Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Gunung Pundak Mojokerto: Terkenal Indah dan Cocok bagi Pemula, tapi Punya Sisi Buruk yang Perlu Diwaspadai

Achmad Fauzan Syaikhoni oleh Achmad Fauzan Syaikhoni
6 September 2024
A A
Gunung Pundak Mojokerto: Terkenal Indah dan Cocok bagi Pemula, tapi Punya Sisi Buruk yang Perlu Diwaspadai

Gunung Pundak Mojokerto: Terkenal Indah dan Cocok bagi Pemula, tapi Punya Sisi Buruk yang Perlu Diwaspadai

Share on FacebookShare on Twitter

Dua-tiga hari lalu, banyak kawan-kawan mahasiswa bertanya ke saya terkait pegunungan yang ada di Mojokerto. Mereka penasaran, apa benar Gunung Pundak lebih cocok bagi pendaki pemula ketimbang Gunung Penanggungan. Pertanyaan itu kemarin mereka lontarkan sambil menodongkan beberapa konten TikTok yang menampilkan pesona keindahan Gunung Pundak.

Sebagai warga asli Mojokerto yang sering mendaki, tentu saya memaklumi pertanyaan itu. Saya tahu bahwa Gunung Penanggungan memang kurang cocok untuk pemula. Penyebab utamanya adalah trek yang kelewat terjal dan penuh bebatuan. Mungkin itulah alasan mengapa banyak konten kreator kini lebih merekomendasikan Gunung Pundak sebagai penggantinya.

Tapi, apakah Gunung Pundak beneran lebih worth it bagi pendaki pemula?

Jujur saja, bagi saya belum tentu. Puncak Gunung Pundak memang sangat menawan karena punya sumber air jernih dan pemandangan Gunung Welirang, Gunung Arjuno, serta Gunung Penanggungan. Ketinggiannya pun cuma 1.585 mdpl, dengan trek pendakian yang tidak begitu terjal. Namun, tetap saja, Gunung Pundak tak bisa dianggap remeh. Ia juga punya sisi buruk yang perlu diwaspadai, apalagi bagi pemula.

Trek awal pendakian yang bisa menguras tenaga

Biasanya, seseorang yang baru mendaki sangat bersemangat di awal perjalanan. Trek yang begitu landai, seolah membuat pendakian gunung terasa tidak ada apa-apanya ketimbang mendaki ekspektasi orang tua. Tentu saya bukan bermaksud menyepelekan siapa pun, termasuk kalian. Itu juga wajar-wajar saja sebagai pemula. Toh, trek awal pendakian umumnya juga demikian.

Akan tetapi, pos 1 atau trek awal di Gunung Pundak ini, sebaiknya tidak didaki dengan langsung penuh semangat. Jika gunung pada umumnya punya trek awal yang relatif landai, sedikit naik-turun, dan kadang zigzag, maka di gunung ini treknya nanjak secara konstan meski landai. Sangat sedikit trek yang memungkinkan pendaki untuk menyimpan tenaganya di awal pendakian.

Saya pribadi sudah tiga kali menemani kawan yang sudah kelelahan walau masih di tengah-tengah pos 1. Sialnya memang kawan saya itu kolotnya minta ampun kalau dikasih tahu. Makanya, kalau kalian berniat mau mendaki Gunung Pundak, beneran jangan anggap trek di pos 1 kayak gunung biasanya. Santai aja udah, simpen itu energi kalian buat ke pos-pos berikutnya.

Di pos 2 banyak jalur bercabang yang membingungkan

Selain pos 1 yang bisa menguras tenaga, pos 2 juga perlu diwaspadai sama pendaki pemula. Secara kontur, trek pendakian di pos 2 memang aman-aman saja; nggak terjal, juga nggak licin, meski sudah mulai agak nanjak. Di pos ini juga terdapat sumber air jernih, yang bisa dikunjungi pendaki bila cadangan minumannya sudah habis.

