Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Gimana Cara Petugas Bedain Orang Mudik dan Pulang Kampung di Lapangan?

Muhammad Sabri oleh Muhammad Sabri
23 April 2020
A A
mudik dan pulang kampung

Gimana Cara Petugas Bedain Orang Mudik dan Pulang Kampung di Lapangan?

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika pemerintah Indonesia baru membuat kebijakan melarang mudik yang berlaku 24 April, tentu terkesan terlambat, yang dulunya cuma berupa imbauan, jelas ada yang sudah keburu lolos untuk pulang ke kampung halaman masing-masing. Dan data kemenhub juga mengatakan sudah hampir 1 juta orang yang berhasil curi start lebih awal untuk mudik atau lebih tepatnya pulang kampung. Namun Presiden Joko Widodo menanggapi fenomena tersebut dengan membuat semacam perbedaan antara mudik dengan pulang kampung.

Dalam wawancara eksklusif di Mata Najwa yang disiarkan Trans7, Rabu (22/4/2022). Pak Jokowi mengatakan: “Kalau itu bukan mudik, itu namanya pulang kampung. Memang bekerja di Jabodetabek, di sini sudah tidak ada pekerjaan, ya mereka pulang. Karena anak istrinya ada di kampung. Ya kalau mudik itu di hari lebarannya, beda, untuk merayakan Idul Fitri. Kalau yang namanya pulang kampung itu bekerja di Jakarta, tetapi anak-istrinya ada di kampung,”

Dari pernyataan Pak Jokowi ini kita jadi tahu kalau yang dilarang itu pulang di hari lebaran untuk merayakan Idul Fitri di kampung halaman. Kalau pulang kampung bagaimana? Bisa? Karena yang dilarang cuma mudik saja, ya harusnya sih bisa.

Nah ini yang jadi persoalan, apakah yang bertugas mengawal masyarakat nantinya tahu orang yang sedang berpergian—yang pasti jumlahnya banyak banget—ini sedang melakukan mudik atau pulang kampung?

Kalau dari definisi yang dikasih Pak Jokowi tadi, perbedaan utama orang mudik dan pulang pulang kampung terletak pada niat dan motif pelakunya. Ini adalah perbedaan yang akan sulit dipantau, soalnya hubungannya dari hati ke hati (ea), ya kalau saya merasa ini sama dengan membedakan antara jin dan setan, sulit sekali.

Apakah nanti petugas di lapangan harus mengecek satu per satu orang yang berpergian itu? Ditanyain satu per satu gitu?

Atau dilihat dari barang bawaan yang dia bawa? Atau malah dari gaya berpakaian? Kan tetap sulit juga.

Dari kacamata saya, kebijakan ini sudah kehilangan substansi ketika fokus yang dilarang adalah pemudik. Padahal, tujuan kebijakan ini kan harusnya menahan perpindahan orang dari satu daerah ke daerah lain khususnya orang yang berasal dari daerah yang sudah zona merah.

Baca Juga:

Pengalaman Naik Bus Putra Remaja dari Jogja Menuju Jambi: Seni Bertahan Hidup Selama 40 Jam di Atas Kursi Rusak yang Menyiksa

Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita

Dalam konteks ini, saya (dan kbbi) sepakat kalau mudik dan pulang kampung itu sebenarnya sama saja. Sama-sama proses perpindahan dari kota A ke kota B. Dan keduanya sama-sama punya potensi menyebarkan virus. Kalau pulang kampung masih dibiarkan, perpindahan masih terjadi, terus ya buat apa coba kebijakan ini?

Btw, dari perbedaan mudik dengan pulang kampung yang disebutkan Pak Jokowi tadi, saya jadi penasaran dengan survei yang dilakukan oleh Kemenhub. Kemenhub kan melakukan 3 kali survei, dan mendapatkan data hampir sekitar 20% warga bersikeras untuk melaksanakan mudik meskipun sudah ada imbauan jangan mudik. Nah, survei ini kan dilakukan terakhir tanggal 15 April, apa saat itu Kemenhub sudah bisa membedakan orang yang dia survei benar-benar mengerti beda mudik dan pulang kampung, ya? Kalau ternyata tidak, keliru dong hasil surveinya. Hmmm.

BACA JUGA Diimbau Jangan Mudik Tapi Boleh Mudik Itu Maksudnya Gimana, sih? atau tulisan Muhammad Sabri lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 April 2020 oleh

Tags: JokowiMudikPulang Kampung
Muhammad Sabri

Muhammad Sabri

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

ArtikelTerkait

kaesang pangarep

Jokowi Adalah Bapak Untuk Semua: Begitupula Kaesang Pangarep Adalah Anak Untuk Semua

5 Juli 2019
revisi uu kpk

Celaka Betul Kalau Revisi UU KPK Dianggap Upaya Pelemahan

13 September 2019
gaya rambut trump

Persoalan Trump Ganti Gaya Rambut, Semoga Jokowi Nggak Ikutin

10 Juni 2019
Indonesia Targetkan Punya 9 Juta Talenta Digital, Halu atau Harus Didukung_ mojok.co

Indonesia Targetkan Punya 9 Juta Talenta Digital, Halu atau Harus Didukung? 

26 Agustus 2021
menag

Sudahi Ramai Menag RI, Ini Upaya Pak Jokowi Biar Nggak Monoton

25 Oktober 2019
ruu kpk

RUU KPK Adalah Bukti Betapa Progresifnya DPR dan Presiden Kita

17 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua Mojok.co

Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua

7 Agustus 2026
Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026
Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026
Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026
Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering Mojok

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering rumahan

2 Agustus 2026
4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.