Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Derita Laki-Laki Tanpa Kumis dan Jenggot di Iran

Ulummudin oleh Ulummudin
9 Juli 2020
A A
iran mojok

iran mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Kumis dan jenggot adalah salah satu ciri yang menempel pada laki-laki. Namun, tidak semua laki-laki mempunyai keduanya entah itu karena faktor keturunan atau kesalahan makanan. Di Indonesia tidak masalah jika di wajah kita tidak tumbuh jenggot dan kumis. Berbeda cerita jika hal itu terjadi di Iran.

Iya Iran di Timur Tengah itu yang menjadi musuh Amerika. Gini-gini juga saya pernah hidup di negeri Persia walau cuma numpang tidur. Jangan mikir saya ke sana untuk ikut berperang melawan Amerika seperti sangkaan teman-teman saya. Saya di sana berperang, tapi melawan kebodohan diri. Walaupun faktanya sampai saat ini kebodohan saya masih menunjukkan angka yang signifikan.

Di sini saya hanya ingin berbagi pengalaman dengan pembaca menjadi seorang Indonesia yang klimis di tengah-tengah masyarakat Iran. Postur sudah imut tanpa kumis dan jenggot pula, wah itu bisa dianggap aneh dan menimbulkan bencana bagi diri. Benar-benar suatu kesalahan yang tidak bisa dimaafkan.

Bagaimana tidak, saya belum pernah menemukan laki-laki dewasa Iran yang tidak memiliki bulu kelaki-lakian di wajahnya. Walaupun mereka tidak memanjangkannya, tetapi tetap saja bulu-bulu itu terlihat tumbuh yang menjadi simbol kejantanan. Intinya, sangat tidak lazim di masyarakat Iran jika ada laki-laki dewasa tidak mempunyai bulu di wajah baik itu kumis, jenggot atau jambang.

Setidaknya, ada beberapa kerugian yang menimpa kita jika tidak berjenggot dan berkumis di Iran. Saya akan ceritakan kerugian tersebut di bawah.

Akan selalu dikira anak yang belum akil baligh

Seringkali, ketika saya berpapasan dengan orang baru mereka mengawali obrolan dengan berkata “Baceh kujai?” yang berarti kamu anak atau bocah mana?

Dalam hati kadang saya merasa jengkel juga. Masa saya masih dipanggil bocah. Padahal, umur sudah mencapai seperempat abad lebih. Tak tahu dia jika saya sudah merasakan pahit getirnya hidup. Karena kejadian itu pula saya jadi tahu kalau kata “bocah” di bahasa Indonesia itu diambil dari kata “baceh” dalam bahasa Persia. Artinya pun sama.

Status kejantanan kita akan diragukan

Di Iran, tak perlu marah jika mereka bercanda dengan laki-laki tak berkumis dan berjenggot dengan menyindir status kelaki-lakian kita. Pernah saya suatu waktu terlibat obrolan intim dengan teman pria Iran. Dia bertanya, “Apakah kamu sudah pernah mimpi basah?”. Benar-benar sebuah pertanyaan kurang ajar yang meruntuhkan harga diri seorang laki-laki dewasa seperti saya.

Baca Juga:

Iran, Amerika, dan Israel: Tiga Visi Dunia yang Bertabrakan

Selain Minyak, Inilah Industri yang Berpotensi Anjlok Efek dari Perang Dunia Ketiga

Saya yang merasa terhina dengan pertanyaan tersebut menjawab, “Kalau kamu perlu bukti carikan cewek Persia yang cantik sekarang juga, senjata saya pasti bekerja”. Tentunya harus melalui proses nikah dulu ya gaes. Saya lanjut menimpali, “Ukuran boleh beda tapi fungsi tetap sama”. Belum tahu dia istilah kecil-kecil cabe rawit.

Dikira gay

Jujur, ini yang paling mengerikan. Katanya, orang tak berjenggot dan berkumis akan menjadi sasaran empuk para gay. Iya gay, laki-laki yang menyukai laki-laki. Sebagian pembaca mungkin heran, kok bisa di negara yang mendeklarasikan diri sebagai Republik Islam Iran ada gay. Secara ada embel-embel Islamnya di sana.

Perlu diketahui, orientasi seksual tidak mengenal agama dan suku ya. Di Arab atau di belahan bumi mana pun, fenomena seperti ini pasti ada. Tapi sebelum lanjut, mohon dipahami bahwa tulisan ini nggak mendiskreditkan para gay. Ini hanya fenomena dari para oknum yang kebetulan sikapnya nggak menyenangkan.

