Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Erspo Harus Belajar dari Puma yang Pernah Dibilang Tak Layak untuk Sekadar Produksi Kondom

Dicky Setyawan oleh Dicky Setyawan
2 April 2024
A A
Erspo Harus Belajar dari Puma yang Pernah Dibilang Tak Layak untuk Sekadar Produksi Kondom (Unsplash)

Erspo Harus Belajar dari Puma yang Pernah Dibilang Tak Layak untuk Sekadar Produksi Kondom (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Desain jersey timnas Indonesia buatan Ergonomic Sporty Outfit (Erspo) pada akhirnya mewujudkan filosofinya sendiri. Konon, pola jacquard di jersey tersebut menggambarkan gemuruh suporter. Dan kini, gemuruh itu nyata, setidaknya di dunia maya hingga tagar #BoikotErspo mencuat ke permukaan. Untuk menerima kritik, mereka bisa belajar dari Puma.

Hadirnya Erspo sebagai apparel baru timnas memang tak ubahnya jadi pemantik keberisikan dunia maya belakangan. Bermula dari kritik desain yang “B Aja” hingga merambah ke ranah drama yang bagi saya berlebihan. Sumbernya sebenarnya dari pihak terkait yang memang kurang dewasa menanggapi kritik.

Pelatih Timnas, Shin Tae-yong pernah menyampaikan kritik soal kualitas jersey latihan yang dibilang kurang memberikan kenyamanan ke pemain. Sebenarnya, pihak apparel menyambut kritikan itu secara positif. Namun, sang founder Erspo, Muhammad Sadad justru membuat video meneteskan air ke jersey seolah membalas kritikan sang pelatih.

Gemuruh lebih bising terjadi menyangkut desain jersey home-away yang banyak orang menganggapnya monoton. Bahkan orang menyamakannya dengan jersey Singapura. Pola jacquard juga dianggap mirip pattern background Liga Inggris. Juga nameset yang cenderung kerap disamakan dengan milik Liverpool.

Ernanda Putra, dalam hal ini founder Makna Creative, jadi pihak yang paling mendapat sorotan karena aksi anti-kritiknya. Sebagai informasi, desain jersey tanding memang dikerjakan oleh Makna Creative. Berkat Ernanda pula, tagar boikot itu pertama kali muncul di platform Twitter.

Blunder Ernanda 

Ernanda Putra bertarung begitu hebatnya mengatasi kritik yang deras datang dari penggemar biasa, kolektor jersey, kelompok suporter. Bahkan hingga pandit-pandit bola macam Coach Justin dengan para dombanya.

Padahal banyaknya orang yang mengakui desain Erspo itu B Aja, seharusnya sudah jadi validasi bahwa memang benar demikian. Tentunya muaranya adalah perbaikan, atau minimal permintaan maaf, alih-alih over defensif. Drama dan keruwetan baru pun tercipta saat ternyata pihak Sadad dan Ernanda nyatanya tak lagi saling membela.

Cuma 2 hal yang tak dimiliki pihak apparel maupun pencipta desain, yaitu rendah hati dan santai. Atau kalau kata komika Mukti Entut sebagai sikap andhap asoy. Sikap sederhana yang pada akhirnya tak coba diterapkan pihak apparel atau pihak pendesain kaos tanding.

Baca Juga:

Benang yang Kembali Kusut: Langkah Membingungkan PSSI Memecat STY di Tengah Jalan  

Sepak Bola Indonesia Memang Penuh Drama, Shin Tae-yong Cuma Salah Satunya

Jangan salah, desain Mills di awal kemunculannya juga mendapat kritik karena mirip makanan kuping gajah. Dan lagi, jangankan Erspo atau Mills, produsen dunia macam Puma, Nike, atau Adidas juga masih kerap mendapatkan kritik. Yang tentunya tak kalah pedas dari sekadar labeling C Aja atau Cupu Aja dari Coach Justin.

Saking jeleknya, Puma bahkan dianggap nggak layak untuk produksi kondom

Pemain Swiss, Xherdan Shaqiri melontarkan celoteh pedas ke Puma selaku apparel jersey mereka di EURO 2016. Ini imbas dari banyaknya jersey pemain yang robek dalam salah satu pertandingan. Shaqiri terang-terangan menyindir kualitas Puma yang bahkan tak layak menjadi produsen kondom. Bisa kamu bayangin kalau Erspo yang dikatain begitu. Ernanda bisa megap-megap.

Puma saat itu tak memampangkan egonya sebagai salah satu apparel kenamaan dunia. Alih-alih menghakimi Shaqiri tak paham kualitas jersey mereka, Puma lantas meminta maaf dan berjanji akan memperbaiki kualtias jersey. Sebuah sikap yang sangat andhap asoy.

Bahkan Puma dari berbagai lini produksinya nampaknya selow-selow saja menghadapi kritik serupa dari penggemar. Seperti saya yang heran kenapa Puma di era tersebut lebih sering bikin jersey ketat macam legging macan tutul. Perlahan, Puma menanggalkan jenis jersey demikian belakangan ini. Dengerin tuh Erspo.

