Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

HMP Sosiologi UTM Problematik. Mending Segera Dibenahi, kalau Nggak Bubar Saja

Munaim Nabawi oleh Munaim Nabawi
6 Mei 2024
A A
HMP Sosiologi UTM Problematik. Mending Segera Dibenahi, kalau Nggak Bubar Saja

HMP Sosiologi UTM Problematik. Mending Segera Dibenahi, kalau Nggak Bubar Saja (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Membaca tulisan Mas Iqbal Haqiqi tentang HMJ di UIN Walisongo yang katanya cuma berisikan mahasiswa kosong dan caper menggugah saya untuk menulis artikel ini. Sebab yang terjadi di sana agaknya mirip dengan HMP di prodi saya, yakni Sosiologi Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Sebagai mahasiswa, awalnya saya menganggap ikut dalam kepengurusan ormawa (organisasi mahasiswa) bisa menambah pengalaman baru yang berharga. Lebih dari itu, saya juga akan belajar bertanggung jawab dengan kewajiban-kewajiban saya. Namun, fakta yang terjadi di HMP Sosiologi UTM ternyata berbanding terbalik. Saya rasa, HMP di sini bukan tempat yang cocok untuk dijadikan wadah pengembangan diri, bahkan kalau bisa mending dihapus saja.

Ceritanya, dulu saya sempat berkeinginan untuk menjadi pengurus HMP di prodi saya ini. Tapi setelah saya coba telusuri, saya mendengar fakta aneh tentang HMP tersebut yang bikin saya ogah daftar. Ya, fakta ini saya dengar sendiri dari keluh kesah salah satu senior saya yang sudah menjadi pengurus HMP Sosiologi UTM sebelumnya.

Seleksi pengurus HMP Sosiologi UTM tidak kompetitif

Perekrutan pengurus adalah agenda tahunan yang dilakukan organisasi segera setelah penentuan ketua, begitu juga yang terjadi di HMP Sosiologi UTM. Tapi sayangnya, sistem perekrutan di sini sangat tidak jelas, bahkan saya tidak akan mendebatnya jika ada yang bilang cuma formalitas. Sebab, yang akan diterima sudah ketahuan, ya golongan mereka-mereka saja.

Mohon maaf kalau saya mengungkapkan fakta, ya. Informasi ini saya dapatkan dari salah satu teman saya yang pernah mendaftarkan diri sebagai calon pengurus. Harusnya kan penyeleksi anggota baru adalah angkatan sebelumnya. Tapi, di sini teman saya malah diseleksi sama yang masih satu angkatan. Padahal mereka belum pernah jadi pengurus pada periode sebelumnya, tapi sudah jadi tim penyeleksi. Gila banget nggak, sih Apa mungkin di himpunan mahasiswa prodi saya ini ada Golden Ticket supaya bisa langsung jadi pengurus?

Nepotisme dipupuk sejak dini

Kalau kasusnya sudah seperti penjelasan di atas, tiada lain hasilnya tentu hanyalah nepotisme. Ya, kata ytersebut merupakan sebuah budaya yang sangat melekat di himpunan mahasiswa ini. Umumnya, syarat untuk menjadi seorang pengurus himpunan mahasiswa adalah memiliki keterampilan, wawasan luas, serta kreativitas yang tinggi. Namun, semua itu tidak ada harganya kalau di HMP Sosiologi UTM.

Menurut saya, sangat mudah untuk masuk ke dalam kepengurusan himpunan ini, asalkan kalian pintar menjilat atau menjadi bagian circle dari pengurus sebelumnya. Sayangnya saya tidak punya keterampilan seperti itu. Makanya saya tidak kaget ketika pengumuman hasil seleksi pegurus yang diterima sebagian besar adalah golongan tertentu saja. Miris sekali, ngomong anti-nepotisme paling keras, tapi mempraktikkannya sendiri berasa berat.

Merasa paling ngurusin padahal nggak ngapa-ngapain

Sama seperti beberapa universitas lain yang sering mengeluhkan fasilitas kampus, sebenarnya UTM juga memiliki masalah ini, terutama di prodi Sosiologi UTM. Ketika dosen terpaksa minta ganti jam mata kuliah tertentu, realitasnya ini sulit untuk terlaksana.

