Halo NET TV, Tayangin Lagi “Tetangga Masa Gitu”, dong!

Artikel

Aminah Sri Prabasari

Sitkom Tetangga Masa Gitu adalah sitkom yang sempat sangat booming yang tayang di NET TV. Episode perdananya tayang 20 Maret 2014 lalu, entah kenapa, sitkom ini kukut tanggal 27 Januari 2017 setelah tiga season.

Buat saya sitkom ini adalah sitkom yang sangat menghibur soalnya cerita nggak hitam-putih. Karakternya juga terlihat wajar dan manusiawi demikian juga dengan konflik yang sehari-hari mereka hadapi. Jauuuh banget dari sitkom biasanya yang sudah ketebak ceritanya padahal baru lima menit pertama.

Kalau kalian lupa atau belum tahu (emang ada ya yang belum tahu??) sitkom ini meceritakan soal pasangan pengantin baru, Bastian Irawan (Deva Mahenra) dan Bintang Howard Bornstein (Chelsea Islan) yang biasa dipanggil Bintang atau Bee saja oleh suaminya, yang bertetangga dengan pasangan yang sudah berumah tangga 12 tahun, Adi Putranto (Dwi Sasono) dan Angela Schweinsteiger (Sophia Latjuba).

Kedua pasutri ini beda banget karakter dan ritme berpasangannya. Bukan hanya karena beda usia pernikahan, tapi memang berbeda tipe kepribadian juga.

Diceritakan Adi Putranto, laki-laki Jawa kelahiran Gunung Kidul, yang nyeni tapi pemalas. Ia seorang pelukis yang juga bekerja sebagai guru seni rupa di sebuah SMU. Di masa mudanya seorang anak band, beberapa kali Poppy Sofia teman nge-band main ke rumah Adi. Bertemu kemudian berpacaran dengan Angel sejak masih kuliah. Ada satu janji Adi yang tak kunjung dipenuhi yaitu membelikan Angel cincin berlian. Adi selalu bangkrut, kadang memanfaatkan orang lain, supaya kebutuhannya terpenuhi. Korban utama adalah Bastian yang polos dan jujur.

Istri Adi, Angela Schweinsteiger, seorang blasteran Jerman-Indonesia. Bekerja sebagai advokat yang bercita-cita menjadi partners dalam sebuah law firms, lulusan sarjana hukum dari UI. Angel adalah sosok eksekutif muda yang pintar dan berkelas. Karirnya yang bagus membuat Adi lebih suka membiarkan istrinya yang menanggung semua pengeluaran keluarga. Meski baju yang dipakai sepertinya hanya itu-itu saja, tidak ada barang murah yang melekat di tubuh Angel. Tas yang dipakai sehari-hari saja merk Chanel yang harganya puluhan juta.

Baca Juga:  Net TV: Dulu Dipuja Sekarang Dicerca

Bastian Irawan, laki-laki Sunda asal Bandung yang anak mama. Bastian adalah suami Bintang yang awalnya seorang sales sabun cuci namun seiring waktu ia bekerja di sebuah event organizer dan lumayan sukses karirnya. Tapi karakter Bastian yang baik hati dan polos ini membuatnya sering dibodohi, ditipu, dan diledek oleh Adi. Bastian memiliki sikap yang romantis, sangat perhatian pada istri, dan hobi bernyanyi. Ia suka membaca komik dan terkadang bertindak seperti tokoh komik, cosplay gitu ceritanya.

Bintang Howard Bornstein atau Bintang Irawan atau biasa dipanggil Bee oleh Bastian merupakan keturunan Amerika-Indonesia. Cantik dan sangat pintar tapi kepintarannya berbeda dengan Angel. Karakter yang sangat khas dari Bintang adalah riang dan selalu positive thinking. Ia selalu menjadi problem solver bagi suaminya yang lebih sering pasrah atau malah tak bisa melihat persoalan sama sekali. Bekerja mengelola toko online membuat Bintang lebih sering di rumah. Kelemahannya hanya satu: tak pernah berhasil memasak.

Detail sitkom ini sangat menyenangkan untuk ditonton. Karena banyak terdapat perbedaan yang digambarkan dengan detail, sampai ke interior rumah segala, kehidupan rumah tangga dan bertetangga mereka terasa nyata meski nano-nano.

Cerita yang diangkat di sitkom ini klasik sih, masalah rumah tangga dan bertetangga sehari-hari. Kalau pernah menonton Bajaj Bajuri dan Suami-suami Takut Istri ya mirip-mirip lah. Bedanya pasangan di Tetangga Masa Gitu ini tinggal di townhouse, rumah tak berpagar, dengan gaya hidup pasangan muda metropolitan dari kalangan menengah atas.

Pasangan Angel dan Adi yang sudah lebih lama menikah cenderung menghadapi permasalahan rumah tangga dengan realistis, sementara Bintang dan Bastian lebih suka romantis.

Keromantisan Bintang dan Bastian sering membuat Angel dan Adi jengkel, ABG banget sih, begitu mungkin pikir mereka.

Bastian dan Bintang memang sering bikin baper. Mereka, mungkin karena masih pengantin baru, nggak ada capeknya saling ngegombal.

Bintang: “I love you Bas…”
Bastian: “I love you too Bee…”
Bintang: “I love you so much, Bas…”
Bastian: “No, I love you so much much much much more more more and more…”

Baca Juga:  Kata Siapa Kuliah di ITB itu Keren?

Begitu saja terus sampai besoknya. Eh, nggak ding, hahaha. Biasanya percakapan yang-yangan tersebut ditutup dengan pelukan. Sengaja banget bikin sirik yang nonton, eh, Angel dan Adi maksudnya.

Cuma segitu doang?

Nggak dong. Bastian punya seabrek gombalan berfaedah buat Bintang. Contohnya di hari ke-551 pernikahan mereka. Bastian berdiri diam di tengah ruang tamunya karena merasa ada yang hilang.

“Kayaknya ada yang hilang deh,” kata Bastian.
“Ooo, kamu kangen ya ama meja tenis meja kamu?” Tanya Bintang sambil menatap meja makan yang tadinya adalah tempat diletakkannya meja pingpong warna hijau milik Bastian.
“Nggak, bukan di situ yang hilang,” jawab Bastian.
“Tapi di sini, aku baru ingat, hati aku bukan hilang tapi ada di kamu,” kata Bastian sambil menunjuk dada kirinya.

Menonton KDRT alias ‘kemesraan dalam rumah tangga’ ala Bastian dan Bintang bikin tersipu sekaligus deg-degan khawatir kena diabetes. Manisnya nggak nahan euy, tolong~

Sementara romantis bagi pasangan Adi dan Angel adalah berhasil melewati pertengkaran tanpa menyakiti satu sama lain. Baikan ala Adi dan Angel nggak ada manis-manisnya tapi terasa nyata, senyata kehidupan di dunia fana ini.

Aduh gara-gara nginget-nginget lagi ceritanya, saya jadi kangen banget nonton acaranya. Ayo dong NET TV tayangin lagi “Tetangga Masa Gitu” plis plis plissss. Kalau acara ini tayang lagi, saya jamin deh, selain bakal mengobati kerinduan banyak orang, acara ini bakal bikin Mas Adi (Dwi Sasono) nggak gabut dan lari ke obat-obatan lagi.

Sumber Gambar: WIkipedia

BACA JUGA Melihat Kehidupan Masyarakat Miskin Kota Melalui Sitkom Bajaj Bajuri dan tulisan Aminah Sri Prabasari lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
11


Komentar

Comments are closed.