Baca Juga:

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

Tapi, ngerinya adalah, di sana banyak jalur bercabang yang membingungkan. Saya pribadi, meski sudah mendaki Gunung Pundak Mojokerto sebanyak 6 kali, tapi masih kerap bingung saat bertemu jalur bercabang. Karena memang cukup banyak dan nggak pasti. Maksud saya nggak pasti adalah, terkadang ada jalur yang ditutup, lalu diganti dengan jalur lama yang direstorasi. Itu cukup sering, dan jelas makin membingungkan.

Saya nggak tahu kenapa itu sering terjadi. Atau mungkin sebenarnya nggak sering, tapi memang kebetulan saja pas saya lagi mendaki. Yang jelas, kalau kalian baru kali pertama ke Gunung Pundak, harap pahami tanda petunjuk jalurnya. Jika di jalur bercabang terdapat tali yang terikat pada 1 pohon, maka itulah jalur yang sebenarnya. Nggak usah takut, talinya pasti ada. Itu sudah menjadi petunjuk umum di jalur pegunungan.

Sering terjadi badai pasir di puncak Gunung Pundak

Sesudah melewati pos 1 dan 2, pendaki akan melewati pos 3. Pos ini merupakan pos terakhir sebelum ke puncak, sekaligus area yang dipakai untuk camping. Meski area camping, tapi para pendaki kebanyakan sering mendirikan tenda di puncak. Alasannya ada dua: karena pos 3 sudah penuh, atau kalau nggak gitu karena ingin menikmati pemandangan di puncak Gunung Pundak Mojokerto.

Harus diakui, memang pemandangan di pos 3 nggak terlalu apik, karena hanya melihat tata ruang Kota Mojokerto. Sedangkan di puncak Gunung Pundak, pendaki bisa melihat berbagai pemandangan; mulai dari tata ruang kota, Gunung Arjuno, Gunung Penanggungan, hamparan ilalang, hingga hijaunya lereng Gunung Welirang yang sangat berdekatan. Buagus memang.

Tapi sialnya, kondisi puncak Gunung Pundak ini kerap mengecewakan. Ketika musim kemarau, sebagaimana musim yang cocok untuk mendaki, itu sering banget terjadi badai pasir. Karena bisa dibilang, 50 persen area puncaknya itu pasir. Alhasil, selain membuat mata kelilipan, tenda pun akan terombang-ambing. Bahkan juga bisa bikin tenda lepas dari pasaknya, lalu jungkir balik hingga terbang bebas ke mana-mana. Tenda saya sudah dua kali jadi korbannya.

Kalau ditanya kapan badai pasir itu bisa terjadi, jujur saja, saya nggak tahu. Pihak petugas Gunung Pundak pun, selama saya mendaki di sana, nggak pernah ngasih tahu kapan pastinya badai brengsek itu datang. Yang pasti, kalau kalian ke sana, saran saya jangan mendirikan tenda di puncak. Udah, mending di pos 3 aja, biar aman dan sentosa.

Aturan tidak tertulis Gunung Pundak yang sebaiknya tetap dihargai

Di balik keindahannya, Gunung Pundak juga punya mistik sebagaimana gunung pada umumnya. Tetapi, gunung ini agak berbeda. Jika biasanya para pendaki disarankan agar jangan berjumlah ganjil, di Gunung Pundak disarankan supaya jangan sampai di puncak pada jam 8 malam. Kenapa? Katanya, nanti akan berpotensi mengalami kejadian yang tidak-tidak.

Saya tahu beginian karena awal mendaki Gunung Pundak langsung mengalami hal tak masuk akal itu. Mulai dari suara sinden, semilir angin yang tiba-tiba menusuk kulit, dan melihat bayang-bayang potongan tubuh makhluk agak laen, semuanya saya alami dengan kawan-kawan mapala pada waktu itu. Saya baru tahu ada aturan mistik tak tertulis setelah sampai puncak, dan dibilangi sama mas-mas di sana.

