Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

5 Film yang Harusnya Diputar SCTV Selain ‘Pengkhianatan G30S/PKI’

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
29 September 2020
A A
Bagi Saya, Trans 7 Adalah Channel TV Terbaik Saat Ini terminal mojok.co

Bagi Saya, Trans 7 Adalah Channel TV Terbaik Saat Ini terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

September datang, itu artinya dua perdebatan klasik akan dimulai. Pertama, bagi mereka yang masih saja guyon pakai lagu Green Day “Wake Me up When September Ends”. Kedua, pro kontra penayangan film drama aksi (histori juga nggak, sih?) yang berjudul Pengkhianatan G30S/PKI . Kali ini lakonnya SCTV yang menyiarkan film bersimbah darah kekejaman PKI atas sejarah Indonesia versi pihak yang menang. Iya, setiap tahun masyarakat harus nonton biar semakin hapal.

Direktur Program SCTV, David Suwarto, dikutip dari Detik menuturkan, “Kita sebetulnya memang sudah dari tahun lalu kita juga menayangkan. Jadi memang SCTV itu sering sekali atau kita mungkin dikenal sebagai TV yang paling sering menayangkan film-film Indonesia. Jadi misalnya kayak kemarin kita sudah tayangin film Dilan, Gundala, Milea, Warkop (DKI), hampir semua film Indonesia yang top, box office itu kita. Nah, di luar dari itu kan kita juga tayang film-film yang lain lah, misal bentuknya FTV, gitu ya.”

Beliau bukan bermaksud bilang film Pengkhianatan G30S/PKI ini sama seperti Dilan, Gundala, dan Milea lho, ya. Bukan juga bilang fiksi, tapi maksudnya, selama ada peminat, ya putar saja. Entah dampaknya apa terhadap sejarah, terabas saja. David Suwarto melanjutkan, “Nah jadi film (Pengkhianatan) G30S/PKI ini salah satu film yang kita lihat sangat diminati penonton.”

Kita dapat satu titik cerah. SCTV, sebagai garda terdepan perfilman Indonesia, mengisyaratkan akan memutar film yang digandrungi penontonnya. Padahal, masih banyak film Indonesia yang diminati dan ditunggu-tunggu sekalipun di beberapa layanan streaming, sudah tersedia. Berikut saya rangkumkan kepada SCTV mengenai beberapa film yang harusnya diputar di September ini.

#1 Si Doel The Movie

Film ini sangat diminati oleh masyarakat Indonesia. Tokoh si Doel yang lekat dengan kehidupan kita, Atun yang super imut, dan Zaenab yang sabarnya kepolen, pasti akan menaikkan rating dengan drastis. Buktinya, stasiun televisi sebelah saja menanyangkan terus sampai saya hapal dialognya dan wajah si Doel yang—hampir selalu—poker.

Pertanyaannya, bisa nggak menayangkan film yang sudah dikontrak seumur hidup oleh stasiun rival? Kalau alasannya “pasti memutar film yang diminati penonton” dan SCTV mengaku sebagai garda terdepan perfilman Indonesia, pasti diupayakan, dong?

#2 Penyimpangan Sex

Kalau Pengkhianatan G30S/PKI banyak yang protes saja digas dan ditayangkan, saya bakalan ngambek kalau SCTV nggak berani menayangkan film ini. Sebagai fans Rika Herliana dan juga mewakili beberapa orang yang menggemarinya, aneh jika film ini nggak dilirik oleh stasiun televisi garda terdepan perfilman Indonesia. Film bergenre “olahraga” ini sangat menghibur, premis bagus, plot yang menarik, dan—yang paling penting—sesuai dengan realita, nggak mengada-ada. Urusan jam tayang kan bisa diatur malam hari, ceritanya biar nggak meracuni generasi muda-mudi. Begitu kan?

#3 212: The Power of Love

Saya juga yakin film ini banyak ditunggu oleh pemirsanya. Kita bisa meneladani apa itu perjuangan, cinta kasih, welas asih, dan budi pekerti yang kaya dari film satu ini. Pokoknya banyak yang meminati, setidaknya berjuta-juta manusia di luar sana. Ya udah, itu aja penjelasannya.

