Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

7 Dosa Rumah Makan Padang yang Bikin Pelanggan Kapok Balik Lagi

Budi oleh Budi
23 Agustus 2025
A A
7 Dosa Rumah Makan Padang yang Bikin Pelanggan Kapok Balik Lagi

7 Dosa Rumah Makan Padang yang Bikin Pelanggan Kapok Balik Lagi (Midori via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Rumah makan Padang selalu punya tempat spesial di hati saya. Biasanya, kalau perut keroncongan, tinggal cari papan nama bertuliskan “RM Padang” dan saya merasa aman, sebab harganya ramah di kantong. Apalagi di sana ada paduan nasi hangat, ayam pop, sambal ijo, dan rendang yang melegenda. Menyantapnya seolah bikin  semua masalah dunia bisa reda, termasuk urusan wakil rakyat merasa kurang padahal udah ada tunjangan macam-macam.

Namun sebagaimana cinta yang besar, kekecewaan juga bisa datang dari arah tak terduga. Ada kalanya rumah makan Padang justru meninggalkan kesan yang nggak enak. Bukan karena masakannya saja, tapi karena perilaku dan hal-hal kecil yang membuat pelanggan merasa kurang dihargai. Saya menyebutnya sebagai “dosa rumah makan Padang”.

#1 Rumah makan Padang yang membeda-bedakan pelanggan

Pengalaman paling bikin malas itu terjadi beberapa tahun lalu. Saya bersama seorang teman mampir ke salah satu rumah makan Padang di Kudus seusai kerja lapangan—kebetulan baru saja benerin dispenser di pom bensin. Pakaian kami jelas nggak rapi, penuh bekas kerja, dan wajah pun kucel.

Kami duduk, menunggu pelayan menghampiri. Tapi apa daya, kami hanya jadi pajangan. Nggak ada menu yang ditawarkan, nggak ada senyum ramah, bahkan sekadar menyapa pun nggak. Beberapa menit kemudian, seorang pelanggan turun dari mobil dengan tampilan lebih necis. Seketika, pelayan sigap mendekat, menyodorkan menu, dan menuntunnya ke meja terbaik.

Sial betul. Seakan-akan nilai kami hanya diukur dari baju dan kendaraan. Padahal sama-sama bayar, bukan ngutang. Rasanya seperti ditolak hanya karena tampilan luar, bukan isi dompet. Dan itu dosa pertama yang bikin saya malas balik ke sana lagi.

Ketika akhirnya datang, pelayan pun terkesan ogah-ogahan, seperti dipaksa melayani. Yang lebih parah, pelanggan lain yang baru datang malah lebih dulu dilayani. Kalau begini, selera makan sudah keburu hilang.

#2 Masakan kurang berbumbu

Namanya rumah makan Padang, standar rasa mestinya sudah jelas: kaya bumbu, gurih, pedas, dan bikin nagih. Tapi tidak jarang, ada saja rumah makan yang masakannya hambar. Rendangnya lebih mirip semur, gulainya berasa santan encer, dan sambalnya seperti cabe direbus.

Sekali dua kali mungkin bisa dimaklumi, siapa tahu juru masak lagi kurang fit. Tapi kalau sampai berkali-kali, jelas itu “dosa” besar. Karena orang datang ke rumah makan Padang bukan sekadar untuk makan, melainkan untuk menikmati ledakan rasa yang khas. Kalau cita rasa itu hilang, ya sama saja bohong.

Baca Juga:

Gudeg Jogja Pelan-Pelan Digeser oleh Warung Nasi Padang di Tanahnya Sendiri, Sebuah Kekalahan yang Menyedihkan

4 Alasan Makan Nasi Padang Lebih Masuk Akal daripada Makan di Angkringan  

#3 Rumah makan Padang yang harganya tidak konsisten

Dosa lain yang sering bikin ilfeel adalah harga yang tidak konsisten. Pernah saya makan di rumah makan Padang yang satu piring sederhana—nasi, sayur, sepotong ayam, dan sambal— ada selisih harga.

Memang tidak ada patokan harga baku, tapi perbedaan yang terlalu jauh membuat pelanggan merasa ditipu. Lebih menyebalkan lagi kalau harga hanya diumumkan saat di kasir, tanpa daftar harga jelas di meja. Rasanya seperti main tebak-tebakan, “Hari ini saya bayar berapa, ya?”

#4 Porsi sayur pelit

Salah satu daya tarik rumah makan Padang adalah sayur gratis yang biasanya disajikan bersama nasi. Tapi ada juga rumah makan yang sangat pelit memberi sayur. Sayur nangka hanya seujung sendok, kuah gulai pun irit seperti obat tetes mata.

Padahal justru kuah gulai itu yang bikin nasi putih terasa nikmat. Kalau sayur saja pelit, pelanggan akan merasa seperti dikerjai. Bukan soal banyak atau sedikitnya, tapi soal perasaan dihargai sebagai pelanggan.

#5 Meja dan peralatan makan kurang bersih

Sejujurnya, tidak semua rumah makan Padang memperhatikan kebersihan meja dan peralatan makan. Ada yang mejanya masih lengket sisa kuah, sendok berminyak, atau gelas berbau aneh. Sekecil apa pun, hal itu bisa membuat selera makan hilang.

Coba bayangkan, lauknya enak, tapi piringnya terasa berminyak atau masih ada bekas lipstik di gelas. Otomatis, pengalaman makan nilainya jadi turun.

