Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

IDI Bisa Saja Bubar kalau DPR Minta Bubar. Ingat Omnibus Law?

Prima Ardiansah Surya oleh Prima Ardiansah Surya
8 April 2022
A A
IDI Bisa Saja Bubar kalau DPR Minta Bubar. Ingat Omnibus Law?a(Creativa Images via Shutterstock.com)

IDI Bisa Saja Bubar kalau DPR Minta Bubar. Ingat Omnibus Law?a(Creativa Images via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Melihat superioritas DPR di sidang komisi IX DPR bersama IDI kemarin, saya jadi takut dan was-was tentang nasib IDI. Apalagi tentang ancaman DPR yang bakal merevisi UU Kedokteran. Masih ingat kan kalau mereka pernah mengesahkan Revisi UU KPK sama Rancangan UU Ciptakerja yang kontroversial beberapa waktu lalu?

Dokter sedang bertugas (Pixabay.com)

Awal ketakutan saya dimulai sejak tanggal 27 Maret 2022 kemarin, saat Pak Sufmi Dasco, Wakil DPR RI telah meminta Komisi IX DPR dan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) untuk melakukan revisi dan kajian secara komprehensif tentang UU Praktik Kedokteran dan UU Pendidikan Kedokteran. Pernyataan ini juga didukung Pak Menteri Yasonna 31 Maret 2022 lalu.

Saya ulangi lho ya, revisi. Bukan cuma menilik dan mengkaji lagi. Revisi. 

Ya, dengan kekuatan super DPR yang konon bisa mengubah langit menjadi laut dan gunung menjadi lumpur itu, tidak lama mereka kemudian mengadakan pertemuan berjudul: Rapat Dengar Pendapat IDI Bersama DPR Komisi IX pada 4 April 2022 lalu. 

Dalam hal ini, IDI harus diberi banyak aplaus dan jempol. Mereka berani datang dalam adu tanding dalam sangkar DPR yang kemungkinan knock out-nya tidak bisa disangkal.  

Seperti dugaan, IDI babak belur. Irma Suryani Chaniago, Anggota Komisi IX DPR RI bahkan bilang kalau IDI tidak memiliki upaya untuk membina dan mengembangkan kemampuan anggotanya seperti metode brainwash milik Pak Terawan yang menurut testimoni memuaskan. Hingga beliau bilang, kalau IDI yang cuma organisasi profesi dan bisanya cuma memberikan rekomendasi itu supaya dibubarkan saja.

Terawan (Triawanda Tirta Aditya via Shutterstock.com)

 

Pernyataan itu aneh? Memang, tapi, jangan kaget. Mau berharap apa sih?

Baca Juga:

Gaji Guru 25 Juta per Bulan Itu (Baru) Masuk Akal, Kualitas Baru Bisa Ditingkatkan kalau Sudah Sejahtera!

RUU TNI Disahkan, dan Kita Harus Lebih Kuat, Makin Kuat, karena Kita Tak Punya Siapa-siapa untuk Dipercaya

Di sisi lain, saya juga bingung, kalau IDI dituntut untuk membina dan mengembangkan profesi anggotanya, seharusnya IDI juga bisa membalik pernyatan ini supaya DPR lebih bisa mewakili dan memperjuangkan suara-suara rakyat yang masih menganggur dan masih kebingungan mencari makan. Atau yang lebih spesifik, mengapa mereka tidak perbaiki sistem BPJS yang masih kacau itu?

Atau mungkin sebenarnya IDI ingin menyuarakannya. Namun karena sadar posisi, mereka harus bersabar, mengurung semua pikiran penyangkalan tadi dalam-dalam. 

Padahal lho ya, yang IDI bela itu poinnya jelas, mereka mempermasalahkan perilaku Pak Terawan yang melanggar etika. Metode brainwash milik Pak Terawan itu tidak memiliki bukti kuat sebagai dasar rekomendasi tindakan kedokteran. Namanya terapi, ya harus diuji dengan metode ilmiah dan ketat, tidak cukup hanya dengan testimoni.

Ya sudah, tidak apa-apa, kita maklumi saja gagal paham DPR yang malah membahas hal lain yang meluber ke mana-mana. Bagaimanapun, mereka mewakili masyarakat kita. Masyarakat testimonial. Apalagi yang bikin testimoni para pejabat kawan mereka sendiri. 

Kalau dirunut pada beberapa tahun ke belakang. DPR ini agaknya memang the most superpower unit in the world yang mampu menonjok pandangan ideal rakyatnya. Ingat kan sepak terjang mereka dalam pengesahan Rancangan UU Cipta Kerja dan Revisi UU KPK. 

Padahal kedua UU ini telah dikritik habis sama rakyat dan akademisi lo, demonstrasi juga berlangsung di mana-mana. Tagar-tagar pembelaan dari rakyat yang trending juga menghiasi media sosial di waktu itu. Walaupun begitu, DPR juga bergeming. 

