Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Indie-nesian Idol: Bukti Lagu Indie Mulai Diterima Masyarakat

Kevin Winanda Eka Putra oleh Kevin Winanda Eka Putra
11 Februari 2021
A A
Indie-nesian Idol: Bukti Lagu Indie Mulai Diterima Masyarakat terminal mojok.co

Indie-nesian Idol: Bukti Lagu Indie Mulai Diterima Masyarakat terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Ternyata, Indonesian Idol sekarang bukan dipenuhi lagu pop, doang. Kini sudah merambah ke lagu indie.

Jujur saya terakhir kali mengikuti Indonesian Idol pas yang juara itu Mbak Novella, tapi yang lebih terkenal malah Virzha. Ketika saya googling sudah tujuh tahun lalu (2014). Selepas itu sampai sekarang saya sudah tidak melihat secara istikamah kompetisi ini. Jadwal yang terlalu malam adalah sebab utamanya, sudah begitu iklannya lama jadi makin malas untuk menontonnya. Sampai ketika saya iseng-iseng membuka kanal YouTube Indonesian Idol musim 2021 kali ini.

Situasi pandemi tidak menyurutkan kompetisi ini. Walaupun tanpa penonton sekalipun tetap dianggap seru dan menarik. Gimik-gimik dari para juri dan host seakan mengganti bagaimana sorakan dan teriakan dukungan selepas kontestan selesai bernyanyi. Katanya sih begitu, tapi saya tidak ingin membahas itu di tulisan ini. Oke, kembali ke fokus bahasan.

Selepas membuka kanal YouTube saya baru tahu Indonesian Idol sudah sampai babak Spekta 3. Cukup cepat juga padahal rasanya baru kemarin audisi. Lalu saya lanjut scroll-scroll sampai pada satu judul menarik. Kontestan bernama Kelvin membawakan lagu “Sesuatu di Jogja”-nya Adhitia Sofyan. Saya langsung kaget, hah beneran ini lagu dinyanyiin di Idol? Langsung saya buka dan benar dinyanyikan dengan pembawaan yang beda nan megah. Gokil sih ini, baru pertama kali saya melihat kontestan membawakan lagu indie dan diapresiasi sebegitu bagusnya oleh para juri.

Selepas menikmati penampilan Kelvin, akun YouTube saya merekomendasikan lagu lain di kanal ini. Muncul kemudian lagu yang dibawakan Femila yaitu “Halu” dari Feby Putri. Waduh lagu indie lagi, nih. Setelah itu saya buka lagi cari lagu lain dan saya menemukan berbagai macam lagu dari musisi indie. Lagu-lagu dari Hindia, Fiersa Besari, Payung Teduh, Pamungkas, Nadin Amizah, dan Diskoria pernah dibawakan oleh masing-masing kontestan di Idol dengan berbagai ciri khas mereka tentunya.

Hal yang menarik adalah di tiga babak Spekta berturut-turut tak pernah absen dari lagu-lagu indie ini. Tak sampai itu, rata-rata lagu yang dibawakan kontestan berhasil memuaskan banyak juri dan penonton. Anda bisa lihat berapa jumlah views yang didapat di masing-masing lagu indie tersebut. Apabila dibandingkan dengan lagu mainstream tak kalah jauh lah, ya, bahkan ada yang tembus sejuta dua juta.

Bagi saya ini adalah sebuah kabar baik bagi khazanah permusikan Indonesia. Lagu-lagu yang dulunya hanya dinikmati kalangan tertentu kini bisa diterima oleh masyarakat Indonesia. Sebuah langkah maju bagi musisi indie yang karya mereka bisa diapresiasi dengan cukup elegan. Susah loh untuk bisa membuat karya kita sendiri dikenal banyak orang, di TV lagi.

Lantaran saking terbawa suasananya, saya mencari-cari lagu-lagu apa saja sih yang pernah dibawakan oleh kontestan musim ini. Lalu saya perbandingkan dengan musim sebelumnya. Kebetulan di musim sebelumnya saya pernah melihat ada yang pernah membawakan lagu indie juga.

Baca Juga:

Alumni Indonesian Idol X, Generasi Terbaik Indonesian Idol Sejauh Ini

Penyanyi Jebolan Indonesian Idol Lagunya Gitu-gitu Aja

Akan tetapi, sayang di musim sebelumnya tidak dikomentari dengan baik oleh para juri. Malah mereka tidak terlalu mengerti makna dari lagu yang dibawakan dan malah rada ngenyek kalau lagu itu tidak cocok buat Idol. Kata mereka kalau tidak salah rasanya hanya seperti lagu di kafe doang. Sakit hati saya pas mendengar komentar juri itu. Bisa saya maklumi kemudian hari, mungkin aransemennya masih kurang pas, soalnya mungkin juga memang baru pertama kali dibawakan oleh band pengiring di Idol.

