Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Goa Terawang, Wisata Alam Blora yang Tidak Mengecewakan

Dimas Junian Fadillah oleh Dimas Junian Fadillah
3 November 2025
A A
Goa Terawang, Wisata Alam Blora yang Tidak Mengecewakan

Goa Terawang, Wisata Alam Blora yang Tidak Mengecewakan (Aloysius Gonzaga via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Ternyata di Blora ada juga tempat wisata yang tak mengecewakan, itu adalah Goa Terawang.

Akhir bulan lalu, saya berkesempatan pulang ke kampung halaman di Blora. Perjalanan dimulai dari Stasiun Poncol, menaiki kereta Blora Jaya yang sudah lama menjadi penghubung antara Semarang dan Cepu. Ada sedikit kekhawatiran sebelum berangkat. Maklum, Semarang belakangan ini dikepung banjir. Namun syukurlah perjalanan pulang berjalan lancar.

Kepulangan kali ini terasa berbeda dari biasanya. Jika sebelumnya saya hanya pulang untuk bertegur sapa dengan keluarga dan segera kembali ke perantauan, kali ini muncul hasrat untuk menikmati pesona wisata Blora. Dorongan itu semakin kuat tatkala istri saya mengungkapkan keinginannya mengenal lebih dekat wisata alam Blora yang katanya mulai berkembang.

Terus terang, permintaan itu sempat saya tolak. Sebagai warga asli Blora, saya memang sering kesulitan ketika diminta merekomendasikan tempat wisata di wilayah sendiri. Bukan karena daerah ini miskin destinasi, tetapi karena sebagian besar lokasi wisata masih dikelola secara serampangan. Beberapa bahkan kerap membuat pengunjung kecewa akibat fasilitas yang minim atau tata kelola yang belum maksimal.

Namun setelah menimbang-nimbang, saya akhirnya memutuskan untuk mengajak istri berkunjung ke Goa Terawang Blora. Dan hasilnya? Untuk pertama kalinya, saya berwisata di Blora tanpa rasa kecewa bahkan ingin kembali lagi.

Perjalanan menuju Goa Terawang Blora memang cukup menguras waktu dan tenaga

Perjalanan dari rumah saya menuju Goa Terawang memang lumayan melelahkan. Bayangkan saja, rumah saya berada di ujung timur Blora, cenderung mepet perbatasan Jawa Timur. Sementara itu Goa Terawang ada di sisi paling barat kabupaten. Kalau lihat di maps, waktu tempuhnya bisa hampir dua jam, tapi kalau bawa kendaraan sendiri, tentu akan terasa lebih lama dan bikin ngantuk.

Meski begitu, perjalanan menuju Goa Terawang Blora tidak sepenuhnya membosankan. Deretan hutan jati sepanjang jalan masih bisa bikin mata seger, meskipun beberapa titik sudah diganti jadi lahan jagung. Pohon-pohon tinggi yang masih rimbun bikin suasana perjalanan terasa amat sejuk.

Tapi ya tetep, kontur jalan masih ada yang ngglodhoki dan cukup bikin kesel. Memang sih kondisi jalannya nggak separah dulu namun tetap saja beberapa lubang masih sering membuat roda nglenceng mendadak, hingga hati rasanya tratapan.

Baca Juga:

Bupati Blora, Kontenmu Nggak Akan Mampu Menutupi Bobroknya Kinerja Pemkab!

Rujak Teplak Khas Tegal Adalah Anomali bagi Warga Blora, Rujak kok Jadi Menu Sarapan, Aneh!

Impas dengan perjalanan panjangnya

Rasa jengkel saya soal jalan berlubang seketika sirna begitu memasuki Desa Kedungwungu, Kecamatan Todanan, tempat Goa Trawang Blora berada. Jalanan yang membelah hutan jati dan hamparan sawah kini sudah dibeton dengan rapi, sehingga perjalanan terasa nyaman baik saat menggunakan motor maupun mobil.

Tiket masuk Goa Terawang Blora juga tergolong ramah di kantong. Untuk dua orang pengunjung, biaya sekitar Rp 22.000 sudah termasuk parkir satu kendaraan bermotor. Itu adalah harga yang sangat wajar mengingat fasilitas dan pengelolaan kawasan yang kini sudah tertata rapi.