Demo Omnibus Law (Zakki Ahmada via Shutterstock.com)

Bayangkan, Rancangan UU Cipta Kerja yang dinilai kurang menguntungkan kaum buruh dan Revisi UU KPK yang dinilai melemahkan KPK saja, dikebut sedemikian rupa supaya segera disahkan. Apalagi cuma UU Praktik Kedokteran dan UU Pendidikan Kedokteran yang hanya melibatkan organisasi profesi dan segelintir rakyat yang berprofesi sebagai dokter. 

Ini sih, bukan masalah besar bagi lembaga negara superpower sekelas DPR buat merevisinya tanpa ampun. 

Dalam waktu dekat, mungkin akan muncul narasi-narasi yang mendukung percepatan revisi undang-undang tersebut, atau malah revisinya tiba-tiba sudah jadi dan sekian minggu lagi bakal ada rapat paripurna DPR. Toh, berapa pun anggota DPR dalam rapat yang datang, ujungnya bakal diketok palu pengesahan. 

Agaknya, sebagai warga yang diwakili DPR, kita harus belajar lebih legowo lagi tentang nasib kita di negara ini. Pengalaman kemarin harusnya memberi gambaran bahwa kita semua supaya tidak perlu protes tentang pelemahan KPK, atau peduli sama nasib para buruh. Toh para anggota DPR sudah memiliki pandangan yang kokoh lewat undang-undang yang mereka sah-kan.

Juga nasib IDI, ketika sudah ada ancaman perubahan revisi, baiknya IDI juga mulai legowo tentang nasib mereka. Mau berapa pun anggota IDI yang mogok kerja dan turun ke jalan, kemungkinan DPR juga sudah punya pandangan sendiri bagaimana organisasi ini harusnya berjalan. 

Lha pendapat banyak rakyat saja diabaikan dengan tiba-tiba terketok palu pengesahan di meja sidang paripurna, kok. Apalagi cuma menyangkut organisasi profesi.

Kita tunggu saja, apalagi undang-undang lain yang kelak bakal direvisi atau dirancang DPR. Seperti biasa, kalau sudah tahu, diam saja. Mau protes juga percuma. Memangnya yang diprotes paham?

Penulis: Prima Ardiansah Surya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Konspirasi One Piece: Shanks, Yonko Paling Misterius. Kawan atau Lawan?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 April 2022 oleh

Tags: dprIDITerawan
Prima Ardiansah Surya

Prima Ardiansah Surya

Dokter internship di RSU Aisyiah Ponorogo dan Puskesmas Jenangan Ponorogo.

ArtikelTerkait

Mempertanyakan Kebiasaan Peluk Bantal Guling Orang Indonesia Saat Tidur Terminal mojok

Desain Interior Ruang Rapat Paripurna MPR/DPR RI Bikin Gagal Fokus, Pantes Anggotanya Sering Tidur

17 Agustus 2021
Mari Sambut dengan Tawa Wacana Menkes Terawan Soal Wisata Kebugaran, Jamu, dan Kerokan

Apa sih Pentingnya Meminta Terawan Tampil ke Publik?

28 September 2020
RUU TNI Disahkan, dan Kita Harus Lebih Kuat, Makin Kuat, karena Kita Tak Punya Siapa-siapa untuk Dipercaya

RUU TNI Disahkan, dan Kita Harus Lebih Kuat, Makin Kuat, karena Kita Tak Punya Siapa-siapa untuk Dipercaya

20 Maret 2025
Kok Bisa Ada Pejabat Kepikiran Bikin Guyonan OTT Telepon Dulu, di Acara Penting Lagi

Kok Bisa Ada Pejabat Kepikiran Bikin Guyonan OTT Telepon Dulu, di Acara Penting Lagi

26 November 2024
RKUHP RUU KUHP

Bacaan bagi Penentang RUU KUHP: Seberapa Detail Kamu Membaca Draf RUU KUHP?

20 September 2019
Kata Siapa Gaji Guru Swasta itu Bercanda? Gaji Kami Gede kok (Syarat dan Ketentuan Berlaku)!

Gaji Guru 25 Juta per Bulan Itu (Baru) Masuk Akal, Kualitas Baru Bisa Ditingkatkan kalau Sudah Sejahtera!

24 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jerat Motor Kredit Terlihat Mengilat tapi Fondasinya Melarat (Unsplash)

Motor Kredit Menciptakan Kabut Tebal yang Menyembunyikan Wajah Asli Kemiskinan, Terlihat Mengilat tapi Fondasinya Melarat

20 Maret 2026
Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi Kantor demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah seperti Keluarga

18 Maret 2026
Lebaran Kedua Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati Mojok.co

Lebaran Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati

19 Maret 2026
Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah Para Pendatang

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah para Pendatang

15 Maret 2026
Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi Mojok.co

Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi

21 Maret 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

18 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.