Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Fesyen

Di Jepang, Belanja Baju di Uniqlo dan GU Itu Biasa Aja

Primasari N Dewi oleh Primasari N Dewi
18 April 2022
A A
Di Jepang, Belanja Baju di Uniqlo dan GU Itu Biasa Aja Terminal Mojok.co

Di Jepang, Belanja Baju di Uniqlo dan GU Itu Biasa Aja (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Uniqlo dan GU merupakan outlet pakaian yang paling umum dijumpai di Jepang. Hampir semua mal besar di kota seluruh Jepang memiliki kedua outlet pakaian ini. Sedangkan untuk Zara, H&M, dan Forever21 biasanya hanya di pusat perbelanjaan besar.

Merek ini biasanya ada di mal (Shutterstock.com)

Sementara di Indonesia, Uniqlo dan GU biasanya hanya ada di mal besar tertentu saja, kan? Harganya juga mahal, apalagi bagi pejuang UMR Jogja. Dulu, saya bisa belanja baju di Uniqlo atau GU Jepang setahun sekitar 3 sampai 4 kali. Sementara setelah kembali ke Jogja, setiap lihat-lihat baju di Uniqlo Jogja, saya sudah jiper duluan.

Lantas, bagaimana sensasi belanja baju di Uniqlo Jepang? Apa saja perbedaannya dengan Uniqlo Indonesia?

#1 Produk yang dijual

Sebenarnya secara produk yang dijual, hampir sama saja, sih. Selain pakaian, Uniqlo Jepang juga menjual aksesori pakaian seperti sabuk, sepatu, tas, dll. Btw, payung juga dijual di sana.

Namun, mungkin untuk produk batik, hanya ada di Uniqlo Indonesia. Namun, Uniqlo, GU, dan H&M Indonesia mungkin tak menjual pakaian musim dingin sebanyak di Jepang. Seingat saya, saya hanya lihat beberapa produk jaket musim dingin di Uniqlo Indonesia, tak selengkap di Jepang. Itu karena di negara kita memang nggak perlu-perlu amat untuk pakai jaket setebal itu. Lha wong nggak ada musim dingin, kan?

Perbedaan lainnya, produk pakaian dan aksesori yang dijual di Jepang disesuaikan musimnya. Mengingat di Jepang ada 4 musim, maka pajangan produk baru di outlet-nya juga berubah sesuai musim. Biasanya, sebulan sampai dua bulan sebelum musim datang, pajangan sudah menyesuaikan dengan musim baru. Orang yang berbelanja pun bisa mengikuti tren pakaian musim mendatang.

Desainnya identik dengan sesuatu yang simpel (Shutterstock.com)

Akibatnya, pakaian musim sebelumnya yang belum terjual biasanya akan didiskon dari 5% sampai besar-besaran. Sebagai kaum pemuja diskonan, saya biasanya beli baju ya saat sale akhir musim seperti ini. Jadi, jangan dikira saya rela beli baju dengan harga 700 ribu sampai sejutaan, ya! Biasanya, saya akan menunggu sale sampai harga senyungsep-nyungsepnya.

#2 Harga dan diskonan

Ciri khas harga di Uniqlo memang belakangnya 99. Di Indonesia harganya 199.000, 299.000, dst. Sedangkan di Jepang juga sama, 990 yen, 1.990 yen, 2.990 yen, 3.990 yen, dst. Ciri khas lain adalah tempelan diskon yang biasanya berwarna merah dan ditempel menutupi harga sebelumnya. Kalau ini mah sama saja, ya.

Baca Juga:

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

Setelah Saya Belajar Ekonomi Makro, Saya Baru Tahu bahwa Ternyata Belanja Sama Pentingnya dengan Menabung

Mungkin perbedaan yang paling signifikan ya besaran diskon atau salenya. Di Jepang, belanja saat sale akhir musim itu merupakan life hack orang Jepang yang sangat umum. Tetapi, produk yang sale tentu saja item tertentu. Tak semua seri warna maupun ukurannya ada. Pun tak semua outlet memiliki stok yang sama. Namanya juga sale penghabisan, menghabiskan sisa-sisa produk yang belum terjual.

Sebagai contoh, saya pernah beli rok ukuran L hanya 399 yen + pajak 8% (430,92 yen atau sekitar 51 ribu rupiah) dari harga label 2.990 yen + pajak 8% (3.229,2 yen atau sekitar 387.504 rupiah). Kalau dihitung, diskonnya sebesar 87% lah, ya.

Sale akhir musim dari outlet pakaian ini sangat umum di Jepang, lho. Tak hanya Uniqlo dan GU saja, tetapi Zara, H&M, Forever21, dan outlet pakaian lainnya juga melakukan sale akhir musim. H&M saja pernah menjual rok tutu panjang warna merah dengan harga 108 yen yang setara dengan satu onigiri saja, lho. Uhmmm….

#3 Aplikasi dan belanja online

Di Jepang, Uniqlo, Gu, H&M, dll juga menawarkan diskon dan pengumpulan poin kalau berbelanja online melalui aplikasi. Dulu saya juga memiliki akun ini dan memang sangat praktis. Selain mendapat diskon langsung saat berbelanja online (termasuk promo gratis ongkir), pengumpulan poinnya juga bisa digunakan untuk berbelanja di outletnya. Caranya ya tinggal menunjukkan saja aplikasinya dan kasir akan langsung men-scan untuk pengurangan poinnya. Di Indonesia juga ada aplikasi ini. Akan tetapi, saya kurang tahu untuk poin dan diskonnya. Oh iya, da penawaran gratis ongkir juga, kok.

