Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Acara TV

5 Drama Korea yang Isinya Karakter Jahat Semua, tapi Ceritanya Bikin Ketagihan

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
25 Mei 2024
A A
5 Rekomendasi Drama Korea yang Isinya Karakter Jahat Semua, tapi Ceritanya Bikin Ketagihan Mojok.co

5 Rekomendasi Drama Korea yang Isinya Karakter Jahat Semua, tapi Ceritanya Bikin Ketagihan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menonton drama Korea atau drakor jadi hiburan populer saat ini. Ada banyak genre drama Korea, mulai dari romance, komedi, hingga horor. Apapun genre-nya sebuah drama Korea biasanya memiliki karakter-karakter sentral yang saling berseberangan perangainya, protagonis dan antagonis. Memang drama korea dibuat seperti itu demi alur cerita yang semakin menarik. 

Akan tetapi, semakin ke sini, kian banyak drakor yang tidak lagi menggunakan ramuan protagonis-antagonis dalam ceritanya. Ada lho drakor yang rata-rata isinya tokoh antagonis yang saling mengakali satu sama lain. Kisah beragam manusia dengan pribadi bobrok seperti ini ternyata nggak kalah seru. Mungkin karena semakin mendekati realita sehari-hari ya. 

#1 Drakor The Penthouse yang mencapai 3 musim 

Tahta tertinggi drakor dengan karakter culas diduduki oleh The Penthouse. Drama korea ini bahkan membutuhkan tiga musim untuk memecahkan sebuah kasus kematian seorang gadis yang melibatkan rahasia kotor setiap tokoh. Demi mengungkap kebenaran, ibu kandung dari gadis tersebut rela membuang hati nuraninya dan tega memanfaatkan kelemahan orang lain yang disebutnya sahabat.

Lingkaran dendam yang tak berujung terus memicu aksi berdarah. Akibatnya, anak-anak turut menjadi korban demi memuluskan rencana licik setiap pemeran. Boleh dibilang, seri televisi The Penthouse sukses mencontohkan gambaran para penghuni neraka. Penghabisan nyawa, pengkhianatan, dan perundungan seakan sudah menjadi makanan sehari-hari dalam kehidupan mereka.

#2 The Escape of the Seven yang mennghabiskan kesabaran penonton

Terlahir dari tangan penulis dan sutradara yang sama dengan The Penthouse, peringkat ke dua drakor yang dapat membuat penontonnya terus mengumpat adalah The Escape of The Seven. Maka dari itu, tidak mengherankan jika di awal penayangan, orang akan merasa keduanya memiliki vibes yang serupa. Mulai dari intro drama yang megah dan mengintimidasi hingga kemunculan sejumlah aktor utamanya.

Drakor yang diadaptasi dari sebuah novel ini mengisahkan tentang tujuh orang dewasa dengan latar belakang yang berbeda-beda. Ambisi pribadi mendorong mereka untuk menghalalkan segala cara, sekalipun itu harus membuat tangan berlumuran darah. Senada dengan The Penthouse, benang merah sisi gelap ketujuh tokoh tersebut adalah seorang gadis yang dinyatakan hilang secara misterius.

#3 Sky Castle, drama Korea tentang keserakahan dan kesombongan

Mirip dengan dua drama sebelumnya, Sky Castle juga menawarkan cerita tentang keserakahan dan kesombongan para orang dewasa yang berbuntut pada kematian seorang gadis remaja. Bedanya, kemewahan yang diperoleh para tokoh tidak bersumber dari usaha konglomerasi, melainkan kepintaran otak yang mengantarkan mereka pada berbagai pekerjaan prestisius.

Profesi yang disegani itu membuahkan hasil berupa hak untuk tinggal di kawasan pemukiman elit beserta segala fasilitasnya. Tidak mau kehilangan semua kenikmatan duniawi tersebut, para orangtua memaksa anak mereka untuk mencapai prestasi akademis setinggi mungkin walaupun harus berbuat curang. Drama ini seakan membuktikan bahwa kecerdasan intelektual tidak selalu disertai dengan kepribadian yang terpuji.

Baca Juga:

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

#4 The World of the Married adaptasi dari Doctor Foster

Berawal dari sebuah pengkhianatan dalam rumah tangga, kehidupan sepasang suami istri yang tadinya tampak sempurna dari luar berubah menjadi medan peperangan antar keduanya. Hidup lebih dari kata berkecukupan serta memiliki karier yang sukses nyatanya tidak menjamin Lee Tae Oh akan setia terhadap istrinya, Ji Sun Woo. Sialnya, perselingkuhan Lee Tae Oh didukung pula oleh teman-teman dekat kedua pasutri itu dengan bersikap merahasiakan hubungan terlarang tersebut.

Menyadari dirinya telah dibodohi oleh rekan-rekan yang dipercayainya, Ji Sun Woo lantas bertekad membalas semua perbuatan mereka. Tidak ada lagi kata teman dalam kamus kehidupan Ji Sun Woo sejak saat itu. Walaupun drakor yang diadaptasi dari serial televisi Inggris berjudul Doctor Foster ini tidak terlalu ekstrim dan mengumbar darah, tapi sikap manipulatif masing-masing pemeran cukup membuat siapapun yang menonton geregetan.

