Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Rela Utang Koperasi Kantor demi Biaya Berobat Kucing yang Sudah seperti Keluarga, Saya Dicap Nggak Waras dan Bodoh

Arief Nur Hidayat oleh Arief Nur Hidayat
18 Maret 2026
A A
Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Demi kucing saya utang koperasi, aneh kah? 

Saya punya hewan peliharaan kucing. Dan, menjelang libur panjang seperti sekarang ini, saya sibuk survei mencari pet hote untuk anabul tersayang. Saya ingin menitipkan kucing saya selama mudik, sebab tidak mungkin ikut membawanya mudik. 

Tentu tarif pet hotel di tengah musim seperti ini tidaklah murah. Apalagi untuk pet hotel dengan fasilitas yang lengkap seperti CCTV dan free grooming. Saya mungkin belum sampai di level itu, tapi saya lebih memilih yang lebih terjangkau di kantong saja supaya kantong nggak jebol. 

Kadang aneh rasanya mendapati diri ini sibuk mencari pet hotel menjelang mudik. Hal ini tidak pernah terbayang di benak saya mengingat awalnya saya biasa saja dengan kucing. Cenderung taruma malah karena kakak saya pernah dicakar waktu kecil. 

Baca juga Transformasi Mengharukan Emak Saya, dari Pembenci Jadi Pencinta Kucing.

Suka kucing

Pengalaman saya dengan kucing dimulai ketika sering makan di Pujasera Semen Gresik. Banyak kucing yang datang untuk mengais rasa iba, tentu saya bagi suwiran ayam dari piring saya. Eh, kebetulan dapat istri yang suka kucing. 

Kucing pertama kami bernama Clowi, warnanya full putih seperti awan sehingga kami beri nama Clowi. Clowi tipe kucing jantan yang manja. Namun, sialnya, dia ketabrak motor saat musim kawin. Pagi-pagi saat mertua membuka pintu dia lari terbirit-birit ke depan hingga ditabrak anak SMK yang takut terlambat sampai sekolah.

Kami upayakan yang terbaik untuk Clowi. Bahkan, kami sudah bertanya-tanya tentang kursi roda kucing untuk Clowi yang lumpuh. Namun, nasib berkata lain, Clowi meninggalkan kami dengan cepat. Ada jeda cukup panjang dari meninggalnya Clowi hingga mempunyai anabul kembali. Hancur sekali ditinggal mati kucing kesayangan. 

Baca Juga:

Tetangga yang Nggak Niat Mengurus Hewan Peliharaan Wujud Kehidupan Tanpa Adab: Kalau Nggak Niat Pelihara, Mending Nggak Usah

9 Jenis Kucing Terbaik yang akan Mendatangkan Rezeki Menurut Serat Katuranggan Kucing

Anabul kedua kami bernama Mochi, kucing anggora hitam dengan gigi tonggos. Mochi berjenis kelamin betina, betapa kagetnya kami mengetahui keluar cairan putih dari kemaluannya. Setelah dibawa ke dokter hewan Mochi disarankan langsung seteril saja. 

Usut punya usut ternyata Mochi merupakan hasil dari perkawinan sedarah atau incest. Hal ini membuat Mochi sering sakit-sakitan. Suatu ketika Mochi lemas tidak mau makan dan minum, dengan sigap saya membawa ke dokter hewan langganan walaupun dompet sudah menjerit akibat akhir bulan. 

Ternyata sakitnya Mochi tergolong serius, harus ambil darah dan rawat inap. Setelah menanyakan estimasi biaya yang menyentuh angka jutaan rupiah, saya putuskan untuk hutang koperasi demi anabul tercinta.

Baca juga Anak Kos Jogja Pilih Hidup Miskin demi Hidupi Kucing, Lebih dari Setengah Gaji Habis untuk Piaraan.

Utang koperasi demi anabul

Di koperasi pabrik tempat saya bekerja, saya wajib mengisi pengajuan peminjaman dana jika ingin utang. Ketika saya mengisi formulir pinjaman koperasi, orang-orang mengira saya sedang butuh untuk uang muka untuk motor Aerox atau beli smartwatch Garmin. Mereka jelas tidak menyangka kalau alasan sebenarnya adalah seekor kucing bernama Mochi. 

Entah dari mana, informasi saya utang koperasi demi kucing akhirnya tersebar ke mana-mana. Banyak teman yang menyarankan untuk membuang Mochi. Menurut mereka memeliharanya berat di ongkos. Tapi, saya tetap kekeh akan pendirian saya, rasa kehilangan Clowi terngiang kembali. Bagi saya kucing bukan hanya peliharaan namun juga keluarga yang kami rawat seperti adik atau anak kita sendiri. Sulit rasanya kehilangan untuk ke dua kali. 

Singkat cerita Mochi tidak terselamatkan, utang koperasi tetap harus saya bayar berbulan-bulan setelahnya. Namun, saya tidak sedih. Saya bangga karena telah mengusahakan sebaik mungkin. 

