Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Fyi, Akun Instagram Bayi Serupa Pelanggaran Privasi oleh Orang Tua

Indah Setiani oleh Indah Setiani
9 Februari 2020
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu ketika membuka Instagram, seperti bunga yang bermekaran love merah di notifikasi minta segera dibuka. Beberapa di antaranya adalah tag absurd dari teman pemburu give away dan beberapa followers baru. Sebelum melakukan ritual followback ada baiknya memang mengecek siapa followers baru kita. Apakah kenal atau layakkah kita mengetahui kehidupan pribadinya dan yang paling penting adalah mengantisipasi bajingan Instagram yang cuma mengejar followback abis itu kita di-unfollow. Sungguh norak Anda dalam bermedia sosial.

Di antara followers baru itu ada satu akun bayi, melihat mutual friend-nya adalah teman yang baru-baru ini punya anak. Ini cukup menggagnggu jujur saja. Pertanyaan utamanya, apa pentingnya membuat akun untuk bayi yang boro-boro upload foto, pipis aja masih nangis? Mau bertanya tapi takut membuka memori lain, kebetulan pada zamannya  bapak si anak adalah cinta sepihak sejenis falling in love people i cant have gitu –meski nggak ini pointnya. Skip.

Sebenarnya di-follow oleh akun bayi bukan yang pertama, sebelumnya memang ada beberapa akun bayi punya teman dan beberapa nggak dikenal. Akhirnya baru sekarang kepikiran itu cukup mengganggu dan tambah lagi menyebalkan. Kenapa mengganggu dan menyebalkan? Jujur saja sebagai pemilik akun, mengetahui ada followers yang di bawah umur menjadi tanggung jawab moral tersendiri ketika mem-posting sesuatu. Harus yang mencerdaskan, bermoral, sesuai amanat UUD 1945~ halah cod~ Jadi merasa repot juga padahal mau posting doang tapi pertimbangannya seperti mau ngajak doi nikah. Eh.

Padahal kan bermedia sosial itu ya asyik-asyik aja ya seharusnya. Posting apa pun yang kamu penin bukan yang orang pengin. Pengin juga ugal-ugalan bermedia sosial, nyinyir sana-sini, ya soalnya mau pamer hidup hedon ya jujur saja nggak mampu saya yang cuma sobat misqueen.

Fenomena akun Instagram bayi ini memang menarik, karena menjamur dilakukan oleh mereka yang public figure maupun mereka yang bukan public figure entah darimana sebenarnya ini asal muasalnya. Sebagai seorang yang belum mempunyai anak mungkin memang agak susah untuk bisa memahami bagaimana euforia memiliki anak. Keinginan untuk mengatakan kepada seluruh dunia, “Eh ini anak gue lucu banget” padahal semua anak bayi di bawah lima tahun ya emang lagi masa lucu-lucunya.

Masih ingat dengan salah satu selebgram yang dinilai terlalu mengeksploitasi anaknya lewat endorse oleh salah satu netizen +62. Ini sempat hangat dibicarakan dan mendapat pro kontra terhadap penilaian tersebut. Tapi memang “kelucuan anak” mengundang popularitas yang secara bersama pintu gerbang terbukanya endorse, yang artinya masuknya juga pundi-pundi rupiah. Meskipun mungkin sedari awal niatnya bukanlah untuk rupiah tapi kesenangan tersendiri.

Ketika hal-hal tersebut datang secara bersamaan tanpa sadar privasi anak mulai terganggu, bukan? Hanya karena masih bernama anak yang masih dalam kuasa orang tua, anak juga berhak punya privasi kan? Bayangkan saja ketika sang anak karena punya Instagram sendiri jadi terkenal, banyak yang suka, banyak yang bilang gemas sampai pada saat mau jalan-jalan sore keliling kompleks aja, saking terkenalnya akhirnya banyak yang pengin foto bareng, mau gendong, cubit-cubit gemas, cium-cium manja, dan lainnya. Apa ini menjadi menyenangkan? Kebayang nggak sih pas mau foto anak dipaksa ber-ekspresi yang dipengin si orang, yang cubit-cubit itu orang yang sebelumnya tangannya habis megang apa, yang cium-cium itu abis makan pedes, yang meluk itu badannya lengket keringat. Kebayang nggak efek buat anak kita? Mau larang? Emang bisa? Situ rela seumur hidup digunjingi sombong?

Tanya saja pada public figure yang usianya sudah lebih dewasa. Bagaimana rasanya terkenal tapi nggak punya privasi ketika mau ke mana-mana. Nyaman nggak? Boro-boro mau makan dengan tenang di tempat umum ke toilet aja dimintain foto. Nggak mau foto, kena cap, “Ih sombong ya, padahal aktingnya nggak bagus-bagus amat,” Tuh mamam nggak.

