Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Dilema Orang yang Makan Banyak Tapi Tetap Kurus

Siti Halwah oleh Siti Halwah
30 Agustus 2019
A A
makan banyak

makan banyak

Share on FacebookShare on Twitter

Saya suka makan. Suka sekali. Namun, sayangnya kesukaan saya dengan makanan sama sekali tidak berimbang dengan berat badan saya. Menurut orang sekitar, saya masih dianggap terlalu kurus. Padahal, saya belum pernah diet apa pun. Memikirkannya dalam pikiran saya saja tidak pernah.

Ketika banyak sekali orang-orang di sekitar saya yang memilih menerapkan diet ketat gaya hidup sehat, saya justru memilih untuk makan banyak-banyak. Apalagi saya tipikal orang Indonesia asli yang tidak pernah kenyang kalau tidak makan nasi. Hehe. Sayangnya, meskipun banyak makan nasi, berat badan saya tidak bertambah. Stuck di angka 44-46 kg. Hiks.

ADVERTISEMENT

Awalnya, saya sedikit parno. Apalagi banyak mitos yang berkembang seputar orang-orang kurus macam saya. Mulai dari cacingan hingga memiliki sifat suka ngambek. Masyarakat di sekitar saya sering bilang, orang yang makannya banyak tapi tetap kurus berarti energinya tidak menjadi daging melainkan terkuras karena selalu merasa iri dan dengki pada orang lain. Ih, dasar sok tau.

Padahal tidak ada korelasi ilmiah atas perasaan dengki dengan berat badan. Di dunia nyata, banyak juga orang-orang gendut yang nggak kurus yang suka iri hati sama dengki pada orang lain, bukan cuma orang kurus saja.

Mitos lain yang juga beredar bahwa ‘orang kurus berarti suka banyak pikiran dan mikirin banyak hal—kasarnya seperti orang yang depresi dan frustasi—makanya ia tetap kurus meskipun sudah makan banyak. Energi dari makanan habis untuk urusan berpikir, menyesal dan meratapi nasib. Hadeuh. Padahal meskipun nggak kurus, semua manusia pada dasarnya juga suka mikir, rentan depresi dan frustasi—apalagi kalau banyak tugas. Bukan cuma orang kurus saja.

Banyaknya mitos seputar orang kurus tersebut membuat saya termotivasi untuk mengemukkan badan. Saya mulai membuka internet, membaca banyak artikel seputar tata cara menggemukkan badan. Teman saya menyarankan untuk minum obat penggemuk saja, namun saya menolak. Takut pada efek ketergantungan dari pemakaian obat itu. Saya mencoba mencari alternatif penggemukan badan dengan metode alami saja.

Teman yang lain bilang, makan saja mi instan sama telur saja. Dicampur. Pasti lama-kelamaan obesitas gemuk. Saya awalnya sangsi, tapi tak ada salahnya mencoba. Saya kemudian makan mi dengan telur secara rutin tiap hari—bukan sehari tiga kali loh, ya. Seminggu melakukan praktik sesat itu, berat badan saya tidak bertambah, malah dompet dan kantong saya terkuras. Iyalah, telur sama mi instan itu mahal, bok. Apalagi buat anak kosan macam saya. Mending masak saja.

Gagal dengan cara tersebut, saya kembali mencari cara alami menggemukkan badan di internet. Di sana, tertulis bahwa saya harus sering ngemil. Ngemil apa saja, tiap waktu. Akhirnya saya coba, membeli camilan-camilan murah. Tapi ya tetap saja, berat badan saya nggak nambah.

Baca Juga:

6 Sisi Gelap Jurusan Psikologi yang Tidak Masuk Brosur Promosi

Perjalanan ke Kantor Lebih dari 60 Menit Meningkatkan Risiko Kena Depresi. Apa Kabar Pekerja Jakarta?

