Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Gap Year Selalu Dipandang Negatif, padahal Manfaatnya Juga Banyak

Yulia Sri Wulansari oleh Yulia Sri Wulansari
25 September 2020
A A
Gap Year Selalu Dipandang Negatif, padahal Manfaatnya Juga Banyak terminal mojok.co

Gap Year Selalu Dipandang Negatif, padahal Manfaatnya Juga Banyak terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Gap year sebenarnya nggak asing lagi di telinga kita, sebuah jeda tahun yang diambil calon mahasiswa karena berbagai alasan. Setiap tahun, pembahasannya selalu ramai karena beberapa orang dirundung keraguan untuk memutuskannya. Masih banyak yang menganggap gap year itu buang-buang waktu dan punya banyak sisi negatif.

Bagi universitas top dunia sekelas Harvard dan New York University, gap year udah jadi tren. Bahkan, pihak universitas menyarankan calon mahasiswanya buat mempertimbangkan gap year sebelum masuk kuliah. Mereka beranggapan bahwa mahasiswa yang mengambilnya bakal lebih terampil dan punya banyak pengalaman. 

Di Inggris dan Amerika Serikat, anak yang ambil rehat dulu sebelum kuliah punya kemungkinan lulus dengan nilai rata-rata lebih tinggi.

Kamu tahu Malia Obama? Anak dari mantan presiden Amerika Serikat ini juga mengambil gap year sebelum melanjutkan studinya ke Harvard University, lho. Hal yang sama juga dilakukan oleh J.K Rowling, penulis serial populer Harry Potter saat ia muda.

Di Indonesia, gap year banyak dilakukan oleh siswa sebelum mereka lanjut ke bangku kuliah. Hal ini nggak cuma disebabkan sama satu faktor aja. Beberapa faktor lain di antaranya belum siap mental, bingung dengan passion dan minat yang dimilikinya, mengejar jurusan dan kampus impian, serta kurangnya biaya buat menempuh pendidikan.

Sayangnya, masyarakat Indonesia masih banyak yang menganggap gap year sebagai aib. Stigma negatif ini ada karena masyarakat Indonesia cenderung lebih menghargai prestasi akademik seseorang daripada ilmu yang didapat dari luar pendidikan. Padahal, opsi ini baik buat pengembangan diri.

Ada banyak banget hal yang bisa kamu lakukan saat gap year. Pastinya hal-hal yang bermanfaat, dong! Kamu bisa jadikan jeda satu tahun ini sebagai kesempatan buat memperbaiki diri, mulai memperbanyak pengetahuan dan wawasan, mengasah bakat dan skill yang kamu punya, lalu memantapkan hati untuk mengambil jurusan kuliah sesuai yang kamu inginkan. Kamu pun bisa cari pengalaman kerja sambil “ngintip” kerasnya kehidupan. Berikut saya bakal merangkumkan sisi positif ketika kamu memutuskan untuk mengambil gap year.

#1 Persiapan masuk perguruan tinggi yang lebih matang

Banyaknya waktu luang yang didapat saat gap year membuat seseorang cenderung punya waktu belajar yang banyak juga. Kamu punya banyak waktu untuk memperdalam materi yang nantinya akan diujikan di seleksi masuk perguruan tinggi dibandingkan dengan siswa kelas 12. Jika siswa kelas 12 harus membagi waktu belajarnya untuk pelajaran sekolah dan persiapan ujian perguruan tinggi, kamu cuma perlu fokus di materi ujian aja.

Baca Juga:

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro

#2 Ajang mengembangkan bakat dan minat

Setahun itu nggak sebentar, kamu nggak mungkin menghabiskan waktu hanya dengan belajar, kan? Kamu perlu mencoba hal-hal lain di luar materi ujian, seperti mengembangkan bakat dan minat yang kamu punya. Misalnya jika kamu punya bakat menulis, di waktu luang kamu bisa menulis apa saja yang kamu suka, seperti novel, cerpen, esai, atau apa pun. Bayangkan kalau kamu bisa menerbitkan satu novel selama gap year? Bisa menambah uang jajan sekaligus memulai karier sejak dini.

#3 Gap year membuatmu lebih dewasa dalam pemikiran

Jika kamu mengambil gap year karena nggak lolos di seleksi yang kamu ikuti sebelumnya, kamu akan belajar bagaimana menerima kegagalan dan bangkit. Kamu akan lebih menghargai proses daripada hasil yang kamu dapat. Selain itu, kamu juga akan diajari bagaimana cara menentukan dan mewujudkan goals-mu. 