Begitu menapakkan kaki di area parkir, saya langsung disambut oleh gerombolan monyet liar yang bebas bergelantungan di pohon jati. Di lokasi ini, pengunjung juga dapat mencoba beragam wahana menarik: mulai dari ATV, jeep, kolam renang mini untuk anak-anak, rainbow slide, hingga lintasan kereta Donkey Train yang baru dibuka.

Goa Trawang Blora juga menawarkan kesempatan unik untuk menikmati kopi di dalam goa. Ya, bagian dalam goa telah diubah menjadi sebuah kafe yang tetap mempertahankan suasana alami. Begitu melangkah masuk, udara sejuk menyapa, berpadu dengan pemandangan stalaktit dan stalagmit yang menakjubkan.

Menyeruput kopi hangat di tengah keheningan goa tentu menciptakan sensasi tersendiri. Itu menjadi sebuah pengalaman yang jarang bahkan nggak mudah ditemukan di tempat lain.

Tata kelola wisata yang berbuah manis

Saya rasa tidak berlebihan jika menyebut Goa Trawang sebagai destinasi alam Blora yang memang layak dan wajib untuk dikunjungi. Buktinya tempat wisata ini bahkan bisa berhasil meraih pernghargaan nasional Wonderful Theme Park Impact Award 2025 di Bali dalam kategori Indonesia People Centric Theme Park Award. Goa Terawang Blora menyingkirkan Ancol di posisi kedua dan The Lawu Park di posisi ketiga.

Prestasi ini jelas makin menandaskan bahwa tata kelola dan pemberdayaan masyarakat lokal yang dilakukan di Goa Terawang nggak main-main. Profesionalisme dan inovasi pengelolanya terbukti mampu menjadikan tempat ini bukan sekadar destinasi wisata biasa, tapi sebuah kebanggaan nyata yang turut berdampak langsung pada masyarakat lokal.

Pada akhirnya pengalaman mengunjungi Goa Terawang semakin meyakinkan saya bahwa Blora sebenarnya memiliki begitu banyak potensi wisata yang, jika dikelola serius, bisa bersinar lebih gemilang lagi. Kini, saya jadi tak ragu lagi mengajak istri atau teman-teman dari luar kota untuk menjelajahi wisata di Blora.

Semoga perhatian Pemkab dan dinas terkait semakin merata, sehingga semakin banyak destinasi lokal yang mampu menoreh prestasi serupa. Dan tidak lagi hanya bersembunyi di balik hutan jati serta hamparan area persawahan.

Penulis: Dimas Junian Fadillah
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Privilege Jadi Warga Blora yang Susah Ditandingi Daerah Lain: Daerah Tersepi, tapi Justru Punya Kualitas Tiada Banding.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 November 2025 oleh

Tags: bloraGoa Terawang Blorakabupaten blorapariwisata blorapotensi kabupaten bloratempat wisata blorawisata blora
Dimas Junian Fadillah

Dimas Junian Fadillah

Magister Administrasi Publik, tertarik menulis isu lokal, politik dan kebijakan publik.

ArtikelTerkait

Kecamatan Kradenan Blora dan Kecamatan Kradenan Grobogan: Saudara Kembar Beda Kabupaten yang Bernasib Sama

Kecamatan Kradenan Blora dan Kecamatan Kradenan Grobogan: Saudara Kembar Beda Kabupaten yang Bernasib Sama

7 Juli 2025
Kopi Santan, Kopi Indie Khas Blora yang Nggak Kalah dari Kopi Susu Kekinian terminal mojok

Kopi Santan, Kopi Indie Khas Blora yang Nggak Kalah dari Kopi Susu Kekinian

30 Juni 2021
4 Tempat Wisata Blora yang Sebenarnya Menarik asal Pelancong Tahu Waktu yang Tepat Mojok.co

4 Tempat Wisata Blora yang Sebenarnya Menarik asal Pelancong Tahu Waktu yang Tepat

18 April 2025
Jalan Gatot Subroto Penghasil Pembalap Tangguh di Kabupaten Blora

Jalan Gatot Subroto Penghasil Pembalap Tangguh di Kabupaten Blora

15 Maret 2024
7 Kosakata Bahasa Jawa Blora yang Wajib Dipahami Pendatang

7 Kosakata Bahasa Jawa Blora yang Wajib Dipahami Pendatang

8 Desember 2023
Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu Blora Dipaksa Mati Suri Berkali-kali

Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu Blora Dipaksa Mati Suri Berkali-kali

20 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.