Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Erling Haaland Membuat Premier League Serasa Liga Petani

Muhammad Iqbal Habiburrohim oleh Muhammad Iqbal Habiburrohim
3 Oktober 2022
A A
Erling Haaland Membuat Premier League Serasa Liga Petani

Erling Haaland Membuat Premier League Serasa Liga Petani (Akun Instagram @erling.haaland)

Share on FacebookShare on Twitter

Julukan Premier League sebagai liga paling kompetitif sedang diinjak-injak oleh pemain berusia 22 tahun yang berasal dari negara yang bahkan tidak diperhitungkan. Para penonton sekalian, sambutlah Erling Haaland.

Tak bisa dimungkiri, untuk saat ini, mungkin Haaland sudah berada pada tingkatan yang lebih dari jauh dibanding pemain seusianya. Bahkan, prediksi bahwa estafet rivalitas antara Ronaldo dan Messi akan dilanjutkan oleh Erling Haaland dan Kylian Mbappe saya pikir tidak lagi relevan. Ya benar, Haaland benar-benar jauh meninggalkan Mbappe dari segala sisi mulai dari etos kerja, profesionalisme, perkembangan diri, hingga attitude di lapangan. Saya merasa bahwa Haaland ini sebenarnya adalah sebuah mesin yang diciptakan untuk membuat pemain sepak bola yang memenuhi segala jenis aspek secara sempurna.

Statistik 16 gol dari 11 penampilan pada semua ajang bersama Manchester City menjadi buktinya. Manchester United menjadi korban terakhir Haaland di mana pada laga itu ia berhasil mencetak tiga gol dan dua assist untuk timnya. Statistik mencatat bahwa Haaland telah menciptakan tiga hattrick di Premier League. Kalian tidak salah dengar, tiga hattrick hanya dari 8 laga sejauh ini!

Pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah siapa yang bisa menghentikan Erling Haaland?

Sebagai pemain, Haaland adalah sebuah paket lengkap. Ia memiliki badan tinggi besar, tapi cepat, eksplosif, dan tetap memiliki keseimbangan yang luar biasa. Kemampuan pergerakan tanpa bola dikombinasikan dengan tembakannya yang keras dan akurat merupakan tipikal striker yang ingin dimiliki setiap pelatih di dunia ini. Ia bisa mencetak gol dari segala skema mulai dari solo run, through pass, crossing, simple tap in, hingga tendangan jarak jauh.

Kemampuan dan potensinya yang di luar nalar semakin menjadi-jadi karena ia bergabung dengan tim yang sangat tepat, yaitu Manchester City. Tim ini diperkuat oleh pemain-pemain dengan kemampuan passing yang hebat sehingga Haaland semakin “dipermudah” jalannya untuk mencetak gol. Pemain-pemain seperti De Bruyne, Bernardo Silva, Gundogan, hingga Phil Foden dapat melakukan kombinasi umpan atau bahkan mengirimkan direct pass kepadanya secara langsung untuk menciptakan peluang.

Bisa dibilang pembelian Erling Haaland adalah keputusan yang sangat tepat karena menciptakan simbiosis mutualisme. Haaland mendapatkan tempat yang pas untuk berkembang dan The Citizens menemukan kepingan puzzle yang mereka cari selama ini.

Keluar dari aspek teknis bermain bola, Haaland juga memiliki perkembangan yang luar biasa dengan sikapnya di luar lapangan. Banyak pemain seumuran dirinya yang sedang mengalami fase bebal dan mementingkan ego. Salah satu yang disorot adalah Kylian Mbappe. Namun, Haaland kini malah menjadi sosok yang lebih dewasa dengan sikap profesional di dalam maupun luar lapangan. Ia hampir tidak pernah memperlihatkan gesture yang kurang pas entah itu lewat selebrasi hingga kelakuan indisipliner.

Baca Juga:

Mungkin, Manchester United Baru Kembali Berjaya setelah 30 Tahun seperti Liverpool, atau Mungkin Tetap Jadi Medioker Hingga Kiamat

Casemiro, Bukti bahwa Dunia Tak Berputar Mengelilingi Inggris

Wajar saja bila dirinya mampu beradaptasi dengan Premier League dengan cepat karena sikap tersebut. Fans yang mungkin dulunya menganggap liga ini sebagai liga paling kompetitif sepertinya perlu mengurungkan niatnya terlebih dahulu karena anak muda ini sedang membuat liga ini seperti liga petani. Bisa-bisanya ada seorang pemain yang tidak bisa berhenti mencetak gol dan hampir tak terbendung~

Dengan penampilan seperti itu, saya pikir Haaland bisa mulai diperhitungkan sebagai salah satu pemain terbaik di dunia dan bukan lagi pada level pemain muda lagi. Konsistensi mungkin masih menjadi hal yang dipertanyakan, tapi dengan apa yang ia miliki sekarang, plus dengan rekan yang dapat diandalkan, saya pikir ia akan semakin melejit.

