Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Dosa Penjual Oseng Mercon Menghilangkan Statusnya Sebagai Kuliner Unik, padahal Ia Adalah Makanan Khas Jogja Paling Seksi

Iqbal AR oleh Iqbal AR
23 Februari 2026
A A
Dosa Penjual Oseng Mercon, Makanan Khas Jogja Paling Seksi (Wikimedia Commons)

Dosa Penjual Oseng Mercon, Makanan Khas Jogja Paling Seksi (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau bukan karena apa yang terjadi di Warung Bu Narti pada tahun 90-an, mungkin kita nggak akan mengenal oseng mercon sebagai makanan khas Jogja. Atau bisa jadi kita nggak akan mengenal apa itu makanan yang bernama oseng mercon. 

Jadi, di Warung Bu Narti inilah oseng mercon lahir. Ia lalu tumbuh, menyebar, hingga sampai sekarang menjadi salah satu identitas kuliner Jogja.

Mercon, yang berarti ‘petasan’, merujuk pada sensasi rasa pedas yang panas dan meledak-ledak di dalam mulut. Lalu, apa yang mereka masak? Umumnya, oseng mercon ini isinya tetelan daging, lemak (koyor), bahkan kikil.

Sebagai makanan khas Jogja, pamor oseng mercon memang nggak sebesar gudeg atau bakmi jawa. Tapi ya nggak apa-apa, memang segitu saja sudah cukup. 

Sebetulnya, kita masih bisa menikmati kuliner satu ini. Iya, memang pedas, tapi pedasnya Jogja masih kalah jauh dengan pedasnya Jawa Timur. Kita jadi nggak bisa menikmati makanan khas Jogja satu ini karena beberapa hal yang akan saya jelaskan.

Baca juga: Oseng Mercon Bu Narti: Kuliner Super Pedas yang Masuk Istana

#1 Rasa pedas oseng mercon yang terlalu dominan, terlalu overpowering, dan nggak balance

Namanya saja oseng mercon. Sudah jelas pasti pedas. Dan setiap warung punya karakter yang berbeda. Sebagai orang Jawa Timur, level pedas mereka masih enak. Beda dengan lidah Jogja, di mana rasa pedasnya terlalu tinggi sampai menghilangkan berbagai rasa yang seharusnya ada.

Sebagai orang Jawa Timur, saya suka pedas. Tapi, ketika menjumpai makanan dengan rasa pedas terlalu dominan, ada beberapa kecurigaan yang muncul di kepala saja. 

Baca Juga:

Gudeg Adalah Makanan Khas Jogja Paling Mengecewakan, Mending Makan Mangut Lele atau Bakmi Jawa kalau Pertama Kali Kulineran di Jogja

Senikmat-Nikmatnya Kopi Joss Jogja, Saya Tetap Nggak Berani Coba. Lihat Arangnya Saja Sudah Ngeri Duluan

Pertama, mereka mau menyembunyikan apa kok sampai harus sepedas itu? Apakah kualitas tetelan daging dan koyor yang jelek, kualitas bumbunya rendah, atau gimana? 

Kedua, kalau mau bikin makanan yang dominan rasa pedas, mengapa rasa lain kok nggak kelihatan? Mengapa rasa asin, manis, dan ngurih sampai hilang?

Ini yang jadi masalah dari beberapa warung oseng mercon. Rasa pedasnya itu kadang overpowering, menutupi seluruh elemen rasa. Saya paham. Kalau makanan cuma pedas saja, pasti jadinya nggak nikmat. Inilah salah satu dosa makanan khas Jogja itu.

#2 Terlalu mahal untuk menjadi makanan khas Jogja

Harga oseng mercon itu beragam. Saya pernah mencoba beberapa warung yang membanderol harga di antara Rp20 sampai Rp30 ribu. Ada yang lebih dari Rp30 ribu dan jujur saja, agak aneh.

Isinya, ya sama, seporsi olahan oseng dan nasi putih. Sekilas semuanya normal, tapi ada yang “nggak beres” di salah satu makanan khas Jogja ini.

Untuk seporsi oseng mercon dengan harga di atas Rp30 ribu itu sudah kemahalan. Mengapa? Karena ada saja warung yang bikin harga di atas Rp30 ribu jadi nggak sebanding.

Maksudnya begini. Oseng mercon itu kan tetelan daging dan lemak (koyor) yang. Namanya tetelan daging, pasti ada dagingnya, kan? Nah, terkadang kita sudah membayar lebih dari Rp30 ribu, tapi kita cuma dapat daging satu-dua potong. Sisanya lemak (koyor) semua. Bahkan nggak jarang ada yang dapat lemak, tok.

Rasanya kayak “tertipu” aja. Apalagi kadang porsinya juga nggak banyak untuk harga segitu. Uang lebih dari Rp30 ribu itu sudah dapat 2 porsi soto paling enak di Jogja. Eh, udah porsinya dikit, dagingnya langka, yang dominan cuma pedas. Dosa banget.

