Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Hei yang Mau CPNS, Saya Kasih Tahu Ya, Kalian Nggak Perlu Belajar Buat Ngerjain Psikotes!

Eko Puji Rahayu oleh Eko Puji Rahayu
20 Desember 2019
A A
Hei yang Mau CPNS, Saya Kasih Tahu Ya, Kalian Nggak Perlu Belajar Buat Ngerjain Psikotes!

Hei yang Mau CPNS, Saya Kasih Tahu Ya, Kalian Nggak Perlu Belajar Buat Ngerjain Psikotes!

Share on FacebookShare on Twitter

Mungkin hampir semua makhluk yang membaca tulisan ini udah pernah jadi peserta psikotes. Iya nggak? Iya kan? Psikotes ini biasanya sih untuk keperluan seleksi pekerjaan, kenaikan jabatan, pemilihan penjurusan sekolah/kuliah, mengetahui karakter dan potensi pribadi atau…

…mau tes CPNS hehe.

ADVERTISEMENT

Nah kali ini saya akan sedikit menjabarkan alasan kenapa sih kita nggak perlu belajar tips dan trik ngerjain psikotes, terutama untuk keperluan seleksi pekerjaan secara umum dan tes CPNS secara khusus.

Jadi begini, kenapa hampir selalu ada psikotes dalam suatu seleksi pekerjaan? Psikotes sendiri merupakan sebuah metode untuk mengetahui karakteristik dan potensi seorang kandidat. Lalu hasil tersebut digunakan sebagai salah satu pertimbangan bagi HRD apakah seseorang memiliki karakter dan kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh suatu pekerjaan atau tidak. Kalo bahasa kerennya sih the right man in the right place, gitu.

Setiap pekerjaan memiliki kebutuhannya masing-masing, baik itu dari segi pengalaman, karakteristik pribadi, maupun kualifikasi. Nah dari sini nih, saya sebagai seorang rekruter menyarankan untuk nggak usah deh ikut cara-cara supaya hasil psikotesnya keliatan bagus kayak yang banyak beredar di internet itu. Nggak usah deh cari kayak gituan, mending nyari cara ternak kambing atau ternak lele aja jaga-jaga kalau nanti ndak keterima seleksinya /heh.

Seperti yang sudah disinggung di awal, salah satu fungsi psikotes dalam seleksi kerja itu untuk tahu potensi dan karakter kandidat. Nah di sini sudah jelas, kalo hasil psikotesnya faking good (berbohong supaya terlihat bagus), maka potensi dan karakter sesungguhnya kandidat ini tidak terlihat, melainkan akan ditutupi oleh kepalsuan-kepalsuan yang fana. Padahal nih ya, setiap pekerjaan membutuhkan karakteristik masing-masing supaya pemegang jabatan bisa lantjar djaja mengerjakan tugas-tugasnya. Misal nih untuk pekerjaan seorang sales, dibutuhkan orang dengan karakteristik memiliki kemampuan persuasi yang tinggi, daya tahan tinggi, dan mampu kerja cepet. Atau untuk pekerjaan staff accounting, lebih dibutuhkan orang yang tekun, tenang, dan ketelitian tinggi.

Selain karena setiap pekerjaan memiliki karakteristiknya sendiri, sebuah perusahaan juga memiliki budayanya sendiri. Nah selain untuk menyocokkan karakteristik kandidat dengan pekerjaan yang dilamar, salah satu fungsi psikotes adalah untuk menentukan apakah seorang pelamar cocok nggak dengan budaya perusahaan. Ada perusahaan yang budaya kerjanya sangat serius dan kaku, ada juga yang budaya kerjanya relatif santai dan nggak banyak aturan, mungkin ada juga yang budaya perusahaannya adalah keterbukaan dan mengandalkan kerja sama yang tinggi. Nah sebisa mungkin perusahaan akan mencari kandidat yang karakternya sesuai dengan budaya perusahaan supaya kerjanya betah dan gampang menyesuaikan diri dengan budaya kerja.

Yang kedua, alat psikotes itu tidak tunggal. rekruter biasanya memiliki beberapa alat tes yang digunakan untuk menjaring karyawan dan hampir digunakan semuanya, hahaha. Kenapa gitu sih? Kenapa nggak satu aja alatnya, kan capek ngerjainnya, hufttttt. Nah alasannya adalah selain untuk melengkapi aspek yang ingin digali supaya didapatkan profil yang menyeluruh, juga untuk fungsi crosschecker (crosscheckeeeeer).

Baca Juga:

Bersyukur Tidak Lolos CPNS Setelah Lulus SMA karena Difitnah Teman Dekat kalau Saya Ikut Seleksi Pakai Ordal

Terima Kasih untuk Siapa pun yang Mencetuskan dan Melaksanakan Ide CAT CPNS, Tes yang Tak Pandang Bulu, Tak Pandang Siapa Dirimu

Misal nih untuk aspek kepemimpinan saja, ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk (((menyibak))) potensi kepemimpinan seseorang. Jadi misal ada kandidat yang cuman belajar satu atau dua tes aja, hasil psikotesnya berperluang untuk tidak konsisten, bahkan njomplang bagaikan langit dan bumi. Padahal misal dikerjain apa adanya malah bagus, karena konsisten.