#5 Battle for Happiness penuh konflik yang rumit

Membaca judulnya saja penonton sudah tahu kalau drakor makjang yang satu ini jelas-jelas berniat menyuguhkan pertikaian dengan konflik rumit. Memanfaatkan sifat manusia yang haus validasi, serial ini mengangkat topik yang sangat relate dengan kehidupan masyarakat saat ini. Premisnya terbilang kekinian yakni kultur era digital di mana seseorang berkompetisi menciptakan image sukses dan bahagia melalui platform media sosial.

Drakor yang diangkat dari sebuah novel ini masih setia mengemukakan persaingan penuh intrik antar kalangan berduit. Sedihnya, nyawa seseorang pun kemudian menjadi tumbal. Alur kisah ini seolah menyindir bagaimana budaya masyarakat dalam bersosial media cukup memprihatinkan, terlepas dari status dan latar belakang yang dipunya. Buktinya, tidak sedikit orang awam maupun pesohor yang kehilangan nyawa akibat tingkah polah warganet yang kurang bijak.

Drama Korea yang isinya karakter jahat semua ini mengingatkan saya pada ungkapan dalam bahasa Latin “homo homini lupus”. Artinya, manusia merupakan serigala bagi manusia lain. Setiap manusia boleh jadi bertindak oportunis dan mengedepankan kepentingan pribadi. Kadang kala, ego tersebut memprovokasi mereka untuk berlaku terlalu jauh dan menikam sesamanya. Ungkapan dalam bahasa Latin itu benar-benar ditangkap dengan apik dalam drakor-drakor di atas dengan alur yang seru. 

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 5 Drama Korea Hasil Remake Drama Negara Tetangga yang Gagal Total, Mending Nonton Versi Aslinya

 Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 26 Mei 2024 oleh

Tags: Antagonisdrakordrama koreaprotagoni
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Yeom Bersaudara 'My Liberation Notes' dan Fenomena N-po Generation Terminal Mojok

Yeom Bersaudara ‘My Liberation Notes’ dan Fenomena N-po Generation di Korea Selatan

18 Mei 2022
5 Drama Korea Terbaik Sepanjang Tahun 2024 yang Sayang Dilewatkan

5 Drama Korea Terbaik Sepanjang Tahun 2024 yang Sayang Dilewatkan

20 November 2024
5 Drama Korea Terbaru yang Dijadwalkan Tayang Februari 2023 Terminal Mojok

5 Drama Korea Terbaru yang Dijadwalkan Tayang Februari 2023

25 Januari 2023
5 Profesi yang Paling Jarang Kita Temukan di Drama Korea Terminal Mojok

5 Profesi yang Paling Jarang Kita Temukan di Drama Korea

29 Januari 2022
rekomendasi drama korea mojok oh my baby episode 1 sinopsis dan komentar mojok.co oh my baby episode 2 oh my baby episode 3 oh my baby episode 4 episode 5

Oh My Baby Episode 5: Sinopsis dan Komentar

31 Mei 2020
5 Anak Chaebol di Jagat Drama Korea yang Nggak Sombong Terminal Mojok

5 Anak Chaebol di Jagat Drama Korea yang Baik Hati

24 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung Mojok.co

Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung

11 Februari 2026
3 Makanan Khas Jawa Timur yang Jangan Pernah Kamu Coba (Wikimedia Commons)

3 Makanan Khas Jawa Timur Paling Red Flag, Cukup Sekali Dicoba atau Sekalian Nggak Usah Dicoba Sama Sekali

12 Februari 2026
5 Hal Tak Terduga yang Bikin Bahagia di Kantor (Unsplash)

5 Hal Tak Terduga yang Bikin Bahagia di Kantor

11 Februari 2026
Honda BeAT Terbaru, Motor Berdosa dan Paling Mengecewakan (Shutterstock)

Honda BeAT Terbaru: Generasi yang Menyimpan Dosa Besar, Mengkhianati DNA Honda, dan Paling Mengecewakan

12 Februari 2026
Kuliner Jepara Nggak Cuma Pindang Serani, Ada Juga Horok-Horok yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Kuliner Jepara Nggak Cuma Pindang Serani, Ada Juga Horok-Horok yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

9 Februari 2026
Sandwich Generation Merantau demi Perbaiki Nasib, Eh Duit Malah Ludes Tiap Mudik Mojok.co

Sandwich Generation Merantau demi Perbaiki Ekonomi, Eh Duit Malah Ludes Tiap Mudik

12 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • 3 Kuliner Jawa yang Penemunya Harus Diucapin “Terima Kasih”, Karena Simpel dan Solutif
  • Gen Z Lebih Suka Beli Bunga untuk Self Reward daripada Stres Nggak Mampu Beli Rumah untuk Masa Depan
  • Pertemanan Biasa Saja dengan Anak Cina Membawa Saya ke Pecel Lele di Bawah Jembatan Janti yang Menjadi “Pelarian” bagi Orang Jawa
  • Puasa Ramadan dalam Bayang-bayang Kapitalisme Religius: Katanya Melatih Kesederhanaan, Nyatanya Sarung Saja Dibungkus Narasi Hijrah Premium
  • Tahun Kuda Api Imlek 2026: Mencari Hoki Lewat Kartu Tarot di Antara Kemegahan Prambanan dan Borobudur
  • Dihina Tetangga dan Teman karena Cuma Kerja Kasar dan Menempati “Kosan Bedeng” di Jogja, padahal Penghasilan Rp30 Juta Sebulan hingga Mampu Kuliahkan Adik

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.