Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Dosen: Saya Sopan, tapi Anda Read doang!

Akhmad Gunawan Wibisono oleh Akhmad Gunawan Wibisono
27 Agustus 2023
A A
Dosen: Saya Sopan, tapi Anda Read doang!

Ceritanya chattingan (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari yang lalu sewaktu nongki, saya nggak sengaja nguping kawan seangkatan yang dibuat dongkol oleh dosen. Jika kutulis kira-kira begini kalimatnya, “Bagaimana nggak kesel coba, saya disuruh revisi dalam waktu 5 hari, cukup 3 hari udah selesai tuh. Eh giliran dichat, balesnya seminggu lebih, kadang 2 minggu.”

Ada lagi yang menyuarakan, “Et dah, mending lu dibales, gue udah chat sopan banget, pakai Bahasa Indonesia yang sesuai EYD, PUEBI, KBBI, di-read doang anjir!”

Itulah realitasnya. Para dosen meminta agar mahasiswa setiap kali chat menggunakan Bahasa yang santun, terstruktur, rapi, sistematis, massif, kondusif, aktif, persuasif, dan… apa lagi ya? Tapi mereka justru menimpali dengan “agak gimana gitu”. Kurang sopan jika kusebut tak beretika. Ini bertolakbelakang dengan imbauan dosen di mana mahasiswa harus memakai etika berkomunikasi yang baik ketika menghubuni. Namun, sebaliknya para dosen justru dengan acuhnya menjawab “Y, ok!, siip, yh,” kadang cuma stiker jempol doang.

Menata kalimat terbaik untuk dosen, malah dikacangin

Kamu bisa bayangkan sendiri sewaktu dirimu sudah menulis isi chat dengan penuh pertimbangan. Bahkan sesekali harus nanya ke teman, “Eh, ini udah bener nggak ya?” Kalau nggak gitu nggak bakalan berani ngirim. Setelah menunggu berlama-lama yang kamu dapatkan dari dosen hanyalah balasan singkat. Padahal, secara struktur komposisi kalimatnya sudah tepat mulai dari salam pembuka, meminta maaf ala-ala, menyebutkan nama, prodi, semester, alamat, isi pesan, dan salam penutup. Pun kadang, isi pesan kita apa dibalasnya apa. Contohnya kek gini.

“Assalamualaikum Bu/Pak X. Mohon maaf mengganggu waktunya, nama Pragos dari prodi ilmu ghaib semester 8 alamat Jl. Imam Santoso, No. 666, rt. 7678, rw. 555, Kelurahan Vrindavan. Mohon izin bertanya terkait skripsi saya. Kemarin bapak/ibu meminta saya untuk merevisi bab 2. Untuk saat ini sudah saya revisi, pak/bu. Kapan Anda mempunyai waktu luang untuk meninjau ulang skripsi saya? Terima kasih atas perhatiannya. Saya mengucapkan mohon maaf sebesar-besarnya apabila terdapat kekeliruan dalam penulisan.”

*suara jangkrik menggema*

Nyesek nggak? Pasti. Tapi begitulah realitasnya. Mahasiswa juga amat tahu betapa sibuknya dosen di Indonesia. Nggak hanya menjalankan tridharma perguruan tinggi, beberapa di antara mereka juga disibukkan dengan ngurus bisnis online, ngurus anak, ngurus keluarga. Tapi tolonglah, respons bapak/ibu dosen amat berarti bagi kami. Setidaknya berikan kami tanggapan yang sreg di hati pula.

Efek yang ditakutkan

Fenomena-fenomena dosen yang “begitu” terus bermunculan. Ada satu efek yang kutakutkan. Bagaimana misalnya mahasiswa yang digituin oleh dosen, kelak juga akan membalas ke anaknya, ke generasi berikutnya, terus-menerus, kemudian menjadi tradisi. Ada kemungkinan pula, dosen-dosen yang demikian itu adalah hasil copy paste dari pendidik sebelumnya, siapa tahu? Toh sikap orang-orang pribumi kan terkenal sopan-sopan, amat menghargai sesama. Tapi jika keadaannya begitu? Kenapa kita sok-sokan ikut kebarat-baratan yang suka to the point itu? Ke mana larinya harmonisasi basa-basi kita selama ini?

Baca Juga:

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah

Lulusan S2 Masih Dituntut Merantau ke Jakarta oleh Keluarga, Seolah-olah Nggak Ada Harapan Jadi Akademisi di Surabaya

Para dosen kita mendadak to the point tanpa ada was-wes-wos lagi jika membalas chat. Tapi nggak papa, kita yang mahasiswa ini cuma bisa manut dan tetap andhap ashor. Kita menyadari bahwa bapak/ibu dosen sudah dengan ikhlas mendidik kami. Mosok masalah chat saja sampai begitu? Oh tentu tidak lah ya.

Ini hanya sekadar uneg-uneg dari mahasiswa akhir yang dikejar-kejar deadline revisi, dihantui dengan jadwal sidang, dan betapa horornya fase yudisium. Kami cuma berharap sinergi di antara dosen dan mahasiswa saling terjalin dengan baik, kolaboratif, dan mampu mengantarkan para mahasiswa untuk membuka gerbang dan berkesempatan untuk turut menjadi agent of change.

Maraknya fenomena dosen “ngeread doang” semoga menjadi perhatian dan nggak ada hal kaya gitu lagi. Ya, gimana dong rasanya dicuekin orang. Nggak enak lah, masa kita udah berjuang juga menyelesaikan tugas dengan baik, eh yang membimbing ilang-ilangan, susah dicari, tiap di-chat, di-read doang. Nasib-nasib.

Penulis: Akhmad Gunawan Wibisono
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 7 Dosa Coffee Shop yang Sebaiknya Dihentikan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Agustus 2023 oleh

Tags: balasanchatDosenMahasiswarevisiSkripsisopan
Akhmad Gunawan Wibisono

Akhmad Gunawan Wibisono

Penulis amatir dan konten kreator abal-abal.

ArtikelTerkait

5 Kafe di Gunungkidul yang Nyaman untuk Mengerjakan Tugas Mojok.co

5 Kafe di Gunungkidul yang Nyaman untuk Mengerjakan Tugas

6 Mei 2025
Angkot Malang yang Bikin Perantau Bingung Mojok.co

Angkot Malang yang Bikin Perantau Newbie Bingung

14 Januari 2024
Alasan Huruf X Bisa Dibaca 'Nya' Saat Berbalas Chat terminal mojok.co

Alasan Huruf X Bisa Dibaca ‘Nya’ Saat Berbalas Chat

5 Mei 2020
ping

Balada Pengguna WhatsApp: Jika Penting dan Genting Itu Telepon, Bukan PING!

22 Juli 2019
9 Karakter Orang yang Nggak Cocok Kuliah di Politeknik Mojok.co

9 Tipe Orang yang Nggak Cocok Kuliah di Politeknik

3 Mei 2024
KRS Itu Fana, yang Abadi Adalah Dosen yang Seenak Jidat Mengubah Jadwal

KRS Itu Fana, yang Abadi Adalah Dosen yang Seenak Jidat Mengubah Jadwal

1 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
Bisnis Mobil Rental: Keuntungannya Selangit, Risikonya Juga Selangit rental mobil

Rental Mobil demi Gengsi Saat Pulang Kampung Lebaran Adalah Keputusan yang Goblok

12 Maret 2026
Embek-Embek Makanan Khas Tegal Paling Mencurigakan, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba Mojok.co

Embek-Embek Makanan Khas Tegal yang Nama dan Rasanya Sama-sama Aneh, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba

12 Maret 2026
Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman
  • Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.