Baca Juga:

7 Rekomendasi Film Seks Terbaik Abad 21

7 Rekomendasi Film Dewasa Korea Terbaik Rating 18+ yang Sayang Dilewatkan

#4 The Act of Killing (Jagal)

Film ini juga mengangkat ihwal pengkhianatan PKI. Walau film ini bukan produksi Indonesia, melainkan film dokumenter karya sutradara Amerika Serikat Joshua Oppenheimer, tapi kandungan gizinya mengenai sejarah layak didapatkan oleh masyarakat kita. Bahasanya pun Indonesia. Film dokumenter ini berangkat dari Anwar Congo dan kolega yang “naik pangkat” dari preman kelas teri pencatut karcis bioskop menjadi pemimpin pasukan pembunuh.

Dikutip dari Wikipedia (saya nggak mau menanggung risiko kalau merangkai kata sendiri, takut), tokoh dalam film membantu tentara membunuh lebih dari satu juta orang yang dituduh komunis, etnis Tionghoa, dan intelektual, dalam waktu kurang dari satu tahun.

#5 Senyap (The Look of Silence)

Film ini berhubungan dengan pembantaian massal 1965. Bedanya dengan Jagal, film Senyap menyoroti kisah seorang penyintas dan juga korban ketika keluarganya dulu dituduh sebagai simpatisan PKI. Lebih spesifiknya, film dokumenter Senyap mencoba bertutur mengenai usaha seorang adik menelusuri pembunuhan kakaknya dan mencari siapa pembunuhnya.

Getir, ya? Ya, begitulah keadaannya. Jelas film ini banyak yang minat. Entah kenapa SCTV nggak memutarnya, padahal kan mereka vokal dalam menyuarakan film-film Indonesia. Mungkin, entah nanti, tahun depan, atau kapan pun itu, Senyap akan diputar. Nggak ada yang tahu.

Film ini enak untuk disaksikan, apalagi bagi kalian yang mau melihat sisi lain dari sebuah perbedaan pandangan. Eits, tapi harus diingat, di negara ini, perbedaan masih menjadi hal yang mewah. Melalui SCTV lah, sebagai rumah film Indonesia, kita harusnya berharap untuk bisa memutar film ini dengan khidmat tanpa digarebek oleh masa.

Photo by Huỳnh Đạt via Pexels.com

BACA JUGA Curhat Penjual Angkringan Jogja yang Menganggap Kotanya Biasa Saja dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 Agustus 2021 oleh

Tags: G30Srekomendasi film
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Fight Club Adalah Film buat yang Hidupnya Cuma Kerja, Hedon, dan Ngeluh di Medsos terminal mojok.co brad pitt edward norton

Fight Club: Film buat Orang yang Hidupnya Cuma Kerja, Hedon, dan Ngeluh di Medsos

13 September 2020
3 Rekomendasi K-Movie Bertemakan Gangster yang Wajib Kamu Tonton Terminal Mojok

3 Rekomendasi K-Movie Bertemakan Gangster yang Wajib Kamu Tonton

31 Desember 2020
5 Rekomendasi Film buat Kamu yang Punya Kepribadian INFP Terminal Mojok

5 Rekomendasi Film buat Kamu yang Punya Kepribadian INFP

15 Maret 2022

“The Two Popes” Adalah Film Terbaik 2019 Versi Saya

27 Desember 2019
'Geez & Ann' Adalah FTV yang Kebetulan Dapat Lapak di Netflix terminal mojok.co

‘Geez & Ann’ Adalah FTV yang Kebetulan Dapat Lapak di Netflix

2 Maret 2021
film dengan plot twitst terbaik

Rekomendasi Film dengan Plot Twist Terbaik Part 4

9 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

20 Mei 2026
Orang Kampung yang Sekolah Tinggi Malah Paling Jarang Srawung Mojok.co

Orang Kampung yang Sekolah Tinggi Malah Paling Jarang Srawung

22 Mei 2026
Guru Bimbel, Profesi Paling Pengertian di Dunia

Kalau Mau Anak Pintar Cukup Ikut Les atau Bimbel Saja, Sekolah Cuma buat Formalitas

23 Mei 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
Fotografer Wisuda Selalu Dilema antara Jaga Pertemanan atau Harga Teman Terminal

Fotografer Wisuda Selalu Dilema antara Jaga Pertemanan atau Harga Teman

25 Mei 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.