Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Bukti Pemkot Depok Tak Becus Atasi Masalah Sampah: Kok Bisa TPA Liar Muncul di Area Strategis

Jarot Sabarudin oleh Jarot Sabarudin
31 Agustus 2024
A A
Depok Tak Becus Urus Sampah, TPA Liar Menjamur (Unsplash)

Depok Tak Becus Urus Sampah, TPA Liar Menjamur (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Perihal masalah sampah di Depok, sebenarnya bukan masalah baru. Masalahnya, Pemkot sepertinya nggak pernah serius menangani masalah sampah ini. 

Akhir-akhir ini, DPRD mendesak Pemkot lantaran gagal mengatasi sampah. Pemkot harus segera mencari jalan keluar karena terkesan lambat bekerja. Yah, gimana mau kerja cepat ketika jabatan Walikota sudah mau habis. Paling juga nggak akan dipikirin. Saya sebagai warga sih hanya bisa senyum sinis saja.

ADVERTISEMENT

Depok darurat sampah

Selain berita soal TPA Cipayung yang nggak ada ujung penyelesaiannya, nggak aneh juga kalau Kota Depok selalu dipenuhi berita tentang sampah. Ya, gimana lagi. Kota ini sudah darurat sampah. Dari dulu malah. 

Tapi, ya gitu, yang dibangun Margonda melulu. Sekarang saja, semenjak TPA Cipayung ditutup, banyak tumpukan-tumpukan sampah yang menggunung di pinggir jalan, bahkan di area pasar. Misalnya, sampah menumpuk di pinggir Jalan Raya Bogor, Jalan Pekapuran Cimanggis, dan Pasar Kemiri.

Namun, apakah masalah sampah di kota ini bisa diatasi? Jawabannya, ya bisa saja. Masalahnya, di sini ada “tapinya”. Semua tergantung sikap walikota. Gimana Pak Mohammad Idris? Selain beliau, warga Depok juga wajib menekan walikota baru nanti. Malu banget masalah darurat sampah ini tak henti-hentinya diberitakan banyak media nasional.

Warga bertindak, yang “berwajib” nggak nongol

Nah, ketika masalah sampah semakin meluas, warga Kecamatan Limo jadi sorotan. Pasalnya, warga perumahan Griya Cinere 2, Perumahan Panorama, dan warga Limo lainnya berhasil menutup TPA liar yang sudah beroperasi sejak sejak lama. 

Lagi lagi saya dibuat senyum sinis. Kok bisa, ada TPA liar di sekitar Koramil, Samsat, dan Polsek, tapi yang berhasil menutup malah warga?

TPA liar Limo itu lokasinya berada di seberang Samsat Cinere, di belakang Koramil dan nggak jauh dari Polsek Cinere. Lokasi keempat bangunan itu deketan banget.

Baca Juga:

Stasiun Cawang adalah kunci untuk tetap waras bagi warga yang sehari-hari naik KRL Depok-Jakarta

Jakarta Timur Layak Dimekarkan jadi Jaktim Utara dan Jaktim Selatan, Terlalu Banyak Perbedaan!

TPA liar muncul di area strategis

Sebetulnya, warga sekitar sudah mengeluhkan masalah sampah ini sejak lama. Bau menyengat dan polusi asap hasil pembakaran sampah sangat mengganggu aktivitas warga. 

Konon, Pemkot Depok sudah pernah menutup TPA liar tersebut pada 2016. Loh, sudah lama dong ya TPA liat itu beroperasi? Namun, setelah ditutup, TPA liar itu buka kembali di 2019, tepat saat TPA Cipayung dinyatakan overload.

Saya jadi bertanya-tanya dalam hati, kok bisa ya ada TPA liar di area yang sangat strategis? Ya, tentu bisa dibilang lokasi TPA liar itu berada di sekitar area strategis. 

Seperti yang saya singgung tadi, ada kantor Samsat, Koramil Limo, dan Polsek Cinere di sekitar area TPA liar. Kalau di area yang strategis saja bisa ada TPA liar, gimana dengan tempat yang jauh dari jangkauan aparat pemerintah? Saya yakin sih banyak, ya.

Depok nggak pernah tegas

Liputan6 bilang kalau Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok sudah pernah melakukan penertiban. Upaya yang dilakukan yaitu dengan cara pendekatan secara persuasif dan sosialisasi. 

