Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Ditolak 10 Jalur Masuk PTN, Setelah Kuliah Baru Nyadar Belajar Nggak Harus Di Kampus

Ratih Kusuma Wardani oleh Ratih Kusuma Wardani
10 Juli 2019
A A
ditolak sbmptn

ditolak sbmptn

Share on FacebookShare on Twitter

Buat kalian yang sedih sedih karena tertolak SBMPTN, itu belum pahit-pahit amat kok. Sebelumnya, ini bukan artikel penuh motivasi ya teman-teman, bukan juga ajakan untuk malas belajar hehe. Saya pernah ditolak 10 jalur masuk PTN, dan sekarang sudah kuliah tapi kadang masih merasa menyesal juga tuh.

Jadi begini, saya bukan berada dilingkaran anak pemilik nilai yang gemilang di sekolah. Setelah lulus SMA memang ingin kuliah dengan pemikiran lulusan SMA bisa apa? Ya lulusan SMA buat saya masih mentah, belum jelas. Beda dengan SMK setidaknya dia belajar satu keahlian khusus dan lebih fokus dan mendalam.

Akhirnya saya putuskan mendaftar kuliah dan jalannya tidak semudah itu. Dari SNMPTN ditolak, ikut SBMPTN ditolak lagi. Cengeng sekali waktu itu saya nangis. Masih nggak nyerah, kelilinglah mulai dari Solo, Jogja dan Semarang. Waktu itu akrab banget dengan terminal dan stasiun, menginap sana-sini.

Di kamar saya tulis semua jalur dan PTN yang saya pilih hingga hari demi hari, bulan berganti bulan lagi. Siang hari saya tiduran dan melihat papan yang tertempel di dinding kamar, satu per satu tercoret lagi dan lagi. Hingga pilihan terakhir 2 PTN yang belum pengumuman.

Sudah mulai muak saya lepas papan itu dan membuangnya saja. Di hari pengumuman terakhir bulan Agustus, saya lupa. Tiba-tiba dapat telepon dari sepupu yang kebetulan sama mendaftar di kampus yang sama, saya diterima. Senang, ya senang plong gitu.

Kebetulan saya di kampus belajar soal pendidikan dan segala kerumitannya. Hingga sekarang duduk di semester akhir. Sempat akhir-akhir ini merasa ingin menyerah, ya tahu sendiri semester akhir dengan segala drama perdosenan yang penuh penantian yang sering nggak pasti.

Pernah sesekali sedih banget, langsung gas pulang untuk mencharge energi, di jalan inget dulu pernah ditolak 10 kali cuma biar bisa merasakan kerumitan ini. Ya jangan nyerah dulu. Makin hari makin sadar, sebenarnya saya menyesal kuliah setelah berkuliah. Kalo mungkin dulu saya nggak kuliah, saya nggak mungkin bisa menyesal.

Di kampus saya pernah belajar tentang “belajar”. Yang sebenarnya belajar itu bisa di mana aja, nggak harus jalur-jalur formal kaya gini. Keluar dari minimarket lihat orang bagi-bagi nasi bungkus gratis di hari Jumat, saya juga belajar buat nggak lupa buat sedekah. Diceritain temen soal masalah hidupnya, saya bisa belajar buat ngambil pelajaran dari kejadian itu. Itu juga saya anggap belajar. Nggak cuma rumus-rumus dan teori.

Baca Juga:

4 Dosa Besar yang Sering Dilakukan oleh Motivator

Ikrar Wisuda Bareng Teman Seangkatan Itu Cukup untuk Motivasi, Jangan Dijadikan Target Bersama, apalagi Maksa

Sekolah-sekolah itu emang penting tapi ya kadang lebih penting sekolah kehidupan. Saya pikir sebenarnya selama ini kita sekolah atau ngampus itu untuk membeli sebuah lingkungan. Lingkungan yang mendukung dan kadang juga memaksa kita buat belajar. Manusia emang kadang memang perlu dipaksa untuk jadi biasa hehe.

Kadang juga kepikiran nilai-nilai itu sekadar angka dan tulisan, apakah diri ini benar-benar memiliki nilai? Lha wong ujian masih nyontek, masih browsing, nulis makalah masih suka copas, sumbernya dapet dari mana nggak jelas. Lulus dari ketuntasan minimal iya, tapi bener-bener belajar nggak dari semua yang udah dipelajari ya belum tentu.

Pernah dapat petuah dari seseorang, kamu capek kuliah nggak apa-apa, kamu nggak ikhlas juga nggak apa-apa asal tanggung jawab. Iya bener juga, tanggung jawab sama orangtua yang udah kerja tiap hari biar aku bisa duduk bangku kuliah, tanggung jawab sama orangtua yang pengin lihat anaknya pakai toga lalu foto bersama digantung di dinding ruang tamu rumah.

Ya apapun yang sedang terjadi, hanya perlu di tempuh dan dijalani, kadang kita memang sering melakukan hal-hal yang tidak jadi keinginan kita. Ya walaupun keinginan kuliah dari awal datang dari diri ini sendiri, tapi ditengah jalannya kok gini ya. Setelah tahu lika-liku, kadang lelah, menyesal, waktu-waktu ini bisa buat produktif ke hal-hal yang saya pengin lakukan tapi belum bisa seratus persen.

Ya kudu sabar, nggak ada yang jelek dari belajar, sekolah, dan kuliah. Malah karena semua itu saya jadi tahu ke depan harus punya rencana apa dan harus ngapain. Kan kata pepatah pengalaman adalah guru terbaik dan bagiku penyesalan pun jadi pelajaran berharga.

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh

Tags: cerita ditolak sbmptnmotivasipengalaman ditolak sbmptnPengumuman SBMPTNsbmptn pengumuman
Ratih Kusuma Wardani

Ratih Kusuma Wardani

Perempuan biasa yang bekerja dari mana saja, pemerhati sekitar kadang juga media sosial. Tea person, suka berkebun, kadang fun hiking, atau nonton film nostalgia.

ArtikelTerkait

gap year

Pertimbangkan Gap Year Kalau Masih Bingung Pilih Jurusan

23 Juni 2019
tidak lolos sbmptn

Surat Terbuka untuk yang Tidak Lolos SBMPTN

11 Juli 2019
pengumuman sbmptn

Buat yang Sedang Menunggu Pengumuman SBMPTN: Selamat Bergalau Ria

9 Juli 2019
Kalimat Yok bisa yok Bukan Toxic Positivity Sini Saya Jelasin motivasi

Kita Tidak Butuh Motivasi, yang Kita Butuh Itu Konsistensi!

11 Juli 2023
Buat Kalian Pejuang SBMPTN, Inilah 5 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum dan Sesudah Pengumuman terminal mojok

Buat Kalian Pejuang SBMPTN, Inilah 5 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum dan Sesudah Pengumuman

9 Juni 2021
Kalimat Yok bisa yok Bukan Toxic Positivity Sini Saya Jelasin motivasi

Hindari Ngomong Kalimat Goblok ‘Yok bisa yok’. Toxic Positivity, Bos!

14 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.