Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Gunungkidul Darurat Penerangan Jalan: Pembangunan Hanya Terpusat di Kota, Warga Pinggiran Bertaruh Nyawa

Jevi Adhi Nugraha oleh Jevi Adhi Nugraha
17 Mei 2024
A A
Gunungkidul Darurat Penerangan Jalan: Pembangunan Hanya Terpusat di Kota, Warga Pinggiran Bertaruh Nyawa

Gunungkidul Darurat Penerangan Jalan: Pembangunan Hanya Terpusat di Kota, Warga Pinggiran Bertaruh Nyawa (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Keluhan mengenai minimnya penerangan jalan di Gunungkidul akhir-akhir ini semakin santer terdengar di media sosial. Rintihan itu nggak hanya datang dari warga lokal, tetapi juga para wisatawan luar daerah yang harus pulang malam setelah menikmati matahari tenggelam di pantai selatan.

Sebagai orang yang buruh di Kota Jogja dan sering pulang malam, saya juga resah dengan kondisi ini. Saya tahu persis situasi ketika berkendara di jalan gelap gulita. Dengan diliputi rasa waswas dan takut, para pengendara biasanya memacu kendaraannya jauh lebih cepat. Kondisi ini tentu nggak hanya bikin suasana hati nggak nyaman, tapi juga memperbesar risiko kecelakaan.

Laporan dari warga sekitar sebenarnya cukup sering dilayangkan. Tapi, pihak Dishub dan Pemkab kompak selalu berdalih minim anggaran. Padahal pendapatan daerah tahun 2023 naik lho, tapi kenapa, ya, setiap tahun alasannya itu-itu saja? Serius nanya, ini beneran minim anggaran atau memang mager saja mengurus kebutuhan warga, ya?

Pengendara bertaruh nyawa di malam hari

Gunungkidul sudah genap berusia 193 tahun, tapi masalah penerangan jalan umum (PJU) sampai sekarang tak kunjung rampung. Banyak sekali jalur vital di Gunungkidul kalau malam hari benar-benar gelap, segelap hati Pemkab yang terus membiarkan masalah ini berlarut-larut.

Menurut Dishub yang saya kutip dari Kumparan, saat ini wilayah Gunungkidul hanya memiliki sekitar 2.000 unit penerangan jalan. Padahal menurutnya, daerah ini membutuhkan 10.000 unit di ruas jalan kabupaten. Artinya, alat penerangan jalan di Gunungkidul saat ini kurang dari 50 persen.

Salah satu jalur utama Gunungkidul-Kota Jogja yang sampai sekarang tetap dibiarkan gelap-gulita di malam hari adalah kawasan Hutan Bunder Tahura, Playen. Nggak hanya minim penerangan, di kawasan ini juga banyak ditemukan kabel-kabel semrawut yang nyaris menyentuh tanah.

Semua orang tahu, dengan tidak adanya penerangan jalan, tentu sangat membahayakan pengendara di malam hari. Sebab, di tengah kondisi gelap, biasanya para pengendara akan memacu kendaraannya lebih cepat, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

Pertanyaannya, kenapa hal-hal dasar semacam ini sampai sekarang belum juga diurus? Negara lain sudah mengirimkan astronot terbang ke Mars lho, Pak, mosok Pemkab Gunungkidul menyediakan lampu jalan saja nggak becus. Ngene kok jare mau bikin resort and beach club standar internasional. Hesh, ra mashok!

Baca Juga:

Sebagai warga Jogja, pantai Bantul lebih menarik untuk dikunjungi dibanding pantai Gunungkidul

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

Pembangunan hanya terpusat di kota

Selain Hutan Bunder, ada beberapa jalan yang sering dikeluhkan pengendara Gunungkidul. Mulai dari kawasan Pathuk, Jalan Semanu-Wonosari, sepanjang JJLS Rongkop-Girsubo, Jalan Ngawen-Klaten, hingga jalur wisata pantai selatan. Padahal kita tahu beberapa jalur tersebut menjadi akses utama wisatawan dan warga Gunungkidul saat hendak keluar kota.

Di saat wilayah pinggiran dan perbatasan sangat membutuhkan PJU, Pemkab dan pihak-pihak terkait justru memprioritaskan pembangunan di area Kota Wonosari saja. Padahal kalau dilihat-lihat, ibu kota kabupaten ini secara fasilitas sudah (lumayan) memadai dibanding kecamatan lain di Bumi Handayani. Ini bisa dilihat dari pembangunan nggak guna kayak Taman Tobong Gamping dan revitalisasi Alun-Alun Wonosari yang penuh gemerlap cahaya lampu.