Setelah saya cek-cek di Wikipedia, ternyata cukup lengkap juga merangkum lagu-lagu yang pernah dibawakan peserta. Musim lalu, saya hitung-hitung ada delapan lagu dari musisi indie yang pernah dibawakan oleh kontestan dari babak Showcase. Iya saya patoki di situ karena mulai dari babak itulah aransemen lagu oleh band pengiring mulai digunakan. Mungkin lebih apabila memasukkan babak-babak sebelumnya. Dari musim itu juga musisi-musisi indie seperti Fourtwnty dan Fiersa Besari bisa tampil di panggung Idol, mungkin pertama kalinya sejak Didi Kempot yang berduet dengan Dion di tahun 2012.

Kemudian kalau saya bandingkan dengan Idol musim ini dan hasilnya membuat saya berdecak kagum. Sudah total dua belas lagu, kalau tidak salah hitung, dari musisi indie yang pernah dibawakan kontestan. Perlu diingat ini baru masuk babak Spekta 3 loh, Hyung. Apabila dibandingkan dengan musim lalu jelas ini lonjakan yang signifikan sekaligus menggembirakan. Ini membuktikan kalau lagu-lagu dari musisi indie sudah sah, saya kira, bisa diterima oleh masyarakat masa kini. Tak sampai di situ, kebanyakan juga atau hampir semua malah, lagu-lagu yang dipilih oleh kontestan adalah berbahasa Indonesia. Tambah wow, kan?

Maka dari itu saya pribadi berharap ini terus dilanjutkan oleh para kontestan. Bahwa di Idol, pilihan-pilihan lagu yang dibawakan jadi akan semakin banyak dan beraneka macam variasi, terutama dari lagu indie ini. Dari kolom komentar netizen juga berkoar kalau tinggal lagu dari Ardhito yang belum dibawakan. Sebuah statement yang kuat juga kalau masyarakat kita mulai serius memandang lagu-lagu indie. Dan semoga hal ini membantu musisi-musisi ini untuk terus berkarya lagi.

Sukses terus Indonesian, eh, Indie-nesian Idol. Hahaha!

Maju terus dunia musik Indonesia. By the way, sekali-kali dong bawain lagunya Jason Ranti, tapi jangan ada sensor yaaa. Woyooo!!!

BACA JUGA Indonesian Idol Harusnya Ubah Nama Jadi Indonesian Pop dan tulisan Kevin Winanda Eka Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 Februari 2021 oleh

Tags: indonesian idollagu Indie
Kevin Winanda Eka Putra

Kevin Winanda Eka Putra

Bukan siapa-siapa dan tidak ingin jadi siapa-siapa.

ArtikelTerkait

Simulasi Jika Pelatih MU Ikut Indonesian Idol, Master Chef, dan Ajang Cari Bakat Indonesia Lain

28 April 2020
musik haram backST 12 indonesian idol menyanyi konser mojok

Rahasia Dominasi Batak di Indonesian Idol

21 Desember 2020
Menelusuri Acara Pencarian Bakat yang Paling Sukses di Indonesia terminal mojok.co

Indonesian Idol: Selebritis Hasil Produk Demokratis

8 Oktober 2019
vj daniel mananta mojok

Daniel Mananta Adalah Wajah Indonesian Idol yang Sebenarnya

29 November 2020
Penyanyi Jebolan Indonesian Idol Lagunya Gitu-gitu Aja

Penyanyi Jebolan Indonesian Idol Lagunya Gitu-gitu Aja

1 April 2023
musik haram backST 12 indonesian idol menyanyi konser mojok

Seandainya Jadi Peserta Indonesian Idol, Saya Pilih Jadi Runner Up Saja

25 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebumen Aneh, Maksa Merantau tapi Bikin Pengin Pulang (Wikimedia Commons)

Kebumen Itu Memang Aneh: Suka Memaksa Anak Muda untuk Segera Merantau, sekaligus Mengajak Kami untuk Segera Pulang

21 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Juru Selamat yang Bikin Menderita para Pekerja (Wikimedia Commons)

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

18 Maret 2026
Suzuki Satria Pro Aib Terbesar Suzuki yang Tak Perlu Lahir (Wikimedia Commons)

Suzuki Satria Pro: Aib Terbesar Suzuki yang Seharusnya Tak Perlu Lahir

18 Maret 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons)

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

19 Maret 2026
Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Butuh Kreativitas (Wikimedia Commons)

Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Kalau Punya Uang Tak Terbatas dan Boleh Saya Akan Ubah Alfamart Jadi “Ruang Singgah Urban”

20 Maret 2026
Terminal Ir Soekarno Klaten Terminal Terbaik di Jawa Tengah

Terminal Ir Soekarno Klaten: Terminal Terbaik di Jawa Tengah yang Menjadi Tuan Rumah Bagi Siapa Saja yang Ingin Pulang ke Rumah

18 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.