Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Fitur Canggih pada Mobil yang Nirfaedah

Mita Idhatul Khumaidah oleh Mita Idhatul Khumaidah
14 Mei 2022
A A
Fitur Canggih pada Mobil yang Sebenarnya Nirfaedah Terminal Mojok

Fitur Canggih pada Mobil yang Sebenarnya Nirfaedah (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Fitur canggih pada mobil memang punya kegunaan tertentu, tapi kenapa juga diciptakan fitur model begini?

Salah satu kecenderungan unik manusia, termasuk saya dan Anda, adalah dorongan meluap-luap yang tak kunjung habis untuk membikin ribet hidupnya sendiri. Ranah teknologi dipenuhi oleh pelbagai ciptaan berdasarkan kecenderungan tersebut.

ADVERTISEMENT

Perkembangan fitur interaktif pada televisi, contohnya. Saat kali pertama diciptakan pada lebih dari setengah abad silam, satu-satunya cara kita untuk berinteraksi dengan televisi yang kita miliki adalah dengan memencet deretan tombol yang tersemat di dekat layarnya. Tombol-tombol ini biasanya berjumlah lebih dari sepuluh, sebesar kancing, mengkilap, intimidatif, dan seolah siap mengubah TV kita menjadi serpihan atom bila kita memencetnya terlalu kuat.

Seiring perkembangan teknologi, jumlah dan ukuran tombol-tombol TV itu kian menyusut. Namun, cara kita berinteraksi dengan TV masih tetap sama; kita mesti menyeberangi ruangan dan memencet tombol tertentu untuk membuat TV bekerja sesuai keinginan kita, tak peduli kita sedang kena rematik atau sekadar mager parah.

Lalu, datanglah era kemudahan itu: sekelompok ilmuwan yang sangat mengerti penderitaan umat manusia berhasil menciptakan alat pengontrol berbasis cahaya yang kita beri nama remote. TV dengan remote adalah bentuk inovasi paling optimal, yang membuat kita bisa berinteraksi dengan TV kesayangan sekalipun kita sedang giat bersalto di seberang ruangan. Remote tercanggih yang berbasis internet saat ini bahkan memungkinkan kita untuk mengganti saluran TV di rumah meski kita berjarak ratusan kilometer darinya.

Remote TV (Unsplash.com)

Kecenderungan unik manusia yang semacam di atas kemudian mengambil alih. TV tercanggih sekarang tetaplah punya remote, tetapi kita menebusnya dengan harga mahal bukan untuk memenceti remote-nya sambil makan seblak di ujung ruangan, melainkan untuk menghampirinya sedekat mungkin agar kita bisa menyapukan jemari pada layarnya. TV layar sentuh mengembalikan kita ke era sebelum penciptaan remote, diam-diam menuntut kita untuk menjadi pribadi giat yang diidealkan mertua dan atasan.

Apa yang terjadi pada televisi juga terjadi pada mobil.

Saya agak ragu untuk menyematkan kata “nirfaedah” pada deretan fitur mobil yang sebentar lagi akan kita bahas. Fitur-fitur tersebut tentu saja punya kegunaan tertentu, tetapi kegunaannya telah melampaui titik optimalnya, yang membuat konsumen melipat tangannya di depan dada sebelum menggumam, “Kenapa pula mereka menciptakan fitur model begini?”

Baca Juga:

Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

#1 Head unit layar sentuh

Fitur nirfaedah dalam konteks “beauty over function” yang pertama adalah penggunaan head unit layar sentuh. Penggunaan head unit model begini sudah menjadi kelaziman, bahkan standar kelayakan suatu mobil keluaran terbaru, sama esensialnya dengan keempat roda dan pipa knalpot. Sebuah mobil anyar tanpa head unit layar sentuh, bagi sebagian konsumen, akan terasa sejanggal mobil yang dijual tanpa gelondongan mesin.

Head unit canggih (Bobby Hartanto Arif/Shutterstock.com)

Head unit ini tentu saja canggih. Anda bisa melupakan tumpukan CD dangdut Pantura karena head unit canggih ini bisa melakukan semua hal yang tidak bisa dilakukan sekeping CD.

