Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Gunung Salak dan Misteri 5 Hal Gaib yang Sering Ditemui Pendaki

Muhammad Afsal Fauzan S. oleh Muhammad Afsal Fauzan S.
16 Desember 2021
A A
Gunung Salak dan Misteri 5 Sosok Gaib terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Ngomongin gunung memang nggak ada habisnya. Apalagi kalau soal hal gaib yang ada di gunung, pasti banyak banget teori-teori liar di kalangan masyarakat. Pada 2012 lalu, kita tahu sendiri, pesawat Sukhoi Superjet 100 jatuh di Gunung Salak, setelah kejadian itu muncul banyak pembicaraan mengenai sejarah dan juga misteri-misteri di gunung yang membelah wilayah Bogor dan Sukabumi itu.

Dilihat dari sejarahnya, Gunung Salak memang dikenal angker oleh kalangan masyarakat lokal dan para pendaki. Bahkan, kalangan penerbang pun mengakui keangkeran gunung ini. Pasalnya, nggak sedikit pendaki yang hilang, tersesat, bahkan meninggal di Gunung Salak. Nggak cuma itu, sudah ada tujuh pesawat yang jatuh di lereng gunung ini, loh!

Meski begitu, ternyata asal-usul penamaan Gunung Salak ini masih menjadi misteri yang belum bisa dipecahkan. Buat orang yang gemar cocoklogi, mungkin akan mengira nama gunung ini berhubungan dengan buah salak. Tapi, teori itu juga menjadi salah satu versi sejarah gunung yang memiliki dua lereng ini.

Dalam salah satu versi sejarah, Gunung Salak diambil dari bahasa Sanskerta, yaitu Salaka yang artinya perak. Oleh karenanya Gunung Salak bisa diartikan sebagai gunung perak. Jadi, memang nggak ada hubungannya dengan buah salak yang biasa kita beli di pasar atau pedagang buah pinggir jalan, ya.

Akan tetapi, ada versi lain yang menyatakan bahwa di lereng gunung ini pernah berdiri sebuah kerajaan bernama Salakanagara. Konon, kerajaan ini berdiri pada abad keempat dan kelima masehi. Dalam versi ini, nama Gunung Salak diambil dari awal kata nama Kerajaan Salakanegara. Dan, ternyata versi ini memiliki sejarah yang cukup panjang.

Konon, Kerajaan Salakanagara dipimpin oleh seorang raja dengan gelar Raja Dewawarman I-VIII. Nah, kerajaan ini terungkap dari penemuan tulisan Raja Cirebon yang berkuasa pada tahun 1617 Wangsakerta. Tulisan itu katanya ditulis pada abad ke-19 masehi. Dari tulisan itu juga diketahui kalau kerajaan Hindu pertama di Pasundan itu bukan Tarumanagara, melainkan Salakanagara. Sayangnya, versi sejarah ini masih simpang-siur kebenarannya.

Ada lagi versi sejarah lain dari warga lokal yang bilang bahwa di lereng gunung ini ada buah salak berukuran jumbo. Konon, penamaan gunung ini berasal dari penemuan buah salak yang besar tersebut. Tapi, hingga saat ini belum pernah ada foto atau artikel yang menjelaskan tentang penemuan buah salak raksasa ini.

Fakta menariknya, gunung ini punya tiga puncak tertinggi, yaitu Puncak Sumbul setinggi 1.926, Puncak Salak II setinggi 2.180, dan Puncak Salak I yang tingginya 2.211 mdpl. Berdasarkan dokumen PVMG, gunung ini meletus pada 1699. Letusan itu paling besar daripada erupsi magmatis lain yang terjadi pada 1790, 1902-1903, dan 1935. Gunung Salak terakhir meletus pada 1938. Letusan itu berupa eruspsi freatik dan terjadilah Kawah Cikuluwung Putri.

Baca Juga:

Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

Kawali, Kecamatan Istimewa di Kabupaten Ciamis yang Jarang Dilirik. Hanya Dilewati Wisatawan yang Fokus ke Pangandaran

Sama seperti Gunung Gede Pangrango dan Gunung Manglayang yang saya tulis beberapa minggu lalu, Gunung Salak juga punya banyak petilasan atau tempat bersemedi para raja dan pengikutnya. Bahkan, petilasan itu tersebar di berbagai titik, seperti petilasan Raja Pajajaran, Prabu Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi di kaki Gunung Salak di daerah Bogor yang katanya mencapai puluhan titik.

Warga lokal percaya, leluhur yang ada di gunung ini memliki puncak ilmu tertinggi dan gunung ini adalah tempat peristirahatannya. Makanya setiap bulan Maulud selalu ada yang berziarah di beberapa petilasan. Seperti di makam Mbah Salak atau Eyang Manik dengan nama alias Mama Raden Hasan Basri dan nama gelar Raden Hasan Brajakusumah di Puncak Salak I. Puncak Salak I dianggap puncak suci oleh warga lokal, makanya jarang ada pendaki yang mencapai puncak ini.

