Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

Fenomena Akun Gosip di Media Sosial

Utamy Ningsih oleh Utamy Ningsih
18 Juni 2019
A A
akun gosip

akun gosip

Share on FacebookShare on Twitter

Waktu yang terus berjalan, zaman yang terus berubah dan teknologi yang terus berkembang, pada akhirnya membuat sebagian besar orang-orang di muka bumi ini mulai meninggalkan cara lama dan beralih ke hal baru—yang dirasa lebih mudah dan cepat. Dulu, untuk berbelanja, pesan tiket, cari ojek dan berbagai macam keperluan lainnya harus dengan keluar rumah, kini tidak lagi. Semua sudah ada aplikasi online-nya.

Begitu juga dalam hal kebutuhan akan berita update tentang publik figur. Jika dulu nya kabar dan gosip dari publik figur hanya bisa dinikmati melalui tayangan infotainment di televisi, kini kabar dan gosip publik figur justru bisa dinikmati melalui media sosial. Hal ini tentu saja berkat munculnya berbagai macam akun-akun gosip di media sosial.

Dalam mencari bahan pemberitaan, akun-akun gosip ini menggunakan metode: dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Maksud saya, yah tidak perlu menjadi reporter atau wartawan untuk menjadikan informasi yang didapatkan bisa menjadi bahan pemberitaan. Istilah kerennya citizen journalism. Atau kalau menurut istilah khas akun gosip: “dengan kekuatan hengpon jadul, cekrek, cekrek, aplot” dan voila…jadilah sebuah berita.

Dalam mengunggah foto atau video tentang publik figur, akun gosip di media sosial tersebut juga punya stock istilah yang cukup banyak. Saking banyaknya, bisa lah untuk dibuatkan sebuah kamus. Kamus besar khusus akun gosip. Misalnya penyebutan admin, ada yang menulis minceu, ada juga yang menulis mimin. Ada lagi istilah semacam sesertong, sesebapak, seseibu,sesekakak, seseadik, indang, dikamsud, dan istilah-istilah lainnya yang jika saya tuliskan akan sangat ketahuan bahwa saya adalah followers aktif akun gosip @lambe_turah.

Berita yang up to date ditambah dengan caption yang kadang unik kadang membingungkan (saking bingungnya kadang harus scroll kolom komentar sampai bawah biar dapat jawaban) menjadikan akun gosip sebagai salah satu akun yang punya banyak followers. Followers-nya bukan hanya dari kalangan rakyat biasa, publik figur pun banyak yang ikut nge-follow. Karena pada dasarnya kita-kita (kita??? lo aja kali, gue nggak) ini memang selalu haus akan keributan berita.

Publik figur yang diberitakan pun berasal dari berbagai kalangan, mulai dari orang yang terkenal sampai pada orang yang kurang terkenal—dan akhirnya menjadi terkenal berkat pemberitaan di akun gosip. Respon publik figur yang diberitakan pun bermacam-macam, ada yang mengambil sikap diam, tapi tidak sedikit juga yang langsung membuat klarifikasi.

Respon para followers untuk pemberitaan itu sendiri juga tidak selalu sama. Batas antara hujatan dan pujian yang memenuhi kolom komentar sangat tipis sekali. Lihat saja bagaimana ucapan ikut berbahagia disertai doa—yang baik—bersaing ketat dengan kalimat hujatan dan sindiran pada unggahan kabar pernikahan seseincess  Syahrini dan Reino Barack. Saya dan kamu (kalau tidak boleh disebut kita) juga pasti punya komentar sendiri tentang kabar pernikahan yang cetar, membahana, dan ulala ini. Meski pada kenyataannya, dalam berbagai kesempatan Syahrini selalu mengingatkan “Hey…andahh jangan julid.”

Sekarang mari kita tinggalkan Syahrini dan melangkah lebih jauh, yaitu tentang dampak bagi orang yang menjadi bahan pemberitaaan. Sejauh pengamatan saya, dampak dari pemberitaan di akun gosip itu juga tidak boleh diremehkan. Orang-orang yang menjadi bahan pemberitaan di akun gosip akan di hadapkan pada dua hal. Kalau bukan jadi terkenal, ya jadi tidak terkenal.

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Drama Cina: Ending Gitu-gitu Aja, tapi Saya Nggak Pernah Skip Menontonnya

Untuk hal yang pertama, saya rasa sudah bukan rahasia umum lagi bahwa ada orang-orang yang memang sengaja ingin diberitakan. Entah oleh akun gosip atau akun apa pun. Yang dilakukan juga tentu saja adalah hal yang dirasa bisa menarik perhatian. Mulai dari hal yang positif sampai pada hal yang nggak banget.

