Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

Ferdy Ahmad Inshoofa oleh Ferdy Ahmad Inshoofa
6 April 2026
A A
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Dunia maya selalu ramai oleh sebuah diskursus yang sebenarnya basi, tapi entah kenapa selalu sukses bikin tensi darah naik: standar gaji ideal di Jakarta. Baru-baru ini, sebuah utas viral mengklaim bahwa gaji Jakarta Rp8 juta itu “pas-pasan” bahkan cenderung kurang. 

Katanya, setelah dipotong biaya hidup, cicilan ini-itu, dan biaya self-reward, sisa uang di rekening cuma cukup buat beli cilok di akhir bulan. Sebagai orang yang tiap hari bergelut dengan realita hidup di perantauan, saya cuma bisa menghela napas panjang sampai paru-paru saya rasanya mau copot.

BACA JUGA: Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin

Gaya hidup nggak terukur

Standar “cukup” itu memang relatif. Tapi, kalau Rp8 juta dibilang nggak cukup, itu namanya bukan lagi soal inflasi, melainkan soal gaya hidup yang sudah melampaui batas kecepatan cahaya.

Membaca keluh kesah orang gaji Jakarta Rp8 juta itu seperti mendengarkan orang kaya yang komplain karena AC mobilnya kurang dingin di tengah hari bolong. Sementara saya, di sebelah mereka lagi naik ojek online sambil mandi debu proyek.

Bagi mereka, “nggak cukup” itu mungkin artinya nggak bisa langganan gim di mall setiap minggu, nggak bisa beli kopi seharga Rp50 ribu setiap pagi demi konten aesthetic, atau nggak bisa ganti iPhone terbaru tiap ada seri keluar. Padahal, bagi kaum pejuang UMR (Upah Minimum Realita), gaji Jakarta Rp8 juta itu adalah angka keramat yang bisa bikin kami merasa jadi sultan dadakan di tanggal muda.

Matematika anak kos untuk gaji Jakarta Rp8 juta

Mari kita mainkan logika matematika sederhana ala anak kos. Kalau gaji Jakarta Rp8 juta itu kurang, mari kita bedah pengeluarannya. Makan di warteg sekali makan paling mahal Rp25 ribu (sudah pakai ayam, bukan cuma kuah doang). Sehari tiga kali berarti Rp75 ribu. Sebulan? Sekitar Rp2,2 juta. Masih ada sisa Rp5,8 juta!

Masalahnya, banyak dari “kaum 8 juta” ini yang merasa lidahnya terlalu ningrat untuk bertemu tempe orek. Mereka lebih memilih salad bar yang harganya setara dengan biaya makan saya selama tiga hari. 

Baca Juga:

Susahnya Jadi Arek Malang di Jakarta: Berniat Mengobati Homesick Lewat Bakso Malang, eh yang Jual Malah Orang Tasik

Bagi Warga Kabupaten, Orang Jakarta Terlihat Terlalu Buru-buru dan Terlalu Punya Tujuan

Di sini masalahnya adalah mereka nggak sedang membayar rasa kenyang. Mereka sedang membayar “gengsi” agar tidak terlihat miskin di depan teman kantornya yang lain.

Jebakan self-reward dan perkara gengsi

Selain itu, salah satu alasan kenapa gaji Jakarta Rp8 juta terasa seperti Rp800 ribu adalah jebakan bernama self-reward. Sedikit-sedikit healing, lalu staycation, sering beli barang yang nggak butuh-butuh amat dengan dalih “menghargai diri sendiri karena sudah kerja keras”.

Padahal, kalau jujur, yang sebenarnya butuh dihargai itu adalah dompet kita yang sudah menjerit minta tolong. Self-reward yang kebablasan adalah bentuk nyata dari pengkhianatan terhadap diri sendiri di masa depan. 

Kita sibuk membahagiakan diri hari ini, sampai lupa kalau di masa depan kita masih butuh makan nasi, bukan cuma makan kenangan staycation. Makanya, gaji Jakarta Rp8 juta akan selalu kurang.

Jakarta Itu luas, bukan cuma SCBD. Banyak orang yang merasa gaji Jakarta Rp8 juta kurang karena mereka memaksakan diri tinggal di pusat kota yang harga kosannya setara cicilan rumah di pinggiran. Padahal, Jakarta itu luas. 

Ada daerah-daerah yang harga pasarnya masih manusiawi. Tapi ya itu tadi, kalau gengsi sudah bicara, jarak tempuh satu jam naik kereta dianggap sebagai siksaan neraka, padahal di situlah letak seni menjadi seorang perantau sejati.

BACA JUGA: Tips Mengelola Gaji Jakarta yang Kelihatan Besar, tapi Nyatanya Bisa Bikin Pusing kayak Gaji Jogja yang Tiarap Itu

Bukan salah gaji Jakarta Rp8 Juta, tapi kamu yang pecundang

Kami yang gajinya pas-pasan ini sudah kenyang dengan drama “gaji numpang lewat”. Sudah terbiasa pula menjadi akuntan paling handal di dunia setiap tanggal 20. 

