Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Gaya Bagi-bagi Uang Atta Halilintar Ternyata Mengandung Pesan Filosofis

Butet RSM oleh Butet RSM
12 November 2020
A A
Ini yang Terjadi kalau para YouTuber Jadi Komdis Panitia Ospek
Share on FacebookShare on Twitter

Atta Halilintar dan banyak Youtuber sejenis menunjukkan pada kita, bahwa ada banyak hal yang bisa dibeli dengan uang. Memang bukan hal baru, fakta bahwa pertemanan dan suara pun bisa dibeli dengan uang. Anda taulah, suara yang saya maksud bukan suaranya Mbak Rossa tapi suara yang dihitung dalam proses pemilihan umum.

Gaya para Youtuber itu rupanya lumrah di jagad YouTube. Belum lama ini ada Youtuber Rusia bernama ЛИТВИН (horotoyoh gimana bacanya) atau Mikhail Litivin membakar mobilnya hanya karena mobilnya rewel. Iya, Anda nggak salah baca. Bakar mobil karena mobilnya rewel.

Mobilnya bukan mobil dari kulit jeruk bali yang ditarik pakai tali rafia, lho. Mobilnya adalah Mercedes-AMG GT 63 S yang nilainya sekitar Rp5,48 miliar jika dirupiahkan. Punten, itu sama saja dengan 3.215 kali gaji UMR Jogja 2020. Entah kalau dikonversi ke nasi kucing, berapa orang yang bakal kenyang.

Gaya Atta Halilintar, Mikhail Litivin, dan banyak lagi Youtuber kaya yang oleh anak saya disebut dengan “sultan”, sungguh membuat saya kesal. Pertama saya kesal karena anak saya jadi tidak paham bahwa sultan adalah sebutan untuk raja di tempat ia tinggal. Ketika saya jelaskan bahwa sultan tinggalnya di Keraton, anak saya malah nanya punya berapa Ferrari kok disebut sultan, aduh biyung.

Yang kedua, saya kesal karena anak saya jadi terobsesi menjadi sultan supaya dihormati oleh orang lain. Masalahnya, ia tak ingin tahu bagaimana cara mendapat uang banyak sampai bisa menjadi sultan. Dipancing cerita bahwa Raffi Ahmad punya banyak bisnis pun dia tak minat. Dia hanya ingin punya uang banyak supaya dihormati orang lain, duh, dewasa sebelum waktunya deh.

Beloknya pemahaman anak saya, tentu tak lepas dari kurang gigihnya saya mendampingi anak saat menggunakan ponsel. Paham risiko bahaya berupa beloknya pemahaman anak, namun masih juga memberikan ponsel karena bagaimanapun seorang anak harus terbiasa menggunakan gawai sesuai dengan zamannya. Lha gimana ya, momong itu memang melelahkan je, eh.

Masalah menjadi nyata ketika beberapa waktu lalu, ia menghabiskan uang celengannya, sekadar untuk mentraktir dan membagikan uang pada teman-temannya di kampung. Fakta ini saya dapatkan dari tetangga yang dapat laporan intelijen dari ibu pemilik warung. Tentu saja rasa bersalah mendera saya sebagai ibunya.

Sidang dengar pendapat segera kami gelar di rumah. Singkatnya, anak saya mengaku bahwa beberapa kali mentraktir teman-temannya dan membagi uangnya dengan cara dilempar ke atas. Buat rayahan. Astaga dragon! Untungnya uang yang dipakai adalah uangnya sendiri, dari celengannya, bukan mengambil milik orang lain.

Baca Juga:

4 YouTuber Berkualitas yang Bakal Bikin Pinter Kaum Micin

Main di Liga Futsal Indonesia, Ricardinho Cari Apa?

Ketakutan saya adalah, perbuatannya ditiru anak lain. Betapa mengerikannya jika sampai peristiwa seperti ini menimpa anak lain yang keadaan ekonominya tidak lebih baik dari kami?