Setelah diberitakan di akun gosip, biasanya orang-orang ini akan sering diundang di berbagai stasiun televisi. Yang melakukan hal positif—dalam hal ini bakat yang unik misalnya—akan diundang untuk menunjukkan bakatnya secara langsung, sedangkan untuk yang melakukan gimmick akan diundang untuk memberikan klarifikasi tentang benar tidaknya yang dilakukan adalah untuk menaikkan popularitas semata. Sesuatu yang sebenarnya adalah hal yang terkesan percuma, makanya sampai ada imbauan “stop making stupid people famous.”  Dan saya sangat setuju akan imbauan tersebut.

Untuk hal yang kedua, yaitu menjadi tidak terkenal atau meredup karirnya setelah menjadi bahan pemberitaan di akun gosip biasanya terjadi jika orang tersebut diketahui (pernah) melakukan hal yang kurang beretika.

Salah satu contohnya bisa kita lihat pada kasus sesebapak motivator. Dulu dia punya program khusus yang tayang di salah satu stasiun televisi. Banyak orang yang menjadikan kalimat yang dia ucapkan atau yang dia tuliskan sebagai bahan untuk memotivasi diri sendiri, tapi setelah ketahuan melakukan hal yang mengecewakan di masa lalu, banyak orang mulai antipati. Nama dan wajahnya tidak pernah lagi muncul di stasiun televisi. Sesebapak motivator bak hilang ditelan bumi.

Berkaca dari kejadian tersebut, wajarlah jika banyak publik figur merasa risih dengan kehadiran akun gosip di media sosial. Bukan hanya takut masa lalunya—yang katakanlah buruk—terungkap di khalayak ramai tapi juga merasa tidak lagi punya privasi. Rasanya seperti ada kamera yang siap mengabadikan gerak-gerik mereka. Ihh…ngeri euy.

Terlepas dari semua hal di atas, saya rasa kehadiran akun gosip di media sosial ini akan menjadi satu fenomena yang bertahan cukup lama. Tidak seperti kehadiran dia yang cuma sesaat. Datang memberi harapan, lalu pergi meninggalkan luka. Huhuhu…

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2022 oleh

Tags: Akun GosipGosipLambe TurahMedia Sosial
Utamy Ningsih

Utamy Ningsih

Suka Membaca, Belajar Menulis.

ArtikelTerkait

Langsung Mute Notifikasi Pas Join Grup WhatsApp Baru Bukan Suatu Dosa terminal mojok.co

Langsung Mute Notifikasi Pas Join Grup WhatsApp Baru Bukan Suatu Dosa

15 Maret 2020
influencer

Tren Para (So Called) Influencer yang Menginginkan Gratisan Bermodalkan Jumlah Followers

18 Juli 2019
eskapisme

Eskapisme Media Sosial Membumbui Penyimpangan Era Digital

28 Juli 2019

5 Alasan Orang Mute Status WhatsApp

22 Mei 2021
Bahaya Influencer Nakal: Tarif Endorse Jutaan, Insight Konten Penuh Kepalsuan!

Bahaya Influencer Nakal: Tarif Endorse Jutaan, Insight Konten Penuh Kepalsuan!

18 Oktober 2023
facebook media sosial kenangan nostalgia fitur mojok

Memangnya Kenapa kalau Nggak Main Media Sosial?

13 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Hal yang Bakal Saya Rindukan setelah Lulus dari UM Malang kkn

UM BBM: Program KKN ala UM Malang yang Punya Banyak Celah dan Penuh Masalah!

7 Juni 2026
Suzuki GSX-R150, Motor Sport untuk Kalian yang Muak dengan Honda CBR dan Yamaha R15 suzuki hayate 125 motor suzuki shogun 110 suzuki access 125 motor suzuki nex crossover suzuki nex II

Suzuki Nex II Benar-benar Nggak Tahu Diri, Harganya Lebih Mahal dari Honda BeAT, tapi Fiturnya Masih Saja Tertinggal  

6 Juni 2026
Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

4 Juni 2026
Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja Mojok.co

Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja

7 Juni 2026
4 Mitos Seputar Skripsi yang Bikin Mahasiswa Stres magang skripsi kuantitatif

Tips Cepat Lulus Skripsi Kuantitatif Tanpa Jadi Tumbal Statistik dari Dosen, Dijamin Waras!

4 Juni 2026
Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya "Pajak" yang Tidak Dibenci Warga

Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya Pajak yang Tidak Dibenci Rakyat

5 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.