Duda Muda: Pencapaian Ramashok yang Begitu Dibanggakan – Terminal Mojok

Duda Muda: Pencapaian Ramashok yang Begitu Dibanggakan

Featured

Setelah nikah muda menjadi sebuah pencapaian, kini duda muda seolah jadi pencapaian baru.

Perceraian biasanya menjadi pilihan terakhir, jika sebuah pernikahan tidak lagi dapat dipertahankan. Perceraian juga bisa menjadi jalan keluar untuk mengakhiri penderitaan. Dalam kasus-kasus KDRT atau Kekerasan Dalam Rumah Tangga, perceraian sering kali justru berfungsi sebagai pintu keluar darurat untuk menghindari bahaya yang mengancam keselamatan nyawa. Banyak tragedi atau peristiwa tragis yang bisa dicegah dengan perceraian.

Terbukti kan, perceraian tidak selalu buruk. Bahkan, bagi para duda atau calon duda muda, perceraian bisa jadi merupakan pencapaian atau (((prestasi))) tersendiri.

Beberapa waktu lalu, melalui akun media sosialnya, Muhammad Alvin Faiz mengumumkan bahwa ia akan bercerai dengan Larissa Chou. Bagi yang tidak mengikuti kisah mereka, nama Muhammad Alvin Faiz mulai dikenal masyarakat Indonesia pada tahun 2016. Saat itu, Alvin yang baru berusia 17 tahun menikah dengan Larissa Chou yang berusia 20 tahun.

Berkat kampanye nikah muda, popularitas mereka melesat bak roket. Foto-foto romantis pasangan yang tengah dimabuk asmara itu banyak bertebaran di media sosial. Entah berapa banyak pasangan muda yang lekas-lekas menikah di usia belia karena terinspirasi dan ingin mengikuti jejak mereka.

Pelopor nikah muda, checked!

Sayangnya, pernikahan yang telah dikaruniai seorang anak itu hanya seumur jagung. Belum lama ini, Larissa Chou melayangkan gugatan cerai pada suaminya yang usianya tiga tahun lebih muda tersebut. Tentu butuh waktu cukup lama hingga gugatan cerai tersebut dikabulkan oleh pengadilan. Namun di mata khalayak luas, Alvin Faiz telah berstatus sebagai duda muda.

Baca Juga:  Wawancara dengan Pagar Bunderan Soshum UGM yang Sering Diketawain karena Dianggap Nggak Guna

Status baru tersebut segera disambut baik oleh seleb-seleb pria yang memiliki status serupa. Sebuah tangkapan layar percakapan antara 3 orang seleb berstatus duda muda beredar luas di kalangan warganet.

Dimulai dengan Niko Al Hakim, mantan suami Rachel Vennya yang menyapa Alvin dengan, “duren nihhh”. Duren yang dimaksud di sini adalah singkatan dari duda keren. Dijawab oleh Alvin dengan, “Taudeh yg duren”. Lantas Zikri Daulay, yang belum lama ini bercerai dari Henny Rahman, ikut nimbrung. “Dm aman dude?” Kembali Alvin menjawab, “Yah, buka kartu”.

 

Tangkapan layar tersebut dilengkapi dengan tulisan “Duda muda squad” atau pasukan duda muda di bagian atas. Di bagian bawahnya tertulis, “After nikah muda is an achievement, but being duda muda now is a new achievement unlocked.” Setelah nikah muda jadi prestasi, duda muda kini jadi prestasi baru.

Tidak jelas apakah istilah duda muda squad tersebut berasal dari mereka bertiga atau warganet. Namun dari percakapan online di atas, sepertinya memang begitulah cara para seleb tersebut memandang status mereka. Status duda muda, apalagi duda muda keren (soal keren ini masih sangat layak diperdebatkan sih), seolah merupakan prestasi baru yang pantas dirayakan.

Duda muda, checked!

Nah benar kan, perceraian tidak selalu buruk. Perceraian justru membuka jalan bagi prestasi-prestasi baru. Yah, kalau memang status duda muda bisa dianggap sebagai prestasi, sih. Bebas-bebas saja.

Baca Juga:  Mas Leon Alvinda Putra, Plis Jangan Sampai Jadi Artis Jalur Aktivis

Namun tak pelak lagi, sebagian warganet bertanya-tanya. Apakah saat menikah dulu, para seleb ini sungguh-sungguh menghormati pernikahan mereka atau tidak? Hawong cara mereka mendeklarasikan jati diri sebagai duda saja seperti itu. Seolah mereka tidak menghormati pernikahan mereka sendiri.

Sebutan duren atau duda keren menyiratkan pesan bahwa dengan tampilan fisik yang keren, mereka bisa dengan mudah “mencari jodoh lagi”. Sehabis cerai, masih bisa menikah lagi. Pernikahan yang gagal justru dijadikan bahan guyonan yang tidak lucu.

Di sisi lain, para mantan istri harus berjuang menghadapi stigma buruk sebagai janda. Namun seberat apa pun itu, hidup bersama pasangan yang tidak menghargai pernikahan tentulah lebih berat. Sehingga mereka tetap memilih perceraian sebagai jalan keluar. Keluar dari kehidupan menderita. Bebas dari pasangan yang kelakuannya seringkali not enter alias ramashook.

Kebebasan, checked!

BACA JUGA Kenapa sih Harus Nikah Muda? dan tulisan Santi Kurniasari Hanjoyo lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.