#3 Identitas dan jati diri yang nggak jelas

Kalau misal ada yang tanya dari mana asal oseng mercon? Saya berani jamin sebagian besar, nggak akan bilang Jogja. Situasinya mirip ayam geprek. Ia asli Jogja, tapi kadang orang nggak percaya.

Tapi ya memang begitu kenyataannya. Sebagai salah satu makanan khas Jogja, oseng mercon nggak punya identitas yang kuat. Oseng mercon ini nggak punya sesuatu yang Jogja banget gitu, lho. Nggak kayak gudeg atau bakmi Jawa. Atau mungkin karena usia kuliner ini jauh lebih muda dari gudeg dan bakmi Jawa saja? Entah.

Namun, satu hal yang pasti, Jogja punya kuliner pedas itu kabar baik. Memang, identitasnya jadi rada kabur dan banyak orang nggak percaya. Tapi, ketika ada kuliner yang menambah kekayaan khazanah sebuah daerah, itu tetap kabar baik.

Situasi jadi sedikit runyam ketika ada warung yang nggak “sesuai dengan pakem”. Seperti yang saya jelaskan di atas, antara pedasnya terlalu dominan sampai menghilangkan rasa lain, sampai mematok harga terlalu tinggi.

Ingat, gudeg dengan harga di atas Rp30 ribu saja sudah kita anggap terlalu mahal. Gimana dengan oseng mercon, yang isinya cuma koyor, pedasnya dominan sampai cuma terasa pahit? Omong kosong, lah.

Yah, pada akhirnya, menyandang status sebagai makanan khas Jogja memang berat. Meski pada intinya, di mata saya, oseng mercon adalah makanan khas Jogja paling seksi. Ia berbeda dan (sebetulnya) nikmat.

Penulis: Iqbal AR

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 3 Makanan Khas Jogja yang Menyimpan Bahaya apalagi jika Kamu Punya Riwayat Penyakit Tertentu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Februari 2026 oleh

Tags: bakmi jawagudegkoyorkuliner jogjakuliner pedasmakanan khas jogjaoseng merconoseng mercon bu nartirekomendasi kuliner pedas
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

soal makanan

Soal Makanan, Lidah Tak Pernah Bohong

9 Juli 2019
Tegal Tempat Merantau Paling Cocok untuk Orang Jogja, Banyak Kemiripannya! Mojok.co

Tegal Tempat Merantau Paling Cocok untuk Orang Jogja, Banyak Kemiripannya!

2 Agustus 2024
Makanan di Jogja yang Wajib Banget Dicoba Part 1

Makanan di Jogja yang Wajib Banget Dicoba Part 1

8 November 2019
4 Makanan Tradisional dari Jateng dan Jogja yang Nggak Diketahui Gen Z

4 Makanan Tradisional dari Jateng dan Jogja yang Nggak Diketahui Gen Z

7 Oktober 2024
8 Ciri Warung Nasi Pecel yang Sudah Pasti Tidak Enak (Shutterstock)

8 Ciri Warung Nasi Pecel yang Sudah Pasti Tidak Enak dan Cukup Sekali Saja Dikunjungi

18 Oktober 2025
3 Makanan Khas Jogja yang Menyimpan Bahaya apalagi jika Kamu Punya Riwayat Penyakit Tertentu

3 Makanan Khas Jogja yang Menyimpan Bahaya apalagi jika Kamu Punya Riwayat Penyakit Tertentu

24 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah Mojok.co

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah

11 Maret 2026
9 Rekomendasi Mobil Bekas di Bawah 100 Juta Terbaik untuk Pemula Berkantong Cekak

Cari Mobil Bekas Murah buat Lebaran? Ini Motuba di Bawah 60 Juta yang Terbukti Nggak Rewel

14 Maret 2026
Embek-Embek Makanan Khas Tegal Paling Mencurigakan, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba Mojok.co

Embek-Embek Makanan Khas Tegal yang Nama dan Rasanya Sama-sama Aneh, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba

12 Maret 2026
Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar Mojok.co

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

13 Maret 2026
7 Rekomendasi Drama China yang Bisa Ditonton Tanpa Perlu Mikir (Pexels) tiktok

5 Alur Cerita Drama China Pendek di TikTok yang Monoton, tapi Sering Bikin Jam Tidur Saya Berantakan

12 Maret 2026
Blok GM Semarang: Ketika Estetika Anak Skena Menumbalkan Hak Pengguna Jalan

Blok GM Semarang: Ketika Estetika Anak Skena Menumbalkan Hak Pengguna Jalan Semarang

11 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman
  • Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba
  • Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu
  • Beasiswa JPD Jadi Harapan Siswa di Jogja untuk Sekolah, padahal Hampir Berhenti karena Broken Home
  • “Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten
  • Nasib Suram Pekerja Jakarta Rumah di Bekasi, Dituntut Bekerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.