Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Hal Menarik Lainnya yang Bisa Kamu Temukan di Karawang Selain Goyang Karawang

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
7 Desember 2019
A A
Hal Menarik Lainnya yang Bisa Kamu Temukan di Karawang Selain Goyang Karawang
Share on FacebookShare on Twitter

“Tinggal di mana kamu sekarang?”

“Karawang.”

“Wah, goyang Karawang.”

Perbincangan semacam ini sangat sering saya alami tiap kali ada teman lama atau seorang kenalan dari luar kota yang bertanya tentang tempat tinggal saya. Hampir 9 dari 10 orang selalu mengomentari jawaban saya seperti itu. Mereka selalu saja mengaitkan Karawang dengan Goyang Karawang. Tak salah memang, karena pada kenyataannya goyang Karawang memang merupakan sebuah tarian tradisional yang cukup legendaris di kota ini. Tapi yang saya maksud, kenapa banyak orang hanya mengaitkan kota ini sebatas dari goyangannya saja. Padahal ada banyak hal menarik tentang kota ini yang banyak orang abaikan.

Belum pernah tuh ada teman yang menjawab, “Wow kota lumbung padi itu yah?”, “Oh, tempat pengasingan Bung Karno dan Bung Hatta itu ya?”, “Itu kota yang punya kawasan indrustri terbesar di Asia Tenggara itu kan ya?”, atau “Wah, Karawang mah kota dengan UMR tertinggi di Indonesia itu yah?” Kenapa dari sekian banyak hal mengagumkan yang dimiliki Kota Pangkal Perjuangan ini hanya Goyang Karawang yang melekat diingatan sebagian banyak orang?

Dari beberapa artikel yang pernah saya baca, sejarah Goyang karawang ini sendiri merupakan sebuah tarian yang dimainkan para penari ronggeng yang terkenal erotis dan menggoda. Sepertinya, pertunjukan ronggeng dengan goyangannya yang menggoda semacam ini sangat lumrah untuk daerah pesisir Pantai Utara. Mengingat Karawang juga masuk dalam zona jalur Pantai Utara.

Pada bulan September kemarin di Karawang sempat diadakan juga Festival Goyang Karawang yang dibuat secara besar-besaran. Acara ini bahkan disiarkan secara live di televisi swasta. Sehingga bagi mereka yang bukan orang Karawang pun, tetap bisa melihat dan menyaksikan pertunjukan ini.

Meski sangat terkenal dan popoler, pada kenyataannya banyak teman saya yang merupakan orang Karawang asli, justru tak tahu menahu dengan Goyang Karawang tersebut. Setahu mereka tarian khas Karawang itu yah hanya Jaipong. Itu pun tak semua masyarakatnya bisa menarikannya.

Baca Juga:

Seharusnya Karawang Mau Merendahkan Diri dan Belajar pada Purwakarta, yang Lebih Tertata dan Lebih Terarah

Karawang dan Masalah Banjir yang Tak Kunjung Usai: Pemda Sibuk Urusi Izin Investasi, tapi Lupa Menjaga Ekologi

Saya hanya ingin menunjukkan bahwa Karawang itu nggak sekadar punya Goyang Karawang saja. Bisa dibilang Karawang ini merupakan sebuah kota yang cukup bersejarah bagi negeri ini. Tentu kita masih ingat sehari sebelum peristiwa Proklamasi, di mana para pemuda menculik Ir. Soekarno dan Moh. Hatta. Keduanya disembunyikan ke Rengasdengklok guna menghindari hasutan Jepang. Nah, perlu dipahami bahwa Rengasdengklok ini ada di Karawang, Gaes.

Rumah yang menjadi tempat diculiknya dua proklamator kita itu bahkan masih ada sampai sekarang. Walaupun lokasinya sudah dipindah dari tempat semula dan beberapa benda sudah dibawa untuk dimuseumkan. Saya sendiri pernah ke Rengasdengklok dan benar saja daerah ini memang cukup tersembunyi dari pusat kota.

Di Rengasdengklok, kita juga bisa menemukan makanan khas Karawang yang begitu popular: serabi hijau Dengklok. Serabi berwarna hijau dengan kuah yang rasanya manis sekali. Jadi saat kita berkunjung ke rumah persinggahan Bung Karno ini, kita bisa sekalian mampir untuk wisata kuliner.

Karawang dulunya mendapat julukan Kota Lumbung Padi Nasional. Di mana kota ini merupakan kota penghasil beras terbesar se-Indoensia. Namun untuk sekarang ini saya sangsi julukan ini masih relevan atau tidak untuk kota ini. Pada kenyataannya, sawah-sawah di Karawang mulai tergerus zaman. Lahan yang tadinya ditanami hamparan padi, kini berubah menjadi perumahan, kios, mal, ataupun ruko. Meski masih ada banyak area persawahan, namun saat ini sudah tak sebanyak dulu lagi. Sawah di dekat rumah saya yang sering saya gunakan untuk jogging pagi pun sekarang juga sudah ludes diganti dengan perumahan.