#6 Musik atau TV yang berisik

Ini mungkin terdengar sepele, tapi saya pernah makan di rumah makan Padang yang memutar musik dangdut dengan volume setara konser. Pernah juga TV dinyalakan keras-keras menyiarkan sinetron penuh teriakan.

Alih-alih tenang menikmati makan siang, saya malah merasa berada di warung kopi pinggir jalan. Tidak semua pelanggan betah dengan suasana bising seperti itu. Apalagi kalau niatnya sekadar makan cepat lalu kembali kerja.

#7 Rumah makan Padang tidak ramah terhadap pelanggan baru

Ada juga nih, rumah makan yang terkesan eksklusif, seperti hanya untuk pelanggan lama. Begitu orang baru masuk, tatapan para pelayan tidak hangat, melainkan penuh curiga. Seolah-olah kita salah alamat. Padahal bukankah setiap rumah makan butuh pelanggan baru untuk tetap hidup?

Kalau pelanggan baru langsung dibuat tidak nyaman, jangan heran kalau rumah makan seperti itu pelan-pelan kehilangan pengunjung. Alih-alih gercep melayani, mereka malah sibuk ngobrol dan kadang masih merokok. Raut wajahnya tersirat sebuah paksaan.

Rumah makan Padang sejatinya adalah institusi kuliner yang membanggakan. Ia bukan sekadar tempat makan, melainkan juga representasi budaya Minang yang kaya. Tapi, kelezatan masakan tidak akan cukup menutup “dosa-dosa kecil” yang bisa membuat pelanggan enggan kembali.

Sebagai pelanggan, kita wajar mengharapkan pelayanan yang adil dan masakan yang konsisten. Karena pada akhirnya, rumah makan Padang bukan hanya soal perut yang kenyang, melainkan juga soal perasaan dihargai. Kalau dosa-dosa itu bisa dikurangi, saya yakin rumah makan Padang akan selalu jadi tempat pulang bagi lidah yang rindu rendang, ayam pop, otak, atau mungkin tunjang.

Penulis: Budi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Menu Rumah Makan Padang yang Sebaiknya Dihindari kalau Tidak Mau Menyesal.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Agustus 2025 oleh

Tags: menu rumah makan padangNasi Padangpenjual nasi padangrumah makanrumah makan padang
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

Kalio Disangka Rendang Adalah “Dosa” Terbesar Orang Jawa di Rumah Makan Padang Mojok.co

Kalio Disangka Rendang Adalah “Dosa” Terbesar Orang Jawa di Rumah Makan Padang

8 Desember 2025
rumah makan padang

Cerita Rumah Makan Padang: Porsi Nasi yang Lebih Banyak Ketika Dibungkus Dibanding Makan di Tempat

19 September 2019
6 Tabiat Buruk Pelanggan Rumah Makan Padang yang Dibenci Penjual Mojok.co

6 Tabiat Buruk Pelanggan Rumah Makan Padang yang Dibenci Penjual

21 Agustus 2025
Analisis Rivalitas Warteg VS Rumah Makan Padang dengan Pendekatan Marketing Mix

Analisis Rivalitas Warteg VS Rumah Makan Padang dengan Pendekatan Marketing Mix

22 April 2020
4 Ciri Rumah Makan yang Dijauhi Banyak Orang. Nggak Lagi-lagi deh Makan di Sana!

4 Ciri Rumah Makan yang Dijauhi Banyak Orang. Nggak Lagi-lagi deh Makan di Sini!

5 Agustus 2024
3 Alasan Banyak Orang Tegal Malah Jualan Nasi Padang (Unsplash)

3 Alasan Mengapa Sekarang Banyak Orang Tegal Nggak Mau Lagi Buka Warteg, Malah Jualan Nasi Padang

22 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Gudeg Jogja yang Rasanya Enak dan Cocok di Lidah Wisatawan

Gudeg Jogja Pelan-Pelan Digeser oleh Warung Nasi Padang di Tanahnya Sendiri, Sebuah Kekalahan yang Menyedihkan

18 Februari 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

19 Februari 2026
Al Waqiah, Surah Favorit Bikin Tenang Meski Kehilangan Uang (Unsplash)

Al Waqiah, Surah Favorit yang Membuat Saya Lebih Tenang Meski Kehilangan Uang

20 Februari 2026
Pajak Naik dan UMR Mini- Sumber Derita Warga Jawa Tengah (Unsplash)

Pajak Naik dan UMR Mini Bikin Warga Jawa Tengah Bersyukur karena Diberi Kesempatan untuk Menderita Luar Biasa

13 Februari 2026
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co

Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga

15 Februari 2026
Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong di Banyumas (Wikimedia Commons)

Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong se-Kabupaten Banyumas

15 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Ramai, ‘Cukup Aku Saja yang WNI’: Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia
  • Menapaki Minaret Pertama di Indonesia untuk Mendalami Pesan Tersirat Sunan Kudus
  • Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari
  • Beli Vespa Mahal-mahal sampai Rp50 Juta, tapi Tak Paham Fungsinya, Dibeli karena Warnanya Lucu
  • Pengalaman Nekat 24 Jam Naik Kereta Api Jogja-Jakarta, Cuma Habis Rp80 Ribuan tapi Berujung Meriang dan Dihina “Miskin”
  • Nestapa Tinggal di Perumahan Elite Jakarta Selatan Dekat Lapangan Padel, Satu Keluarga Stres Sepanjang Malam

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.