Kamu akan dituntut untuk menentukan prioritas hingga berkomitmen terhadap goals yang kamu rencanakan. Rehat memberimu waktu untuk berpikir dan mempertimbangkan apa saja yang akan kamu lakukan selanjutnya. Ini bakal jadi momen life changing yang nggak akan kamu lupakan.

#4 Mengeksplorasi diri

Kamu perlu keluar dari zona nyamanmu untuk coba hal-hal baru yang belum sempat kamu lakukan saat sekolah dulu. Misalnya, traveling ke tempat yang pengin banget kamu kunjungi, jadi volunteer, kerja part-time, berjualan, magang, dan sebagainya. So, jangan takut coba hal-hal baru ya!

Sayangnya dari beberapa hal positif di atas, ada juga sisi negatif jika kamu memutuskan untuk mengambil gap year. Biar jadi realistis sebelum memutuskan, kamu juga perlu mempertimbangkannya.

#1 Mengeluarkan banyak iaya

Kalau kamu memilih untuk traveling, jadi volunteer, atau magang kemungkinan kamu akan mengeluarkan biaya yang cukup banyak. Begitu pula kalau kamu mengikuti bimbingan belajar, yang sudah pasti nggak murah. Jika alasanmu menunda masuk kuliah itu karena faktor ekonomi, maka cobalah memetakan skenario lain untuk mengisi waktu rehatmu selama satu tahun.

#2 Kurang siap untuk kembali belajar formal

Oleh karena terbiasa melakukan hal-hal di luar sekolah setahun lamanya, kamu menjadi kurang siap untuk mengikuti pelajaran lagi secara formal. Kamu perlu beradaptasi dengan cara belajar di perkuliahan yang pasti beda banget karena belum pernah kamu alami. Belum lagi, teman-teman seangkatanmu ketika SMA yang sudah sibuk dengan kegiatan masing-masing mungkin akan membuatmu sedikit kesepian. Tapi, kalau kamu tertantang dengan hal ini sih, gas aja.

#3 Pandangan negatif masyarakat

Banyak banget orang yang masih menganggap gap year itu buang-buang waktu. Saat kamu banyak menghabiskan waktu di rumah, bukan nggak mungkin orang-orang akan melabeli kamu sebagai seorang pemalas atau pengangguran. Biar nggak jatuh saat dengar omongan orang, ada baiknya kamu melatih mental dari sekarang. Nantinya, kamu harus bisa buktikan dengan capaian baik bahwa gap year nggak seburuk pandangan mereka.

Gap year nggak menjamin kamu bakal sukses ataupun gagal, semua tergantung usaha dan apa yang kamu lakukan. Kamu bisa jadikan waktu luang ini sebagai langkah awal dari semua perjuangan. Apa pun keputusanmu nanti, bersiaplah dengan segala risikonya.

BACA JUGA Belumlah Afdal Nyantrinya Seseorang Kalau Belum Gudikan dan artikel Terminal Mojok lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 September 2020 oleh

Tags: KuliahMahasiswa
Yulia Sri Wulansari

Yulia Sri Wulansari

Menulis bukan hobiku.

ArtikelTerkait

Fasilitas di UNESA Lidah Wetan Bikin Mahasiswa UNESA Ketintang Cemburu

Fasilitas di UNESA Lidah Wetan Bikin Mahasiswa UNESA Ketintang Cemburu

6 Oktober 2023
Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi

Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi

13 Oktober 2025
dosen penguji

Ketahui Tipe Dosen Penguji Skripsi dan Kerja Praktik, Supaya Tidak Dibantai Saat Ujian

4 Agustus 2019
26 Shortcut Microsoft Word dari A sampai Z yang Wajib Dikuasai Mahasiswa dan Pekerja Kantoran

26 Shortcut Microsoft Word dari A sampai Z yang Wajib Dikuasai Mahasiswa dan Pekerja Kantoran

6 Januari 2024
Divisi Acara Pantas Dinobatkan sebagai Kasta Tertinggi dalam Kepanitiaan organisasi kampus terminal mojok.co

Mahasiswa Mengamen buat Danus Itu Bunuh Rezeki Orang Lain

28 September 2021
Derita Mahasiswa Untidar Magelang: Lahan Parkir Sedikit, Cari Parkiran Sulit

Derita Mahasiswa Untidar Magelang: Lahan Parkir Sedikit, Cari Parkiran Sulit

5 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

Stasiun Duri Lebih Bikin Stres dari Manggarai: Peron Sempit, Tangga Minim, Kereta Lama Datang

9 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Memang Penuh Cerita dan Keresahan, Makanya Dibicarakan Berulang-ulang dan Hampir Tanpa Jeda

10 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung
  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.