Kali lain saya juga pernah mengikuti anjuran sebuah artikel yang menyarankan agar jangan makan di atas pukul 10 malam. Katanya berpotensi dapat menggemukkan badan. Iya, kah? Maka saya memutuskan melakukan hal sebaliknya, memilih makan malam di atas pukul 10. Tapi, tetap saja nggak mempan. Tubuh saya seolah berkongsi untuk menolak menambah berat badan 1 kilogram saja, meskipun saya sudah menerapkan banyak jurus dan metode. Hiks ~

Sampai sekarang, kadang saya kadang masih merasa frustasi, bagaimana cara menambah berat badan 1 kilogram saja. Sejak 4 tahun lalu, sewaktu ikut tes kesehatan saat ospek, berat badan saya cuma 45 kg. Sekarang, empat tahun kemudian, cuma berhasil naik 2 kg. Padahal saya doyan makan dan nggak pilih-pilih makanan lho, ya.

Saya mulai berpikir, mungkin ini karena faktor genetik. Nggak ada hubungannya sama sifat, perilaku, pola pikir, lingkungan hingga mitos-mitos aneh. Mungkin juga memang segini saja jatah berat badan yang diberikan Tuhan pada saya. Pasrah, deh.

Saya kemudian mulai bersyukur. Soalnya banyak orang-orang di luar sana yang terpaksa harus diet ketat hanya untuk menyeimbangkan berat badannya yang obesitas. Atau juga orang-orang yang memilih membatasi makanannya hanya agar menjaga berat badannya tetap kosntan. Intinya, saya—dan mungkin juga kalian yang bernasib sama—harus pandai-pandai bersyukur atas karunia Tuhan. (*)

BACA JUGA Culture Shock Anak Rantau di Jogja atau tulisan Siti Halwah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Januari 2022 oleh

Tags: depresihidup sehatmakan banyaktetap kurus
Siti Halwah

Siti Halwah

menulis untuk eksis

ArtikelTerkait

depresi dengerin lagu hindia secukupnya bisa sembuh .feast milenial problem mojok

Baskara ‘Hindia’ Putra dan Lagu-lagunya yang Diklaim Menyembuhkan Depresi

10 April 2020
Lagu Peterpan untuk melawan depresi (IG @arielnoah)

3 Lagu Underrated Peterpan untuk Membantu Kamu Melawan Depresi

17 Februari 2023
Pentingnya Alokasi Pos Dana untuk Psikolog, Bukan Berarti Kamu Gila Kok!

Pentingnya Alokasi Pos Dana untuk Psikolog, Bukan Berarti Kamu Gila Kok!

7 Desember 2019
makan nasi

Bagi Beberapa Orang Indonesia, Tidak Tergolong Makan Jika Belum Menyantap Nasi

25 Juni 2019
susahnya menjalankan gaya hidup sehat mojok.co

Fakta: Lingkungan Kita Tidak Suka kepada Orang dengan Gaya Hidup Sehat

6 Agustus 2020
gangguan jiwa psikolog Depresi Itu (Nggak) Cuma Butuh Didengarkan

Depresi Itu (Nggak) Cuma Butuh Didengarkan

6 November 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalanan Surabaya yang "Liar" Bikin Jiper Pengendara Tertib, Terlalu Banyak Pemotor yang Melanggar Lalu Lintas Mojok

Jalanan Surabaya yang “Liar” Bikin Jiper Pengendara Tertib, Terlalu Banyak Pemotor yang Melanggar Lalu Lintas

24 Juni 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan jakarta

Jangan Salahkan Orang Jakarta kalau Harga Makanan di Jogja Tak Ramah Warlok: Sebuah Pembelaan untuk Kaum Plat B

26 Juni 2026
Perjalanan Pulang Kerja Naik Bus Bekasi-Cikupa, Pahit yang Harus Dijalani Tiap Hari

Perjalanan Pulang Kerja Naik Bus Bekasi-Cikupa, Pahit yang Harus Dijalani Tiap Hari

23 Juni 2026
Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah yang Jadi Sarang Tikus (Unsplash)

Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah: Ketika Rumah Tua Berubah Menjadi Sarang Tikus

21 Juni 2026
Yamaha Gear Ultima 125 Terlahir untuk Pejuang Rupiah

Yamaha Gear Ultima 125 Terlahir untuk Memahami Perjuangan Pejuang Rupiah di Atas Aspal

25 Juni 2026
4 Kuliner Ayam Panggang Favorit di Klaten: Enak, Murah, dan Bikin Nagih!

4 Kuliner Ayam Panggang Favorit di Klaten: Enak, Murah, dan Bikin Nagih!

26 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.