Saya tidak bermaksud menakut-nakuti pria tak berkumis dan berjenggot yang ingin ke Iran, tetapi ini berdasarkan pengalaman saya sendiri. Saat perayaan nowruz atau tahun baru Persia, saya berkunjung ke kota Isfahan. Saat itu, saya tiba di terminal Isfahan pukul 2 dini hari. Keadaan di terminal cukup sepi karena sudah tidak ada pemberangkatan.

Ketika saya duduk, saya dihampiri oleh seorang lelaki yang belum terlalu tua. Setelah beberapa saat berbasa-basi, dia mengajak saya untuk beristirahat sampai subuh tiba. Saya yang tidak menaruh curiga apapun menyetujuinya. Kami pergi ke belakang terminal mencari tempat yang nyaman.

Akhirnya, kami menemukan tempat sepi untuk merebahkan diri. Ketika saya siap-siap untuk memejamkan mata, saya dipeluk dari belakang dan ia mencoba untuk melampiaskan nafsunya. Saya yang terkejut karena ada serangan tiba-tiba langsung berontak dan lari terbirit-birit mencari keramaian.

Oh my God, saya tak percaya hampir menjadi korban pemerkosaan di negeri orang. Sampai sekarang, kalau keingetan masalah itu rasanya masih ngeri juga.

Setelah saya kembali ke Tehran, saya menceritakan kejadian tersebut kepada Kang Sugiri, salah seorang mahasiswa senior. Bukannya prihatin, dia malah tertawa terbahak-bahak seakan sedang mendengar acara komedi di TV. Dia lantas berujar, “Ya itu salahmu”. “Lha kok malah aku yang disalahkan kang?” saya balik bertanya. Ia menjawab “Iya itu karena kamu tidak berkumis dan berjenggot alias klimis. Tipe-tipe kayak kamu gitu idaman para gay”.

Tahu kayak gitu, sebelum ke Iran saya bela-belain beli minyak penumbuh bulu Wak Doyok yang terkenal ampuh. Tanpa kumis dan jenggot sangat menyiksa lahir dan batin. Jadi, tolong teman-teman yang tidak mempunyai kumis dan jenggot berpikirlah seribu kali jika hendak pergi ke Iran.

BACA JUGA 13 Film Iran yang Recommended buat Bikin Emosi Naik Turun.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 Juli 2020 oleh

Tags: iranjenggotKumis
Ulummudin

Ulummudin

Pernah nyasar di Iran selama sewindu

ArtikelTerkait

Perang Iran Israel Panasnya Sampai Pantat Orang Bantul (Unsplash)

Perang Iran Israel: Meledak di Langit, Imbasnya Dirasakan Warga Bantul yang Lagi Bingung Caranya Beli Gas 3 Kilo

17 Juni 2025
erupsi gunung sinabung bencana alam karena ulah manusia di indonesia mojok.co

Sebelum Takut sama PD III, Takutlah Dulu sama Bencana Alam Buatan Manusia

8 Januari 2020
Selain Minyak, Inilah Industri yang Berpotensi Anjlok Efek dari Perang Dunia Ketiga

Selain Minyak, Inilah Industri yang Berpotensi Anjlok Efek dari Perang Dunia Ketiga

30 Juni 2025
Rekomendasi Squad yang Bisa Jadi Kawan Mabar Iran Melawan Player Top Global Macam Amerika

Rekomendasi Squad yang Bisa Jadi Kawan Mabar Iran Melawan Player Top Global Macam Amerika

9 Januari 2020
Iran, Amerika, dan Israel: Tiga Visi Dunia yang Bertabrakan

Iran, Amerika, dan Israel: Tiga Visi Dunia yang Bertabrakan

2 Maret 2026
Kali Ini Beneran “It’s Coming Home”, kan, Inggris_ (Unsplash)

Kali Ini Beneran “It’s Coming Home”, kan, Inggris?

22 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

27 April 2026
Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

26 April 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal

22 April 2026
Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

4 Tempat Ngutang Favorit PNS untuk Kebutuhan Hidup dan Membuat Diri Mereka Terlihat Kaya

25 April 2026
5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

23 April 2026
4 Hal Menjengkelkan yang Saya Alami Saat Kuliah di UPN Veteran Jakarta Kampus Pondok Labu

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

26 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma
  • YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”: Definisi Rindu Itu Bersifat Universal
  • Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita
  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.