Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Lupakan Kaesang Pangarep, Otong Koil Sosok Paling Ideal Memimpin Sleman!

Jevi Adhi Nugraha oleh Jevi Adhi Nugraha
9 Juni 2023
A A
Lupakan Kaesang Pangarep, Otong Koil Sosok Paling Ideal Memimpin Sleman! (Unsplash)

Lupakan Kaesang Pangarep, Otong Koil Sosok Paling Ideal Memimpin Sleman! (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Kaesang Pangarep blakasuta ingin mengikuti jejak ayah dan kakaknya sebagai seorang politisi. Ya, putra bungsu Pak Jokowi itu katanya bakal all out mengikuti Pilkada 2024. Namun, sampai saat ini, tampaknya dia masih bingung mau ikut Pilkada mana.

Setidaknya ada tiga kota pilihan Kaesang Pangarep yang akhir-akhir ini santer terdengar di lini media sosial, yakni Depok, Sleman, dan Solo. Netizen terbelah menjadi tiga kelompok. Banyak yang menilai kalau dia lebih cocok memimpin Sleman atau Solo daripada Depok. Tapi, nggak sedikit juga yang mendukung Kaesang agar mau memimpin Depok.

ADVERTISEMENT

Dari tiga kota tersebut, menurut saya, Kaesang Pangarep lebih pantas ikut Pilkada Solo atau Depok. Pasalnya, Sleman punya banyak masalah yang hanya bisa ditangani oleh orang-orang mind blowing dan berjiwa seni tinggi. Dan, sosok paling ideal memimpin Sleman bukan Kaesang, melainkan Aryo Verdijantoro atau yang akrab disapa Otong, vokalis band beraliran industrial metal, Koil.

Jangan Kaesang Pangarep, tapi Otong karena dia sosok sembada dan berani melakukan gebrakan baru

Salah satu alasan Otong Koil pantas memimpin Sleman ketimbang Kaesang Pangarep karena beliau seorang yang cerdas dan sembada (sesuai tagline kabupaten Sleman). Saat diwawancarai di YouTube VINDES, pria berambut gondrong itu mengaku saat duduk di bangku di sekolah selalu mendapat juara kelas. Meski kadang berperilaku nyeleneh, tapi pria berambut gondrong itu sungguh sembada dalam menciptakan lirik-lirik lagu berkualitas.

Menurut saya, Otong Koil adalah salah satu penulis lirik lagu paling jenius di Indonesia. Sejak merilis album pertamanya bertajuk Koil (1996), Otong sudah menunjukkan kepiawaiannya menulis lirik. Beberapa lagu seperti “Murka”, “Senyawa Mesin”, dan “Waktu Yang Berhenti”, membuktikan kalau penyair depresif itu seperti sudah melampauinya zamannya dan sangat visioner. 

Bagaimana tidak, saat penyanyi atau band populer di era 1990-an masih berkutat pada lagu-lagu seputar percintaan, Otong datang membawa gebrakan baru. Dia membuat lirik-lirik liar sarat makna yang saat itu mungkin dianggap belum lazim. Mas Kaesang Pangarep bisa nulis lirik?

Bukan bermaksud mengesampingkan lagu-lagu populer di era itu dan bersikap sotoy, tapi lirik seperti di atas memang belum lazim pada masa itu. Saya berani ngomong kayak gini karena om saya, yang kebetulan pengoleksi kaset pita, menjadi saksinya. Menurut om saya, setidaknya ada dua band yang pada masa itu berani mendobrak blantika musik Indonesia, yakni Netral dan Koil.

Selain karena liriknya yang to the point dan nggak bertele-tele, kedua band tersebut juga terkesan nggak peduli sama koridor atau pakem seorang penyanyi yang harus memiliki suara bagus. Baik Om Bagz (vokalis NTRL) maupun Otong, seperti menegaskan kalau musik itu, ya, berwarna dan nggak kudu mengekor sama yang sudah-sudah.

Baca Juga:

Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi?

Sleman semakin mahal, tetapi narasi kota mahasiswa murah tetap dipelihara

Inilah yang sejatinya dibutuhkan Sleman, bukan sosok Kaesang Pangarep. Banyaknya kampus ternama sangat sayang kalau para penghuninya nggak berani melakukan gebrakan baru untuk membenahi sistem. Saya sangat yakin Otong mampu memberi warna baru bagi dunia pendidikan di Sleman.

Baca halaman selanjutnya

Bukan Kaesang Pangarep tapi Otong karena…

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 12 Juni 2023 oleh

Tags: depokkaesang pangarepkoilotong koilPilkadaSlemansolo
Jevi Adhi Nugraha

Jevi Adhi Nugraha

Lulusan S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berdomisili di Gunungkidul.

ArtikelTerkait

5 Masjid di Sleman yang Bisa Dikunjungi sehabis Ngabuburit

5 Masjid di Sleman yang Bisa Dikunjungi sehabis Ngabuburit

7 April 2022
5 Privilese Tinggal di Sleman Utara yang Bakal Sulit Dipahami oleh Warga Bantul Mojok.co

5 Privilese Tinggal di Sleman Sisi Utara yang Bakal Sulit Dipahami oleh Warga Bantul

8 September 2024
4 Hal yang Membuat Orang Solo seperti Saya Kaget ketika Mampir ke Semarang Mojok.co

4 Hal yang Membuat Orang Solo seperti Saya Kaget ketika Mampir ke Semarang

3 Desember 2025
Surakarta Saksi Sejarah, Menyambut Kelahiran Kembali Lokananta (Unsplash)

Surakarta Menjadi Saksi Sejarah, Menyambut Kelahiran Kembali Lokananta

30 Juni 2023
4 Alasan Pakem Menjadi Sebaik-baiknya Tempat Tinggal di Sleman

4 Alasan Pakem Menjadi Sebaik-baiknya Tempat Tinggal di Sleman

18 Mei 2024
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

1 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

21 Juli 2026
Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

19 Juli 2026
Drama pembayaran tunai ojol, uang kembalian jadi menguras waktu dan energi saya Mojok.co

Niat beli makanan lewat layanan pesan antar ojol supaya praktis, eh berujung repot karena driver tak punya kembalian

20 Juli 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jangan cintai Surabaya secara berlebihan, ia juga punya kekurangan yang patut dibicarakan

21 Juli 2026
4 Tempat Bersejarah di Surabaya Barat yang Bisa Dikunjungi biar Nggak Melulu ke Mal

Surabaya Barat: kota dalam kota yang bikin warga aslinya jadi tamu

17 Juli 2026
Alasan buku fisik tidak akan lenyap hanya karena buku digital merajalela Mojok.co

Alasan buku fisik tidak akan lenyap hanya karena buku digital merajalela

15 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.