Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Final AFF: Yang Bertanding Indonesia vs Thailand, yang Menang Pejabat yang Cari Muka

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
29 Desember 2021
A A
Final AFF: Yang Bertanding Indonesia vs Thailand, yang Menang Pejabat yang Cari Muka

Final AFF: Yang Bertanding Indonesia vs Thailand, yang Menang Pejabat yang Cari Muka (pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Yang bertanding di final AFF Indonesia vs Thailand, yang juara politisi.

Saya tahu, meningkatkan citra di hadapan masyarakat untuk seorang politisi itu perlu. Sudah perlu, pakai banget malah. Saya paham, citra akan mendompleng dirinya. Baik ketika lagi mencalonkan atau bahkan sudah menjabat dalam posisi tertentu.

ADVERTISEMENT

Kita bisa memasukan logika dengan premis paling sederhana ketika ada bakal calon peserta kontestasi yang cari muka. Tentu saja ia membutuhkan suara untuk menang kontestasi itu. Premisnya ya sudah jelas; butuh suara. Nah, kalau ada pejabat yang sudah mapan di posisinya namun masih saja cari muka, betapa menggelikannya orang tersebut.

Mau pakai logika paling purba pun nggak bakal bisa kita—sebagai manusia biasa pada jamaknya—berpikir sampai ke sana. Kalau pejabat yang sudah mapan ya tinggal kerja, kerja, kerja. Urusan tipes atau vertigo ya lihat belakangan. Yang penting kerja.

Di sebuah daerah di Pulau Jawa, terdapat pejabat daerah yang lucunya kelewatan. Ia sudah nyaman duduk di pangkuan jabatan, menang kontestasi tentu saja sudah, namun masih cari muka sih itu bener-bener bikin garuk-garuk kepala.

Mungkin blio ini mencontoh secara bodon cari muka ala Bu Risma dan Pak Ridwan Kamil. Bu Risma acap kali marah-marah tanpa sebab. Mungkin ketika ia sedang ngalamun, juga bisa langsung mencak-mencak. Atau Pak Ridwan Kamil yang sering pamer sudut Jawa Barat khusus bagian yang indah-indah.

Namun, itu semua retorika politik. Tanpa ada kesepakatan, retorika politik itu punya aturan main tersendiri. Sedang pejabat yang saya maksud, masuk retorika politik paling bodoh saja belum. Ya maaf-maaf saja, pemain Timnas Indonesia yang masih bertugas dan memerah keringat, kok ya sudah dijadikan alat politik.

Video call Mas ARHAN pencetak gol ciamik sekaligus Man of the Match Indonesia vs Malaysia. Selamat ulang tahun Mas Arho (panggilan akrabnya di rumah Blora), semoga sehat selalu, sukses dan besok menang terus sampai Final.. InshaAllah INDONESIA JUARA… Aamiin pic.twitter.com/FQRuYm4UWI

— BUPATI BLORA (@AriefRohman_838) December 21, 2021

Baca Juga:

Gagal Paham dengan Outfit Mewah Pejabat, Harga Jutaan Tetap Terlihat Norak karena Nggak Bisa Kerja

Upin Ipin Serial TV yang Tampak Aman untuk Anak-Anak, tapi Aslinya Bisa Merusak kalau Ditonton Tanpa Dampingan Orang Dewasa

mungkin bisa mengelak dengan, “Wong cuma ngucapin ulang tahun dan ngobrol-ngobrol bentar.” Itu saja sudah nggak valid blaaaas. Sekalian saja ditambah “cuma” yang lainnya. Cuma ngonten di Twitter, cuma kebetulan dapat like banyak dan tambahan followers karena Arhan sedang naik daun, cuma ganggu konsentrasi Arhan menjelang berhadapan dengan Singapura, cuma kebetulan elektabilitas naik deh.

Lionel Messi yang masih umur 22 dan dapat Ballon d’Or yang pertama kalinya saja nggak dibikinkan konten sama Bupati Rosario. Bahkan nggak ada tuh Gubernur Santa Fe bikin tweet ndlogok macam, “Kira-kira Mas Messi punya pacar belum ya. Pak @BupatiBuenosAires, kita besanan, nih.” Nggak, nggak sampai sana.

Itulah kenapa Messi tumbuh dengan baik. Cristiano Ronaldo juga menjadi pemain sepak bola kelas dewa. Sebab, di daerah asal mereka nggak ada itu politisi-politisi gathel yang gangguin konsentrasi mereka baik membela klub maupun timnas.