Hubungkanlah gawai Anda dengan head unit ini, dan semua hal yang bisa dilakukan oleh gawai akan dilakukan oleh—atau tertampil di—layar sentuh impresifnya. Jangankan sekadar mendengar ceramah Om Deddy di Spotify, nonton drakor sambil nyetir juga bisa.

Masalahnya, head unit layar sentuh kerap mendistraksi fokus pengemudi karena ketiadaan tombol fisik. Beberapa mobil memang masih menyertakan tombol dan kenop—khususnya pada mobil yang belum memiliki fitur AC digital—tetapi tampaknya kehadiran tombol fisik akan semakin ditinggalkan karena… yah, kurang estetik saja. Mobil terbaru Honda, Wuling Almaz, dan tentu saja Tesla sudah mengadopsi pendekatan interaksi layar sentuh pada head unit mereka.

Saya pikir kehadiran tombol fisik masih diperlukan bagi pengemudi. Masa iya untuk sekadar menaikkan suhu AC, pengemudi mesti mengalihkan pandangannya dari jalan untuk mencari-cari tombol virtual yang tepat?

Oh ya, untuk urusan head unit canggih tapi menyusahkan, Yaris lele tipe TRD Sportivo juaranya. Sebegitu canggihnya head unit ini sampai-sampai harganya melambung lebih tinggi ketimbang seteru abadinya, Honda Jazz. Sesuatu yang tak pernah terjadi sebelumnya. Fitur tertinggi head unit Yaris lele, yang membuat konsumen tega menebusnya dengan harga tinggi, adalah air gesture.

Jadi, cara berinteraksi dengan head unit ini sama kayak hape flagship Samsung: kibaskan tangan di depan layar dengan jarak tertentu, dan perintah pun dilaksanakan. Terdengar canggih dan sederhana, tetapi metode interaksi semacam ini benar-benar menjengkelkan.

Kalau Anda kebetulan punya mobil ini, tentu tahu betapa ribetnya fitur air gesture kala dipakai karena toleransi jaraknya yang sempit. Belum lagi bila mobil dipakai pada siang yang terik dan mesti melewati rerimbun pohon; bayang-bayang pohon bakal dianggap sebagai kibasan tangan sehingga head unit-nya bertindak semaunya sendiri.

Solusinya, sih, gampang: matikan fitur air gesture. Namun, Anda membayar mahal karena ada fitur ini, masa iya nggak dipakai? Dilematis banget, mirip perasaan konstituen yang kadung tercerahkan ketika berjalan menuju bilik suara dan menyadari bahwa apa pun pilihannya, para garonglah yang menang.

#2 Paddle shift mobil matic jenis CVT

Paddle shift, gampangnya, adalah tuas pemindah gigi transmisi yang jamak ditemui pada mobil-mobil sport. Letaknya ada di belakang setir, dan pengoperasiannya cukup dengan colekan satu jari. Canggih dan benar-benar berguna, khususnya bagi Anda yang suka pecicilan di jalan tol.

Paddle shift memang fitur yang hanya ada pada mobil matic, tetapi terbatas pada transmisi matic berjenis kopling ganda (dual clutch), yang sudah pasti dibanderol sangat mahal. Idealnya begitu.

Namun, tibalah hari ketika para konsumen berjiwa pembalap memohon dengan penuh harap kepada pabrikan otomotif agar sudi memasang paddle shift di mobil mereka. “Kan udah tiptronic, berarti bisa dong dipasangi paddle shift,” begitu mungkin dalih mereka.

Paddle shift (Shutterstock.com)

Tentu saja bisa. Maka, lahirlah mobil-mobil bertransmisi CVT (Continously Variable Transmission) dengan fitur paddle shift, dan jujur saja ini kocak banget.

Paddle shift berguna untuk memindahkan gigi transmisi, sementara CVT bahkan tidak punya gigi. Anda tentu tahu bahwa komponen utama CVT cuma terdiri atas dua puli dan satu sabuk baja, tanpa gigi transmisi apa pun. Dengan begitu, keberadaan paddle shift pada CVT sebenarnya… useless. Mau mindahin apa coba?

