Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Fun Fact Hari Jumat: Apakah Nge-tweet #JumatBerkah Hidup Jadi Lebih Berkah?

Lulu Erzed oleh Lulu Erzed
25 Oktober 2019
A A
hari jumat

hari jumat

Share on FacebookShare on Twitter

Tagar #Jumatberkah selalu duduki posisi trending pertama tiap hari Jumat. Bahkan #Selasambat atau #Kamisambyar yang baru-baru ini sempat masuk daftar trending tidak bisa berhasil sekonsisten bertahan pada trending Twitter.

Coba kalau di Instagram, Facebook, atau media sosial lainnya ditampilkan trending tagar, saya yakin juga pasti #Jumatberkah selalu di posisi paling teratas tiap satu minggu sekali.

Hashtag Jumat berkah ini selalu bikin hati adem, ayem, tentrem. Pasalnya, setiap tweet yang berhashtag #Jumatberkah pasti berisikan kalam-kalam yang baik, nasihat, ngaji,sampai kata-kata bijak. Pokoknya sangat sedikit sekali hujatan dan julidan di dalamnya, bahkan nihil. Dijamin kalau baca tweet-tweetnya selalu ingin berdzikir deh. Subhanallah, alhamdulillah, masyaAllah, tabarakallah, allahu akbar.

Dinukil dari Ensiklopedi Tasawuf Imam Al-Ghazali, ‘Berkah atau Barokah’ berarti ziyadatul khair yakni ‘bertambahnya kebaikan’. Dengan bertambahnya kebaikan ini tentu untuk menuju kehidupan yang lebih baik, maka wajar jika setiap manusia berlomba meraihnya.

Apa iya salah satunya bisa diraih dengan cara nge-tweet #Jumatberkah? Salah satu kiai yang memiliki keajegan atau rutinitas nge-tweet #Jumatberkah setiap minggunya tiada pernah absen adalah Kiai Mustofa Bisri atau yang kerap disapa Gus Mus.

Gus Mus selalu mengawali tweet #Jumatberkah dan atau keterangan foto postingan Instagram dan Facebooknya dengan ucapan salam, dilanjutkan dengan kalimat “semoga Allah memberkahi Jumat kita dan …” Titik-titik tersebut selalu diisi dengan harapan dan doa-doa yang dipanjatkannya per minggu dengan doa yang berbeda. Doa tersebut seringkali berisikan doa yang mewakili seluruh umat, khususnya muslim di Indonesia.

Kemudian dalam caption selanjutnya berisikan nasihat-nasihat bertajuk ‘JUMAT CALL’ dengan narasi yang berbeda tiap minggunya Jumatnya dan setiap tweet ‘JUMAT CALL’ Gus Mus selalu berhasil mendapat like dan retweet yang cukup banyak.

Banyak hadits yang merupakan sumber pedoman umat muslim yang telah menjelaskan bagaimana kemuliaan hari Jumat.

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Akun Affiliate yang Jualan Numpang Tragedi Itu Biadab, dan Semoga Nggak Laku!

Saya punya sedikit cerita. Dulu pas saya masih SD, wali kelas saya selalu menyuruh murid-muridnya, misal: menghapus papan tulis, mengisi absen kelas, bersih-bersih kelas di hari Jumat, pasti Bu Guru selalu berdalih, “hayo siapa yang mau panen pahala di hari Jumat? Pahalanya dilipat gandakan lho!”

Sontak kami sebagai murid yang masih kecil dan belum banyak ngeyel berlomba-lomba memanen pahala dengan cara bantu-bantu Ibu Wali kelas.