Bertahan dengan modal promo cashback dan pengetahuan mendalam tentang jadwal diskon supermarket itu kami di luar kepala. Maka, gaji Jakarta Rp8 juta itu sudah sangat besar kalau kamu tahu cara mengerem keinginan. 

Jangan sampai kita terjebak dalam perlombaan pamer kemewahan yang sebenarnya nggak ada garis finishnya. Kalau gaji Jakarta Rp8 juta masih kurang, mungkin yang salah bukan kotanya, bukan juga perusahaannya, tapi cara kita melihat angka di layar ATM. Kamu yang nggak tahu cara bertahan hidup.

Jadi, buat kalian yang masih mengeluh, cobalah sesekali makan di pinggir jalan tanpa perlu foto dan unggah ke Instagram Story. Rasakan nikmatnya nasi hangat dan sambal terasi tanpa beban “harus terlihat keren”. Karena pada akhirnya, rasa syukur itu gratis, tapi gengsi itu mahal harganya.

Penulis: Ferdy Ahmad Inshoofa

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Gaji 8 Juta di Jakarta Tetap Bisa Bikin Kamu Miskin, Idealnya Kamu Butuh Minimal 12 Juta Jika Ingin Hidup Layak tapi Nggak Semua Pekerja Bisa

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 April 2026 oleh

Tags: gajigaji 8 jutagaji jakarta 8 jutaJakartaumr jakarta
Ferdy Ahmad Inshoofa

Ferdy Ahmad Inshoofa

Fresh graduate yang saat ini bekerja sebagai penilai properti. Interest pada valuasi aset, ekonomi, dan sosial politik.

ArtikelTerkait

4 Rekomendasi Tempat Makanan Murah di Jalan Pesanggrahan UIN Jakarta, Cuma 12 Ribuan Mojok.co

4 Rekomendasi Tempat Makan Murah di Jalan Pesanggrahan UIN Jakarta, Cuma 12 Ribuan

25 Desember 2024
Jalan Ciputat Musuh Bebuyutan Mahasiswa UIN Jakarta Mojok.co

Jalan Ciputat Musuh Bebuyutan Mahasiswa UIN Jakarta

2 Desember 2023
Stadion Papua Bangkit pertanyaan yang sering didapat mahasiswa papua di jawa mojok.co

Pemakaian Nama Gubernur sebagai Pengganti Nama Stadion Papua Bangkit Akan Mendapat Reaksi Berbeda Jika Hal Itu Dilakukan di Jakarta

29 Oktober 2020
senjata biologis VOC jakarta mojok mumpung belum

Budaya Kita Bukan Tertib, tapi ‘Mumpung Belom…’

17 September 2020
Pasar Baru Jakarta: Namanya Saja yang "Baru", padahal Sudah Ada Sejak Zaman Kolonial Belanda

Pasar Baru Jakarta: Namanya Saja yang “Baru”, padahal Sudah Ada Sejak Zaman Kolonial Belanda

5 Juli 2024
Alasan Orang Bekasi Lebih Ngefans Persija Jakarta daripada Persipasi dan Persikasi Mojok.co

Maaf Saja, Solo Belum Layak dapat Gelar Daerah Istimewa karena Bekasi yang Menjadi Gerbang Utama Jakarta Lebih Layak

7 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Orang Semarang Kaget Menemukan Sisi Lain Solo (Unsplash)

Pengalaman Orang Semarang yang Kaget Menemukan Sisi Lain Kota Solo

6 Juni 2026
Kesamaan Prinsip From Doubter to Believer Liverpool & Tekkadan (Unsplash)

Liverpool dan Tekkadan Punya Kesamaan, Sama-sama Memegang Prinsip: From Doubter to Believer

3 Juni 2026
Naik Bus Rosalia Indah Kelas Super Top Double Decker Bikin Saya Betah Berlama-lama di Dalam Bus Mojok.co

Naik Bus Rosalia Indah Kelas Super Top Double Decker Bikin Saya Betah Berlama-lama di Dalam Bus

31 Mei 2026
Orang Salatiga vs Kabupaten Semarang Siapa yang Suka Bohong (Unsplash)

Salatiga Memang Dicap Numpang wisata Daerah Kabupaten Semarang, tapi Warga Kabupaten Semarang Lebih Parah karena Ngaku-ngaku dari Salatiga

31 Mei 2026
4 Mitos Seputar Skripsi yang Bikin Mahasiswa Stres magang skripsi kuantitatif

Tips Cepat Lulus Skripsi Kuantitatif Tanpa Jadi Tumbal Statistik dari Dosen, Dijamin Waras!

4 Juni 2026
Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian  Mojok.co

Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian 

6 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.