Puma bukan cuma dikritik soal kualitas bahan. Soal desain, jersey Puma bahkan ditolak mentah-mentah seperti yang terjadi di jersey third Borussia Dortmund 2021/2022.

Pada musim tersebut, Puma memang punya template jersey yang cukup unik. Alih-alih menampilkan logo di dada, apparel asal Jerman itu justru hanya memasukan nama tim sebagai pengganti badge logo.

Beberapa tim selain Dortmund sebenarnya punya jatah yang sama. Hanya saja, penggemar Dortmund jadi pihak yang paling keras menentang. Hasilnya? pihak klub memilih berpihak ke penggemar dan menolak desain jersey dari Puma. Bahkan Puma juga andhap asoy untuk urung memaksakan jersey.

Dear Erspo, suporter itu bukan customer

Ada idiom yang populer di kalangan fans bola bahwa “Suporter bukan cuma customer.” Memang pelanggan itu raja. Tapi raja dalam artian pelanggan, berhak memilih untuk tetap menjadi konsumen atau tidak.

Lain halnya dengan suporter yang pada dasarnya tak bisa memilih. Mendukung itu urusan hati. Jika seseorang dilahirkan atau dibentuk sebagai pendukung Manchester United, kemungkinan besar ia akan tetap menyaksikan MU walau tersiksa di setiap pekannya.

Jersey timnas misalnya yang dianggap buruk. Penggemar tidak selalu memilih untuk membeli atau tidak hanya berdasarkan desain. Kalaupun beli, mereka lebih terdorong oleh perasaan cinta alih-alih hanya karena desainnya bagus.

Toh sebelum tagar boikot Erspo muncul, banyak kalangan fans yang mau tak mau memang berniat melarisi jerseynya. Yah, walaupun desainnya memang B Aja.

Pemahaman demikian yang semestinya dimiliki pihak apparel atau desainer jersey timnas. Bahwa mereka seharusnya memandang suporter bukan sekadar konsumen. Tapi sebagai pemilik dari sebuah tim itu sendiri, untuk didengar atau tidak.

Dortmund dan Puma sekali lagi telah memberi suri tauladannya. Musim 2023/2024 lalu, kedua pihak itu mewadahi suporter untuk menyalurkan protesnya, dengan cara membuat sayembara desain jersey dari suporter itu sendiri. Hasilnya, Dortmund akhirnya menggunakan jersey kreasi fans.

Dan yang jelas, gemuruh media sosial selayaknya filosofi jersey timnas ini bukan sekadar ladang cuan. Bahwa hal demikian adalah kepedulian dari kalangan penggemar. Tentu saja cetek kalau cuma dibilang sebagai korban dari S4 Marketing.

Penulis: Dicky Setyawan

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Nonton Timnas Indonesia di TV Nggak Ada Bedanya dengan Nonton di Situs Ilegal, Banyak Iklan dan Gangguan!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 April 2024 oleh

Tags: erigoernanda putraerspojersey timnasPUMATimnas Indonesia
Dicky Setyawan

Dicky Setyawan

Pemuda asal Boyolali. Suka menulis dan suka teh kampul.

ArtikelTerkait

Pemain Naturalisasi Ketika Jadi Tuan Rumah Pildun, tapi yang Main Bukan Orang Indonesia MOJOK.CO

Pemain Naturalisasi: Ketika Jadi Tuan Rumah Pildun, tapi yang Main Bukan Orang Indonesia

23 Agustus 2020
Burundi Memang Lawan yang Tepat untuk Timnas Indonesia, Levelnya kan Baru Segitu

Burundi Memang Lawan yang Tepat untuk Timnas Indonesia, Levelnya kan Baru Segitu

12 Maret 2023
suporter timnas indonesia

Timnas Indonesia dan Betapa Gampangnya Pendapat Suporter Indonesia Berubah

18 Juni 2019
Elkan Baggott Harusnya Menyesal Menolak Main untuk Timnas Indonesia

Elkan Baggott Harusnya Menyesal Menolak Main untuk Timnas Indonesia

26 Oktober 2021
Efek Positif Timnas Indonesia yang Luput dari Perhatian, Kafe-kafe Sepi Jadi Hidup Lagi erick thohir prabowo shin tae-yong pssi

Erick Thohir Nggak Perlu Bikin Pernyataan Mundur, Bangun Pondasi Baru Setengah Masak Mau Cabut?

17 November 2024
Membela Harkat dan Martabat Gorengan yang Disinggung Lee Jae-Hong, Pelatih Fisik Timnas Indonesia terminal mojok.co

Membela Harkat dan Martabat Gorengan yang Disinggung Lee Jae-Hong, Pelatih Fisik Timnas Indonesia

28 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
Rumah Lelang Memang Murah, tapi Banyak Risiko Tersembunyi yang Membuntuti Mojok.co

Rumah Lelang Memang Murah, tapi Banyak Risiko Tersembunyi yang Membuntuti

9 Februari 2026
Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering "Keseleo" Mojok.co

Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering “Keseleo”

7 Februari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”
  • “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.