Tapi, para insinyur mesin tidak kurang akal. Demi memenuhi keinginan konsumen, diciptakanlah gigi virtual yang hanya eksis di dalam chip. Jumlah gigi ini tentu saja seharusnya tak terbatas, tetapi agar tampak realistis dibatasilah jumlah gigi virtual ini (biasanya cuma 5 sampai 8 percepatan). Ketika pengemudi mencolek tuas paddle shift pada mobil CVT miliknya, komputer akan menurunkan putaran mesin sebentar sambil mikir hendak ditaruh pada percepatan berapa, sebelum menaikkan kembali putaran mesin dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Pengemudi tersebut tentu saja nggak tahu dilema yang dihadapi komputer itu. Satu-satunya hal yang mereka rasakan adalah hentakan kecil yang lazimnya terjadi ketika mobil transmisi lain berpindah gigi. Layar MID kemudian menunjukkan posisi gigi terkini, dan sang pengemudi membatin, “Anjrit, gue keren banget, yak!” sebelum memainkan paddle shift hingga batas yang diizinkan.

Maka, dari sini kita bisa menarik kesimpulan bahwa menyematkan fitur paddle shift pada mobil CVT sama bergunanya dengan mengajarkan pentingnya mencuci tangan yang baik dan benar kepada sekawanan bebek.

Sebenarnya masih ada banyak fitur canggih tapi patut diperdebatkan. Misalnya saja pemanas kursi kayak kepunyaan VW Tiguan Allspace (kayak Indonesia kurang panas saja), electronic power steering yang membuat pengendalian mobil sehambar nyetir di Timezone, pelbagai fitur keselamatan aktif yang membikin pengemudi stres alih-alih selamat ketika terjebak kemacetan brutal di jalanan Jakarta, atau fog lamp berwarna putih (petugas PJU saja tahu kalau lampu warna kuning, mau LED atau bohlam, lebih bisa diandalkan ketika jalanan diguyur hujan dan diselimuti kabut).

Namun, satu yang pasti: adalah manusiawi ketika manusia sebenarnya tidak tahu apa yang sungguh-sungguh mereka butuhkan.

Penulis: Mita Idhatul Khumaidah
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Mengapa Kita Memilih Motor Honda?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 14 Mei 2022 oleh

Tags: fitur canggihmobilnirfaedahpilihan redaksi
Mita Idhatul Khumaidah

Mita Idhatul Khumaidah

Book advisor di Mandira Dian Semesta sekaligus bu rumah tangga penuh waktu . Lebih suka otomotif daripada sinetron.

ArtikelTerkait

4 Mobil Toyota yang Remuk Redam di Pasaran Terminal Mojok

4 Mobil Toyota yang Remuk Redam di Pasaran

24 April 2022
7 Informasi Penting yang Perlu Kamu Tahu Soal Hyundai STARGAZER! Terminal Mojok.co

7 Informasi Penting yang Perlu Kamu Tahu Soal Hyundai STARGAZER!

1 Agustus 2022
5 Proker KKN selain Bikin Plang biar Programmu Lebih Kreatif Terminal Mojok.co

5 Proker KKN selain Bikin Plang biar Programmu Lebih Kreatif

28 Maret 2022
Kondisi Terminal Majalaya Bandung Kumuh dan Memprihatinkan, Sebuah Ironi di Kota Dolar

Kondisi Terminal Majalaya Bandung Kumuh dan Memprihatinkan, Sebuah Ironi di Tengah Kota Dolar

22 Januari 2025
Survei: Tokopedia Paling Memuaskan Pengguna, Salip 5 Marketplace Lain terminal mojok.co

Survei: Tokopedia Paling Memuaskan Pengguna, Salip 5 Marketplace Lain

29 Desember 2021
3 Tips Beli Baju Zara Second biar Tetap Nggaya Terminal Mojok

3 Tips Beli Baju Zara Second biar Tetap Nggaya

20 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026
Cipatat, kecamatan di Bandung Barat yang kontribusinya sering luput dari perhatian orang-orang Mojok.co

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

31 Juli 2026
Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu Mojok.co

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

2 Agustus 2026
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

4 kebiasaan warga Jogja yang biasanya menular ke pendatang

28 Juli 2026
13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

Jangan bebani mahasiswa KKN dengan tugas yang harusnya dikerjakan negara

30 Juli 2026
Suka knalpot brong indikasi sadisme, psikopat, dan narsisme (Wikimedoia Commons)

Kenapa sih kita gampang banget emosi lalu ngamuk kalau ada orang blayer-blayer knalpot brong?

29 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.