12 Tips Memaksimalkan Poin FPL Musim 2020/2021 – Terminal Mojok

12 Tips Memaksimalkan Poin FPL Musim 2020/2021

Artikel

Avatar

Ada tiga alasan mengapa Premier League musim 2020/2021 bakal terasa spesial, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Pertama, ada banyak pemain baru yang bergabung ke klub-klub Premier League dengan status pemain kelas dunia. Sebut saja James Rodriguez, Kai Havertz, Timo Werner, Hakim Ziyech, Thiago Alcantara, Van De Beek, Gareth Bale, dan sebagainya. Di sisi lain, tak banyak pemain top musim lalu yang hengkang dari Premier League.

Kedua, musim 2020/2021 menjadi musim yang digelar di tengah-tengah masa pandemi. Stadion di awal musim masih tanpa penonton. Sementara itu, jadwal antarkompetisi semakin padat lantaran beberapa agenda kompetisi banyak ditunda. Apalagi beberapa agenda olahraga yang berhubungan dengan sepakbola yang harusnya dihelat tahun ini harus digeser pada tahun depan, termasuk Piala Eropa 2020 dan Olimpiade 2020.

Ketiga, makin banyak orang yang ikut meramaikan FPL (Fantasy Premier League). FPL adalah permainan memilih skuat Best XI Fantasy dari klub-klub Premier League yang bakal berlangsung sampai akhir musim. Ini terlihat dari makin banyaknya liga-liga FPL yang berseliweran di lini masa. Banyak juga kreator konten yang mulai mengulas pertandingan-pertandingan Premier League, termasuk soal FPL.

Saya sendiri rutin bermain fantasy football ini sejak Premier League musim 2014/2015. Nah, tips berikut ini dibuat bagi kamu yang masih bingung bagaimana strategi untuk memaksimalkan poin FPL di setiap pekannya. Siapa tahu berguna.

#1 Tanggalkan idealisme dukung klub favorit

Ingat, konteks tulisan ini adalah untuk memaksimalkan poin akumulatif FPL. Tidak ada yang peduli kamu adalah fans Liverpool, Manchester City, Manchester United, Arsenal, Chelsea, atau klub lain. Jika memang klub yang kamu dukung sedang dalam performa yang kurang bagus, jangan segan untuk mentransfer pemain baru atau menaruh pemainmu di bangku cadangan.

Tidak ada yang melarang juga jika kamu adalah fans tim-tim enam besar Premier League, akan punya kecenderungan memilih tiga pemain terbaik klub favoritmu. Boleh-boleh saja. Namun, kalau klub FPL kamu benar-benar mengincar juara liga, segera tanggalkan idealisme kamu yang berlebihan sekarang juga.

#2 Cari tahu jadwal pertandingan setiap pekan

Banyak pengguna FPL yang malas atau lupa cari tahu jadwal pertandingan. Misal, sudah tahu pekan depan Liverpool nggak main, tapi masih naruh pemain Liverpool di skuat, jadi kapten apalagi. Kalau gegabah begini, poin FPL kamu sudah pasti jongkok.

Pengguna FPL yang sudah berpengalaman bahkan nggak hanya cari tahu jadwal pertandingan pekan depan, tapi empat pertandingan ke depan sekaligus. Kenapa? Dia akan memperkirakan klub mana saja yang ketemu lawan mudah, sehingga dia bisa mempertimbangkan siapa pemain yang bakal ditahan terus tanpa perlu melakukan transfer.

#3 Lakukan transfer pemain jelang laga dimulai

Trik ini susah-susah gampang buat dijalankan, apalagi jika kamu masih awam bermain FPL. Maunya pasti sesegera mungkin melakukan transfer pemain begitu satu gameweek usai. Kadang kemauan segera transfer itu juga dipengaruhi oleh penampilan pemain di laga terakhir.

Misal Danny Ings pekan lalu bikin hattrick, kamu akan beranggapan bahwa minggu depan dia pasti akan dimainkan dan bakal cetak gol yang sama. Padahal belum tentu pemain tersebut dimainkan di pekan berikutnya atau justru bakal ketemu lawan yang susah dibobol.

Semua tergantung pilihan pelatih bukan? Selalu ada saja pemain yang cedera ringan saat latihan atau ada kemungkinan tidak dimainkan selama 90 menit karena jadwal sedang padat. Kamu bisa pantau indikator di dasbor FPL, apakah ada warning pemain sedang cedera atau tidak. Yang jelas, untuk meminimalisasi kesalahan transfer ada baiknya dilakukan jelang partai pertama di minggu selanjutnya.