“Lho, Mas, sampean baru sampe puncak  jam 12?” tanya mas-mas waktu itu.

“Iya, Mas, emangnya kenapa, ya?”

“Woalah Masss, aku yang baru sampe jam 7 tadi aja udah bau melati, gimana sampean. Saranku, lain kali kalau mau aman, usahakan sampe puncak jangan pas jam 8 malam” tandasnya.

Omongan mas-mas tersebut sempat saya anggap angin lalu. Tapi entah kenapa, sampai 6 kali berturut-turut mendaki Gunung Pundak Mojokerto, saya tak pernah bisa lepas dari kejadian mistik itu. Serius. Makanya saran saya, kalian sebaiknya tetap menghargai aturan mistiknya, termasuk sisi buruk yang saya tulis di atas. Dan akan lebih baik bila kalian juga ditemani dengan kawan yang sudah berpengalaman.

Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Bukannya Senang, Warga Malah Resah ketika Mojokerto Berkembang Pesat

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 September 2024 oleh

Tags: Gunung PundakMojokertopendaki pemula
Achmad Fauzan Syaikhoni

Achmad Fauzan Syaikhoni

Pemuda setengah matang asal Mojokerto, yang selalu ekstase ingin menulis ketika insomnia. Pemerhati isu kemahasiswaan, lokalitas, dan hal-hal yang berbau cacat logika.

ArtikelTerkait

Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
mojokerto

Mojokerto yang Kalah Terkenal Dibanding Mojok

6 April 2020
sendi 3 Alasan Utama Mojokerto Masih Asing di Telinga Orang terminal mojok

Sendi, Desa Hilang yang Berjuang Mendapatkan Pengakuan

25 Juli 2021
Mojokerto Tenggelam Jika Jalan Benteng Pancasila Menghilang (Unsplash)

Membayangkan Nasib Orang Mojokerto jika Jalan Benteng Pancasila Tak Pernah Ada, Pasti Menderita dan Terlalu Bergantung sama Surabaya

28 Maret 2025
Mojokerto, Opsi Kota Slow Living yang Namanya Belum Sekencang Malang, tapi Ternyata Banyak Titik Nyamannya

Mojokerto, Opsi Kota Slow Living yang Namanya Belum Sekencang Malang, tapi Ternyata Banyak Titik Nyamannya

17 Desember 2025
Berkunjung ke Buddha Tidur Mojokerto, tapi Tidak Tahu Bejijong Itu Gimana Ceritanya

Hal yang Luput Diperhatikan dari Banternya Pertumbuhan Kota Mojokerto

28 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

UIN Malang dan UIN Jogja, Saudara yang Perbedaannya Kelewat Kentara

Biaya Hidup Murah, Denah Kampus Mudah Adalah Alasan Saya Masuk UIN Malang

19 April 2026
10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata Mojok.co

Kebumen: Banyak Pantainya, tapi Belum Jadi Primadona Wisata Layaknya Yogyakarta

21 April 2026
3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya Mojok.co

Bantul Tidak Butuh Mall untuk Bisa Disebut Beradab dan Maju, Standar Konyol kayak Gitu Wajib Dibuang!

15 April 2026
3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya Mojok.co

Bantul Itu Maju ya, Gaes, Bukan Desa Tertinggal dan Tak Tersentuh Peradaban seperti yang Ada di Pikiran Kalian!

17 April 2026
Bangkalan dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia Mojok

Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia

21 April 2026
Derita Gen Z Bernama Sri- Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu (Unsplash)

Derita Gen Z Punya Nama Sri yang Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”
  • Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga
  • Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!
  • Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran
  • Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang
  • Supra Fit: Motor Honda yang Nggak Bisa Saya Banggakan Bahkan Sempat Bikin Kecewa, tapi Justru Paling Berjasa Sampai Sekarang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.