Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Bus Handoyo Mengajari Saya untuk Mengenal Aliran Musik Koplo

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
26 Agustus 2020
A A
Tipe-tipe Orang Nyumbang Lagu di Acara Pernikahan terminal mojok.co

Tipe-tipe Orang Nyumbang Lagu di Acara Pernikahan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sebelum merasakan naik bus Handoyo, tiap kali mudik Karawang-Jogja, saya biasanya langganan naik bus Kramat Djati. Busnya menurut saya lumayan nyaman dan yang paling saya suka adalah selera musik pak sopirnya. Biasanya mereka akan memutar lagu-lagu jadul era masa muda orang tua saya.

Misalnya, Panbers, Betharia Sonata, Koes Plus, dan lain-lain. Saya sudah sangat familiar dengan lagu-lagu itu, karena hampir setiap hari orang tua saya menyetel lagu itu di radio tape. Sehingga perjalanan malam Karawang-Jogja terasa begitu syahdu dan melankolis sekali.

Namun sayang sekitar tahun 2013 atau 2014, bus ini tidak lagi berhenti di Karawang Timur. Kalaupun saya terpaksa naik ini, biasanya bakal diturunkan di pintu tol kawasan industry Karawang Timur. Tetap bisa sih sebenarnya, tapi ribet dan jauh dari rumah saya.

Untuk arah ke Jogja, saya juga harus menumpang bus jurusan lain dulu dan saat sampai di rest area atau tempat makan gitu saya akan dioper di bus jurusan Jogja. Oleh karena keribetan ini, saya kemudian berpindah haluan untuk menjajal naik bus Handoyo.

Dari namanya saja, bus ini sudah ‘Jawani’ banget. Sopir dan kernetnya pun kebanyakan atau jangan-jangan semuanya orang Jawa. Soalnya obrolan mereka juga menggunakan bahasa Jawa yang medok kayak saya. Secara sekilas pelayananya hampir sebelas dua belas sih dengan Kramat Djati.

Hanya saja, setelah saya naik, lampu dimatikan, saya cukup kaget. Soalnya langsung terdengar suara menggelegar dari speaker bus, lagu dangdut koplo. Di layar TV juga tampak jogetan para biduan beserta kru-nya yang tengah beratraksi di panggung. Sejak dulu saya sudah terbiasa kalau naik bus selalu duduk di belakang sopir. Jadi bisa dibayangkan berapa SR kecepatan jantung saya berdetak. Belum lagi mata saya yang pedes melihat layar yang silaunya minta ampun dari televisi di depan saya pas.

Mungkin agak lebay yah reaksi saya ini. Tapi jujur saja, meski saya orang Jawa, namun saya jarang atau bahkan tak pernah mendengarkan musik dengan genre koplo semacam itu. Kalaupun lagu Jawa, biasanya saya sering mendengar lagu keroncong atau mocopatan yang sering diputar oleh bapak. Saya masih awam sekali untuk genre musik yang satu ini. Sehingga saya yang biasanya kalau naik bus langsung molor, ini gak bisa tidur semalaman karena jantungnya ikutan dag dig dag dug ngikutin irama gendang di bus Handoyo.

Suaranya berisik banget, mau mencoba tidur pun percuma. Nggak bakal bisa tidur. Mana makin malam bukannya dimatiin, malah makin pada semangat nyanyinya. Ampun deh. Baru kali ini saya naik bus yang full semalam suntuk koplonan di sepanjang jalan Pantura hingga Jogja. Yang saya heran, semua penumpang bus Handoyo tetap bisa tidur dengan nyaman. Tak ada juga penumpang yang complain dengan music tersebut. Mereka sepertinya menikmati tontotan tersebut. Apa cuma saya saja yang aneh. Saat turun dari bus saja saya masih terngiang-ngiang dengan ‘jeduk jeduk des’ gendang semalaman itu.

Baca Juga:

Cidro 2 Adalah Lagu Jawa Terbaik, yang Lain Minggir Dulu

Kebiasaan Anak Muda di Daerah Plat Nomor K Khususnya Jepara yang Merusak Nama Baik Orkes Dangdut

Saya kira, hal ini karena saya naik bus kelas VIP. Maka saat balik ke Karawang, saya mencoba naik bus Handoyo yang eksekutif. Lebih mahal sih harganya, tapi busnya super duper enak dan nyaman sekali. Tapi eh tapi, setelan musiknya tetap aja dangdut koplo. Ya ampun.

Mau gak mau saya harus tetap bersinggungan dengan musik koplo karena saya sering sekali mudik dan bolak balik menggunakan bus Handoyo ini. Lambat laun saya jadi terbiasa. Lagu dangdut koplo ternyata nggak seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Saya mulai menikmati suara penyanyinya, mengikuti irama musiknya, dan menghayati setiap liriknya. Mendengar musik ini kadang membuat saya melupakan sejenak beban hidup. Membuat saya losss doll….