Pembangunan yang hanya terpusat di kota inilah yang acap dikeluhkan oleh warga pelosok Gunungkidul. Nggak hanya soal penerangan jalan, beberapa fasilitas umum seperti layanan kesehatan dan pendidikan yang mumpuni juga hanya ada di Kota Wonosari. Makanya anggaran untuk memperbaiki sarana-prasarana hanya terserap di pusat dan menyebabkan pembangunan, khususnya penerangan jalan, kurang merata.

Pemkab Gunungkidul nggak paham skala prioritas

Saya rasa Pemkab Gunungkidul kurang peka dan nggak paham dengan prioritas. Alih-alih memperbaiki alat penerangan jalan umum di jalur-jalur krusial yang jelas amat sangat dibutuhkan warga, malah sibuk mengembangkan proyek-proyek mubazir kayak revitalisasi alun-alun dan taman kota dengan tujuan agar menarik wisatawan luar daerah dan persiapan menuju wisata internasional.

Melihat kondisi jalan di Gunungkidul yang masih peteng ndedet seperti sekarang, rasa-rasanya masih terlalu dini jika Pemkab bicara soal meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui wisata berbasis internasional. Yah, gimana mau sejahtera kalau buruh pulang malam seperti saya harus bertaruh nyawa karena minim penerangan jalan?

Jadi, sebelum bicara ndakik-ndakik perkara pengembangan wisata dan taman-taman ikonik itu, bukankah lebih baik memperbaiki alat penerangan jalan umum terlebih dahulu? Katanya keselamatan dan kenyamanan warga harus (selalu) diutamakan, kenapa hal-hal dasar kayak gini justru terabaikan?

Ironis memang. Di tengah maraknya pembangunan hotel-hotel di Gunungkidul yang penuh gemerlap cahaya lampu, warga harus bertaruh nyawa ketika berkendara di malam hari.

Pada akhirnya, lagi dan lagi warga Gunungkidul disuruh mandiri dengan cara iuran membuat lampu penerangan jalan di depan rumah. Kalau sudah begini, apa sebenarnya keuntungan (((pesta demokrasi))) yang diadakan lima tahun sekali itu? Mosok iya cuma keributan?

Sungguh melelahkan.

Penulis: Jevi Adhi Nugraha
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Hati-hati Beli Rumah di Gunungkidul, Banyak Developer Bodong!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Mei 2024 oleh

Tags: GunungkidulLampu Jalanpemkab gunungkidulpilihan redaksiwarga gunungkidul
Jevi Adhi Nugraha

Jevi Adhi Nugraha

Lulusan S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berdomisili di Gunungkidul.

ArtikelTerkait

Kawasan Bukit Patuk Gunungkidul: Jalur yang Memanjakan Mata sekaligus Sumber Derita Para Pengendara imogiri alun-alun gunungkidul

Kawasan Bukit Patuk Gunungkidul: Jalur yang Memanjakan Mata sekaligus Sumber Derita Para Pengendara

11 Januari 2024
5 Hal yang Bikin Pelanggan Kesal Saat Beli Nasi Padang

Dear Zee JKT48, Kamu Nggak Salah kok Makan Nasi Padang Pakai Sendok

8 Januari 2023
Jadi Pengusaha Itu Mudah, yang Bikin Rumit Pikiran Kita Terminal Mojok (Unplash.com)

Jadi Pengusaha Itu Mudah, yang Bikin Rumit Pikiran Kita

13 September 2022
Keluh Kesah Tinggal di Kecamatan Dramaga Bogor

Keluh Kesah Tinggal di Kecamatan Dramaga Bogor

30 Maret 2023
Klaten Nggak Melulu Candi Prambanan dan Umbul Ponggok, Ada Desa Kemudo yang Tak Kalah Istimewa! klaten solo jogja

Klaten Nggak Melulu Candi Prambanan dan Umbul Ponggok, Ada Desa Kemudo yang Tak Kalah Istimewa!

11 Mei 2024
5 Sisi Gelap Profesi Bankir Terminal Mojok

5 Sisi Gelap Profesi Bankir

24 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

2 Agustus 2026
Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

31 Juli 2026
Alasan modal Rp100 miliar lebih baik "disulap" jadi bisnis laundry daripada usaha yang ikuti tren Mojok.co

Alasan modal Rp100 miliar lebih baik “disulap” jadi bisnis laundry daripada usaha yang ikuti tren

2 Agustus 2026
Cipatat, kecamatan di Bandung Barat yang kontribusinya sering luput dari perhatian orang-orang Mojok.co

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

31 Juli 2026
Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.