Satu hal yang mungkin perlu dihindari darinya adalah mengeksploitasi dirinya secara berlebihan. Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, Haaland adalah tipe pemain eksplosif. Tipe permainan seperti itu tentu sangat berisiko untuk jangka panjang karirnya. Ia perlu bermain dengan lebih cerdik mengandalkan kekuatan dan pergerakannya tanpa perlu terus-terusan bermain all out.

Pemain seperti Kaka dan Hazard menjadi bukti nyata bagaimana permainan eksplosif bisa menurunkan kualitas permainan saat umur emas mereka. Sebaliknya, perubahan gaya permainan Ronaldo dan Messi dapat menjadi bukti pula bahwa sepak bola tak selalu bertumpu pada satu orang saja. Perubahan gaya permainan Ronaldo dari winger skillful menjadi striker mesin gol, kemudian Messi dari pemain dribbler menjadi playmaker dapat memberikan sedikit gambaran bagaimana cara menyiasati batas fisik agar karier seorang pemain dapat bertahan lebih lama.

Namun, untuk musim ini sepertinya Erling Haaland akan menjadikan setiap tim di Premier League menjadi lumbung gol untuk dirinya. Setiap tim sepertinya perlu menemukan cara agar liga ini tak kehilangan titelnya sebagai liga kompetitif di dunia (katanya). Kalau liganya masih diobrak-abrik oleh anak yang baru semusim gabung, silakan fans Premier League segera cari alasan lain untuk fans La Liga, Serie A, dan Bundesliga~

Sumber gambar: Akun Instagram @erling.haaland

Penulis: Muhammad Iqbal Habiburrohim
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Mbappe Atau Haaland, Siapa Yang Duluan Sabet Ballon D’or?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 Oktober 2022 oleh

Tags: erling haalandpremier league
Muhammad Iqbal Habiburrohim

Muhammad Iqbal Habiburrohim

Seorang lokal Yogyakarta yang menjalani hidup dengan rute yang dinamis. Berpindah dari satu koordinat ke koordinat lain demi tuntutan profesi, sembari merawat kewarasan dengan menumpahkan segala keluh kesah ke dalam barisan kata.

ArtikelTerkait

Anthony Taylor: Wasit Premier League, Kualitas Liga Indonesia chelsea wasit liga inggris VAR

Anthony Taylor: Wasit Premier League, Kualitas Liga Indonesia

15 Agustus 2022
Premier League mojok.co

Nggak Usah Menuntut Banyak, Premier League Bisa Jalan Lagi Aja Udah Bersyukur

20 Juni 2020
Leandro Trossard, Kepingan Final yang Dicari Arsenal

Leandro Trossard, Kepingan Final yang Dicari Arsenal

20 Januari 2023
cara main fantasy premier league bermain fpl mojok.co

12 Tips Memaksimalkan Poin FPL Musim 2020/2021

24 September 2020
manchester city mojok

Meski Gagal, Bukan Berarti Manchester City Akan Tamat

12 Juli 2020
erling haaland kylian mbappe terminal mojok

Erling Haaland Dibanderol 180 Juta Euro, Pantaskah?

30 Maret 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

23 Februari 2026
6 Dosa Penjual Kue Kering yang Bisa Merusak Momen Lebaran dan Sulit Dimaafkan Pembeli  Mojok.co

6 Dosa Penjual Kue Kering yang Bisa Merusak Momen Lebaran dan Sulit Dimaafkan Pembeli 

28 Februari 2026
Siluman Dapodik, Sebuah Upaya Curang agar Bisa Lolos PPG Guru Tertentu yang Muncul karena Sistem Pengawasan Lemah guru honorer ppg

Fakta tentang Guru yang Terjadi di Lapangan, tapi Tak Pernah Dibahas oleh Fakultas Pendidikan

27 Februari 2026
6 Dosa Penjual Jus Buah- Ancam Kesehatan Pembeli demi Cuan (Unsplash)

6 Dosa Penjual Jus Buah yang Sebetulnya Menipu dan Merugikan Kesehatan para Pembeli Semata demi Cuan

26 Februari 2026
Dosa Penjual Oseng Mercon, Makanan Khas Jogja Paling Seksi (Wikimedia Commons)

Dosa Penjual Oseng Mercon Menghilangkan Statusnya Sebagai Kuliner Unik, padahal Ia Adalah Makanan Khas Jogja Paling Seksi

23 Februari 2026
Vespa Matic, Motor Paling Tidak Layak untuk Dibeli (Unsplash)

Vespa Matic Adalah Motor yang Paling Tidak Layak untuk Dibeli karena Overpriced, Boros, dan Paling Dibenci Tukang Servis Motor

1 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.