Interview juga seperti itu, salah satu fungsinya yakni untuk kabar-kabari cek dan ricek hasil psikotes dengan kenyataan. Bisa aja hasil psikotes terlihat bagus karena baca tips dan trik ngerjainnya tapi sayangnya kebagusan itu tidak terlihat saat interview. Jadi daripada hidup dalam kesia-siaan, mending ga usah deh belajar tips dan trik ngerjain psikotes.

Alasan selanjutnya yakni tidak semua rekruter itu baik hati. Dalam artian, mungkin ada beberapa rekruter yang okelah, nggak masalah seandainya ada kandidat yang terlihat faking good di hasil psikotesnya. Tapi percayalah, banyak perusahaan yang menerapkan standar tinggi untuk orang yang menjadi karyawannya. Jadi saat ada kandidat yang terlihat mengakali hasil tes, langsung deh tanpa ampun kandidat itu langsung disingkirkan. Dan percayalah juga kalo dari hasil psikotes, seorang rekruter akan tahu apakah psikotes tersebut dikerjakan dengan jujur apa nggak *ketawa jahat*.

Itulah kira-kira alasan kenapa nggak perlu belajar cara ngerjain psikotes supaya hasilnya keliatan bagus. Setiap perusahaan pasti memiliki standar minimalnya sendiri mengenai kelolosan hasil psikotes, tapi bisa saya pastikan perusahaan itu lebih nyari kandidat yang sesuai dengan karakteristik pekerjaan dan budaya perusahaan, nggak harus yang menonjol di segala hal. Jadi seperti yang udah saya bilang berkali-kali sebelumnya, ga usah deh belajar tips dan trik ngerjain psikotes, kerjain aja apa adanya. Jawaban psikotes itu tidak melulu benar atau salah. Jawaban psikotes itu semua benar, asalkan sesuai dengan sejatinya dirimu. Wusssssssh.

BACA JUGA Pedoman Biar Lolos CPNS 2019: dari Pilih Formasi sampai Ngerjain Testnya! atau tulisan Eko Puji Rahayu lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Desember 2019 oleh

Tags: cpnsPsikologipsikotesseleksi pekerjaan
Eko Puji Rahayu

Eko Puji Rahayu

Buruh pabrik di bagian people development.

ArtikelTerkait

6 Kegiatan yang Biasa Dilakukan PNS Setelah Pensiun terminal mojok.co

6 Kegiatan yang Biasa Dilakukan PNS Setelah Pensiun

13 Februari 2022
lanjut s2

Dilema Fresh Graduate: Langsung Kerja, Lanjut S2, atau Daftar CPNS?

21 Oktober 2019
Daftar CPNS bagi Gen Z adalah Tanda Kedewasaan Diri Mojok.co

Bagi Gen Z, Daftar CPNS adalah Salah Satu Tanda Kedewasaan Diri. Banyak Hal yang Secara Sadar Mereka Korbankan

25 Oktober 2023
5 Tipe Respons Bos saat Dipamiti Karyawannya untuk Mengikuti Seleksi CPNS TERMINAL mojok.co

Ikut Tes CPNS Itu Bawa Otak, Bukan Bawa Jimat

10 Februari 2020
kesurupan

Kesurupan Bukan Cuma Terjadi Karena Kerasukan Setan, Bisa Juga Karena Stress dan Banyak Pikiran

29 Mei 2020
mekanisme otak bertahan

Alasan Kita Harus Pakai Otak, Bukan Dengkul

1 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co Surabaya

Malang Memang Sekarang Panas, tapi Tetap Lebih Nyaman daripada Merantau di Surabaya 

8 Juli 2026
Bangkalan Lebih Cocok Jadi Ibu Kota Provinsi Madura daripada Pamekasan Terminal

Bangkalan Lebih Cocok Jadi Ibu Kota Provinsi Madura daripada Pamekasan

8 Juli 2026
Menjadi Tutor Bahasa Inggris untuk Anak TK dan SD Membuat Saya Sadar, "Hello" Jauh Lebih Penting daripada "Open Your Book"

Menjadi Tutor Bahasa Inggris untuk Anak TK dan SD Membuat Saya Sadar, “Hello” Jauh Lebih Penting daripada “Open Your Book”

7 Juli 2026
5 kebiasaan buruk saat ada orang meninggal

5 kebiasaan buruk saat ada orang meninggal, salah satunya bikin malu saja

11 Juli 2026
Bakso Malang adalah makanan khas Jawa Timur terbaik no debat (Wikimedia Commons)

Bakso Malang adalah makanan khas Jawa Timur yang paling bisa diterima semua lidah orang Indonesia ketimbang kuliner Jatim lainnya

12 Juli 2026
Tahlilan di Sumatera beda dengan Jawa, tidak 7 hari penuh dan dihadiri perempuan Mojok.co

Tahlilan di Sumatera beda dengan di Jawa, tidak 7 hari penuh dan dihadiri perempuan

13 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.