#4 Menabung itu (selalu) baik

Tidak ada kewajiban buat pengguna FPL untuk menghabiskan budget 100 M untuk memilih 15 pemain ke dalam skuat. Tidak ada jaminan pula, pemain yang harganya mahal pasti akan menghasilkan poin lebih tinggi. Bisa saja si pemain tiba-tiba kena kartu kuning, kartu merah, cedera, atau puasa gol. Alhasil, poinnya cuma segitu-segitu aja, bahkan jadi minus.

Kalau budget belanja masih ada sisa, bolehlah ditabung. Ini penting jika kamu membutuhkan budget tambahan saat melakukan transfer pemain yang harganya nanggung. Misal, sewaktu kamu ingin mentransfer pemain seharga empat M di skuatmu dengan pemain lain seharga empat setengah M, ternyata masih ada budget satu M di bank, maka ini akan sangat melegakan.

#5 Tentukan pemain cadangan secara bijak

Pemain pilihanmu di FPL yang berstatus cadangan, poinnya nggak akan ditambahkan ke dalam sistem. Seorang pemain cadangan akan masuk menggantikan pemain di skuat utama jika dan hanya jika pemain tersebut tidak dimainkan sama sekali pada pekan yang sama.

Satu-satunya kesempatan poin cadangan itu diakumulasikan ke dalam sistem yaitu ketika kamu mengaktifkan bonus Bench Boost. Memilih siapa saja yang dijadikan pemain cadangan perlu pendekatan untung-rugi dan momen yang pas. Kalau pemain cadangan yang kamu pilih adalah jenis supersub, itu bisa jadi kelebihan. Apalagi masa pandemi seperti ini, dengan jadwal yang padat (terutama klub big six musim lalu) dan aturan memainkan maksimal 3 cadangan dalam satu laga, membuat pelatih bakal putar otak untuk memainkan pemain lapis kedua.

#6 Pilih kapten yang konsisten dan menjanjikan

Ingat, poin pemain dengan atribut kapten, nilainya akan selalu digandakan. Jadi, jangan pilih kapten asal-asalan. Buang jauh-jauh pemikiran jika si X adalah kapten klub Y, dia pasti akan selalu dimainkan. Sekalipun dia bakal konsisten masuk sebagai starter, belum tentu dia selalu kontributif.

Pilihlah pemain yang musim lalu masuk 10 besar top skor Premier League atau pemain yang selalu cetak gol dan asis di empat pertandingan awal musim ini. Poin plus jika dia juga orang pertama yang mengambil tendangan penalti sekaligus tendangan sudut. Jangan memilih pemain dengan posisi kiper sebagai kapten, karena peluang dapat poin besar akan sangat jarang kecuali jika dia sering clean sheet dan sering melakukan penyelamatan penting. Pemain paten yang sering bikin banyak gol dan asis dalam satu pertandingan lebih pantas dijadikan kapten.

#7 Pantau pemain-pemain yang masuk radar “watch list”

Pemain-pemain yang masuk radar “watch list” adalah pemain-pemain berharga murah yang secara penampilan di luar dugaan. Bisa dibilang mereka adalah pemain-pemain yang underrated. Mereka adalah pemain-pemain yang acapkali memiliki kontribusi dan membantu melahirkan gol-gol bagi klubnya. Dia nggak harus jago bikin gol, tapi sering bikin peluang buat timnya.

Namun, perlu diingat bahwa performa mereka baru bisa kita simpulkan setelah beberapa laga, bukan hanya melalui satu atau dua laga saja. Percayalah, pemain dengan tipe seperti ini akan sangat membantu kita jika bingung saat ingin melakukan transfer pemain karena kekurangan budget.

#8 Pertimbangkan saat yang tepat untuk memakai bonus poin

Ada beberapa bonus poin yang bisa diaktifkan saat bermain FPL, yaitu Bench Boost, Triple Captain, dan Free Hit. Setiap pengguna FPL hanya diperbolehkan menggunakan fitur tersebut masing-masing sekali dalam semusim. Jangan memaksakan menggunakan fitur tersebut jika belum waktunya.