Baca Juga:

Kampus di Bangkalan Madura Bakal Jadi “Pabrik” Pengangguran kalau Tidak Serius Berbenah

Mahasiswa Madura Serasa “Tamu” di Universitas Trunojoyo Madura, Mahasiswa hingga Dosen Isinya Pendatang

Kenapa demikian? Sebab semua ruangan di sini dipakai semua, jadi tidak ada yang tesisa. Bahkan, ruang baca (RB) yang seharusnya dijadikan sebagai ruang mencari referensi bacaan kini sudah lebih sering digunakan sebagai ruang kelas. Itupun kalau ruangannya layak, faktanya RB Sosiologi UTM sangat tidak layak, Gaes. Sudah ruangannya kecil, papannya juga mungil lagi. Hadeh!

Nah, bedanya dengan kampus lain, HMP Sosiologi UTM lebih memilih untuk konsisten diam saja tanpa ada keluhan. Mungkin karena mereka lebih suka nongkrong di luar, daripada mengikuti pembelajaran di kelas. Makanya saya cukup maklum.

Itu baru masalah fasilitas. Masalah lain tentu saja masih banyak lagi. Tapi, apa yang mau diharapkan dari kepengurusan yang isinya hanya nepotisme. Kalau nggak kolusi, paling korupsi.

Jujur, Gaes, sebagai mahasiswa Sosiologi UTM saya terkadang lupa kalau punya HMP yang seharusnya mewakili saya. Sebab, mereka sepertinya nggak pernah menyerap aspirasi dari para warga Sosiologi UTM. Saya juga jadi bingung, sebenarnya mereka selama ini ngapain saja, sih. Kalau nggak ngapa-ngapain, mending bubarin saja daripada cuma ngabisin dana prodi saya tercinta ini.

Penulis: Munaim Nabawi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Seharusnya Buka Prodi Bahasa dan Sastra Madura Dulu Saja daripada Fakultas Kedokteran.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Mei 2024 oleh

Tags: himpunan mahasiswajurusan sosiologiprodiprogram studisosiologiuniversitas trunojoyo maduraUTM
Munaim Nabawi

Munaim Nabawi

ArtikelTerkait

5 Drama Korea yang Bisa Jadi Topik Skripsi buat Mahasiswa Jurusan Sosiologi Terminal Mojok

5 Drama Korea yang Bisa Jadi Topik Skripsi buat Mahasiswa Jurusan Sosiologi

30 Juli 2022
Sosiologi, Jurusan yang Bikin 72% Lulusannya Menyesal (Unsplash)

Fakta Kuliah di Jurusan Sosiologi, Sebuah Jurusan yang 72% Lulusannya Menyesal Mengambil Jurusan Tersebut

3 September 2024
3 Kampus di Bangkalan Madura yang Kualitasnya Nggak Kaleng-kaleng, Solusi bagi yang Sakit Hati Karena Ditolak UTM

3 Kampus di Bangkalan Madura yang Kualitasnya Nggak Kaleng-kaleng, Solusi bagi yang Sakit Hati karena Ditolak UTM

13 Mei 2025
Duka Himpunan Mahasiswa: Disuruh Berprestasi, tapi Nggak Dikasih Dana

Duka Himpunan Mahasiswa: Disuruh Berprestasi, tapi Nggak Dikasih Dana

27 Mei 2022
Mahasiswa Jurusan Sosiologi Nggak Perlu Iri dengan Jurusan Filsafat yang Kerennya Hanya Sesaat Mojok.co

Mahasiswa Jurusan Sosiologi Nggak Perlu Iri dengan Jurusan Filsafat yang Peluang Kerjanya Sempit

30 April 2024
Sisi Gelap Kuliah di Universitas Trunojoyo Madura, Kampus Murah yang Nggak Semua Orang Bisa Betah

Sisi Gelap Kuliah di Universitas Trunojoyo Madura, Kampus Murah yang Nggak Semua Orang Bisa Betah

18 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

20 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri, alias Menyulitkan Diri Sendiri!

Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri

20 Mei 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Masalah Utama Tulungagung Bukan Wisata, tapi Tradisi Korupsi di Kursi Bupati

19 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.