Messi dan Ronaldo kelas dunia lho ini. Bahkan jumlah followers mereka dijumlah, populasi Portugal saja kalah. Nggak sampai tuh Bupati Aveiro ndompleng nama dengan video call bareng. Mungkin Bupati Aveiro dan juga Bupati Rosario tahu bahwa telepon dan bikin konten bareng atlet yang sedang bertugas itu dikatakan norak bin ndlogok saja belum.

Pesepakbola Indonesia itu layu sebelum berkembang ya karena kultur di negara ini yang super busuk sekali. Berprestasi di tingkat usia muda, didatangi politisi, dimanja setengah mati, dibelikan apa-apa, dijanjikan jadi Polri atau PNS, setelah terlena dan kariernya turun, ya politisi itu pergi cari atlet lain.

Atlet yang manja? Ah nggak juga. Ya bayangkan saja ketika usiamu baru 20 tahun, lalu diajak video call sama politisi aneh. Secara psikis ya mau nolak juga nggak enak. Apalagi di luar jam latihan, kebijakan pelatih sudah nggak mutlak. Pelatih dan jajaran hanya bisa mengingatkan, sedang pemain yang menentukan.

Bahkan ada yang bilang, “Salahin atletnya sendiri kenapa diangkat!” Lha di-video call sama bupati daerah tempat tinggalnya sendiri je, mosok ya reject. Tentu saja pekewuh. Sedang atlet muda yang usianya baru 20 tahun tak tahu bahwa dirinya berdampak besar kepada daerah kelahirannya. Apalagi kemarin baru cetak gol, waduh incaran betul bagi politisi.

Panjat sosial dengan atlet ketika event olahraga usai saja aneh, apalagi ketika event masih berlangsung, macam final AFF ini. Saya yakin, yang dibutuhkan atlet hanyalah kabar dari orang-orang yang ia sayang. Orang tua yang berkata bangga, kawan-kawan yang menunggu di tongkrongan, atau pacar yang sudah menabung rindu di celengan. Bukan politisi prik yang ujug-ujug nanya jodoh.

Selama saya jadi pelatih sepak bola lingkup desa, menjaga pikiran pemain selama kompetisi itu penting. Pernah pemain saya ketika jadi striker malah ndomblong. Ketika saya tanya kenapa, ia kepikiran kalau kemarin ditelepon pinjol. Lha ini apalagi yang telepon lebih medeni dari debt collector pinjol, yakni politisi.

Namun, lama kelamaan saya malah menaruh kasihan kepada politisi macam ini. Saking nggak punya prestasi untuk dibanggakan, sampai-sampai panjat sosial atlet yang bahkan laga kompetisinya saja belum usai. Kasihan betul kalau kenyataannya memang begitu.

Laga final AFF nanti, Indonesia akan menghadapi Thailad. Menang atau kalah (semoga saja menang, amin paling banter), pejabat-pejabat seperti ini akan membelah diri. Menjadi banyak. Ada di mana-mana. “Selamat Menjuarai Piala AFF 2020” tapi yang dipajang wajah-wajah mereka yang membosankan itu. Ah, lagu lama.

Dan, yah, yang bertanding di final AFF Indonesia vs Thailand, yang juara politisi.

Penulis: Gusti Aditya
Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Desember 2021 oleh

Tags: final AFFIndonesiaPejabatpolitisi
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Membela Turis Indonesia yang Gemar Belanja dan Berfoto Ria Terminal Mojok

Membela Turis Indonesia yang Gemar Belanja dan Berfoto Ria

10 Desember 2022
Rapat Pejabat Indonesia, Mahal di Konsumsi, tapi Minim Substansi. Lebih Fokus ke Gedung Rapat dan Konsumsi ketimbang Isi Rapat!

Rapat Pejabat Indonesia, Mahal di Konsumsi, tapi Minim Substansi. Lebih Fokus ke Gedung Rapat dan Konsumsi ketimbang Isi Rapat!

11 Juli 2024
hantaran

Salah Satu Indahnya Keberagaman: Dapat Hantaran dan Menikmati Makanan saat Hari Raya Agama Lain

12 Agustus 2019
Jangan-jangan Negara yang Sering Disindir Film India Itu Indonesia? terminal mojok.co

Jangan-jangan Negara yang Sering Disindir Film India Itu Indonesia?

25 Januari 2021
Pemegang Paspor Indonesia Memang Harus Siap Sengsara di Luar Negeri Mojok.co

Pemegang Paspor Indonesia Memang Harus Siap Sengsara di Luar Negeri

21 Januari 2025
merah putih

Merah Putih Tetap Berkibar di Papua

2 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

6 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk pelajar Mojok.co

Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk banyak pelajar 

8 Agustus 2026
Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa (Unsplash)

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa

10 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026
Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang Mojok.co

Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang

9 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.