#4 Uniqlo dan GU itu “biasa”

Sebenarnya, bagi orang Jepang yang memiliki gaji sebulan lebih dari 25 juta rupiah, membeli pakaian di Uniqlo itu bukanlah hal mewah. Biasa saja. Lagipula, tak setiap bulan beli baju, kan? Jadi, kalau diumpamakan, membeli selembar baju Uniqlo tanpa diskon sekitar 2.000-an yen, itu hanya menghabiskan sekitar seper seratus gaji mereka saja. Sedangkan kalau kita beli baju Uniqlo seharga 200 ribuan rupiah dengan gaji UMR Jogja, itu sekitar seper sepuluh gaji. Iya memang bisa beli baju Uniqlo, tetapi setelah itu sebulan makan nasi dengan lauk seadanya.

Logo dan kemasan Uniqlo (Shutterstock.com)

Lagipula, brand Uniqlo dan GU juga bukanlah brand “mewah”. Lantaran banyak yang membeli di sana, jadinya ya biasa saja. Uniqlo juga termasuk brand “puchipura” (puchi = kecil, pura = harga), harganya murah tetapi kualitas tak kalah sehingga mampu untuk dibeli. Biasanya, standar harga fesyen puchipura bagi anak muda itu antara 1.000 sampai 2.000-an yen.

Selain puchipura, anak muda Jepang juga memilih model, bahan bajunya, dan kadang popularitas mereknya. Oleh karena itu, outlet seperti Honeys, American Eagle, MUJI, GAP, WEGO, Bershka, HARE, Primark, Urban Outfitters, Global Work, INGNI, BEAMS, dan LEPSIM juga menjadi tujuan mereka ketika ingin membeli baju. Ada juga NIKE, Adidas, The North Face, Converse, Supreme yang memang menjadi brand favorit anak muda dunia. Selain itu, baju butik juga menjadi alternatif lain saat ingin membeli baju yang unik dan tak banyak dijual di pasaran.

Begitulah kira-kira sensasi belanja baju Uniqlo dan GU di Jepang. Meski dianggap biasa bagi orang Jepang karena murah dan terjangkau harganya, tetap saja bagi saya itu tak “biasa”.

Penulis: Primasari N Dewi
Editor: Audian Laili

BACA JUGA Bandingin Uniqlo, H&M, dan The Executive: Pilih Beli Baju di Mana?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 April 2022 oleh

Tags: bajubelanjaGUjepangUniqlo
Primasari N Dewi

Primasari N Dewi

Saat ini bekerja di Jepang, menjalani hari demi hari sebagai bagian dari proses belajar, bertahan, dan berkembang.

ArtikelTerkait

Detail dalam Dorama Jepang yang Bikin Penonton Drama Korea Kaget

Detail dalam Dorama Jepang yang Bikin Penonton Drama Korea Kaget

27 Agustus 2023
Membandingkan Kebiasaan Nongkrong Mahasiswa Indonesia dan Mahasiswa Jepang Terminal Mojok

Membandingkan Kebiasaan Nongkrong Mahasiswa Indonesia dan Jepang

11 November 2022
Tempe, Makanan Mewah bagi Perantau di Jepang Terminal Mojok

Perjuangan Perantau Indonesia Menikmati Tempe di Jepang

31 Maret 2022
5 Bagian Daging Sapi yang Enak Disantap Terminal Mojok

4 Tips agar Anda Nggak Ketipu Saat Beli Daging Sapi di Pasar

29 November 2022
Kejadian Absurd yang Sering Saya Alami Saat Berbelanja di Alfamidi

Kejadian Absurd yang Sering Saya Alami Saat Berbelanja di Alfamidi

11 Januari 2024
7 Kebiasaan Ibu-ibu Saat Belanja yang Bikin Geleng-geleng Kepala Terminal Mojok

7 Kebiasaan Ibu-ibu Saat Belanja yang Bikin Geleng-geleng Kepala

6 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pamer Pencapaian Adalah Kegiatan Paling Sampah Saat Lebaran, Nggak Ada Fungsinya kecuali Bikin Orang Emosi

Pamer Pencapaian Adalah Kegiatan Paling Sampah Saat Lebaran, Nggak Ada Fungsinya kecuali Bikin Orang Emosi

12 Maret 2026
motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Honda Stylo Adalah Motor Paling Tidak Jelas: Mahal, tapi Value Nanggung. Motor Sok Retro, tapi Juga Modern, Maksudnya Gimana?

15 Maret 2026
Honda Stylo Motornya Orang Kaya Waras yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT dan Scoopy Mojok.co

Honda Stylo Motornya Orang Kaya yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT atau Scoopy

13 Maret 2026
Suzuki Satria Pro Aib Terbesar Suzuki yang Tak Perlu Lahir (Wikimedia Commons)

Suzuki Satria Pro: Aib Terbesar Suzuki yang Seharusnya Tak Perlu Lahir

18 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar Mojok.co

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

13 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.