Buat yang Sedang Menunggu Pengumuman SBMPTN: Selamat Bergalau Ria

Artikel

M. Farid Hermawan

Tiga tahun yang lalu saya sudah mengalaminya. Sebuah perasaan yang mungkin bisa dibilang galau iya, khawatir iya dan ada optimis-optimisnya gitu. Tiga tahun yang lalu juga saya merasakan bagaimana makan kurang nafsu, tidur tidak nyenyak dan hati tidak menentu. Saya tidak sedang jatuh cinta, saya sedang seperti kalian saat ini. Kalian yang sedang keringat dingin nunggu pengumuman SBMPTN, huehehe.

Hari ini pasti terasa begitu menegangkan bagi kamu semua, makhluk-makhluk galau penunggu pengumuman SBMPTN 2019. Hari yang saya yakin ditunggu banyak orang tapi takut untuk ditemui. Saya paham bahwa menunggu pengumuman SBMPTN itu memang sebegitu menegangkan. Tidak ada yang bisa lepas dari jerat kekhawatiran menunggu sebuah pengumuman hasil SBMPTN.

Dahulu, lebih tepatnya tiga tahun yang lalu, saya juga merasakan hal yang sama dengan kalian. Saya sempat galau setengah mati tentang masa depan saya. Betapa galaunya saya tentang masa depan saya dimulai ketika saya gagal lulus SNMPTN hingga gagal lulus tes ikatan dinas. Di dua tes itu saya awalnya optimis, bahkan dibilang sangat optimis. Namun pada akhirnya saya harus bersalaman dengan kenyataan. Saya GAGAL di dua tes tersebut. Dan SBMPTN adalah harapan terakhir saya saat itu. Ditambah peringatan dari kedua orangtua bahwa mereka tidak akan menguliahkan saya jika saya tidak lulus SBMPTN. Jujur itu sangat menjadi beban buat saya.

SBMPTN menjadi pertaruhan terakhir saya menghadapi tantangan orangtua dan juga sebagai pelampiasan kegagalan saya di seleksi sebelumnya.

Sistem SBMPTN 2016 dan 2019 saat ini sudah cukup berbeda. Di zaman saya, 2016. Tes masih menggunakan sistem tertulis dengan penilaian  betul +4, salah -1 dan tidak dijawab 0. Sistem penilaian seperti itu mungkin tidak lagi digunakan di SBMPTN tahun ini. Namun walau berbeda, tetap saja. Namanya juga SBMPTN. Lawan kita tidak hanya diri kita. Tapi jutaan orang yang siap menendang kita dari takhta yang tersedia secara terbatas.

Baca Juga:  Jogja dari Sudut Pandang Mahasiswa Baru

Banyak orang yang membandingkan sistem SBMPTN tahun ini dengan SBMPTN sebelumnya. Ada yang menyebut SBMPTN 2019 lebih ribet, merepotkan, berbeli-belit. Dan ada yang mendukung karena melihat tranparansi hasil tes lewat nilai yang keluar. Semua punya opini masing-masing. Tapi yang terpenting, SBMPTN tahun ini sudah lebih baik jika bicara keterbukaan terhadap nilai tes. Zaman saya dahulu, saya tidak tahu berapa nilai saya, dan tiba-tiba saja lulus. Dan SBMPTN tahun ini ternyata telah menyelipkan cara berpikir realistis dengan dikeluarkannya nilai terlebih dahulu baru memilih jurusan yang ingin dituju.

Tiga tahun yang lalu, tanggal 28 Juni 2016. Ocehan ibu saya mengiringi penantian saya menunggu pengumuman SBMPTN. Saran saya terhadap  kalian yang sedang menunggu pengumuman SBMPTN hari ini. Cari lokasi yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk dan yang pasti supaya tidak stress diomelin orang tua, hehe. Karena pikiran kalian butuh ketenangan yang ekstra hari ini. Waktu itu saya sempat jengkel dengan ibu saya, dia terus mengomel dan berandai seandainya saya tidak lulus. Lha bukannya didoain lulus, ini malah ngomong yang tidak-tidak.

Tepat pukul 14.00 WIB, pengumuman SBMTPN 2016 diumumkan. Dan akhirnya saya baru bisa buka jam enam sore. Ibu saya panik dan saya jadi korban omelannya. Saat itu website down. Hal yang lumrah karena banyak makhluk seperti saya yang juga menantikan momen ini. Tidak satu atau dua orang, tapi jutaan. Saya mafhum.

Perlu kalian ingat, pengumuman SBMPTN selalu diiringi dengan tradisi website down. Ini semacam kegiatan turun temurun untuk menambah adrenalin orang-orang seperti kalian yang tengah was-was menunggu. Entah ini semacam prank atau apa saya tidak begitu mengerti. Ingat, bersiaplah untuk lebih bersabar ketika website down.

Dan juga berhati-hatilah, karena pada saat hari pengumuman ada beberapa situs-situs yang tidak bertanggung jawab menawarkan websitenya agar kalian gunakan untuk mengecek pengumuman. Dahulu teman saya sempat tertipu, karena ketika ia memasukkan nomor SBMPTN-nya ke situs abal-abal tersebut, yang keluar justru  tawaran judi online. Kan tidak lucu, hati sedang galau abis, eh ditawarin judi online.

Baca Juga:  Menyimpan Kenangan di Facebook, Buat Apa, Sih?

Biasanya ketika website utama SBMPTN sedang down, website-website universitas  seperti UI, UGM, IPB dan beberapa universitas besar lainnya menyediakan websitenya untuk digunakan mengecek pengumuman apakah kamu lulus atau tidak. Intinya jangan sembarangan memilih situs. Pilihlah situs yang benar-benar valid dan terafiliasi ke website utama SBMPTN.

Sebagai orang yang pernah ikut dan lulus SBMPTN, saya sangat tahu perasaan kalian semua hari ini.

Saya tahu kalian gugup, panas dingin, stress hingga cemas yang berlebih. Sebuah perasaan yang wajar. Jika kalian tidak ingin terlalu tegang, lebih baik kalian tidur. Tenangkan pikiran kalian, dan ambil jeda untuk mempersiapkan diri menghadapi kenyataan. Seperti teman saya dahulu, dia lebih memilih tidur dan baru membuka website SBMPTN tengah malam. Dengan pikiran tenang dan mental yang sangat siap, dia membuka web dan melihat hasil pengumumannya. Tertulis, tidak lulus. Dia nelpon saya dan tersedu-sedu melihat kenyataan dunia yang kejam ini.

Yang terpenting jangan lupa siapkan hati dan mental untuk menghadapi apapun yang terjadi. SBMPTN bukan akhir dari segalanya. Bukan sebuah kiamat yang akan menghancurkan masa depanmu. Jika kamu gagal lulus, masih ada jalur-jalur lain yang terbuka untukmu. Tetaplah berpikir jernih. Bahwa SBMPTN adalah sebuah proses yang menempa mentalmu, bukan akhir dari perjalananmu. Sebuah pelajaran untuk bersabar, berusaha, dan berikhtiar.

Jika kamu lulus SBMPTN 2019, saya ucapkan selamat.

Jika kamu gagal lulus SBMPTN 2019, juga saya ucapkan selamat. Ya, selamat. Selamat galau berat, HAHAHA.

---
6


Komentar

Comments are closed.