'Hanzawa Naoki', Drama Jepang Terbaik yang Banjir Penghargaan – Terminal Mojok

‘Hanzawa Naoki’, Drama Jepang Terbaik yang Banjir Penghargaan

Artikel

Sekitar September 2013 lalu, ada rekor yang dipecahkan oleh sebuah drama di Jepang. Episode terakhir dari drama berjudul Hanzawa Naoki tercatat sebagai drama dengan persentase penonton tertinggi, yaitu 42,2% atau tertinggi dalam 30 tahun terakhir dan dengan rata-rata rating sebesar 28,7%.

Bayangkan, hampir setengah penduduk yang menonton televisi pada saat itu sedang menantikan akting Masato Sakai yang berapi-api. Tidak semua drama bisa tembus rating dua digit. Bagi drama yang bisa tembus angka mentok 20% di episode terakhir, biasanya disebut beruntung. Bahkan drama populer lain seperti Great Teacher Onizuka atau Code Blue Season 3 mentok pada rata-rata rating 20%.

Nggak heran. Banyak yang beranggapan bahwa drama Hanzawa Naoki adalah drama terbaik yang pernah dibuat. Saya akan mencoba menelusuri alasannya.

#1 Tema balas dendam itu selalu menarik

Hanzawa Naoki adalah nama tokoh utama protagonis di drama ini. Drama ini mengisahkan tentang Hanzawa Naoki yang menjadi kepala bagian perkreditan di Tokyo Chuo Bank. Ada alasan sentimental ia ingin menjadi seorang bankir. Yaitu karena pada saat kecil, usaha ayahnya gagal karena ditipu pihak bank.

Tekad itulah yang membuat Hanzawa bekerja di bank dan ingin mengubah mindset pihak bank agar tidak memberi harapan kosong pada nasabah. Selain itu, ada satu orang yang ingin ia cari untuk dimintai permintaan maafnya, yaitu orang yang menipu usaha ayahnya. Tidak mudah untuk mewujudkan ambisinya tersebut karena orang yang dicarinya ada di posisi manajemen atas sehingga mengungkap hal tersebut sama saja seperti membongkar kebusukan satu perusahaan dan mengancam posisinya sendiri.

Ada satu kalimat yang selalu diucapkan Hanzawa dan seketika menjadi terkenal di masyarakat Jepang, “Yararetara yarikaesu. Baigaeshi da.” (jika seseorang menyakiti saya, saya akan menyakiti mereka kembali dua kali lipat).

#2 Kasus yang sangat teknis

Oleh karena cerita Hanzawa Naoki berlatarkan tentang kehidupan karyawan perbankan, kasusnya pun sangat teknis. Sama halnya dengan drama medis seperti Code Blue atau Dr. Rintaro, kasus-kasus yang benar terjadi di kehidupan asli juga diangkat oleh drama ini. Latar cerita perbankan tidak hanya sebagai background dan identitas semata, tapi juga masuk ke dalam alur cerita dan sangat menentukan jalannya cerita.

Salah satu istilah yang mungkin tidak asing bagi karyawan perbankan atau investasi adalah window dressing atau menyajikan laporan keuangan yang lebih baik dari keadaan yang sesungguhnya. Di drama ini, hal tersebut diangkat ke dalam cerita sekaligus dijelaskan sehingga banyak istilah perbankan baru yang kita bisa tahu dari Hanzawa Naoki.

#3 Mencoba meruntuhkan hegemoni

Untuk para sobat anti kemapanan, drama ini benar-benar saya rekomendasikan. Bagaimana cara Hanzawa untuk menguliti sedikit demi sedikit kebusukan atasan tempat di mana ia bekerja benar-benar bikin semangat. Selain ingin membongkar isi perusahaannya yang bobrok, Hanzawa juga memiliki musuh lain.

Terkadang akan ada inspeksi dari organisasi pengawas laporan keuangan pemerintah dan Hanzawa mau tidak mau harus menutupi hal tersebut karena bagaimanapun ia juga bagian dari bank. Jadi ada dua pihak yang berseteru dengan Hanzawa, yaitu petinggi perusahaan dan pemerintah. Pelik~ 

#4 Ekspresi yang berbeda

Apa bedanya dengan drama lain toh yang namanya akting kan memang membutuhkan ekspresi? Beberapa aktor di drama Hanzawa Naoki adalah aktor kabuki. Kabuki adalah seni teater tradisional Jepang yang aktornya menggunakan riasan mencolok dan menampilkan ekspresi wajah tajam dengan intonasi suara yang tinggi.

Hal tersebut menambah kesan dramatis di tengah jalannya cerita sehingga pertikaian protagonis dan antagonis benar-benar didukung lewat ekspresi. Percaya deh, kamu bakal bener-bener benci si antagonis cuma liat mimik mukanya saja.

 

#5 Menggambarkan keadaan atasan-bawahan di dunia kerja

Di drama ini, kamu akan sering menjumpai seorang atasan yang sewenang-wenang terhadap bawahannya. Meskipun cerita ini agak didramatisir, tapi harus diakui memang problem yang sama terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Hierarki perusahaan memaksa bawahan untuk “nurut sampai mati”. Bawahan memilih untuk tidak melakukan konfrontasi dengan atasan karena adanya ketakutan akan kehilangan situasi aman dan pekerjaan.

Mungkin ini adalah satu dari banyak alasan mengapa drama ini dianggap sukses. Melihat Hanzawa membalas musuh-musuhnya dengan membongkar kedok kecurangan mereka sangatlah memuaskan. Apalagi musuhnya adalah atasan sendiri, tindakan yang mungkin sulit dilakukan di dunia nyata.

Drama Hanzawa Naoki ini mendapat penghargaan sebagai The Best Drama dari Nikkan Sport Dorama Grand Prix ke-17. Masato Sakai sebagai pemeran utama mendapat penghargaan sebagai Aktor Terbaik di perhelatan ke-78 Television Drama Academy Awards. Dalam waktu dekat rasanya sulit untuk setidaknya menyamai besaran rating drama ini. Saya rekomendasikan drama ini dan untuk mengisi waktu kalian. Apalagi bagi yang WFH dan diberi banyak tugas oleh atasan kalian hehe.

Setelah kurang lebih 7 tahun menunggu, tahun ini TBS menayangkan Hanzawa Naoki season 2. Jadi siapa kira-kira musuh Hanzawa kali ini?

Sumber gambar: YouTube J-Drama Indonesia

BACA JUGA Andreas Pereira Memang Harus Cari Klub Baru daripada Terus Dicap Wonderkid Gagal dan tulisan CJ Amary Kumang lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Baca Juga:  3 Rekomendasi K-Movie Bertemakan Gangster yang Wajib Kamu Tonton

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.