Baca Juga:

Pesan dari orang tua untuk sesama orang tua, stop paksa anak yang baru masuk SD jadi juara kelas

Orang tua masa kini lebih percaya sekolah swasta daripada sekolah negeri

Soal menjaga privasi anak mungkin pasangan Raisa dan Hamish Daud boleh menjadi pertimbangan bagaimana dalam beberapa bulan setelah anaknya Zalina lahir, mereka tidak memposting wajahnya. Beberapa artis memang ada yang melakukan ini dengan berbagai alasan. Akan tetapi, kalau menengok alasan Raisa seperti yang saya kutip di Viva, “Menurut aku dan ini orang-orang punya pendapat pribadi dan semua pendapatnya valid. Tapi bagi aku anak itu punya privasi dan privasi itu adalah sebuah hak. Dan kalau misal dia belum bisa jawab ke aku, “kamu mau apa enggak?” aku belum berani menghilangkan dia hak dia terhadap privasi jadi untuk saat ini untuk sekarang buat aku aja, buat keluargaku.”

Perasaan pribadi saya sangat terharu dengan sikap seperti ini, seperti diakui juga oleh Raisa bahwa ada 6000 foto zalina dalam galeri hapenya, dan dia sangat menahan diri untuk tidak mem-posting di media sosial.

Lagipula harus diingat oleh orang tua sebelum membuat akun media sosial, entah IG atau apa pun itu, “Masa kini ada sekarang, masa depan di depan, masa lalu di belakang, jejak digital abadi.” Masa anak kita masih bayi nikmati senikmat-nikmatnya bersama keluarga. Sebab, akan ada masanya anak punya dunia sendiri dan tidak akan punya waktu dengan keluarganya. Nah pada saat seperti itulah jatah kita mengenang momen-momen terbaik maupun teraib si anak yang hanya dia miliki dengan kita dan orang lain nggak punya. Lagian kasian anaknya masa gara-gara jejak digital menjadi penghambat dia mau jadi diri sendiri?

Semisal nanti dia jadi aktivis yang anti kapitalis terus temannya bakal bilang, “Alah sok anti kapitalis. Lo aja dulu ulang tahun di ayam kentucky punya opa bewok girang banget.” Atau mau sok cool pas pedekate, “Alah nggak usah sok cool, se-Indonesia juga tau lo nggak bisa tidur kalau nggak diunyel-unyel sama emak lo.” Kan, kan, jejak digital abadi yang bakal ngikutin si anak bertumbuh.

Siapa yang tahu anak kita nanti besarnya jadi pejabat berkharisma. Hanya karena akun media sosial yang orang tuanya buat dia kehilangan sedikit kharismanya. Yah, nggak rela. Lagian mau bikin akun media sosial bayi, kalian mau pamer sama yang belum nikah ini? Kita (iya gue aja) sih, bisa juga punya anak kapan aja. Tapi, kan~

BACA JUGA Belajar Dari Kasus Baby R: Jaga Kebersihan Sebelum Menyentuh Anak atau tulisan Indah Setiani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Februari 2020 oleh

Tags: BayiendorseinstagramOrang Tua
Indah Setiani

Indah Setiani

Seorang penikmat seni yang sedang menyesuaikan ritme dengan Jakarta. Menghabiskan waktu luang dengan berpindah dari galeri ke buku, atau dari film ke tempat tidur.

ArtikelTerkait

Nggak Ada Larangan Punya Lebih Banyak Following di Akun Instagram terminal mojok.co

Nggak Ada Larangan Punya Lebih Banyak Following di Akun Instagram

3 Januari 2021
6 Pengalaman Saya Jadi Anak Karyawan Indofood Selama 26 Tahun Terminal Mojok.co

6 Pengalaman Saya 26 Tahun Jadi Anak Karyawan Indofood

25 Februari 2022
keinginan orang tua pisah rumah dari orang tua pengalaman manfaat mojok.co

Menebak Keinginan Orang Tua Lebih Rumit daripada Menolaknya

6 Agustus 2020
4 Hal yang Sebaiknya Instagram Lakukan daripada Hapus Fitur Archive Mojok.co

4 Hal yang Sebaiknya Instagram Lakukan daripada Hapus Fitur Archive

27 September 2024
Risiko Jadi Orang Tua yang Melek Kesehatan Anak

Risiko Jadi Orang Tua yang Melek Kesehatan Anak

12 Desember 2022
Saya Punya Alasan untuk Tidak Perhitungan Follow IG Orang terminal mojok.co

Saya Punya Alasan untuk Tidak Perhitungan Follow IG Orang

7 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026
4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads Mojok.co

4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads

3 Agustus 2026
Ide bisnis buat pebisnis Semarang kalau punya punya 100 miliar (Unsplash)

Ide bisnis yang muncul di kepala saya kalau punya uang 100 miliar adalah bikin rumah kesejahteraan khusus anjing di Semarang

2 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Setelah akad KPR rumah, saya baru sadar bahwa beli rumah bukannya jadi solusi, tapi justru jadi masalah baru

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.