Ketakutan tersebut berangkat dari penjelasan anak saya, bahwa perbuatannya diulang beberapa kali, karena senang disebut sebagai orang kaya. Seiring dengan sebutan kaya, anak saya juga merasa mendapat perlakuan yang lebih baik dari teman-temannya.

Peristiwa yang dialami oleh anak saya, menjadi rejeki nomplok buat kami. Usianya baru tujuh tahun dan sudah berkesempatan untuk diskusi panjang tentang Atta Halilintar dan Youtuber bagi-bagi uang yang hanya settingan demi konten, tentang pertemanan sehat, tentang bagaimana susahnya mencari uang, dan tentang memberikan bantuan ke orang yang membutuhkan.

Bagaimana dengan anak tetangga yang mendadak menerima rejeki? Rupanya mereka jadi dilarang bermain dengan anak saya sementara waktu. Alasan orang tuanya, supaya tidak terbiasa meminta-minta. Sedangkan anak saya juga dilarang main dengan mereka dulu, supaya tidak kecanduan membagi uang. 

Sebenarnya, saat mengajak diskusi dengan anak, saya rasanya justru tertampar. Terbayang bagaimana politikus curang membagikan uang dan sembako supaya dirinya terpilih, terbayang bagaimana seorang mahasiswa perantau menghamburkan uang bulanannya demi mentraktir kawan di kedai kopi dengan daftar menu sebesar papan pengumuman di kelurahan.

Hal-hal seperti ungkapan lawas: ada uang abang kusayang, tak ada uang abangku nambah, terlintas di kepala. Apakah menggunakan harta untuk mencari penerimaan adalah hal yang natural atau kita saja yang terlalu skeptis dan tak percaya ada penerimaan yang tulus? 

Akhirnya, saya perlu rasanya berterima kasih kepada Atta Halilintar, Mikhail Litivin, dan para Youtuber lain yang suka bagi-bagi uang dan menggunakan kekayaan untuk dihormati dan diterima. Siapa tahu, suguhan konten mereka itu ternyata satire untuk kita semua yang sudah merasa bijak dalam melakoni hidup?

BACA JUGA Pengalaman Ikut Audisi Pencarian Bakat, Ternyata Tidak Seperti yang Dibayangkan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 November 2020 oleh

Tags: atta halilintarYoutuber
Butet RSM

Butet RSM

Ibu dari tiga anak, penulis lepas yang tinggal di Bantul. Terbiasa menulis tentang UMKM, pasar, pendidikan alternatif, dan keresahan sosial.

ArtikelTerkait

Kata Atta Halilintar, ‘Suara Suami Adalah dari Tuhan’: Apa Nyaman Dicintai karena Rasa Takut? terminal mojok.co

Kata Atta Halilintar, ‘Suara Suami Adalah dari Tuhan’: Apa Nyaman Dicintai karena Rasa Takut?

7 April 2021
youtuber mojok.co

Jadi YouTuber Boleh, Asal Jangan Lupa Juara

24 Agustus 2020
3 Alasan Fiki Naki Pantas Jadi Influencer Panutan di Mata Emak-emak seperti Saya Terminal Mojok

3 Alasan Fiki Naki Pantas Jadi Influencer Panutan di Mata Emak-emak seperti Saya

26 Januari 2021
pak yasonna

Andaikan Gaya YouTuber “Saya Pamit” dan “Saya Kembali” Dipakai Pak Yasonna

25 Oktober 2019
cover lagu

Cover Lagu Orang Lain atau Lagumu Dicover Orang Lain?

4 Juli 2019
Ferdian Paleka

Tak Ada yang Lebih Sial dari Ferdian Paleka

10 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026
4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Setelah akad KPR rumah, saya baru sadar bahwa beli rumah bukannya jadi solusi, tapi justru jadi masalah baru

1 Agustus 2026
Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering Mojok

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering rumahan

2 Agustus 2026
Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

2 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.