Masalah ini tentu berkaitan dengan adanya beberapa kawasan industri yang besar di kota ini. Adanya kawasan industri ini tentu seperti magnet yang menarik para pekerja dari luar kota untuk berdatangan mencari rezeki di kota ini. Sehingga semakin hari kepadatan, keramaian, serta kemacetan tak bisa dihindari lagi.

Saat kali pertama saya datang ke kota ini sekitar tahun 2012, Karawang belum seramai seperti saat ini. Saya masih ingat, dulu bahkan hanya ada satu biskop kecil di sini. Toko buku sekelas Gramedia pun juga belum ada. Hingga sekitar tahun 2016, terjadi pembangunan besar-besaran. Mal semakin banyak, hotel mewah mulai dibangun, bioskop-bioskop menjamur di setiap mal, dan perumahan semakin tak terbendung.

Pada tahun 2018 dan 2019, Karawang dinobatkan sebagai kota dengan UMR tertinggi di Indonesia. Hal ini bisa dianggap berkah dan juga musibah. Lantaran gara-gara hal ini tak sedikit perusahaan yang mem-PHK karyawannya secara besar-besaran. Hal ini juga tentu berimbas pada warga asli yang tidak bekerja sebagai karyawan karena secara otomatis semua bahan makanan akan ikut naik seiring kenaikan gaji para karyawan.

Kita juga tentu masih ingat dong dengan sebuah puisi karya Chairil Anwar yang berjudul Karawang-Bekasi. Nah, kalau kalian sedang main ke Karawang, ada baiknya mampir ke Monumen Rawa Gede. Itu merupakan sebuah bangunan untuk mengenang peristiwa di mana begitu banyak rakyat sipil dibantai oleh pasukan Kolonial Belanda. Peristiwa itulah yang mengilhami Chairil Anwar dalam menciptakan puisinya tersebut.

Perlu diketahui juga kalau Karawang itu juga punya candi loh ya. Candi Jiwa. Candi yang katanya usianya lebih tua dari Candi Prambanan ataupun Candi Borobudur. Letak candi ini pun ada di tengah sawah. Di sini juga ada pabrik percetakan uang negara. Ada San Diego Hills juga, kuburan untuk para ningrat. Ada banyak wisata alamnya juga. Gimana nggak tertarik gitu main ke Karawang? Jadi nanti kalau seumpama mendengar Kata Karawang lagi, mbok ya ceritakan hal-hal lain tentang kota ini selain Goyang Karawang-nya, ya!

BACA JUGA Berjuang Bersama untuk Bisa Turun di Stasiun Bekasi atau tulisan Reni Soengkunie lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Januari 2022 oleh

Tags: Goyang KarawangKarawangRengasdengklok
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

Surat Terbuka untuk Camat Rengasdengklok! (Unsplash)

Surat Terbuka untuk Camat Rengasdengklok, Terkait Semrawutnya Alun-alun Rengasdengklok di Depan Matanya

29 Juni 2023
Slogan I Love Karawang Wujud Miskin Ide Pemda Karawang (Unsplash)

Saya Malu dengan Slogan I Love Karawang yang Tidak Representatif, Tidak Cinta Bahasa Daerah, dan Miskin Ide

26 Juni 2024
Karawang Sibuk Bersolek ketimbang Memenuhi Kebutuhan Dasar Adalah Bukti Daerah Ini Salah Urus

Karawang Sibuk Bersolek ketimbang Memenuhi Kebutuhan Dasar Adalah Bukti Daerah Ini Salah Urus

31 Juli 2025
Dear Pemda Karawang, Karawang Butuh Pohon yang Banyak, Bukan Tanaman Hias Unyu Nirfaedah!

Dear Pemda Karawang, Karawang Butuh Pohon yang Banyak, Bukan Tanaman Hias Unyu Nirfaedah!

12 Agustus 2023
Angka Pengangguran di Karawang Tinggi dan Menjadi ironi Industri (Unsplash) Malang

Tingginya Angka Pengangguran di Karawang Adalah Dosa Besar dan Menjadi Ironi bagi Sebuah Kota Industri

5 November 2023
Katanya Karawang Mau Jadi Kota Metropolitan, tapi kok Masih Ada Warga yang MCK di Sungai?

Katanya Karawang Mau Jadi Kota Metropolitan, tapi kok Masih Ada Warga yang MCK di Sungai?

16 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

20 Mei 2026
Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan Mojok.co

Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan

19 Mei 2026
8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya Mojok.co

8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya

19 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.