel cat duco di sepanjang Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat membantu sekaligus menjebak orang.
Di jalanan, kita melihat banyak hal. Ada warung tenda pinggir jalan, bengkel tambal ban, warung madura, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Yang terakhir itu, jumlahnya makin banyak saja akhir-akhir ini. Pantas jika sekarang meme “di mana ada ruko kosong di situ ada Mixue”, sudah tak lagi relevan. Sekarang bukan Mixue soalnya, tapi SPPG.
Kembali soal pemandangan di sepanjang jalan. Bagi yang sering bolak-balik lewat Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat, ada satu pemandangan yang tak asing lagi di jalan ini. Itu adalah pemandangan papan iklan cat duco. Rasa-rasanya, hampir tiap 50 meter papan iklan tersebut terpasang di bahu jalan. Hurufnya gede-gede, warna ngejreng, seolah sengaja biar semua pengguna jalan menyadari keberadaan papan iklan tersebut.
Saking banyaknya papan iklan cat duco ini, saya jadi penasaran untuk mengulik lebih lanjut. Kenapa bisa sebanyak itu? Sejak kapan? Dan apakah worth it mempercayakan urusan mobil kita pada jasa cat duco yang ada di sepanjang Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat?
Dan inilah jawabannya.
Awal mula merebaknya papan cat duco di Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat
Fenomena papan cat duco di Kramat Raya tentu bukan muncul tiba-tiba. Konon, usaha cat duco ini sudah ada sejak tahun 80-an. Awal mulanya dari Kramat Raya 2, belakang toko Gunung Agung. Seiring waktu, mulai muncul usaha-usaha serupa sampai meluber ke pinggir jalan.
Ada pula warga yang menceritakan bahwa banyaknya usaha cat duco di Jalan Kramat Raya awalnya bermula dari tukang cat proyek di kawasan Pasar Senen pada era tahun 90-an. Lalu, ada kejadian Pasar Senen dibongkar pasca kebakaran. Akhirnya, pindahlah para pemilik usaha cat duco ini ke daerah Kwitang.
Di Kwitang meluber, jadi pindah lagi ke ke Kramat Raya 2, hingga merebak sampai ke Jalan Kramat Raya. Persaingan semakin sengit dan papan nama pun jadi senjata utama menarik pelanggan.
Tak lama kemudian, muncul aturan larangan parkir di area tersebut. Akhirnya, para pemilik usaha ini tidak lagi melakukan pengerjaan di pinggir jalan tapi masuk ke dalam kampung. Dengan kata lain, sebenarnya, usaha cat duco yang ada di Kramat Raya hanya salesnya. Pengerjaan yang seseungguhnya dilakukan di Kramat V dan Kramat IV. Jadi, ketika ada pelanggan datang, sales akan mengantarkan pelanggan ke bengkel pengerjaan.
Surganya mereka yang ingin cat mobil secara instan
Rata-rata, pelanggan bengkel cat duco di Jalan Kramat Raya ini adalah orang-orang yang cemas. Bisa jadi mereka adalah korban kecelakaan kecil. Habis nyenggol tiang, keserempet motor, atau bumper depan ketemu trotoar secara tidak sengaja.
Ada juga tipe pelanggan yang lebih spesifik, yaitu sopir. Bisa sopir kantor, sopir pribadi, atau sopir rental, yang sedang deg-degan karena mobilnya lecet setelah nyerempet sesuatu. Akhirnya, pergilah ke bengkel cat duco Kramat Raya. Mereka datang ke sana supaya mobil bisa kembali mulus sebelum bos atau pemilik mobil sadar ada yang berubah selain kilometer.
Bengkel cat duco di Jalan Kramat Raya juga jadi andalan bagi para pemilik mobil yang ingin menjual mobilnya. Jadi, tampilan mobil bisa lebih cantik ketika disurvei. Perkara seminggu setelah deal-dealan catnya kusam lagi, bodo amat. Yang penting sudah sold out.
Jebakan bengkel cat duco pinggir jalan
Memang, salah satu kelebihan bengkel cat duco pinggir jalan ini adalah ia cepat dalam hal pengerjaan. Soal biaya pun bisa ditawar. Surga banget pokoknya bagi mereka yang sedang kepepet baik secara dompet ataupun moral.
Namun, bukan berarti bengkel cat duco pinggir jalan ini tanpa masalah, ya. Tidak. Pernah kejadian, ada pemilik mobil yang habis kena tabrakan. Ketika masuk ke bengkel cat duco, dia kena getok 1,6 juta. Padahal yang digarap bagian bagasi doang.
Lucunya lagi, cat masih basah sudah buru-buru disuruh pergi sama yang punya bengkel. Alhasil, sepanjang jalan pada nemplok lah tuh debu-debu. Mana baru sebulan catnya udah balik kusam lagi. Kan nyesek.
Meski demikian, kalau beruntung, bisa juga kok dapat bengkel cat duco yang oke di Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat ini. Yang hasil catnya memuaskan, pengerjaan cepat tapi tetap detail dan rapi, dikasih garansi setahun pula.
Atau, kamu tim yang lebih memilih pergi ke bengkel gede aja untuk urusan poles-poles mobil? Sah-sah aja sih. Apa pun preferensinya, yang penting ada duitnya.
Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