Yah, kalau hanya begitu sih rasanya akan jauh dari kata berhasil, ya. Untuk masalah sampah yang sudah sedarurat ini, seharusnya langsung saja tindak tegas. Tutup permanen, misalnya.

Kejengahan warga sekitar akan adanya TPA liar di Depok ini akhirnya menimbulkan pergerakan. Warga yang tinggal di sekitar TPA liar itu membuat Forum Warga Terdampak TPA Liar Kecamatan Limo. Dalam forum itu warga melakukan aksi penutupan TPA liar dengan membuat portal permanen.

Sebenarnya, ketua RT 03/13 Limo, sudah melaporkan keberadaan TPA liar di Limo kepada Pemkot Depok. Namun, menurutnya, Pemkot tidak ada tindakan tegas untuk menutup TPA liar secara permanen. 

Duh, TPA Cipayung nggak tahu gimana kelanjutannya, sekarang ada TPA liar di Limo. TPA liar Limo ini pernah ditutup tahun 2016, lalu muncul lagi. Jadi, selama hampir dua periode menjabat, Pak Walikota ke mana saja?

Kebiasaan membakar sampah

Ya, namanya juga TPA liar, sudah pasti nggak ada alat yang memadai di sana. Hasilnya adalah para pekerja yang ada di sana membakar sampah itu agar susut dan bisa diisi kembali. Hal itulah yang makin menjadikan warga Depok geram. Lah, gimana nggak geram, sudah sampah itu bau busuk, terus masih dibakar. Polusinya itu, bos.

Menurut Forum Warga Terdampak TPA Liar tadi, banyak warga yang mengeluhkan sakit saluran tenggorokan. Saya jadi bertanya-tanya, dari 2019 itu, apa saja yang dilakukan para pejabat pemerintahan yang berlokasi di dekat TPA liar itu ya. Apa karena retribusi dari truk sampah itu menggiurkan sehingga aman-aman saja selama ini?

Sampai tulisan ini saya buat, berselang 3 hari dari penutupan TPA liar oleh warga, masih ada truk dan mobil pengangkut sampah yang antre. Dari penuturan ketua RT 03/13 Limo, mobil pengangkut sampah itu beroperasi malam hari untuk mengelabui para warga.

Pak Walikota Depok, ayo dong kasih kesan yang baik sebelum mengakhiri masa jabatan. Biar warga juga punya kenangan yang baik terhadap diri Bapak.

Penulis: Jarot Sabarudin

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 3 “Keunikan” Kota Depok yang Bikin Warganya Ngelus Dada

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Agustus 2024 oleh

Tags: depokkecamatan limo depokpemkot depoksampah depoksampah kota depoktpa cipayungtpa liar depoktpa liar limowalikota depok
Jarot Sabarudin

Jarot Sabarudin

Seorang multitasker yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di hadapan piksel dan cahaya layar. Menekuni berbagai peran dari pagi hingga sore, mengubah tatapan kosong ke monitor menjadi deretan karya dan solusi

ArtikelTerkait

Pangkalan Jati, Kelurahan Paling Mewah di Cinere Depok Mojok.co

Pangkalan Jati, Kelurahan Paling Mewah di Cinere Depok

25 Juli 2024
Depok, Kecamatan di Sleman yang Paling Red Flag di Mata Orang Bantul Mojok.co

Depok, Kecamatan di Sleman yang Paling Red Flag di Mata Orang Bantul

11 Oktober 2025
Depok, Adik Tiri Jakarta Selatan yang Kini Punya Gaya Sendiri (Unsplash)

Depok, Adik Tiri Jakarta Selatan yang Kini Punya Gaya Sendiri

12 Mei 2025
Jalan Raya Gandul, Jalan Vital yang Menguji Mental Warga Depok Mojok.co

Jalan Raya Gandul, Jalan Vital yang Menguji Mental Warga Depok

2 Agustus 2024
Jembatan Aborsi, Contoh Nyata Beratnya Perjuangan Kuliah di UI

Jembatan Aborsi, Contoh Nyata Beratnya Perjuangan Kuliah di UI

1 Mei 2023
"Alun-Alun Tutup” Adalah Dua Kata Lucu yang Kini Terjadi di Alun-Alun Depok Mojok.co

“Alun-Alun Tutup” Adalah Dua Kata Lucu yang Kini Terjadi di Alun-Alun Depok

14 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu pindah ke Salatiga (Unsplash)

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

2 Agustus 2026
Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026
Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026
Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

2 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo Mojok 

4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo 

31 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.