Pantas saja jika orang itu pada kayak orang tanpa beban saat menonton pertunjukan dangdut koplo. Bukan berarti mereka yang ketawa dan nyanyi-nyanyi itu tak punya masalah, namun dengan nyanyi dan joget kayak gitu mereka seolah melupakan sejenak beban hidup di dunia nyata. Begitulah katanya cara para rakyat jelata dulunya mencari hiburan dari kepenatan masalah kehidupan yang menghimpit.

Dari bus Handoyo saya jadi kenal Sagita and the gang, tahu performa Via Vallen itu kayak apa, dan tahu juga yang namanya Nela Kharisma itu yang mana. Saya bahkan jadi hafal beberapa lagu milik Sagita gara-gara sering naik bus Handoyo. Kalau bukan karena dicekoki lagu dan tontonan dangdut koplo sama Handoyo, mungkin sampai sekarang saya akan tetap enggan berkenalan dengan genre musik yang satu ini.

Dulu saya sempat mikir, mendengarkan lagu koplo semacam ini pas malam-malam itu bukannya bikin berisik yah. Tapi menurut saya lagu koplo memang paling cocok untuk teman perjalanan malam sih. Biar ng gak ngantuk. Coba kalau pas nyopir gitu yang diputar lagu-lagu syahdu, kan malah bahaya buat pak sopir yah. Bikin ngantuk.

Gara-gara bus Handoyo, sekarang saya jadi ikut-ikutan kecanduan mendengarkan lagu-lagu koplo. Tiap ada lagu koplo baru, saya bahkan langsung update. Apalagi kalau mudik naik kendaraan pribadi gitu, playlist saya sekarang lagu koplo semua. Hehehe. Fix kena racun koplo karena bus Handoyo.

BACA JUGA Kok Bisa, sih, Cikampek Lebih Terkenal ketimbang Karawang? dan tulisan Reni Soengkunie lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 Agustus 2021 oleh

Tags: bus malamdangdut koplo
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

Cidro 2 Adalah Lagu Jawa Terbaik, yang Lain Minggir Dulu

Cidro 2 Adalah Lagu Jawa Terbaik, yang Lain Minggir Dulu

23 Desember 2023
Dangdut Koplo Hanya Naik Daun, Bukan Naik Kelas

Dangdut Koplo Hanya Naik Daun, Bukan Naik Kelas

30 Oktober 2019
5 Lagu Sunda yang Maknanya Nggak Kalah sama 'Cidro' dan 'Sewu Kutho' terminal mojok.co didi kempot campursari sunda keroncong sunda

Dari Saya yang Sering Patah Hati: Terima Kasih Om Didi Kempot

4 Juli 2019
Dari 'Buka Sitik Jos!' hingga 'Semongko': Senggakan Adalah Unsur Penting Dangdut Koplo Jawa terminal mojok.co

Dari ‘Buka Sitik Jos!’ hingga ‘Semongko’: Senggakan Adalah Unsur Penting Dangdut Koplo Jawa

22 Oktober 2020
los dol denny caknan lirik arti video klip mojok.co

Los Dol, Satu-satunya Lagu yang Enak Dinyanyikan Denny Caknan

6 Agustus 2020
Penyambutan Tokoh Ormas Boleh, Konser Musik Harusnya Juga Boleh, dong? terminal mojok.co

Dangdut Koplo di Kalangan Pemuda: Sempat Dianggap Norak, Sekarang Malah Semarak

15 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kelas Menengah Dimatikan dengan Pajak dan Kenaikan BBM (Unsplash)

Kenaikan Harga Pertamina Turbo dan DEX Mendorong Kelas Menengah Menuju Kemiskinan dan Kematian

20 April 2026
Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

20 April 2026
3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya Mojok.co

Bantul Itu Maju ya, Gaes, Bukan Desa Tertinggal dan Tak Tersentuh Peradaban seperti yang Ada di Pikiran Kalian!

17 April 2026
7 Sisi Terang Jakarta yang Jarang Dibahas, tapi Nyata Adanya: Bikin Saya Betah dan Nggak Jadi Pulang Kampung kerja di jakarta

Jangan Mencari Peruntungan dengan Kerja di Jakarta, Saya Cari Magang di Sini Saja Susah, Sekalinya Dapat Tidak Digaji dan Dijadikan Tenaga Gratisan

20 April 2026
Selama Real Madrid Tidak Percaya dengan Strikernya, Lupakan Meraih Gelar UCL ke-16

Real Madrid Tanpa Trofi (Lagi), Saatnya Buang Vini

16 April 2026
Bangkalan dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia Mojok

Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • WNA Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Kontrak di Indonesia dan Mengabdi untuk Anak Pekerja Migran di Sana
  • WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”
  • Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga
  • Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!
  • Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran
  • Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.