Lalu kapan waktu yang pas untuk mengaktifkan bonus poin tersebut? Bench Boost cocok digunakan jika bertemu gameweek yang mudah buat pemain-pemain FPL pilihanmu. Triple Captain cocok diaktifkan jika kamu yakin doi lagi gacor-gacornya ngegolin dan kebetulan ketemu klub papan bawah.

Free Hit bisa digunakan kalau kamu benar-benar frustrasi dengan skuat kamu. Misal, jika 4 pekan terakhir cuma dapat poin rata-rata kurang dari 50. Free Hit juga sangat membantu jika dalam satu gameweek ada beberapa klub yang melakukan laga lebih dari sekali, sehingga kamu bisa merombak skuat

#9 Pantau ulasan-ulasan soal FPL

Saat ini ada banyak sekali sumber bacaan yang khusus mengulas performa laga Premier League setiap pekan. Kamu bisa baca ulasan tersebut melalui forum-forum bebas di internet (Facebook, Reddit, dsb.), artikel web, dan cuitan-cuitan di Twitter. Selain itu, beberapa konten kreator juga membahasnya dalam bentuk podcast maupun video di Youtube.

Pastikan sumber-sumber tersebut berisi akun-akun yang berpengalaman atau berhubungan langsung dengan topik sepakbola. Pilah mana ulasan yang paling ramai dibahas dan masuk akal, kemudian bandingkan dengan pemain-pemain FPL pilihanmu.

#10 Jangan hanya lihat satu pertandingan saja

Performa seorang pemain tidak bisa diukur lewat satu pertandingan saja. Agar bisa memberikan spektrum yang lebih luas, kita perlu tahu seperti apa konsistensi, kebiasaan pemain, dan gaya pelatih saat memilih pemain. Terutama ketika menghadapi lawan-lawan yang berbeda-beda cara bermainnya.

Pertandingan yang sudah terjadi bisa jadi acuan, tetapi pertandingan-pertandingan selanjutnya juga jangan dianggap remeh. Jika pekan lalu berhadapan dengan klub yang ada di posisi 20 di klasemen sementara, sementara empat pekan ke depan harus berhadapan dengan tiga klub penghuni enam besar, yakin masih mau pasang pemain sebagai starter atau cukup duduk di bench sementara waktu? Hanya kamu yang bisa menentukan.

#11 Ikuti liga sebanyak mungkin

Banyak ikut liga FPL membuat kamu semangat berkompetisi. Posisi klasemen di liga FPL bisa membuat kamu lebih tertantang lagi membongkar pasang skuat. Meskipun kita bisa mengintip skuat orang lain, jangan jadikan klub FPL nomor satu di klasemen sementara sebagai satu-satunya patokan. Bisa jadi pekan-pekan berikutnya, dia akan terlempar dari singgasana.

Liga yang jumlah pemainnya sampai dengan ratusan ribu klub, selisih poinnya bakal semakin ketat. Bahkan kemungkinan mendapatkan poin yang sama, pasti akan terjadi. Kalau pekan ini peringkat liga kamu ada di paling bawah, jangan berkecil hati. Musim 2020/2021 masih sangat panjang, jadi masih ada kemungkinan-kemungkinan lain bahkan jika dilakukan dengan merombak seluruh skuat FPL-mu.

#12 Jangan mudah terpengaruh

Jangan mudah terpengaruh ulasan-ulasan FPL yang abal-abal. Jangan mudah terpengaruh oleh pemain-pemain yang ‘one hit wonder’. Jangan mudah terpengaruh oleh skuat teman kamu yang nilainya lebih bagus. Jangan mudah terpengaruh pengguna yang belum pernah tembus 10 besar di liga yang berisi lebih dari 100 akun.

Kalau kamu memang maniak FPL dan hidupmu sangat selow, silakan ternak akun. Raih ambisimu dengan segala cara. Tapi, buat saya, cara semacam ini sudah berlebihan dan nggak ada gunanya. Sudahlah, nikmati saja main dengan caramu sendiri. Maksimalkan poin klub kamu dengan tips-tips di atas.

Good luck! 🙂

BACA JUGA 4 Channel YouTube Main Gitar Nonmusisi Terbaik di Indonesia dan tulisan Aditya Rizki lainnya.

Baca Juga:  Indomaret dan Alfamart Sama Saja: Apalagi Dalam "Melibas" Warung di Sekitarnya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
2


Komentar

Comments are closed.