Selain sejarah penamaan yang masih menjadi misteri, Gunung Salak juga mempunyai misteri lain yang nggak kalah mindblowing dan menyeramkan. Ada lima hal gaib yang kerap ditemui di kaki Gunung Salak.

Pertama, sosok nenek berusia 80 tahunan. Sosok nenek ini biasa memperlihatkan diri di tepian tebing. Konon, nenek ini suka bersikap ramah dan menyapa siapa saja yang ditemuinya. Anehnya, nenek ini biasa berbicara dengan aksen Jawa yang kenal, padahal Gunung Salak ini berada di tengah-tengah mayoritas penduduk asli yang berbahasa Sunda. Kalau ketemu nenek ini, kira-kira kamu bakal ngapain hayo?

Kedua, babi hutan raksasa. Konon, di Gunung Salak ada babi hutan sebesar truk sampai ada ular dan kuda emas yang dipercaya sebagai penjaga hutan. Lagi-lagi kuda, ya. Di tulisan sebelumnya, kuda selalu ada dalam misteri di suatu gunung. Tapi, banyak juga pendaki yang bertemu macan yang konon itu adalah jelmaan Prabu Siliwangi.

Ketiga, suara gamelan. Ini memang bukan sosok yang dilihat, tapi didengar. Pendaki biasanya ada yang mendengar suara gamelan mengalun di sekitar jalur pendakian. Kalau kita analisis bersama, sangat nggak memungkinkan buat membawa alat gamelan yang berat banget ke jalur pendakian. Terus, suara yang sering didengar para pendaki itu apa, dong? Hiiiy.

Keempat, wanita cantik. Dalam suatu berita, diceritakan ada salah satu anggota Tim Sar yang menjadi saksi soal mimpi yang dialami ketika tidur di Gunung Salak. Ia bermimpi bertemu wanita cantik yang menghidangkan minuman di sebuah rumah yang berada di puncak gunung. Waduh, kalau ketemu wanita cantik di gunung gitu kan agak horor gimana juga, ya.

Kelima, pasar misterius. Pasar gaib memang menjadi salah satu hal yang sangat ditakuti para pendaki. Di satu bukit di gunung ini, konon ada situasi ramai seperti pasar. Tapi, saat disadari, keramaian itu adalah para lelembut yang menjadi manusia biasa dan melenakan para pendaki.

Gimana? Benar-benar serem? Sejujurnya, saya menulis artikel ini dengan bulu kuduk berdiri. Terlebih menulisnya di tengah malam. Saat meriset tulisan ini, saya sampai berpikir, “Kurang kerjaan banget saya nulis ginian.” Sudah, cukup menakutkan untuk dilanjutkan. Tertarik buat mendaki gunung ini?

Sumber Gambar: Ehamberg via Wikimedia Commons

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Desember 2021 oleh

Tags: Gunung SalakJawa BaratMitos
Muhammad Afsal Fauzan S.

Muhammad Afsal Fauzan S.

Mantan wartawan yang jadi programmer dan web developer di pesantren. Sudah menulis sejak 7 tahun lalu. Suka baca buku sambil ngopi.

ArtikelTerkait

menghilangkan jerawat air putih mitos mojok

Jerawat Hilang dengan Minum Air Putih yang Banyak? Ah, Mitos!

11 September 2020
Universitas Padjadjaran (Unpad) (Unsplash.com)

Unpad, Kampus Rest Area yang Cuma Menang Status Negeri Doang!

16 Juni 2022
mitos horor sekolah mojok

4 Mitos Horor yang Sering Kali Muncul di Sekolah

19 Juli 2020
Tragedi Tumbal dan Bus Kesasar di Sungai Pemali Brebes

Tragedi Tumbal dan Bus Kesasar di Sungai Pemali Brebes

29 Oktober 2022
Menata Ulang Kawasan Gedung Sate Bandung Adalah Hal yang Sia-Sia Mojok.co

Menata Ulang Kawasan Gedung Sate Bandung Adalah Hal yang Sia-Sia

21 November 2025
keistimewaan

Melihat Keistimewaan Anak ‘Kalung Usus’

30 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya  Mojok.co

4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sebenarnya Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya 

18 April 2026
Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

21 April 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal

22 April 2026

Di Balik Cap Manja, Anak Bungsu Sebenarnya Dilema antara Kejar Cita-cita atau Jaga Ortu karena Kakak-kakak Sudah Berumah Tangga 

17 April 2026
5 Kuliner Bandungan Semarang yang Pantang kalau Dilewatkan Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Bandungan Semarang yang Sayang kalau Dilewatkan Wisatawan

20 April 2026
Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku Mojok.co

Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku

20 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama
  • Guru, Profesi yang Dihormati di Desa tapi Hidupnya Sengsara di Kota: Dimuliakan Seperti Nabi, Digaji Lebih Kecil dari Kuli
  • Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.