Pada jaman itu yang masih menggunakan kapur tulis, kami agak malas tiap membantu menghapus karena pasti berdebu. Pokoknya nggak enak banget. Tapi anehnya, tiap hari Jumat pasti pada rebutan menghapus papan tulis. Dengan iming-iming panen pahala cuy! hehe

Setiap muslim berlomba-lomba bersedekah tiap hari Jumat. Di Haromain, saya mendapati pemandangan yang berbeda pada hari Jumat. Para jamaah (khususnya penduduk asli sana) banyak yang membawa bekal kurma, kismis, yang cukup banyak untuk dibagi-bagikan kepada jamaah lainnya tanpa memandang tersebut berasal dari belahan dunia bagian mana.

Masih jarang dijumpai fenomena yang seperti ini di masjid-masjid Indonesia. Andai itu di masjid-masjid tiap jamaah salat Jumat ada yang bawa buah-buahan (ya apa kek selain kurma), pasti pada tambah rajin tuh mas-masnya buat berangkat salat Jumat. wqwq misalnya.

By the way di hari Jumat nih ya, apa cuma saya dan teman yang saya curhati saja yang berpendapat kalau Hari Jumat rasanya cuaca lebih panas dari hari-hari lainnya?

“Eh menurutmu tiap hari Jumat itu serasa panasnya lebih-lebih dari biasanya nggak sih?” tanya saya pada salah satu teman.

“Loh, tak kira cuma aku aja yang ngerasa begini.”

Ternyata eh ternyata teman saya juga merasakan yang sama. Kalau kalian ngerasa gitu juga nggak sih?

Tapi kalau saya ambil positifnya, ketika cuaca semakin panas, maka orang akan semakin malas beraktivitas di luar, orang akan malas ngapa-ngapain. Maka dari itu, ketika orang itu memilih untuk tetap lanjut beraktivitas, tersebut akan menambah pahala atau berkah karena telah mau berjuang dengan lebih.

Bukankah hasil yang kita dapat akan berbanding lurus dengan usaha yang kita lakukan?

Kalau nge-tweet hari Jumat menjadi wajib bagi sebagian umat, untuk menuju hidup yang semakin berkah. Bolehlah ya saya menulis artikel ini agar supaya berkah juga hidupnya. hehe 

Amiin! (*)

BACA JUGA  Auto Base dan Kecenderungan Bersembunyi di Balik Akun Anonim  atau tulisan Lulu Erzed lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Oktober 2019 oleh

Tags: Gus MushashtagjumatberkahkamisambyarselasasambatTwitter
Lulu Erzed

Lulu Erzed

ArtikelTerkait

atta halilintar

Atta Halilintar dan Fenomena Narsisme Kolektif Anak Twitter

1 Agustus 2019
orang jelek cinta pacaran tahu diri Memahami Tweet Jefri Nichol: Ngapain Marah-Marah, kalau Kenyataanya Kita Memang Jelek?

Memahami Tweet Jefri Nichol: Ngapain Marah-Marah, kalau Kenyataanya Kita Memang Jelek?

2 Februari 2020
screenshoot handphone

Screenshot Adalah Kebiasaan Kita Bersama

17 Juni 2019
Netizen Twitter Adalah Antagonis Paling Kejam dan Fakta-fakta Lainnya Kenapa Becandaan di Twitter Nggak Laku Dibawa ke Facebook?

Netizen Twitter: Antagonis Paling Kejam dan Fakta Lainnya

15 Mei 2020
Tiktok (Pernah) Dianggap Medsos Goblok, Padahal Twitter dan Instagram Sama Saja Gobloknya (Unsplash.com)

Tiktok (Pernah) Dianggap Medsos Goblok, Padahal Twitter dan Instagram Sama Saja Gobloknya

28 September 2022
Daripada Bikin Cuitan Palsu demi Konten, Mending Bikin Novel Sekalian

Daripada Bikin Cuitan Palsu demi Konten, Mending Bikin Novel Sekalian

29 Februari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Solo Baru Sebelum Mangkrak seperti Sekarang Mojok.co

Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Sukoharjo sebelum Mangkrak seperti Sekarang

30 Januari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang Mojok.co

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

31 Januari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.