Tidak apa-apa saya dianggap nggak waras, bodoh dan terlalu naif, sok pahlawan hingga sebegitunya ke kucing. Toh, mereka juga tidak tahu apa-apa. Tapi melihat kucing kita sehat, gendut, main berlarian kesana kemari membuat hati ini menjadi senang. Bahkan, ada penelitian yang memberikan kesimpulan bahwa bermain dengan hewan peliharaan dapat meningkatkan hormon oksitosin, dopamin dan serotonin. 

Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah keputusan saya utang koperasi demi anabul tergolong aneh? Menurut saya sih hal-hal seperti ini perlu untuk dinormalisasi ya.

Penulis: Arief Nur Hidayat
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 5 Kelakuan Pemilik Kucing Sok Elite yang Bikin Emosi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Maret 2026 oleh

Tags: anabulkantorkoperasikoperasi kantorKucingUtangutang koperasi
Arief Nur Hidayat

Arief Nur Hidayat

Seorang buruh pabrik yang menemukan kemerdekaannya di balik mata pena. Di sela deru mesin dan rutinitas yang presisi, ia merawat jiwanya dengan kecanduan menulis, sembari sesekali merayakan kegembiraan kecil melalui barisan jersey

ArtikelTerkait

Hal-hal yang Kita Tak Ketahui dari Debt Collector: Mereka Tidak (Sekadar) Menagih, tapi (Juga) Mengingatkan

Hal-hal yang Kita Tak Ketahui dari Debt Collector: Mereka Tidak (Sekadar) Menagih, tapi (Juga) Mengingatkan

1 Mei 2023
Kucing Tak Hanya Hewan Peliharaan, bagi Petani, Kucing Adalah Pahlawan

Kucing Tak Hanya Hewan Peliharaan, bagi Petani, Kucing Adalah Pahlawan

5 September 2024
Moodyan, Hal yang Haram Dilakukan di Tempat Kerja Terminal Mojok

Moodyan, Hal yang Haram Dilakukan di Tempat Kerja

30 November 2022
Kucing Liar Adalah Hama Terminal Mojok

Kucing Liar Adalah Hama

12 Desember 2022
5 Macam Kepribadian Kucing Kompleks Berdasarkan Observasi Lapangan terminal mojok.co

Pengalaman Street Feeding dan Catatan Hati untuk Pemilik Kucing Ras

29 Mei 2020
Sayangku Ke Bleki Terhalang Racun Tikus Tetangga terminal mojok

Sayangku ke Bleki Terhalang Racun Tikus Tetangga

18 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kembaran Bukan Purwokerto, Jangan Disamakan

Iya Saya Tahu Purwokerto Itu Kecamatan Bukan Kota, tapi Boleh Nggak Kita Santai Saja?

28 Maret 2026
Kulon Progo Terkesan Santai karena Warlok Tidak Banyak Pilihan Hidup, Bukan karena Menganut Slow Living Mojok.co

Kulon Progo Terkesan Santai karena Warlok Tidak Punya Banyak Pilihan Hidup, Bukan karena Menganut Slow Living

27 Maret 2026
Mobil Hybrid (Sebenarnya) Bukan Pilihan Buruk, tapi Bisa Bikin Tekor

Mobil Hybrid (Sebenarnya) Bukan Pilihan Buruk, tapi Bisa Bikin Tekor

27 Maret 2026
Hilangnya Estetika Kota Malang Makin Kelam dan Menyedihkan (Unsplash)

Di Balik Wajah Kota yang Modern: Kehidupan Kelam di Labirin Gang Sempit dan Hilangnya Estetika Kota Malang

29 Maret 2026
Sisi Gelap Purwokerto yang Membunuh Wisatanya Sendiri (Unsplash)

Purwokerto Murah? Murah untuk Siapa? Kenapa Warga Asli Tidak Merasakannya?

27 Maret 2026
Kalau Penulis Buku Bermasalah, Pembacanya Ikut Berdosa Juga atau Tidak?

Kalau Penulis Buku Bermasalah, Pembacanya Ikut Berdosa Juga atau Tidak?

29 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Tak Cukup Satu Gaji, Gen Z Rela “Side Hustle” dan Kehilangan Kehidupan demi Rasa Aman dan Puas Punya Pekerjaan Sesuai Keinginan
  • WFH 1 Hari ASN Perlu Lebih Peka terhadap Kondisi Pekerja Informal
  • Kisah Penerima Golden Ticket Unair dari Ketua Padus hingga Penghafal Al-Qur’an, Nggak Perlu “Plenger” Ikut SNBP-Mandiri untuk Diterima di Jurusan Bergengsi
  • Pekerja Jakarta Resign Pasca-THR Bukan karena Gaji, tapi Muak dan Mati Rasa akibat Karier Mandek dan Rekan Kerja Muka Dua
  • Nekat Resign After Lebaran karena Muak Kerja di Kantor Toxic, Pilihan “Ngawur” untuk Cari Happy tapi Stres Tetap Tak Terhindarkan
  • Pekerja Jogja Kangen Mengadu Nasib di Bali, Kerjanya Sama-Sama Santai dan Biaya Hidup Lebih Murah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.